Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Indonesia Siap Tingkatkan Standar Keselamatan KerjaJAKARTA - Pemerintah Indonesia merekomendasikan adanya peningkatan standar keselamatan dan kesehatan kerja di Negara-negara Asia dan Eropa. Penerapan standar K3 yang ketat akan meningkatkan pelindungan bagi para pekerja dari ancaman terjadinya kecelakaan kerja.Demikian diungkapkan Menteri Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Muhaimin Iskandar saat membuka Asia-Europe Meeting (ASEM) workshop on National Occoputional Safety and health (OSH) strategis yang diadakan pada 12-13 Oktober 2011 di Yogyakarta, Rabu (12/10/2011).Pertemuan tentang stategi keselamatan dan kesehatan kerja ini dihadiri oleh 38 negara Asia dan Eropa, yang terdiri dari 24 delegasi dari sejumlah negara dan 14 wakil negara melalui kedutaan besarnya di Indonesia.Hadir pula perwakilan dari ILO, Sekretariat ASEAN dan Komisi Eropa. Muhaimin menjelaskan bahwa acara itu merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Bali 2008 pada Asem-LEMC di Bali.Pada pertemuan di Bali dibahas mengenai More and Better Jobs-Strategic Cooperation to Promote Decent Work and Global Labour Markets to Our Mutual Benefit yang ditegaskan juga pada Deklarasi Leiden 2010.Indonesia dan Singapura dipilih sebagai "project leaders" untuk kegiatan K3 dan telah menyepakati penyelenggaraan lokakarya yang berfokus pada implementasi strategi K3 nasional.“Pertemuan Itu merupakan wujud kepedulian negara-negara khususnya Asia dan Eropa dalam mengembangkan strategi K3 nasional sehingga pada kesempatan ini banyak masukan-masukan dari negara- negara tentang strategi K3 nasionalnya," kata Muhaimin.Muhaimin menambahkan, dalam era globalisasi ini, terutama dalam menghadapi persaingan perdagangan internasional, asas penerapan K3 merupakan syarat utama yang berpengaruh besar terhadap nilai investasi, kualitas, dan kuantitas produk, kelangsungan usaha perusahaan serta daya saing sebuah negara. "Jadi kesadaran dan kerja sama dari semua pihak untuk mendukung penerapan K3 sebagai salah satu upaya menarik investasi dan meningkatkan pembangunan perekonomian di Negara-negara Asia dan Eropa," katanya.Pertemuan negara-negara Asia-Eropa ini, lanjut Muhaimin, dapat dimanfaatkan untuk saling berbagi pengalaman mengenai stategi dan manajemen penerapan K3 dari masing-masing Negara."Pertemuan kali ini akan merekomendasikan pelaksanaan kegiatan terkait dengan peningkatan kapasitas melalui kerja sama teknik, dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3)," ujarnya.Muhaimin menjelaskan dalam peningkatan pelaksanaan berkelanjutan bidang K3, terdapat dorongan secara global menuju pengembangan strategi secara nasional.Bahkan International Labour Organization (ILO) memperkenalkan konvensi ILO No 187/2006 tentang promosi kerangka kerja keselamatan dan kesehatan kerja.“Seiring dengan adanya konvensi tersebut, maka banyak negara yang telah mengembangkan strategi K3 secara menyeluruh, sehingga pekerja dan pengusaha dapat saling terlindungi,"harapnya. Namun yang paling penting, lanjutnya, semua pihak harus menyadari bahwa penerapan K3 merupakan hak dasar perlindungan bagi tenaga kerja. Setiap pekerja wajib mendapat perlindungan dari risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang dapat terjadi. ”Dengan adanya perlindungan kerja yang maksimal, dapat dipastikan akan berpengaruh pada ketenangan bekerja, produktifitas, dan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja,” tuturnya. Ditambahkan Muhaimin, dengan adanya penerapan K3 dalam aktivitas kerja, diharapkan dapat menekan terjadinya kasus-kasus kecelakaan kerja yang selama ini banyak terjadi pada sektor konstruksi, perhubungan baik darat, laut, dan udara, pertambangan serta sektor lainnya.Selain melaksanakan fungsi pembinaan, Pemerintah mempunyai kewajiban untuk memberikan kepastian hukum dan penegakan hukum terhadap pelaksanaan norma-norma ketenagakerjaan, termasuk penerapan K3 di perusahaan-perusahaan.
celakanya, budaya kita adalah tidak pernah memikirkan resiko bahaya dan mempertimbangkan tindakan preventif. lebih sering kita lihat tindakan preventif baru dilakukan sebagai langkah koreksi jika sudah ada kejadian, yang akibatnya bisa fatal. lihat aja perilaku pengendara motor kita yang ugal-ugalan di jalan, tanpa alat pengaman yang memadai. sudah sering saya dengar di radio pengendara motor yang mati terlindas truk. dalam lab sering pula saya jumpai personel yang tidak menggunakan alat pelindung diri meskipun sudah disediakan oleh perusahaan.
JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) hingga Senin (6/2/2012) siang belum bisa memastikan penyebab pasti terjadinya kebakaran di Ruang Hemodialisis (cuci darah) gedung Central Medical Unit (CMU) 1 Lantai 5 RSCM pagi tadi. Penyebab pastinya masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang masih berlangsung hingga siang ini."Penyebab sementara terjadinya kebakaran akibat (hubungan) arus pendek atau kosleting. Penyebab pastinya tunggu hasil olah TKP yang sedang berlangsung," kata dr Omo Abdul Madjid, Sp.OG, Direktur Umum dan Operasional RSCM dalam jumpa pers di RSCM, Jakarta, Senin (6/1/2012).Kebakaran yang terdeteksi sekitar pukul 06.00 pagi oleh seorang petugas rumah sakit dapat dipadamkan sekitar pukul 07.20 dengan bantuan dua unit mobil pemadam kebakaran. "Jadi sudah tertangani dalam waktu 1 jam 20 menit," kata dr Omo.Akibat kebakaran, dua dari 36 unit peralatan hemodialisis milik RSCM ikut dilalap api. Selain itu, korban material lainnya berupa satu tempat tidur pasien. "Kasurnya dari bahan busa. Jadi kalau terbakar asapnya banyak. Itu yang membuat asap kelihatan memenuhi ruangan," kata dr Omo.Untuk sementara pasien rawat jalan yang menjalani cuci darah dua kali seminggu di RSCM akan dialihkan ke beberapa rumah sakit di Jakarta, antara lain Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, RS Jakarta Medical Center (JMC) Warung Buncit, Jakarta Selatan, dan RS Harapan Jayakarta, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Biaya transportasi pasien akan disediakan pihak RSCM.Sementara itu, layanan hemodialisis akan dihentikan sementara. Selain memperbaiki ruangan yang mengalami kebakaran, pihak RSCM butuh waktu untuk membersihkan jelaga sisa asap kebakaran dari perangkat-perangkat cuci darah yang ada dalam ruangan tersebut. Kerugian yang dialami RSCM diperkirakan kurang dari Rp 1 miliar. "Kepolisian sedang lakukan investigasi. Semoga cepat diketahui hasilnya," kata dr Omo.
Hari ini, pagi tadi terjadi kebakaran di RSCM. Apa karena easy-going juga ?
Kalo' karena arus pendek sih bukan karena easy-going, coz itu kan udah di luar kendali manusia... =_="Lagian emangnya ada yg ngonsletin listrik dg sengaja?
Tapi kalo ngonsletin listrik dengan sengaja, itu kategorinya sudah : Sabotase.
Arus pendek biasanya terjadi karena design listrik yang salah, atau penggunaan yang menyalahi design.
Emang ada? & buat apa? O_O
Emang ada? & buat apa? O_OHmmm... Tapi utk kelalaian yg semacam itu kan tidak termasuk disengaja? Masa' ada orang yg sengaja menyalahi desain meskipun tau gimana desain yg bener? Dg kata lain, hal ini cuma disebabkan oleh "ketidaktahuan" aja...
Kita sering menjumpai orang2 membuat cabang2 sambungan listrik untuk menyalakan beberapa alat sekaligus dari satu sumber listrik tanpa memikirkan kapasitas kabelnya.Untuk mencegah Hal yg tak diinginkan, sebaiknya menghindari kebiasaan buruk seperti itu.
Iya, lack of training bukan satu-satunya faktor, over training juga termasuk faktor penyebab kecelakaan kerja.