Forum > Ilmu Ekonomi dan Manajemen

Sistem Sosial Ideal, menurut saya.

<< < (8/9) > >>

nʇǝʌ∀:
Dilema tetap muncul manakala krisis ekonomi terjadi ky zaman dulu (2008)  >:D

Kalau mencetak uang sebanyak-banyaknya untuk Bail Out maka itu sama aja melemahkan nilai mata uang itu karena makin banyak uang dicetak dan diedarkan maka semakin berkurang nilainya karena kelangkaannya menurun.

Kalau menaikkan suku bunga untuk mengurangi peredaran uang (dengan asumsi bahwa masyarakat akan lebih banyak menabung) maka para penghutang akan makin kesulitan membayar hutangnya dan bank akan terancam Likuidasi. Di sisi lain, bank akan makin terbebani dalam memberikan keuntungan pada nasabah (bunga deposito dan tabungan), dan perusahaan terancam bangkrut.

Mungkin ada yang ingat kejadian 4 tahun lalu saat ekonomi Amerika kolaps gara-gara Subrime Mortgage (krisis kredit perumahan)? Dunia internasional ikut kena yah. Maklum, negara ini memang konsumen dan sasaran produsen terbesar dunia. kalo mereka bokek ya barang2 kita juga terancam makin tidak laku hehehe  :D




nʇǝʌ∀:

--- Kutip dari: Farabi pada Pebruari 26, 2012, 11:25:15 AM ---Sekarang harga minyak sedang dipermasalahkan akan dinaikan, orang orang KOMPAS ingin minyak dinaikkan karena memberatkan APBN. Betul, selain kalau harganya tetap murah akan membuat bahan bakar cepat habis, juga memberatkann subsidi, tapi tentunya para pemakai motor harus tetap disubsidi karena mereka pada umumnya sangat membutuhkan motor karena lebih murah. 10 rb pakai motor itu bisa keliling kota, sedangkan pakai angkutan umum paling hanya 20 KM paling jauh.

--- Akhir Kutipan ---

Perasaan kalo pake Pertamax lebih efisien dibandingkan pake Premium. Sayangnya cuma Premium yg disubsidi.

Farabi:

--- Kutip dari: nʇǝʌ∀ pada Pebruari 26, 2012, 01:51:23 PM ---Dilema tetap muncul manakala krisis ekonomi terjadi ky zaman dulu (2008)  >:D

Kalau mencetak uang sebanyak-banyaknya untuk Bail Out maka itu sama aja melemahkan nilai mata uang itu karena makin banyak uang dicetak dan diedarkan maka semakin berkurang nilainya karena kelangkaannya menurun.

Kalau menaikkan suku bunga untuk mengurangi peredaran uang (dengan asumsi bahwa masyarakat akan lebih banyak menabung) maka para penghutang akan makin kesulitan membayar hutangnya dan bank akan terancam Likuidasi. Di sisi lain, bank akan makin terbebani dalam memberikan keuntungan pada nasabah (bunga deposito dan tabungan), dan perusahaan terancam bangkrut.

Mungkin ada yang ingat kejadian 4 tahun lalu saat ekonomi Amerika kolaps gara-gara Subrime Mortgage (krisis kredit perumahan)? Dunia internasional ikut kena yah. Maklum, negara ini memang konsumen dan sasaran produsen terbesar dunia. kalo mereka bokek ya barang2 kita juga terancam makin tidak laku hehehe  :D






--- Akhir Kutipan ---

Analisa yang bagus sekali. Harusnya untk membayar hutang solusinya bukan mencetak uang, tapi meningkatkan produksi, sehingga nilai tukar tidak turun, karena kalau nilai tukar turun beban hutang jadi lebih besar.

mhyworld:

--- Kutip dari: Farabi pada Pebruari 26, 2012, 08:27:44 PM ---Analisa yang bagus sekali. Harusnya untk membayar hutang solusinya bukan mencetak uang, tapi meningkatkan produksi, sehingga nilai tukar tidak turun, karena kalau nilai tukar turun beban hutang jadi lebih besar.

--- Akhir Kutipan ---
Benar. Cuma harus hati-hati menentukan jenis barang/jasa yg akan ditingkatkan produksinya. Harus sesuai kebutuhan real masyarakat, serta daya serap pasar. Kalau nggak, bakal nggak laku, modal nggak balik, bahkan bisa bangkrut. Kasus kredit perumahan di USA menunjukkan kesalahan dalam memilih produk properti sehingga mereka memproduksi jauh lebih besar daripada daya serap pasar, yang seolah-olah besar karena efek fatamorgana dari sistem kredit tsb.

ytridyrevsielixetuls:
CMIIW, kalau kredit sektor perumahan di Amerika itu sepertinya si Debitur (perusahaan KPR) dan pihak ketiga (Bank dan investor) nggak mau tahu dari mana si kreditor dapat uang untuk bayar hutang. Jadi keuntungan yang mereka dambakan tidak berfokus pada produktifitas pada kreditor melainkan pada bunga ketika balik modal.... tapi ternyata nggak balik modal ya.  >:D

Lagian aneh juga sih, para kreditor Subprime Mortgage itu adalah orang-orang dengan income pas-pasan dan rating kredit buruk seperti penunggak kartu kredit dan kredit kendaraan bermotor. Apa pula yang bikin perusahaan KPR mau mengucurkan pinjaman modal untuk mereka tanpa pikir apakah mereka ini produktif apa nggak ?  :-\

Tekanan tokoh politikkah untuk cari simpati warga miskin di AS? ???

Apapun itu kalau dari sudut pandang bunga sih untung gede tapi yg mesti dilihat itu si kreditor ini produktif apa nggak ? atau setidaknya dilihat dulu adakah punya prospek bagus dalam menghasilkan uang apa tidak ?  8)

Navigasi

[0] Indeks Pesan

[#] Halaman berikutnya

[*] Halaman sebelumnya

Ke versi lengkap