Forum > Ilmu Ekonomi dan Manajemen

Sistem Sosial Ideal, menurut saya.

<< < (9/9)

mhyworld:

--- Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Pebruari 29, 2012, 02:30:26 PM ---CMIIW, kalau kredit sektor perumahan di Amerika itu sepertinya si Debitur (perusahaan KPR) dan pihak ketiga (Bank dan investor) nggak mau tahu dari mana si kreditor dapat uang untuk bayar hutang. Jadi keuntungan yang mereka dambakan tidak berfokus pada produktifitas pada kreditor melainkan pada bunga ketika balik modal.... tapi ternyata nggak balik modal ya.  >:D

Lagian aneh juga sih, para kreditor Subprime Mortgage itu adalah orang-orang dengan income pas-pasan dan rating kredit buruk seperti penunggak kartu kredit dan kredit kendaraan bermotor. Apa pula yang bikin perusahaan KPR mau mengucurkan pinjaman modal untuk mereka tanpa pikir apakah mereka ini produktif apa nggak ?  :-\

Tekanan tokoh politikkah untuk cari simpati warga miskin di AS? ???

Apapun itu kalau dari sudut pandang bunga sih untung gede tapi yg mesti dilihat itu si kreditor ini produktif apa nggak ? atau setidaknya dilihat dulu adakah punya prospek bagus dalam menghasilkan uang apa tidak ?  8)

--- Akhir Kutipan ---

kayaknya pengertian mengenai istilah kreditor dan debitor di atas kebalik tuh.

--- Kutip ---A creditor is a party (e.g. person, organization, company, or government) that has a claim to the services of a second party. It is a person or institution to whom money is owed. [1] The first party, in general, has provided some property or service to the second party under the assumption (usually enforced by contract) that the second party will return an equivalent property or service. The second party is frequently called a debtor or borrower. The first party is the creditor, which is the lender of property, service or money.


--- Akhir Kutipan ---

http://en.wikipedia.org/wiki/Creditor

ytridyrevsielixetuls:
oh ya, terbalik. maklum, nga terbiasa sama ngutang-piutang... :D

Now Back to topic.
jadi sistem sosial zaman sekarang tu apa sudah meliputi saham, reksa dana, bunga bank, deposito, dan obligasi ? setahu saya sich semua negara sosialis dan komunis sudah menerapkan sistem ekonomi kapitalis karena ada hal-hal tersebut.

sistem sosial yang asli itu kan "Sama Rata Sama Bahagia", produksi fokus pada sektor rill terutama pertanian, dan tidak ada transaksi spekulan di sektor keuangan yang bisa naikin dan nurunin nilai perusahaan cuma karena mereka punya modal dan melakukan jual beli emiten.

dan kemungkinan besar anda akan memilih jadi buruh kalau tinggal negara sosialis dan menyembunyikan kreatifitas anda tentang dunia usaha, sebab kalau anda jadi pengusaha suskes maka perusahaan anda akan dinasionalisasi dan standar gaji harus menuruti permintaan buruh. Jadi anda yang capek-capek bangun usaha hingga besar, orang lain keciptratan untung sama dengan anda.

itu kalau sistem sosialis yang asli dan sekarang sepertinya sosialis sudah bercampur dengan kapitalis...


--- Kutip dari: Farabi pada Pebruari 16, 2012, 06:58:49 PM ---
Intinya pokoknya, biarpun nganggur, tapi tetep dapat makan, karena yang mengurus pertanian adalah robot. Dimana warga asing semua wajib sewa, kecuali sudah 10 tahun tinggal diindonesia, atau sudah berketurunan diindonesia. Masalah pekerjaan, terserah semua orang. Jadi kita bisa membuat indonesia seperti disurga, beli robot sekarang sudah bisa loh, Nah harusnya, kita beli saja robot tersebut unutk mengurus pertanian dari pajak, dimana hasil taninya dibagi rata kepada seluruh rakyat indonesia, kaya atau miskin, kerja atau nganggur.


--- Akhir Kutipan ---

hmm... kalau begitu bagaimana seandainya masyarakat malah memilih menganggur dan menunggu orang lain menciptakan atau membeli robot ? bukankah itu malah melemahkan produktifitas ?

Farabi:
Mungkin saja orang orang memilih menganggur, tapi kan manusia itu tidak pernah puas, jadi mereka saya rasa akan terus ingin mencari uang.
Seperti misalkan, dirumah bisa masak tapi kenapa musti direstoran mahal.

Navigasi

[0] Indeks Pesan

[*] Halaman sebelumnya

Ke versi lengkap