Forum > Ilmu Ekonomi dan Manajemen

Sistem Sosial Ideal, menurut saya.

(1/9) > >>

Farabi:
Seharusnya, secara default dalam artian, tanpa sebuah persiapan, seorang bayi yang lahir di indonesia, dianggap dipersiapkan sebagai seorang buruh tani, yang akan bertugas untuk mengurus masalah pengadaan pertanian, termasuk, perkebunan, penggembalaan, peternakan, perkebunan dsb. Dalam hal ini, dikarenakan pada fitrahnya seorang manusia adalah seorang pengelola tanah. Tentunya dalam hal ini, secara default, kepemilikan tanah bagi orang asing, atau warga WNI, yang telah didefinisikan dalam UU maximum adalah 7 tahun. Dimana kemudian, setelah 7 tahun, tanah tersebut dikembalikan ke pemiliknya, dimana gedung diatasnya atau rumah diatasnya, harganya dianggap 0. Kalau tidak demikian, terus menerus bangsa ini akan terjebak dalam kemelaratan. Tentunya saya pun mahfum atau paham bahwa ada banyak warga keturunan, tapi seperti yang sudah saya katakan, berdasarkan definisi WNI di UU, warga keturunan yang sudah menetap 10 tahun, apalagi sudah bergenerasi, maka dianggap sebagai warga negara Indonesia. Sesuai dengan yang tercatat pada Torat.

Sistem pendidikan dasar seharusnya, biarpun memasukkan IPA dasar atau ilmu Hayati (Bio-logi) seharusnya lebih difokuskan kepada pertanian, sehingga seorang lulusan SMA, setelah lulus, minimal tahu bagaimana cara menggarap tanah di Lingkungannya sendiri, dan bukan dengan menambah nambah jumlah lulusan yang tidak tahu bagaimana cara mengelola tempat tinggalnya. Misalkan, seorang programmer, di daerah yang bahkan listrikpun tidak ada, apalagi komputer, ini hanya akan menambah jumlah penduduk yang kemampuannya sia sia.

Pada tingkat lanjut seperti Kuliah, maka setiap peserta didik diperbolehkan masuk ke tempat pendidikan sesuai dengan minatnya, atau minimal diberikan fasilitas semisal internet, atau perpustakaan untuk mencari informasi, karena saya lihat tidak ada gunanya pendidikan formal yang hanya bertujuan untuk mendapatkan ijasah. Lebih baik tenaga kerja informal dengan ketrampilan memadai, karena toh, pada akhirnya, pencari kerja pun memberikan test lagi jika hendak mencari pekerja. Tapi memang dengan adanya sistem ijasah, perusahaan tidak ribet menyaring tenaga kerja yang membludak.

Dari hal seperti ini, saya rasa kita tidak akan pernah kehabisan tenaga kerja dalam bidang pengadaan sumber pangan, ataupun tenaga kerja distribusi pangan. Bahkan diharapkan lembaga kuliah bisa menggunakan mahasiswanya untuk membuat penelitian, untuk mengingkatkan jumlah produksi pangan.

Farabi:
UMR yang disarankan, tidak dalam nominal rupiah, melainkan jumlah barang:
(Untuk 1 orang/1bulan)
30 Kg beras
30 Telur
15 kg Daging (Sapi/kambing)
Susu
Madu
akses internet
Optional:
Bahan bakar kendaraan
Akses Hiburan tambahan
Kopi
Jahe
dsb

Sehingga bisa dengan mudah kita kalikan dengan jumlah total penduduk sebagai target pengadaan sumber pangan.

Monox D. I-Fly:

--- Kutip dari: Farabi pada November 09, 2011, 02:01:55 PM ---Pada tingkat lanjut seperti Kuliah, maka setiap peserta didik diperbolehkan masuk ke tempat pendidikan sesuai dengan minatnya, atau minimal diberikan fasilitas semisal internet, atau perpustakaan untuk mencari informasi, karena saya lihat tidak ada gunanya pendidikan formal yang hanya bertujuan untuk mendapatkan ijasah. Lebih baik tenaga kerja informal dengan ketrampilan memadai, karena toh, pada akhirnya, pencari kerja pun memberikan test lagi jika hendak mencari pekerja. Tapi memang dengan adanya sistem ijasah, perusahaan tidak ribet menyaring tenaga kerja yang membludak.

--- Akhir Kutipan ---

Yup. Pada kenyataannya, banyak juga non-sarjana yg jauh lebih berkompeten daripada mereka yg lulus kuliah sarjana...


--- Kutip dari: Farabi pada November 09, 2011, 02:04:31 PM ---UMR yang disarankan, tidak dalam nominal rupiah, melainkan jumlah barang:
(Untuk 1 orang/1bulan)
30 Kg beras
30 Telur
15 kg Daging (Sapi/kambing)
Susu
Madu
akses internet
Optional:
Bahan bakar kendaraan
Akses Hiburan tambahan
Kopi
Jahe
dsb

Sehingga bisa dengan mudah kita kalikan dengan jumlah total penduduk sebagai target pengadaan sumber pangan.

--- Akhir Kutipan ---

Gimana buat bayar listrik, bayar air, & juga pulsa?

binekas:
UMR itu bukannya hanya mengatur mengenai upah minimunya kan? masalah uang itu digunakan buat apa itu tergantung individu masing-masing

mhyworld:

--- Kutip dari: binekas pada Desember 31, 2011, 05:22:44 PM ---UMR itu bukannya hanya mengatur mengenai upah minimunya kan? masalah uang itu digunakan buat apa itu tergantung individu masing-masing

--- Akhir Kutipan ---
Itulah keuntungan uang dibanding metode barter. Di antaranya fleksibilitas dan portabilitas.

Navigasi

[0] Indeks Pesan

[#] Halaman berikutnya

Ke versi lengkap