ForSa punya logo baru!! Ada komen?
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Pada tingkat lanjut seperti Kuliah, maka setiap peserta didik diperbolehkan masuk ke tempat pendidikan sesuai dengan minatnya, atau minimal diberikan fasilitas semisal internet, atau perpustakaan untuk mencari informasi, karena saya lihat tidak ada gunanya pendidikan formal yang hanya bertujuan untuk mendapatkan ijasah. Lebih baik tenaga kerja informal dengan ketrampilan memadai, karena toh, pada akhirnya, pencari kerja pun memberikan test lagi jika hendak mencari pekerja. Tapi memang dengan adanya sistem ijasah, perusahaan tidak ribet menyaring tenaga kerja yang membludak.
UMR yang disarankan, tidak dalam nominal rupiah, melainkan jumlah barang:(Untuk 1 orang/1bulan)30 Kg beras30 Telur15 kg Daging (Sapi/kambing)SusuMaduakses internetOptional:Bahan bakar kendaraanAkses Hiburan tambahanKopiJahedsbSehingga bisa dengan mudah kita kalikan dengan jumlah total penduduk sebagai target pengadaan sumber pangan.
UMR itu bukannya hanya mengatur mengenai upah minimunya kan? masalah uang itu digunakan buat apa itu tergantung individu masing-masing
Yup. Pada kenyataannya, banyak juga non-sarjana yg jauh lebih berkompeten daripada mereka yg lulus kuliah sarjana...Gimana buat bayar listrik, bayar air, & juga pulsa?
Untuk yg vegetarian, daging dan telurnya bisa ditukar dengan produk lain?
Saya pikir dalam model ini, sistem ekonomi dapat berjalan, namun masalahnya adalah keterbatasan pilihan. Maksud saya, tiap orang diplot untuk menjadi seorang pekerja kasar, tanpa ada kesempatan untuk mengembangkan potensinya di bidang lain.
kenapa UMR mesti berupa barang-barang tertentu bukannya uang yang bisa bebas digunakan oleh penerimanya. Apa mereka tidak punya kesempatan untuk jadi pengusaha?
Bagaimana kalau saya ingin menjadi pengusaha sekaligus petani hidroponik dan aeroponik? Semua kegiatan pemeliharaan tanaman dijalankan secara otomatis dengan robot, kondisi lingkungan tanaman termasuk pencahayaan dan pengairan, diatur dalam ruang terkontrol untuk memastikan keseragaman kualitas produk yang higienis, dengan jadwal panen yang teratur, tidak terpengaruh musim yang akhir-akhir ini sulit diprediksi. Untuk menghemat ongkos transport, lokasi greenhouse tsb dibuat di dekat kota. Untuk menghemat tempat, digunakan sistem bertingkat. Diperkirakan dalam satu periode, saya mampu menghasilkan bahan pangan dengan jumlah sama dengan yang dihasilkan oleh 100 petani tradisional.IMO skema di atas lebih baik daripada menjadi buruh kasar.
Silahkan, karena yang diatas adalah defaulnya, dimana anda pahitnya, jika tidak berpendidikan. jika ternyata anda bisa lebih, misalkan memanaj orang, maka dapat lebih selain yang diatas, yang diatas itu jika anda ternyata harus menganggur.
Perlu diingat bahwa kebutuhan primer bukan hanya makanan dan minuman, namun juga sandang dan papan. Oleh karena itu perlu disisakan sebagian orang untuk menekuni bidang infrastruktur seperti tukang bangunan, penjahit pakaian, dll. Tidak ketinggalan untuk bagian sanitasi dan kesehatan masyarakat, serta pendidikan.