Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

yoga3105

Oktober 22, 2014, 11:23:42 PM
tolong buatin program bahasa c++ nya gan, yang bisa tak ksih pulsa

Kutip
X(pangkat)5-y(pangkat)4+a=d

 

Sandy_dkk

Oktober 21, 2014, 12:31:18 PM
coba periksa ke ahli syaraf kang farabi.
 

Farabi

Oktober 21, 2014, 11:29:44 AM
Tiap menjelang musim hujan sakit gigi, padahal giginya udah ga ada. Apa ini memang menimpa semua orang? Dan kenapa?
 

Sandy_dkk

Oktober 20, 2014, 05:16:25 AM
hujan turun untuk pertamakalinya dalam beberapa bulan ini, disambut bahagia oleh lusinan burung gereja yang berterbangan di halaman rumah. sungguh indah pagi ini.

senifacitra

Oktober 14, 2014, 08:24:03 PM
malam, mw tx proses fisika apa yang menyebabkan sehingga bumi memiliki sifat magnet.??

mohon bntuanx sgera
 

Sandy_dkk

Oktober 13, 2014, 08:08:28 PM
boleh deh...

sherenhfns

Oktober 13, 2014, 06:59:24 PM
ada yang on ga ? bisa bantuin soal matematika kelas 9? besok mau mid

sherenhfns

Oktober 13, 2014, 06:58:49 PM
Hallo

 

Monox D. I-Fly

Oktober 09, 2014, 09:34:41 PM
musim pemilu juga sudah habis, liat aja, pemilu tahun ini nggak ada yang bahas pemilu sama sekali... forsaintis dah bosen sama politik...
 

Farabi

Oktober 09, 2014, 01:25:15 PM
Capek debat adu khayal ala agama. Mendingan fokus ke hal hal exact.  ;)

Show 50 latest

Penulis Topik: Sistem Sosial Ideal, menurut saya.  (Dibaca 8555 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1382
  • IQ: 43
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
    • Lihat Profil
Re:Sistem Sosial Ideal, menurut saya.
« Jawab #30 pada: Pebruari 22, 2012, 11:56:26 PM »
Ya kalau bukan emas, mungkin kayu, atau makanan, yang jelas, pasar akan mengkoreksi dengan terjadi inflasi.
Saat ini emas sudah terbukti sebagai salah satu komoditas yang paling sesuai untuk dijadikan acuan, karena sifatnya yang awet, liquid, divisible, fungible, serta jumlah yang terbatas dan relatif stabil. kebanyakan komoditi lain tidak memiliki sifat2 tersebut.

IMO, inflasi terjadi karena perbandingan antara jumlah produk(supply barang dan jasa) dengan konsumsi(demand) atau dengan jumlah uang yang beredar secara total lebih rendah daripada sebelumnya. Dengan kata lain, penambahan supply barang/jasa mengurangi inflasi (bahkan bisa deflasi), sedangkan penambahan demand maupun jumlah uang yang beredar menaikkan inflasi.
once we have eternity, everything else can wait

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1382
  • IQ: 43
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
    • Lihat Profil
Re:Sistem Sosial Ideal, menurut saya.
« Jawab #31 pada: Pebruari 23, 2012, 12:43:46 AM »
Kalau masalah moneter, yang penting adalah menghilangkan uang fiat... Jadi uang adalah representasi dari sebuah komoditas tukar dasar, dan bukan sebagai komoditas itu sendiri...

IMO, uang memiliki fungsi yang mirip dengan surat saham perusahaan. Uang rupiah yang anda miliki adalah saham anda dalam organisasi bernama NKRI. Nilainya bisa naik ataupun turun sesuai kondisi pasar. Jika BI mencetak rupiah lebih banyak, artinya nilai saham anda diencerkan (diluted). Jadi ingat film The Social Network yang menceritakan pengenceran saham Facebook milik salah satu pendirinya.
Nilai rupiah ditentukan oleh jumlah produksi barang dan jasa dibandingkan dengan jumlah konsumsi barang dan jasa rakyat Indonesia secara keseluruhan. Nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing ditentukan oleh jumlah ekspor dan impor dengan negara lain. Jadi kalau ingin nilai tukar rupiah naik, harus menambah ekspor atau mengurangi impor. CMIIW.

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2828
  • IQ: 169
  • Gender: Pria
  • Self-Proclaim Judge. All hail safirot.
    • Lihat Profil
Re:Sistem Sosial Ideal, menurut saya.
« Jawab #32 pada: Pebruari 23, 2012, 04:59:30 AM »
Saat ini emas sudah terbukti sebagai salah satu komoditas yang paling sesuai untuk dijadikan acuan, karena sifatnya yang awet, liquid, divisible, fungible, serta jumlah yang terbatas dan relatif stabil. kebanyakan komoditi lain tidak memiliki sifat2 tersebut.

IMO, inflasi terjadi karena perbandingan antara jumlah produk(supply barang dan jasa) dengan konsumsi(demand) atau dengan jumlah uang yang beredar secara total lebih rendah daripada sebelumnya. Dengan kata lain, penambahan supply barang/jasa mengurangi inflasi (bahkan bisa deflasi), sedangkan penambahan demand maupun jumlah uang yang beredar menaikkan inflasi.


Betul, penambahan supply menurunkan tingkat inflasi, menaikan suku bunga sehingga banyak orang menabungpun menurunkan inflasi. Tapi, bunga bank dan pencetakan uang menaikkan inflasi. Yang paling berpengaruh terhadap inflasi adalah bahan bakar, karena akan meningkatkan biaya distribusi dan biaya tenaga kerja.
Informasi yang aku anggap menarik
http://farabinewsnow.blogspot.com/

Saya Indonesia ASLI.

Offline topazo

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 542
  • IQ: 21
  • Gender: Pria
  • Topazo Kenni von Ashraldia Nessia
    • Lihat Profil
    • (belum ada isinya)
Re:Sistem Sosial Ideal, menurut saya.
« Jawab #33 pada: Pebruari 23, 2012, 06:30:52 AM »
IMO, uang memiliki fungsi yang mirip dengan surat saham perusahaan. Uang rupiah yang anda miliki adalah saham anda dalam organisasi bernama NKRI. Nilainya bisa naik ataupun turun sesuai kondisi pasar. Jika BI mencetak rupiah lebih banyak, artinya nilai saham anda diencerkan (diluted). Jadi ingat film The Social Network yang menceritakan pengenceran saham Facebook milik salah satu pendirinya.
Nilai rupiah ditentukan oleh jumlah produksi barang dan jasa dibandingkan dengan jumlah konsumsi barang dan jasa rakyat Indonesia secara keseluruhan. Nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing ditentukan oleh jumlah ekspor dan impor dengan negara lain. Jadi kalau ingin nilai tukar rupiah naik, harus menambah ekspor atau mengurangi impor. CMIIW.
Yah begitulah, karena tidak ada sebuah barang sebagai acuan uang, "harga" uang hanyalah ditentukan dari "kesehatan" perusahaan Indonesia... Tapi bedanya, kalau sebuah saham perusahaan, paling tidak kita dilindungi dengan aset perusahaan, misal, perusahaan punya aset 100 hektar tanah, kita punya saham 1%, berarti lewat RUPS kita bisa meng-klaim tanah 1ha dari perusahaan jika terjadi apa2... Kalau negara, apa ada aset negara yang bisa di klaim?

BSJS...
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2828
  • IQ: 169
  • Gender: Pria
  • Self-Proclaim Judge. All hail safirot.
    • Lihat Profil
Re:Sistem Sosial Ideal, menurut saya.
« Jawab #34 pada: Pebruari 26, 2012, 11:25:15 AM »
Sekarang harga minyak sedang dipermasalahkan akan dinaikan, orang orang KOMPAS ingin minyak dinaikkan karena memberatkan APBN. Betul, selain kalau harganya tetap murah akan membuat bahan bakar cepat habis, juga memberatkann subsidi, tapi tentunya para pemakai motor harus tetap disubsidi karena mereka pada umumnya sangat membutuhkan motor karena lebih murah. 10 rb pakai motor itu bisa keliling kota, sedangkan pakai angkutan umum paling hanya 20 KM paling jauh.

Offline nʇǝʌ∀

  • Global Moderator
  • Dosen
  • *****
  • Tulisan: 347
  • IQ: 190
  • Gender: Pria
  • ɐɯɐs ɥɐlɐpɐ uɐʇɐlǝS uɐp ɐɹɐʇ∩
    • Lihat Profil
Re:Sistem Sosial Ideal, menurut saya.
« Jawab #35 pada: Pebruari 26, 2012, 01:51:23 PM »
Dilema tetap muncul manakala krisis ekonomi terjadi ky zaman dulu (2008)  >:D

Kalau mencetak uang sebanyak-banyaknya untuk Bail Out maka itu sama aja melemahkan nilai mata uang itu karena makin banyak uang dicetak dan diedarkan maka semakin berkurang nilainya karena kelangkaannya menurun.

Kalau menaikkan suku bunga untuk mengurangi peredaran uang (dengan asumsi bahwa masyarakat akan lebih banyak menabung) maka para penghutang akan makin kesulitan membayar hutangnya dan bank akan terancam Likuidasi. Di sisi lain, bank akan makin terbebani dalam memberikan keuntungan pada nasabah (bunga deposito dan tabungan), dan perusahaan terancam bangkrut.

Mungkin ada yang ingat kejadian 4 tahun lalu saat ekonomi Amerika kolaps gara-gara Subrime Mortgage (krisis kredit perumahan)? Dunia internasional ikut kena yah. Maklum, negara ini memang konsumen dan sasaran produsen terbesar dunia. kalo mereka bokek ya barang2 kita juga terancam makin tidak laku hehehe  :D




« Edit Terakhir: Pebruari 26, 2012, 01:55:20 PM oleh nʇǝʌ∀ »
                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
 > (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!

Offline nʇǝʌ∀

  • Global Moderator
  • Dosen
  • *****
  • Tulisan: 347
  • IQ: 190
  • Gender: Pria
  • ɐɯɐs ɥɐlɐpɐ uɐʇɐlǝS uɐp ɐɹɐʇ∩
    • Lihat Profil
Re:Sistem Sosial Ideal, menurut saya.
« Jawab #36 pada: Pebruari 26, 2012, 02:13:34 PM »
Sekarang harga minyak sedang dipermasalahkan akan dinaikan, orang orang KOMPAS ingin minyak dinaikkan karena memberatkan APBN. Betul, selain kalau harganya tetap murah akan membuat bahan bakar cepat habis, juga memberatkann subsidi, tapi tentunya para pemakai motor harus tetap disubsidi karena mereka pada umumnya sangat membutuhkan motor karena lebih murah. 10 rb pakai motor itu bisa keliling kota, sedangkan pakai angkutan umum paling hanya 20 KM paling jauh.

Perasaan kalo pake Pertamax lebih efisien dibandingkan pake Premium. Sayangnya cuma Premium yg disubsidi.

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2828
  • IQ: 169
  • Gender: Pria
  • Self-Proclaim Judge. All hail safirot.
    • Lihat Profil
Re:Sistem Sosial Ideal, menurut saya.
« Jawab #37 pada: Pebruari 26, 2012, 08:27:44 PM »
Dilema tetap muncul manakala krisis ekonomi terjadi ky zaman dulu (2008)  >:D

Kalau mencetak uang sebanyak-banyaknya untuk Bail Out maka itu sama aja melemahkan nilai mata uang itu karena makin banyak uang dicetak dan diedarkan maka semakin berkurang nilainya karena kelangkaannya menurun.

Kalau menaikkan suku bunga untuk mengurangi peredaran uang (dengan asumsi bahwa masyarakat akan lebih banyak menabung) maka para penghutang akan makin kesulitan membayar hutangnya dan bank akan terancam Likuidasi. Di sisi lain, bank akan makin terbebani dalam memberikan keuntungan pada nasabah (bunga deposito dan tabungan), dan perusahaan terancam bangkrut.

Mungkin ada yang ingat kejadian 4 tahun lalu saat ekonomi Amerika kolaps gara-gara Subrime Mortgage (krisis kredit perumahan)? Dunia internasional ikut kena yah. Maklum, negara ini memang konsumen dan sasaran produsen terbesar dunia. kalo mereka bokek ya barang2 kita juga terancam makin tidak laku hehehe  :D






Analisa yang bagus sekali. Harusnya untk membayar hutang solusinya bukan mencetak uang, tapi meningkatkan produksi, sehingga nilai tukar tidak turun, karena kalau nilai tukar turun beban hutang jadi lebih besar.

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1382
  • IQ: 43
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
    • Lihat Profil
Re:Sistem Sosial Ideal, menurut saya.
« Jawab #38 pada: Pebruari 29, 2012, 01:19:05 PM »
Analisa yang bagus sekali. Harusnya untk membayar hutang solusinya bukan mencetak uang, tapi meningkatkan produksi, sehingga nilai tukar tidak turun, karena kalau nilai tukar turun beban hutang jadi lebih besar.
Benar. Cuma harus hati-hati menentukan jenis barang/jasa yg akan ditingkatkan produksinya. Harus sesuai kebutuhan real masyarakat, serta daya serap pasar. Kalau nggak, bakal nggak laku, modal nggak balik, bahkan bisa bangkrut. Kasus kredit perumahan di USA menunjukkan kesalahan dalam memilih produk properti sehingga mereka memproduksi jauh lebih besar daripada daya serap pasar, yang seolah-olah besar karena efek fatamorgana dari sistem kredit tsb.

Offline ytridyrevsielixetuls

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 384
  • IQ: 165
  • Gender: Pria
  • ▄▄█▀▀█▄▄█▀▀█▄▄█▀▀█▄▄
    • Lihat Profil
Re:Sistem Sosial Ideal, menurut saya.
« Jawab #39 pada: Pebruari 29, 2012, 02:30:26 PM »
CMIIW, kalau kredit sektor perumahan di Amerika itu sepertinya si Debitur (perusahaan KPR) dan pihak ketiga (Bank dan investor) nggak mau tahu dari mana si kreditor dapat uang untuk bayar hutang. Jadi keuntungan yang mereka dambakan tidak berfokus pada produktifitas pada kreditor melainkan pada bunga ketika balik modal.... tapi ternyata nggak balik modal ya.  >:D

Lagian aneh juga sih, para kreditor Subprime Mortgage itu adalah orang-orang dengan income pas-pasan dan rating kredit buruk seperti penunggak kartu kredit dan kredit kendaraan bermotor. Apa pula yang bikin perusahaan KPR mau mengucurkan pinjaman modal untuk mereka tanpa pikir apakah mereka ini produktif apa nggak ?  :-\

Tekanan tokoh politikkah untuk cari simpati warga miskin di AS? ???

Apapun itu kalau dari sudut pandang bunga sih untung gede tapi yg mesti dilihat itu si kreditor ini produktif apa nggak ? atau setidaknya dilihat dulu adakah punya prospek bagus dalam menghasilkan uang apa tidak ?  8)
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1382
  • IQ: 43
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
    • Lihat Profil
Re:Sistem Sosial Ideal, menurut saya.
« Jawab #40 pada: Pebruari 29, 2012, 07:21:54 PM »
CMIIW, kalau kredit sektor perumahan di Amerika itu sepertinya si Debitur (perusahaan KPR) dan pihak ketiga (Bank dan investor) nggak mau tahu dari mana si kreditor dapat uang untuk bayar hutang. Jadi keuntungan yang mereka dambakan tidak berfokus pada produktifitas pada kreditor melainkan pada bunga ketika balik modal.... tapi ternyata nggak balik modal ya.  >:D

Lagian aneh juga sih, para kreditor Subprime Mortgage itu adalah orang-orang dengan income pas-pasan dan rating kredit buruk seperti penunggak kartu kredit dan kredit kendaraan bermotor. Apa pula yang bikin perusahaan KPR mau mengucurkan pinjaman modal untuk mereka tanpa pikir apakah mereka ini produktif apa nggak ?  :-\

Tekanan tokoh politikkah untuk cari simpati warga miskin di AS? ???

Apapun itu kalau dari sudut pandang bunga sih untung gede tapi yg mesti dilihat itu si kreditor ini produktif apa nggak ? atau setidaknya dilihat dulu adakah punya prospek bagus dalam menghasilkan uang apa tidak ?  8)

kayaknya pengertian mengenai istilah kreditor dan debitor di atas kebalik tuh.
Kutip
A creditor is a party (e.g. person, organization, company, or government) that has a claim to the services of a second party. It is a person or institution to whom money is owed. [1] The first party, in general, has provided some property or service to the second party under the assumption (usually enforced by contract) that the second party will return an equivalent property or service. The second party is frequently called a debtor or borrower. The first party is the creditor, which is the lender of property, service or money.


http://en.wikipedia.org/wiki/Creditor

Offline ytridyrevsielixetuls

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 384
  • IQ: 165
  • Gender: Pria
  • ▄▄█▀▀█▄▄█▀▀█▄▄█▀▀█▄▄
    • Lihat Profil
Re:Sistem Sosial Ideal, menurut saya.
« Jawab #41 pada: Maret 01, 2012, 01:31:23 PM »
oh ya, terbalik. maklum, nga terbiasa sama ngutang-piutang... :D

Now Back to topic.
jadi sistem sosial zaman sekarang tu apa sudah meliputi saham, reksa dana, bunga bank, deposito, dan obligasi ? setahu saya sich semua negara sosialis dan komunis sudah menerapkan sistem ekonomi kapitalis karena ada hal-hal tersebut.

sistem sosial yang asli itu kan "Sama Rata Sama Bahagia", produksi fokus pada sektor rill terutama pertanian, dan tidak ada transaksi spekulan di sektor keuangan yang bisa naikin dan nurunin nilai perusahaan cuma karena mereka punya modal dan melakukan jual beli emiten.

dan kemungkinan besar anda akan memilih jadi buruh kalau tinggal negara sosialis dan menyembunyikan kreatifitas anda tentang dunia usaha, sebab kalau anda jadi pengusaha suskes maka perusahaan anda akan dinasionalisasi dan standar gaji harus menuruti permintaan buruh. Jadi anda yang capek-capek bangun usaha hingga besar, orang lain keciptratan untung sama dengan anda.

itu kalau sistem sosialis yang asli dan sekarang sepertinya sosialis sudah bercampur dengan kapitalis...


Intinya pokoknya, biarpun nganggur, tapi tetep dapat makan, karena yang mengurus pertanian adalah robot. Dimana warga asing semua wajib sewa, kecuali sudah 10 tahun tinggal diindonesia, atau sudah berketurunan diindonesia. Masalah pekerjaan, terserah semua orang. Jadi kita bisa membuat indonesia seperti disurga, beli robot sekarang sudah bisa loh, Nah harusnya, kita beli saja robot tersebut unutk mengurus pertanian dari pajak, dimana hasil taninya dibagi rata kepada seluruh rakyat indonesia, kaya atau miskin, kerja atau nganggur.


hmm... kalau begitu bagaimana seandainya masyarakat malah memilih menganggur dan menunggu orang lain menciptakan atau membeli robot ? bukankah itu malah melemahkan produktifitas ?

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2828
  • IQ: 169
  • Gender: Pria
  • Self-Proclaim Judge. All hail safirot.
    • Lihat Profil
Re:Sistem Sosial Ideal, menurut saya.
« Jawab #42 pada: Maret 02, 2012, 07:58:49 AM »
Mungkin saja orang orang memilih menganggur, tapi kan manusia itu tidak pernah puas, jadi mereka saya rasa akan terus ingin mencari uang.
Seperti misalkan, dirumah bisa masak tapi kenapa musti direstoran mahal.
« Edit Terakhir: Maret 02, 2012, 08:02:08 AM oleh Farabi »

 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
7 Jawaban
3284 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 14, 2009, 04:45:20 PM
oleh nandaz
11 Jawaban
2297 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 02, 2010, 01:52:47 PM
oleh biobio
13 Jawaban
2334 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 05, 2011, 08:56:25 PM
oleh sayang
43 Jawaban
12074 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 03, 2011, 10:07:25 AM
oleh Astrawinata G
6 Jawaban
1737 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 08, 2014, 05:17:31 PM
oleh MuhammadRyan

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia