Klo g salah itu karena pada saat munculnya mesin ketik, pola alfabet yang biasa akan menyebabkan kemacetan pada mekanisme leveragingnya karena saling 'bersilangan' bila kita mengetik cepat,
Christopher Sholes memecahkan masalah ini ketika dia mengembangkan keyboard yang kita gunakan sekarang.
Biasa disebut "qwerty" keyboard. Yang berdasarkan frekuensi kombinasi huruf yang paling sering muncul dibuat saling bersebellahan...Bhas yang dipake jelas bahasa inggris.
Klo abang2 mau bikinyang bahasa indonesia, bagus juga tuh kayaknya.
