ForSa punya logo baru!! Ada komen?
0 Anggota dan 2 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Energi alternatif yang dikembangkan tidak bisa mengejar kebutuhan energi yang meningkat secara eksponensial.Selain mengembangkan energi alternatif perlu juga mengubah pola hidup yang bisa menghemat pemakaian energi dan sumber alam.Bangsa yang bisa bertahan/survive terhadap krisis energi ialah bangsa yang tidak lagi mengejar kemewahan fisik, melainkan bangsa yang bisa hidup dengan teknologi yang hemat energi dan sumber alam dan memelihara lingkungan hidupnya.
Masalah besar ialah : PLTN hanya bisa memenuhi sekitar 10% saja dari kebutuhan energi dunia yang mencapai sekitar 90 juta barrel BBM (termasuk bahan gas dan batu bara) setiap hari.
Universitas apa aja di Indonesia ini yang buka jurusan Nuklir???
Kutip dari: The Houw Liong pada April 26, 2010, 06:27:32 AMMasalah besar ialah : PLTN hanya bisa memenuhi sekitar 10% saja dari kebutuhan energi dunia yang mencapai sekitar 90 juta barrel BBM (termasuk bahan gas dan batu bara) setiap hari.Ternyata Prancis yang berhasil mengembangkan PLTN sehingga 78% kebutuhan energinya diperoleh dari PLTN, demikian juga Jepang mengembangkan PLTN sehingga 30% dari kebutuhan energinya diperoleh dari PLTN.Untuk bisa seperti negara tsb , Indonesia harus memacu penguasaan sains dan teknologi nuklir dan punya uang cukup banyak karena biaya membangun PLTN mencapai puluhan trilyun rupiah.Cara lain untuk mengatasi krisis energi ialah harus bisa membangun pola hidup yang hemat energi dan memelihara siklus ekologi.
Maaf Bapak Moderator YTH,Sedikit saya menyimpang:Barangkali ide "Flip-Flop" hidrolik berdasar rumus-rumus Archimedes bisa dijadikan dasar pengerak turbin generator listrik. Jika itu bisa dimplementasi, ada solusi lebih baik selain PLTN; kita bisa kembali ke sistem pembangkit tenaga listrik bersumber tenaga gerak air. Maaf, saya tidak akan membahas secara detail dalam thread ini; ini hanya sekedar gambaran imajiner saintifikal.