Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Pebruari 10, 2012, 12:01:05 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

semut-ireng

Hari Ini jam 07:37:05 AM
 :)
 

exile_rstd

Kemarin jam 06:04:39 PM
sampai di Tangerang jam 05.30 pagi. seneng udh plg tapi jadi kangen sm Yogya ;D
 

MonDay

Kemarin jam 01:56:29 PM
boleh promosi ga dsn ya?
 

lam_lavoisier09

Kemarin jam 12:03:50 PM
salam kenal semua,,, ikut nimbrung yoo.. :)
 ;)
 

semut-ireng

Kemarin jam 08:30:33 AM
 :)
 

Farabi

Pebruari 08, 2012, 08:04:23 PM
Semut: Kirain dah mahasiswa. Bagus kan, jadi terpacu buat belajar. ;D Heu...
 

semut-ireng

Pebruari 07, 2012, 06:24:47 PM
lagian guru gw kenceng banget,  yang ga ngerjakan PR ditulis di papan pengumuman ..... ;D
 

dzikripratama

Pebruari 07, 2012, 04:18:13 PM
aduh pusing banyak PR :)
 

yo anes

Pebruari 07, 2012, 10:52:07 AM
hello slm knl all
kalau ingin mendapatkan beasiswa untuk tahun ini bagaiman caranya? :)
 

semut-ireng

Pebruari 07, 2012, 06:12:11 AM
PR yang lama belum dikerjakan,  dikasih PR baru lagi,  pusing deh  :D

Show 50 latest

Penulis Topik: Alasan untuk tidak merokok  (Dibaca 51254 kali)

0 Anggota dan 3 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline alvin pratama

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 663
  • IQ: 63
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • My Office
Re: Alasan untuk tidak merokok
« Jawab #105 pada: Mei 26, 2009, 02:01:36 PM »
brapa lama anda sudah menjadi perokok?
tunggu aja efeknya..
dari SMP kelas 1.
dari umur 13 tahun. sampek sekarang dan selamanya.. :D :D :D :D
"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1 Korintus 2:9)

Offline Muztank

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 387
  • IQ: 25
  • Gender: Pria
  • biotek...^^
    • Lihat Profil
Re: Alasan untuk tidak merokok
« Jawab #106 pada: Mei 27, 2009, 10:06:09 AM »
wow,perokok berat..umur om skrg brapa?
mank blom perna ngrasaain efeknya?
ato emang ga krasa?

Offline alvin pratama

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 663
  • IQ: 63
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • My Office
Re: Alasan untuk tidak merokok
« Jawab #107 pada: Mei 27, 2009, 10:48:46 AM »
wow,perokok berat..umur om skrg brapa?
mank blom perna ngrasaain efeknya?
ato emang ga krasa?
umur q 17 tahun + 10 tahun... ;D ;D ;D ;D
soal efek rokok sih, gak pernah & gak mau ngerasain sakitnya

Offline h4ry

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 541
  • IQ: 23
  • Gender: Pria
  • Sweet
    • Lihat Profil
Re: Alasan untuk tidak merokok
« Jawab #108 pada: Mei 27, 2009, 11:34:52 AM »
@om alvin ,

sep lah banyak2 merokok supaya INDO makin maju ^^ ,
_Don't Be Affraid_

Offline alvin pratama

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 663
  • IQ: 63
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • My Office
Re: Alasan untuk tidak merokok
« Jawab #109 pada: Mei 27, 2009, 02:08:35 PM »
@hary
gmna klu kita nulis topik tentang nikmatnya merokok  ;D ;D ;D

Offline anni3

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 15
  • IQ: 2
  • Gender: Wanita
    • Lihat Profil
    • :: @Nn!3 access | aku adalah diriku ::
Re: Alasan untuk tidak merokok
« Jawab #110 pada: Mei 27, 2009, 02:48:34 PM »
sangat setuju, om :) . Mending uang itu diberikan ke orang-orang yang kesulitan mencari makan, seperti orang-orang miskin..  ;D

atau kasih ke aku aja...!!! lumayan tuh buat bayar SPP ditagih mulu ama guru2 kayak artis dikejar paparazi aja...
Menggali misteri bisa dilakukan bahkan dalam angka 0 - 9 sekalipun
pranala:http://www.anni3access.co.cc [non-aktif]

Offline ryoma

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 419
  • IQ: 16
  • Gender: Pria
  • i am not lucky, just a hope, calm, and happy..!
    • Lihat Profil
    • Jurnal Milzam
Re: Alasan untuk tidak merokok
« Jawab #111 pada: Mei 27, 2009, 03:24:41 PM »
aku dpet sedikit artikel setelah gogling..  ::)  :)
Kutip
[justify]
...
Laporan WHO tahun 1983 menyebutkan, jumlah perokok meningkat 2,1 persen per tahun di negara berkembang, sedangkan di negara maju angka ini menurun sekitar 1,1 persen per tahun.

Penelitian di Jakarta menunjukkan bahwa 64,8 persen pria dan 9,8 persen wanita dengan usia di atas 13 tahun adalah perokok. Bahkan, pada kelompok remaja, 49 persen pelajar pria dan 8,8 persen pelajar wanita di Jakarta sudah merokok.

Studi di Semarang tahun 1973 oleh Prof Boedi Darmojo mendapatkan prevalensi merokok pada 96,1 persen tukang becak, 79,8 persen paramedis, 51,9 persen pegawai negeri, dan 36,8 persen dokter.

Dalam penelitian yang dilakukan Prof Soesmalijah Soewondo dari Fakultas Psikologi UI-yang bertanya kepada sejumlah orang yang tidak berhenti merokok-diperoleh jawaban bahwa bila tidak merokok, akan susah berkonsentrasi, gelisah, bahkan bisa jadi gemuk; sedangkan bila merokok, akan merasa lebih dewasa dan bisa timbul ide-ide atau inspirasi. Faktor-faktor psikologis dan fisiologis inilah yang banyak mempengaruhi kebiasaan merokok di masyarakat.

Asap rokok yang dihirup seorang perokok mengandung komponen gas dan partikel. Partikel yang dibebaskan selama merokok sebanyak 5 x 109 pp. Komponen gas terdiri dari karbon monoksida, karbon dioksida, hidrogen sianida, amoniak, oksida dari nitrogen dan senyawa hidrokarbon. Adapun komponen partikel terdiri dari tar, nikotin, benzopiren, fenol, dan kadmium.

Dampak paru-paru
Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru-paru. Pada saluran napas besar, sel mukosa membesar (hipertrofi) dan kelenjar mucus bertambah banyak (hiperplasia). Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli.

Akibat perubahan anatomi saluran napas, pada perokok akan timbul perubahan pada fungsi paru-paru dengan segala macam gejala klinisnya. Hal ini menjadi dasar utama terjadinya penyakit obstruksi paru menahun (PPOM).

Dikatakan merokok merupakan penyebab utama timbulnya PPOM, termasuk emfisema paru-paru, bronkitis kronis, dan asma.

Hubungan antara merokok dan kanker paru-paru telah diteliti dalam 4-5 dekade terakhir ini. Didapatkan hubungan erat antara kebiasaan merokok, terutama sigaret, dengan timbulnya kanker paru-paru. Bahkan ada yang secara tegas menyatakan bahwa rokok sebagai penyebab utama terjadinya kanker paru-paru.

Partikel asap rokok, seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan, dikenal sebagai bahan karsinogen. Juga tar berhubungan dengan risiko terjadinya kanker. Dibandingkan dengan bukan perokok, kemungkinan timbul kanker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lebih sering.

Dampak terhadap jantung
Banyak penelitian telah membuktikan adanya hubungan merokok dengan penyakit jantung koroner (PJK). Dari 11 juta kematian per tahun di negara industri maju, WHO melaporkan lebih dari setengah (6 juta) disebabkan gangguan sirkulasi darah, di mana 2,5 juta adalah penyakit jantung koroner dan 1,5 juta adalah stroke. Survei Depkes RI tahun 1986 dan 1992, mendapatkan peningkatan kematian akibat penyakit jantung dari 9,7 persen (peringkat ketiga) menjadi 16 persen (peringkat pertama).

Merokok menjadi faktor utama penyebab penyakit pembuluh darah jantung tersebut. Bukan hanya menyebabkan penyakit jantung koroner, merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan perifer.

Asap yang diembuskan para perokok dapat dibagi atas asap utama (main stream smoke) dan asap samping (side stream smoke). Asap utama merupakan asap tembakau yang dihirup langsung oleh perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebarkan ke udara bebas, yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif.

Telah ditemukan 4.000 jenis bahan kimia dalam rokok, dengan 40 jenis di antaranya bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker), di mana bahan racun ini lebih banyak didapatkan pada asap samping, misalnya karbon monoksida (CO) 5 kali lipat lebih banyak ditemukan pada asap samping daripada asap utama, benzopiren 3 kali, dan amoniak 50 kali. Bahan-bahan ini dapat bertahan sampai beberapa jam lamanya dalam ruang setelah rokok berhenti.

Umumnya fokus penelitian ditujukan pada peranan nikotin dan CO. Kedua bahan ini, selain meningkatkan kebutuhan oksigen, juga mengganggu suplai oksigen ke otot jantung (miokard) sehingga merugikan kerja miokard.

Nikotin mengganggu sistem saraf simpatis dengan akibat meningkatnya kebutuhan oksigen miokard. Selain menyebabkan ketagihan merokok, nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin, meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, kebutuhan oksigen jantung, serta menyebabkan gangguan irama jantung. Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak, dan banyak bagian tubuh lainnya.

Nikotin mengaktifkan trombosit dengan akibat timbulnya adhesi trombosit (penggumpalan) ke dinding pembuluh darah.

Karbon monoksida menimbulkan desaturasi hemoglobin, menurunkan langsung persediaan oksigen untuk jaringan seluruh tubuh termasuk miokard. CO menggantikan tempat oksigen di hemoglobin, mengganggu pelepasan oksigen, dan mempercepat aterosklerosis (pengapuran/penebalan dinding pembuluh darah). Dengan demikian, CO menurunkan kapasitas latihan fisik, meningkatkan viskositas darah, sehingga mempermudah penggumpalan darah.

Nikotin, CO, dan bahan-bahan lain dalam asap rokok terbukti merusak endotel (dinding dalam pembuluh darah), dan mempermudah timbulnya penggumpalan darah.

Di samping itu, asap rokok mempengaruhi profil lemak. Dibandingkan dengan bukan perokok, kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida darah perokok lebih tinggi, sedangkan kolesterol HDL lebih rendah.

Penyakit jantung koroner
Merokok terbukti merupakan faktor risiko terbesar untuk mati mendadak.
Risiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat 2-4 kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang diisap. Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko merokok bekerja sinergis dengan faktor-faktor lain, seperti hipertensi, kadar lemak atau gula darah yang tinggi, terhadap tercetusnya PJK.

Perlu diketahui bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung koroner berkurang dengan 50 persen pada tahun pertama sesudah rokok dihentikan.

Akibat penggumpalan (trombosis) dan pengapuran (aterosklerosis) dinding pembuluh darah, merokok jelas akan merusak pembuluh darah perifer.

PPDP yang melibatkan pembuluh darah arteri dan vena di tungkai bawah atau tangan sering ditemukan pada dewasa muda perokok berat, sering akan berakhir dengan amputasi.

Penyakit (stroke)
Penyumbatan pembuluh darah otak yang bersifat mendadak atau stroke banyak dikaitkan dengan merokok. Risiko stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok.

Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris, didapatkan kebiasaan merokok memperbesar kemungkinan timbulnya AIDS pada pengidap HIV. Pada kelompok perokok, AIDS timbul rata-rata dalam 8,17 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14,5 bulan. Penurunan kekebalan tubuh pada perokok menjadi pencetus lebih mudahnya terkena AIDS sehingga berhenti merokok penting sekali dalam langkah pertahanan melawan AIDS.

Kini makin banyak diteliti dan dilaporkan pengaruh buruk merokok pada ibu hamil, impotensi, menurunnya kekebalan individu, termasuk pada pengidap virus hepatitis, kanker saluran cerna, dan lain-lain.

Dari sudut ekonomi kesehatan, dampak penyakit yang timbul akibat merokok jelas akan menambah biaya yang dikeluarkan, baik bagi individu, keluarga, perusahaan, bahkan negara.

Penyakit-penyakit yang timbul akibat merokok mempengaruhi penyediaan tenaga kerja, terutama tenaga terampil atau tenaga eksekutif, dengan kematian mendadak atau kelumpuhan yang timbul jelas menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Penurunan produktivitas tenaga kerja menimbulkan penurunan pendapatan perusahaan, juga beban ekonomi yang tidak sedikit bagi individu dan keluarga. Pengeluaran untuk biaya kesehatan meningkat, bagi keluarga, perusahaan, maupun pemerintah.

Kebiasaan merokok
Sudah seharusnya upaya menghentikan kebiasaan merokok menjadi tugas dan tanggung jawab dari segenap lapisan masyarakat.
Usaha penerangan dan penyuluhan, khususnya di kalangan generasi muda, dapat pula dikaitkan dengan usaha penanggulangan bahaya narkotika, usaha kesehatan sekolah, dan penyuluhan kesehatan masyarakat pada umumnya.

Tokoh-tokoh panutan masyarakat, termasuk para pejabat, pemimpin agama, guru, petugas kesehatan, artis, dan olahragawan, sudah sepatutnya menjadi teladan dengan tidak merokok.

Profesi kesehatan, terutama para dokter, berperan sangat penting dalam penyuluhan dan menjadi contoh bagi masyarakat. Kebiasaan merokok pada dokter harus segera dihentikan. They are important exemplars: they do practise what they preach.

Perlu pula pembatasan kesempatan merokok di tempat-tempat umum, sekolah, kendaraan umum, dan tempat kerja; pengaturan dan penertiban iklan promosi rokok; memasang peringatan kesehatan pada bungkus rokok dan iklan rokok.

Iklim tidak merokok harus diciptakan. Ini harus dilaksanakan serempak oleh kita semua, yang menginginkan tercapainya negara dan bangsa Indonesia yang sehat dan makmur.

Hans Tandra Dokter Spesialis Penyakit Dalam, tinggal di Surabaya. (www.g*z*.net) [/justify]
When there is a will there is a way..
قل حو الله الحد

Offline alvin pratama

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 663
  • IQ: 63
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • My Office
Re: Alasan untuk tidak merokok
« Jawab #112 pada: Mei 27, 2009, 03:39:35 PM »
itu kan hanya hasil tes kan.. ;D
gak sama dengan kondisi sebenarnya..
contohnya saya ini.. ;D ;D ;D

Offline ryoma

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 419
  • IQ: 16
  • Gender: Pria
  • i am not lucky, just a hope, calm, and happy..!
    • Lihat Profil
    • Jurnal Milzam
Re: Alasan untuk tidak merokok
« Jawab #113 pada: Mei 27, 2009, 04:30:27 PM »
itu kan hanya hasil tes kan.. ;D
gak sama dengan kondisi sebenarnya..
contohnya saya ini.. ;D ;D ;D

iya, aku tahu pak..  :)
 ayahku juga suka merokok kok.. sudah sekeluarga tegur.. tapi masih berlanjut.. tapi ya seperti itulah..

buat jaga2 kesehatan, mending kurangi pak porsi rokoknya...  ;)  ;D jadi 1 hari sekali, 2 hari sekali, dst.. dan lama-lama tidak merokok lagi.. dari rokok banyak yang harus diwaspadai..  :)

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2442
  • IQ: 220
  • Gender: Pria
  • G. R. W. Tjiasmanto
    • Lihat Profil
    • Natural History
Re: Alasan untuk tidak merokok
« Jawab #114 pada: Mei 28, 2009, 07:11:13 AM »

soal efek rokok sih, gak pernah & gak mau ngerasain sakitnya
kalau ga mau, jangan ngrokok..
Scientia Sapientes Elegit
(Knowledge Choose The Wise One)

Offline peregrin

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 539
  • IQ: 99
  • Gender: Wanita
  • 'truth' is a lonely thing (J.Gaarder)
    • Lihat Profil
Re: Alasan untuk tidak merokok
« Jawab #115 pada: Juni 01, 2009, 08:54:11 PM »
Tahukah anda,seberapa bahayakah nikotin itu? Dalam sebuah penemuan terakhir diketahui nikotin pada tembakau dapat digunakan untuk membunuh hama tanaman,seperti belalang,wereng,slundep dll. pada tanaman padi. Selain itu nikotin pada tembakau juga bisa digunakan untuk melepas lintah yang sedang asik menempel di tubuh kita. So,sayangilah tubuh anda......!!!

ditulis ulang dari artikel yang dikirimkan oleh dasuki
Free software [knowledge] is a matter of liberty, not price. To understand the concept, you should think of 'free' as in 'free speech', not as in 'free beer'. (fsf)

Offline heru.htl

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 990
  • IQ: 34
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Free GNU/Linux Distributions
Re: Alasan untuk tidak merokok
« Jawab #116 pada: Juni 01, 2009, 09:27:45 PM »
Merokok menyebabkan _KANGKER_: _KANTONG KER_ING... ;D
Merokok menyebabkan gangguan jantung: Jantung jadi deg-degan kalau rokoknya abis... ;D
Merokok dapat menyebabkan gangguan janin: Ya jelas donk, bayinya yang didalem kebatuk-batuk ublek kena asep rokok... ;D

Offline Alicha

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 120
  • IQ: 16
  • Gender: Wanita
    • Lihat Profil
Efek Rokok
« Jawab #117 pada: Juni 01, 2009, 10:30:22 PM »
Berapa batang rokok yang harus dihisap untuk merusak jantung kita? Sepuluh, seratus, atau seribu? Well jawabannya, cukup satu batang saja. Efek yang cepat dan instan!

Banyak alasan orang merokok. Ada yang karena gengsi, gaya hidup, iseng, atau hanya ingin terlihat macho dan gaul. Efek yang dirasakan kebanyakan para perokok itu adalah efek sugesti yang bersifat psikologis

Efek secara psikologis memang dapat langsung dirasakan. Perasaan terlihat lebih macho, lebih percaya diri, lebih tenang, dan efek-efek menyenangkan lainnya. Namun selain efek tersebut ada efek lain yang pelan-pelan menyusup di balik tubuh.

Seringkali demi pergaulan orang yang tidak merokok ikut-ikutan menghisap rokok walau hanya satu batang. “Nggak apa-apa cuma satu batang,” begitu alasan yang sering didengar.

Nah, yang tidak disadari si perokok tersebut adalah efek dari satu batang rokok itu. Menurut penelitian yang digarap oleh Dr Vincent Sorrell, ahli jantung dari East Carolina University, satu kali hisapan rokok langsung mempengaruhi fungsi jantung.

Dalam penelitiannya Dr Sorrell mengumpulkan orang-orang yang bukan perokok konstan atau bukan perokok aktif. Aliran darah yang keluar dari paru-paru dan jantung orang-orang tersebut kemudian dipelajari dan dicatat.

Mereka lalu diminta untuk memilih mengunyah permen karet nikotin atau merokok satu batang. Setelah itu aliran darah mereka kembali dipelajari.

Hasilnya, rata-rata orang yang memilih rokok ketimbang permen karet mengalami perubahan arus aliran darah. Fungsi jantung orang-orang yang merokok 1 batang tersebut juga mulai mengalami kerusakan.

Tentu saja ini bukan berita baru. Efek negatif merokok pastinya sudah akrab di kuping siapapun.

Namun penelitian ini bisa menjadi masukan bagi para remaja atau kaum muda yang kerap berpikir efek rokok baru akan muncul puluhan tahun ke depan. Apalagi menurut data The Federal Office on Smoking and Health, setiap harinya ada 6000 remaja yang baru merokok untuk pertamakalinya. 3000 remaja tadi kemudian menjadi perokok aktif. Angka ini semakin menggelembungkan jumlah perokok yang diperkirakan sudah mencapai lebih dari 1,1 miliar orang.

Merokok dari usia muda memang memiliki bahaya dan risiko tersendiri. Penelitian mengatakan, seseorang yang berusia 20 tahun dan belum merokok, memiliki risiko yang lebih kecil untuk menjadi perokok aktif. Kemungkinannya hanya 1 banding 10.

Karena itu banyak perusahaan rokok yang membidik kaum muda. Lebih cepat lebih baik!

Usaha perusahaan rokok untuk menghabiskan biaya besar beriklan pada remaja tak sia-sia. Sebuah studi mengatakan, 86% perokok di bawah umur lebih memilih tiga merek rokok yang paling banyak diiklankan.

Efek nikotin dalam rokok yang terselubung selain kanker, masalah gigi, dan penuaan dini adalah efek candu yang sulit dihentikan. Tanyakan saja pada orang yang telah merokok lebih dari 20 tahun. Kebanyakan dari mereka mengalami kesulitan untuk berhenti merokok.

Semakin muda mulai merokok, semakin sulit untuk berhenti dan semakin besar risiko terkena kanker paru. Seperti pepatah yang mengatakan, “penyesalan selalu datang belakangan”, 70% perokok dewasa berharap mereka tidak pernah memulai untuk merokok. Well, bagaimana dengan anda?


--------------------------------------------------------------------------------
"Jadilah Orang Yang Berguna Bagi Bangsa Dan Yang Lain

Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2442
  • IQ: 220
  • Gender: Pria
  • G. R. W. Tjiasmanto
    • Lihat Profil
    • Natural History
Re: Alasan untuk tidak merokok
« Jawab #118 pada: Juni 02, 2009, 01:12:05 PM »
si alicha senengnya copy paste...asyik juga tuh.. ;D
hmmm.... begini saja... alasan untuk tidak merokok adalah untuk menjaga kesehatan...sementara alsan untuk merokok adalah menjaga agar hati tetap gembira... pilih yang mana itu terserah, tergantung masing2 individu. merokok dan tidak merokok saling menasehati sama saja menasehati orang untuk berhenti mendengarkan ungu dan menyuruhnya mendengarkan nidji. tergantung selera sajalah.

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4340
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Alasan untuk tidak merokok
« Jawab #119 pada: Juni 02, 2009, 03:37:26 PM »
merokok dan tidak merokok saling menasihati? yang merokok menasihati yang tidak merokok dengan apa ya?
maksud topik ini adalah membahas efek negatif merokok, bukan menghakimi perokok. jadi yang tidak merokok tidak perlu coba untuk merokok. yang merokok hormatilah yang tidak merokok dengan tidak merokok di sembarang tempat.

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia