Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Ntar, gw mo bikin artikel lain, judulnya "Alasan untuk merokok".Dijejali subyektivitas dan intrik-intrik pribadi tentunya. Susah euy kalo bahas yang sensitif gini
1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.
iya tuh yg ngarang terlalu maksa buat pembelaan diri mungkin makasi ka syx buat penjelasannya
ini pengertian yg salah. perokok aktif tetap pada faktor resiko yang tertinggi. tapi kenapa pernyataan seperti di atas itu muncul? ada dua macam asap yg perlu diperhatikan perokok pasif (perokok aktif juga perlu memperhatikan) di sini: asap yg dihembuskan oleh perokok dan asap dari ujung rokok yang terbakar (sidestream smoke). sidestream smoke ini lebih berbahaya ketimbang asap yang dihisap oleh perokok aktif. kenapa? dalam asap rokok terkandung sekitar 4000 senyawa kimia, yang sekitar 50 di antaranya diidentifikasi atau diduga sebagai senyawa karsinogenik. komponen berbahaya tersebut lebih banyak terbentuk pada suhu bakar yang rendah. suhu bakar yg lebih rendah tentu aja diperoleh saat rokok tidak dihisap dengan kata lain sidestream smoke. sekitar 85% asap dari rokok adalah sidestream smoke.kenapa faktor resiko perokok aktif masih lebih tinggi ketimbang perokok pasif? satu penelitian berdasarkan pengukuran kadar kotinin (bukan nikotin) orang bukan perokok yang tinggal serumah dengan perokok aktif dengan konsumsi satu pak rokok per hari kadar kotinin-nya sama banyaknya dengan kadar dalam orang yang merokok 1-2 batang per hari. jadi di sini kita minta bagi para perokok untuk menyayangi tubuh diri sendiri dan orang lain. paling ga jangan korbankan orang lain demi kenikmatan pribadi.