Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

jinggapersada

Desember 11, 2014, 09:08:06 AM
GOOD DAYS sahabat saya yg berbaik hati nya salam dari saya

raqiem7

Desember 09, 2014, 09:49:41 PM
Apakah di sini ada pembahasan sains dan hubungannya dengan agama?
 

Farabi

Desember 03, 2014, 06:50:05 PM
Seorang diktator akan menuntut rakyatnya untuk mengabdi kepada negara. Padahal seharusnya negara itu menjadi pelayan masyarakat.

tolle

Desember 03, 2014, 10:23:20 AM
gan dlu aku pernah coba buat kontrol robot pake stik ps2 tpi ngak jdi,,,,
bisa minta solusinya ....?

taqwimisme

Desember 02, 2014, 12:47:34 PM
nurhalimah
hmm.. bagus blognya..

taqwimisme

Desember 02, 2014, 12:45:40 PM
hallo.. mau nannya ada yg punya tutorial labview? lagi sangat butuh untuk kuliah..  :D

NurHalimah24

Desember 02, 2014, 11:13:09 AM
Halo salam kenal semuanya. bisa kunjungi blog saya ya http://nurhalimah-24.blogspot.com/ terima kasih :)

agus.sucipto99

Desember 01, 2014, 03:32:01 PM
haloo bang syair dari medan... minta alamat email atau no tlp yg bisa dihubungi dong ????

Learner

Desember 01, 2014, 01:03:16 AM
Ini anggota forumnya masih aktif kah?

quietwave

November 30, 2014, 08:24:45 PM
halo?

Show 50 latest

Penulis Topik: Alergi Pada hidung  (Dibaca 63077 kali)

0 Anggota dan 2 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Cipoet

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 8
  • IQ: 1
    • Lihat Profil
Alergi Pada hidung
« pada: Maret 26, 2009, 10:36:11 PM »
Alergi pada hidung bisakah disembuhkan???
Saya sering sekali bersin apabila terkena udara dingin, mencium bau yang menyengat, di tempat yang terlalu banyak debu, dan bersin apabila berdekatan dengan benda2 tertentu.
Bahkan kalo' bersin saya bisa 5-7 kali. Paling minim 3 kali, itu juga akan bersin lagi beberapa menit kemudian.
Adakah yang tahu bagaimana alergi pada hidung bisa disembuhkan??
Atau mungkin sedikit dikurangi dengan terapi???
Mohon jawabannya kalo' ada yang tau iah....



Offline Ginji

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 978
  • IQ: 73
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Alergi Pada hidung
« Jawab #1 pada: Maret 27, 2009, 09:38:10 PM »
paling banten pake terapi tapi ini hanya berguna untuk beberapa kondisi aja, gw juga sama punya kondisi gak bisa di tempat dingin.  Tapi kalo diiringi terapi pelan-pelan gw bisa di tempat dingin (tapi tetep gak bisa terlalu lama  ;D)

Offline utusan langit

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1506
  • IQ: 105
  • Gender: Pria
  • no plan means no future
    • Lihat Profil
    • utusan langit
Re: Alergi Pada hidung
« Jawab #2 pada: Maret 28, 2009, 04:52:27 AM »
ada artikel menarik mengenai penyembuhan alergi...

Offline Muztank

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 407
  • IQ: 26
  • Gender: Pria
  • biotek...^^
    • Lihat Profil
Re: Alergi Pada hidung
« Jawab #3 pada: April 14, 2009, 03:09:54 PM »
kalo idung yang mengeluarkan ingus sepanjang hari?
itu disebabkan alergi juga bisa ya?

Offline drexman

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 221
  • IQ: 4
    • Lihat Profil
Re: Alergi Pada hidung
« Jawab #4 pada: April 16, 2009, 05:31:38 PM »
pastikan anatomi idung ga ada masalah dl..lbh jelasny cek ke dokter tht..kalo nyata2 memang karena alergi semata pennanggulangan paling munjarab ya hindari pencetus alergi itu..bs karena debu,udara dingin,makanan,.ato bs jg karna infeksi..kalo tdk bs dihindari baru memerlukan terapi obat,..biasanya obat anti alergi..obat ini digunakan kalau dibutuhkan saja..misal gol steroid,..karena efek samping yang kurang baik kalo diminum terus..jika menetap,lbh baik konsul kedokter langsung.

Offline Muztank

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 407
  • IQ: 26
  • Gender: Pria
  • biotek...^^
    • Lihat Profil
Re: Alergi Pada hidung
« Jawab #5 pada: April 18, 2009, 10:30:18 AM »
intinya sama aja ke dokter donk|? :-\

Offline Alicha

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 120
  • IQ: 16
  • Gender: Wanita
    • Lihat Profil
Re: Alergi Pada hidung
« Jawab #6 pada: April 19, 2009, 09:32:03 PM »
Surabaya, eHealth. Rinitis Alergi serta Rinosinusitis seringkali tidak disadari dan dianggap remeh oleh penderita, sehingga penyakit ini seringkali menjadi fenomena gunung es. Berdasarkan data yang diungkapkan dr. Roestinisdi DS, Sp THT-KL, Kepala Instalasi Rawat Jalan RSU Dr. Soetomo, sebanyak 66% anak-anak mengalami Rinitis Alergi. Namun data tersebut hanya yang terdeteksi saja, dan masih banyak penderita yang belum terdeteksi. Hal ini diungkapkan dokter yang akrab dipanggil dr. Yusie saat menjadi pembicara dalam Simposium Awam Rinitis Alergi dan Rinosinusitis, Minggu (9/2) di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Sebelumnya kita harus memahami pengertian Rinitis Alergi dan Rinosinusitis. Rinitis Alergi adalah gangguan kepekaan atau reaksi sensitivitas dari tubuh terhadap benda-benda tertentu (allergen). Ada dua penyebab timbulnya Rinitis Alergi, yakni Rinitis Alergi Musiman (hay fever) yang umumnya disebabkan kontak dengan allergen dari luar rumah seperti benang sari, debu, polusi udara atau asap. Serta Rinitis Alergi yang terjadi terus menerus (parennial) yang diakibatkan karena kontak dengan allergen yang sering berada di rumah misalnya kutu debu rumah, debu parabot, bulu binatang peliharaan serta bau-bauan yang menyengat.

Sedangkan Rinosinusitis yang berdasarkan AAAI (American Academy of Allergy, Asthma and Immunology) terbagi menjadi dua golongan, yakni Rinosinusitis Akut dengan ciri-ciri gangguan ini berlangsung kurang dari 12 minggu. Biasanya terjadi 4 kali dalam setahun. Tetapi biasanya setelah diterapi atau diobati, selaput pada hidung bisa kembali normal. Sedangkan yang kedua yakni Rinosinusitis Kronis dengan ciri-ciri gangguan ini berlangsung lebih dari 12 minggu. Dalam setahun bisa terjadi 4 kali dan selaput atau mukosa tidak dapat kembali normal. Dua golongan Rinosinusitis ini disebabkan oleh berbagai macam, biasanya disebabkan oleh penyakit asma, alergi dan gangguan sistem kekebalan atau kelainan sekresi maupun pembuangan lendir. Sementara Rinosinusitis Akut dapat disebabkan oleh infeksi virus, jamur, peradangan menahun pada saluran hidung, penyakit tertentu seperti gangguan sistem kekebalan tubuh dan kelainan sekresi lendir.

Kedua penyakit ini (Rinitis alergi dan Rinosinusitis) umumnya terjadi secara bersamaan. Penyakit ini dapat terjadi pada semua usia, baik laki-laki maupun perempuan. Meskipun bukan penyakit berbahaya yang mematikan, kedua penyakit ini bisa dianggap serius, lantaran penyakit ini dapat memberikan dampak terhadap kualitas hidup seseorang serta sosio-ekonomi bagi masyarakat. Tidak hanya aktifitas sehari-hari yang terganggu, namun biaya yang akan dikeluarkan untuk mengobatinya pun akan semakin mahal apabila penyakit ini tidak diatasi dan menjadi kronis. Selain itu, kedua penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi ke organ vital lain yakni Intrakranial (perdarahan didalam tulang tengkorak) dan Orbita.

Saat ini, ujar dr. Yusie, seiring perkembangan zaman, angka kejadian yang biasa disebut masyarakat penyakit pilek alergi semakin meningkat dengan 10-25% setiap tahunnya dari angka yang sudah diketahui. Karena kebanyakan masyarakat menganggapnya suatu hal biasa, tidak diperhatikan, diabaikan dan baru berkunjung ke dokter setelah penyakitnya parah. “Orang-orang baru berobat ke dokter jika sudah dianggap parah, padahal pengobatan itu lebih mudah dilakukan sejak dini daripada yang berkelanjutan,” tukasnya.

Rinitis alergi dan Rinosinusitis biasanya ditandai dengan bersin berulang-ulang serta ingus cair yang keluar dari hidung. Hal ini terjadi secara terus menerus dan terjadi berulang-ulang. Jika sudah parah, pengobatan akan lebih sulit dilakukan lantaran penggunaan obat hanya menghilangkan gejala, sedangkan penyembuhannya tergantung peran serta penderita dalam menghindari kontak dengan allergan.

Untuk itu terdapat lima langkah meningkatkan kualitas hidup penderita Rinitis Alergi. Menurut dr. Roestinisdi DS,. dr Sp THT-KL, yakni pahami kondisi tubuh anda, hindari faktor penyebab dan pencetus timbulnya gejala, cegah komplikasi yang bisa timbul, ubah gaya hidup serta kenali obat alergi.

1. Langkah Pertama Pahami Kondisi Tubuh Anda
Langkah pertama yang harus anda lakukan yakni memahami kondisi tubuh anda. Dimana anda harus mengetahui bahwa pilek alergi bisa menyerang semua usia. Biasanya penderita pilek alergi sangat peka terhadap allergen termasuk bahan-bahan penyebab terjadinya alergi, baik yang terhirup hidung maupun dari makanan.

Semua bisa terjadi, jika kondisi tubuh menurun maka gejala pilek akan muncul. Gejala dimulai dengan rasa gatal pada hidung, disusul dengan serangan bersin-bersin, keluar ingus cair (seperti air) dan hidung menjadi tersumbat, yang sering kali lebih berat di malam hari. Juga biasa terjadi gejala gatal pada mata, telinga dan langit-langit lidah. Namun pada kondisi yang sudah parah, gejala bisa muncul hampir setiap hari di sepanjang tahun.

2. Langkah Kedua Hindari Faktor Penyebab Dan Pencetus Timbulnya Gejala
Perlu diketahui bahwa faktor penyebab timbulnya gejala ada dua macam yakni dari dalam tubuh yakni pertumbuhan hormonal seperti yang terjadi pada ibu hamil atau minum pil KB dan menderita hipertiroid. Namun bisa juga karena psikis yang disebabkan stres, emosi meningkat, serta ada keturunan penderita alergi. Kemudian dari luar tubuh bisa terjadi dari lingkungan seperti allergen hirupan dalam bentuk debu rumah, tungau, jamur, binantang peliharaan seperti anjing, kucing, burung. Juga bisa penyebabnya dari ketombe, tepung sari bunga (pollen) serta kapuk. Allergen juga bisa terjadi terhadap makanan dan biasanya makanan yang terbuat dari susu, telur, kacang, coklat, ikan laut, daging terigu, zat pengawet dan banyak lagi.

Selain itu, mungkin ada debu dari lingkungan kerja yang bersifat allergen. Hal itu disebabkan oleh faktor penyebab pencetus yang biasa memicu timbulnya gejala harus diamati dan dihindari seperti bau-bau yang merangsang. Salah satunya parfum atau minyak goreng, asap rokok, pembakaran kayu dan sejenisnya. Namun alergi juga bisa terjadi saat suhu terlalu dingin, panas dan udara lembab. Untuk itu amati lingkungan sekitar anda.

3. Langkah Ketiga Mencegah Komplikasi Yang Bisa Timbul.
Berbagai komplikasi yang muncul bisa menambah penderitaan dan mempersulit pengobatan. Salah satu komplikasi tersebut menyerang daerah telinga. Menurut dr. Yusie, gejalanya berupa telinga terasa penuh (grebeg-grebeg) hingga terjadi infeksi telinga tengah yang menyebabkan gangguan pendengaran (bahasa jawa : kopoken), juga tenggorokan terasa mengganjal serta batuk-batuk (Pharingitis). Jika timbul masalah ini, yang harus anda lakukan yakni segera ke dokter terdekat, karena jika penyakit ini berlangsung lama dan terus menerus dapat timbul pembengkakan bertangkai selaput lendir hidung yang disebut Polip. Untuk itu, diharapkan jangan sampai timbul komplikasi dengan penanganan sedini mungkin.

4. Langkah Keempat Yakni Merubah Gaya Hidup Anda.
Dengan merubah gaya hidup dan meningkatkan kondisi badan, maka secara otomatis berangsur penyakit ini tidak akan timbul. Bila anda alergi terhadap debu rumah, ikuti petunjuk cara menghindari debu rumah dengan benar. Namun bila anda alergi terhadap binatang peliharaan, sebaiknya tidak memelihara kucing, burung atau anjing. Dan jika anda alergi terhadap makanan tertentu ganti dengan bahan pengganti yang tidak menyebabkan alergi seperti mengganti susu sapi dengan sari kedelai, ikan laut ganti dengan daging, tempe dan tahu.

Selain makanan, lakukan olahraga rutin setiap pagi selama 30 menit, dapat meningkatkan kondisi badan secara umum dengan mengaktifkan sel-sel kekebalan. Selanjutnya konsumsi makanan yang bergizi terutama sayur dan buah segar, istirahat cukup dan hindari stres.

5. Langkah Kelima Kenali Obat Anti Alergi.
Untuk menghilangkan gejala pilek, bersin, hidung tersumbat dan rasa gatal pada mata, hidung, telinga maupun langit-langit dapat diberikan berbagai macam obat antara lain. Seperti obat minum (peroral) golongan antihistamin lebih mudah dikenal klasik CTM. Namun sekarang jenisnya ada berbagai macam seperti Loratadin, Desloratadin, Cetirizine, Fexofenadin. Obat-obatan ini dapat menghilangkan keluhan pilek, bersin dan gatal.

Namun terdapat beberapa golongan obat yang berfungsi untuk menghilangkan keluhan hidung tersumbat, contoh Psedoephedrin dan Stabilisator sel alergi. Obat ini berguna untuk menstabilkan sel alergi, sehingga tidak timbul gejala. Kortikosteroid merupakan obat alergi yang ampuh, caranya terbutaline sulfat dosis kecil. Efek sampingnya tremor atau deg-degan, ketotifen (ngantuk). Bisa juga digunakan obat semprot seperti stabilisator sel alergi, kortikosteroid. Obat-obatan ini efektif untuk menghilangkan semua gejala pilek alergi, asal dipakai secara benar pada kasus yang tepat.

Kendati demikian, tindakan pencegahan pun perlu dilakukan agar tak merangsang kambuhnya Rinitis Alergi.

Menghindari makanan dan obat-obatan yang dapat menimbulkan alergi
Jangan biarkan hewan berbulu masuk kedalam rumah, jika alergi terhadap bulu hewan
Bersihkan debu dengan menyedot dan lap basah, minimal 2-3 kali dalam satu minggu, jangan menggunakan sapu yang dapat menyebarkan debu.
Gunakan pembersih udara elektris (AC) untuk membuang debu rumah, jamur dan pollen dari udara. Cuci dan ganti filter secara berkala.
Tutup perabotan berbahan kain dengan lapisan yang bisa dicuci sesering mungkin
Jangan mengunakan bahan atau perabot yang dapat menampung debu didalam debu kamar.
Untuk menghindari kontak dengar allergen, gunakan sarung tangan dan masker ketika sedang bersih-bersih dadalam maupun diluar rumah.
Larang rokok dan pengunaan produk yang beraroma di rumah.
"Jadilah Orang Yang Berguna Bagi Bangsa Dan Yang Lain

Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah

Offline Aghie

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 31
  • IQ: 1
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Alergi Pada hidung
« Jawab #7 pada: Mei 16, 2009, 02:04:53 PM »
Setahuku alergi gag bisa sembuh paling dikurangi aja gejala alerginya, misalnya dengan menghindari alergen (zat ato substansi yang membuat timbulnya alergi) trus desensitasi, kalo dah terlanjur ya konsumsi obat anti alergi kalo alerginya mpe bikin sesak nafas pa gatel2 yang menjengkelkan....Lebih bagus lagi kalau konsul sama dokter THT

Kalau alergi dingin, sampai tahun lalu aku masih bersin2 tiap pagi n malem hari,ato waktu temperatur udara turun jadi dingin, nda cuma bersin aja, tapi mpe keluar ingus gt, kalo gag meler-meler ya hidung tersumbat  :'( parah lah pokoknya... trus search artikel-artikel di web, eh dapet solusinya (salah satu solusinya maksudnya) yaitu dengan desensitasi, metodenya rada aneh kupikir, karena malah justru membiasakan dengan dingin itu mpe gejala alergi g keluar lagi, jadilah jogging tiap pagi, jam 5an gt. Awalnya parah, jogging sambil meler-meler dan bersin-bersin gitu, tapi setelah sekitar 2 bulan jogging (3x seminggu) bersin-bersin waktu kena dingin dah berkurang banyak banget, sekarang bersin karena dingin dah jarang banget

akhirnya bisa bernafas legaaaa  8)

Offline marshall

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 162
  • IQ: 11
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Alergi Pada hidung
« Jawab #8 pada: Mei 16, 2009, 02:35:29 PM »
wew..ternyata saya g sendirian..;D

sampe sekarang masih bingung ma nih penyakit..

mulai kena sekitar umur 11-12th..kenanya juga bareng ma bokap..
saya kalo udah bersin2 + pilek cair bisa bisa ampe 2 hari..kalo lebih dari itu biasanya langsung sakit..
".............

Offline Aghie

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 31
  • IQ: 1
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Alergi Pada hidung
« Jawab #9 pada: Mei 17, 2009, 11:46:00 PM »
Ya ni alergi emang aneh bin ajaib dah gitu yang paling parah ya tissue cepet banget habis, jadi bisa secara langsung menimbulkan kanker alias kantong kering karena 2 minggu sekali harus ada extra budget buat beli tissue roll  :'(

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4518
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Alergi Pada hidung
« Jawab #10 pada: Mei 18, 2009, 08:23:09 AM »
... dan hutan makin gundul karena pohonnya banyak ditebangi buat bahan baku tissue yang dipake aghie.

Offline Muztank

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 407
  • IQ: 26
  • Gender: Pria
  • biotek...^^
    • Lihat Profil
Re: Alergi Pada hidung
« Jawab #11 pada: Mei 18, 2009, 12:44:24 PM »
karna pohonnya ditebangin..
menyebabkan global warming..
maka penyebab salah satu global warming = aghie!!

Offline Aghie

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 31
  • IQ: 1
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Alergi Pada hidung
« Jawab #12 pada: Mei 18, 2009, 11:45:25 PM »
... dan hutan makin gundul karena pohonnya banyak ditebangi buat bahan baku tissue yang dipake aghie.



 ;D Hahahahahaha... tenang prof, tiap rol tissue yang aku beli, 100 rupiahnya disumbangkan untuk reboisasi hutan kok, Hehehehehehehe  ;D

Offline Aghie

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 31
  • IQ: 1
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Alergi Pada hidung
« Jawab #13 pada: Mei 18, 2009, 11:49:46 PM »
karna pohonnya ditebangin..
menyebabkan global warming..
maka penyebab salah satu global warming = aghie!!

Nampaknya dalam waktu yang tidak terlalu lama, namaku akan berada di setiap textbook biologi lingkungan sebagai salah satu faktor pencetus global warming selain penggunaan CFC dan bahan bakar fosil Hahahahahahahaha ...  ;D

Offline MuhammadBz

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 96
  • IQ: 13
    • Lihat Profil
Re: Alergi Pada hidung
« Jawab #14 pada: Juni 27, 2009, 06:02:23 PM »
Nampaknya dalam waktu yang tidak terlalu lama, namaku akan berada di setiap textbook biologi lingkungan sebagai salah satu faktor pencetus global warming selain penggunaan CFC dan bahan bakar fosil Hahahahahahahaha ...  ;D
Juga di daftar buronan polisi hutan

 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
28 Jawaban
22650 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 29, 2011, 01:28:11 AM
oleh Idad
Depresi pada Remaja

Dimulai oleh raisuien « 1 2 3 4 » Kesehatan

50 Jawaban
11264 Dilihat
Tulisan terakhir September 19, 2009, 03:03:59 PM
oleh phice
16 Jawaban
7908 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 01, 2010, 09:01:59 AM
oleh raisuien
0 Jawaban
4736 Dilihat
Tulisan terakhir April 02, 2010, 08:19:50 AM
oleh raisuien
2 Jawaban
1738 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 29, 2013, 10:52:01 PM
oleh Fariz Abdullah

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia