Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 24, 2012, 05:24:57 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

haman11

Hari Ini jam 08:11:34 AM
ada yg tauproses daur ulang urin pada cicak gk ? ;)
 

GhostInMachine

Kemarin jam 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Kemarin jam 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Mei 22, 2012, 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Mei 22, 2012, 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah
 

bangnono_swedye

Mei 20, 2012, 05:23:03 PM
pertanyaa2 ane di forum kesehatan cuma2 diliaat2in aj, kagak ada yang komen ato ngasih jawaban :'( kebiasaan di forsa kah..?? :'(

Show 50 latest

Penulis Topik: Awas Botfly  (Dibaca 889 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2584
  • IQ: 167
  • Gender: Pria
  • Self-Proclaim Judge. All hail safirot.
    • Lihat Profil
Awas Botfly
« pada: September 28, 2011, 12:26:03 PM »
Tentu banyak diantara kita yang belum kenal dengan nama lalat Botfly.

Ya, lalat parasit ini sering ditemukan di beberapa negara Amerika selatan, Amerika tengah  seperti; Brazil, Belize, Chile, Mexico, Honduras, Republik Dominika, Peru, Panama, Argentina, dan beberapa negara di Afrika. Pada umumnya beriklim tropis. Akan tetapi, kasus Botfly ini pernah ditemukan di Philipina akhir-akhir ini (yang ditenggarai di bawa oleh turis yang membawa larva botfly di badan mereka tanpa disadari). Semoga aja para turis-turis yang datang ke Indonesia bebas dari larva Botfly ini.

Ini dia, penampakan si pelaku utamanya
BOTFLY
 
Lalat Botfly, melakukan simbiosis parasitisme dalam mengembangbiakan ras mereka. Larva dari Botfly ini memerlukan makanan daging segar tiap harinya untuk bisa bertahan hidup. Dan sayangnya, lalat Botfly ini terlalu 'malas' untuk mencari daging segar untuk para larva-larvanya sehingga ia perlu menitipkan larva-larvanya kedalam tubuh hewan lain (termasuk manusia) yang menjadi inang bagi larva-larva botfly.

Jadilah para larva-larva ini, hidup di dalam daging inang (host) dan memakan daging inangnya sedikit demi sedikit sampai mereka cukup besar selama 6 minggu untuk menjadi ulat dewasa. Kemudian barulah mereka akan keluar dari tubuh inangnya dan jatuh ketanah. Selama didalam tanah, butuh 4 minggu untuk ulat-ulat dewasa tersebut bertransformasi menjadi lalat Botfly dewasa yang siap mencari pasangannya untuk kemudian meneruskan kembali 'tradisi' hidup mereka tersebut.

Proses hidupnya larva-larva lalat didalam tubuh hewan (termasuk manusia) sebagai inang, disebut Myasis. Atau invasi larva lalat pada jaringan tubuh inanganya sehingga menyebabkan kerusakan pada jaringan tersebut.

SIKLUS HIDUP LALAT BOTFLY

Lalat Botfly ini, 'menitipkan' telur-telur mereka kepada nyamuk. Tubuh lalat botfly, beberapa kali lebih besar daripada nyamuk, sehingga memudahkannya untuk melakukan 'invansi' ketika seekor nyamuk melintas dihadapannya dan kemudian dengan cepat ia menempelkan telur-telurnya kebadan si nyamuk.

Berikut, proses Botfly berkembang biak:

Proses hidup Botfly

Larva-larva Botfly ini bisa bersarang dibagian tubuh mana saja, tergantung dimana nyamuk yang telah di 'titipi' telur-telur tadi hinggap. Bisa di daerah mata, kepala, punggung, lipatan lengan, paha dll. U name it, they stay it.

Berikut DISTURBING PICTURE alias GAMBAR YANG MENGGANGGU, beberapa tempat bagian-bagian tubuh yang didiami oleh larva Botfly. Bagi yang ga kuat jijik, JANGAN PERNAH DIBUKA!!!

AWAS!!!

GEJALA-GEJALA

Gejala-gejala atau tanda-tanda bagian tubuh yang telah dihuni oleh larva Botfly biasanya pada saat pertama larva masuk ke dalam daging mungkin pada awalnya tidak terlalu terasa, namun selang beberapa hari atau minggu kemudian bagian tubuh dan kulit yang terkena gigitan atau tempat larva bersarang akan terasa gatal, memerah (tergantung) dan sakit, ditambah dengan semacam benjolan dan lubang yang lumayan besar berisi belatung di dalamnya, dan terkadang berdarah hingga mengeluarkan nanah.


PENGOBATAN

Larva Botfly, mempunyai desain khusus ditubuhnya. Didekat bagian kepalanya, terdapat semacam duri-duri yang memungkinkan larva-larva ini menempel dengan kuat di dalam daging inangnya. Sehingga, akan sulit untuk mencabut botfly ini dari dalam daging.
Bisa liat duri-durinya kan?
 

Oleh karena itu, perlu trik khusus, agar mudah mencabutnya.Untuk langkah pengobatan awal sebelum ke dokter yang bisa dilakukan dan digunakan adalah:

1.  Gunakan alkohol pada luka yang ada, untuk mengurangi gejala infeksi dengan kapas.
2.  Gunakan Petroleum Jelly semacam Vaseline untuk menutup lubang dengan cara mengolesi Vaseline di sekitar lubang, cara ini dipercaya bisa mempermudah pengeluaran cacing di dalam. Lalu dengan plester kedap udara, untuk menutup lubang udara karena larva botfly bernapas melalui ekornya yang berada paling dekat permukaan kulit. Jika lubang tempat mereka tinggal ditutup, maka si ekor larva ini akan muncul kepermukaan kulit untuk mencari oksigen. Diamkan beberapa jam biar si larva lemas karena kekurangan oksigen.


Lubang ditutup dengan vaseline atau dengan plester sehingga 'pantat' si larva akan muncul kepermukaan untuk mencari oksigen

Jika pantat bahenol si larva dah muncul, maka akan mudah mencabutnya
 3. Setelah itu, segeralah ke dokter untuk melakukan proses pencabutannya dengan bersih. Walau secara standar, bisa didiamkan saja karena akan mati dengan sendirinya jika lubang ditutup selama beberapa hari, namun cara ini kerap kali dianggap kurang aman bagi para penderita karena kerap terasa gatal dan bisa menimbulkan infeksi.


Jika ingin melakukan pengobatan sendiri bisa dilakukan dengan cara berikut (walau disarankan lebih baik dilakukan oleh dokter):

* Siapkan Vaseline, alkohol, pinset, kapas, kassa dan plester,
* Bersihkan luka yang ada dengan kapas dan alkohol,
* Olesi lubang dan sekitarnya dengan Vaseline, tunggu hingga kepala cacing muncul ke lubang,
* Tarik dengan piset perlahan, jangan hingga terpotong/tertinggal setengah di dalam karena bisa berbayaha dan menyebabkan infeksi,
* Bersihkan lagi sisa luka dengan alkohol, keluarkan nanah hingga muncul darah,
* Tutup luka dengan plester.

Viola,,, beberapa koleksi larva Botfly
PENCEGAHAN

Mengerikan huh. Soo,,, bagaimana misalnya kita ingin melancong ke negara-negara Amerika Selatan atau Amerika Tengah atau ke beberapa negara di benua Afrika? Tentu kita ga mau dapet 'souvenir' tambahan yang bersarang ditubuh kita bukan?

Berikut kiat-kiat untuk mencegahnya

1. Selalu sediakan obat lotion anti nyamuk. Mengingat, penularan larva-larva botfly ini berasal dari nyamuk yg dititipi oleh Botfly telur-telurnya.

2. Jangan berkemah di dekat genangan air atau danau-danau, karena tentu banyak nyamuk disana dan berpotensi telah dititipi telur-telur Botfly.

3. Berhati-hati juga dengan debu yang beterbangan disaat musim panas di negara-negara yang terdapat Botfly (yg saya sebutkan sebelumnya) krn bisa jadi telur-telurnya terbawa oleh debu lalu menempel di beberapa bagian tubuh atau malah masuk ke mata. Gunakanlah kacamata untuk menjaga mata kemasukan debu yang mungkin mengandung telur-telur Botfly

Untuk informasi lebih lanjutnya, silahkan lihat cuplikan dari Animal planet ini: Botfly Invansion


BONUS:
VIDEO EKSTRAKSI BOTFLIES <a href="http://www.youtube.com/v/23eimVLAQ2c&rel=0" target="_blank">http://www.youtube.com/v/23eimVLAQ2c&rel=0</a>
Informasi yang aku anggap menarik
http://farabinewsnow.blogspot.com/

Saya Indonesia ASLI.

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2584
  • IQ: 167
  • Gender: Pria
  • Self-Proclaim Judge. All hail safirot.
    • Lihat Profil
Re: Awas Botfly
« Jawab #1 pada: September 28, 2011, 12:27:38 PM »

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4439
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Awas Botfly
« Jawab #2 pada: Oktober 02, 2011, 08:31:04 PM »
nice info, far... kondisi tersebut dikenal dengan nama myiasis. umumnya disebabkan oleh lalat.
sebaiknya emang jangan dibiarkan mati di dalam, karena bisa busuk dan malah memperparah keadaan.

Offline exile_rstd

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 954
  • IQ: 35
  • Gender: Wanita
  • pathetic, outdated & buku fk akhirnya ke beli juga
    • Lihat Profil
Re: Awas Botfly
« Jawab #3 pada: Oktober 02, 2011, 08:44:44 PM »
wah terima kasih ya buat infonya. tapi mengapa lalat ini tidak hidup di Indonesia?
apa karena habitat yg tdk cocok?

satu lagi. gambar-gambarnya kurang sadis. saya pernah liat yang lebih sadis.
saya suka yang sadis-sadis. he he >:D
i adore your intelligence - pusing banyak saingan dimana-mana

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4439
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Awas Botfly
« Jawab #4 pada: Oktober 02, 2011, 09:05:15 PM »
berurusan dengan nyamuk aja uda cukup lah... ga usah tambah masalah. :D

Offline exile_rstd

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 954
  • IQ: 35
  • Gender: Wanita
  • pathetic, outdated & buku fk akhirnya ke beli juga
    • Lihat Profil
Re: Awas Botfly
« Jawab #5 pada: Oktober 13, 2011, 06:30:12 PM »
oia apa lalat botfly ini hanya hidup di negara subtropis?

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia