Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

visitpare

Juli 29, 2014, 12:13:15 AM
dah malam.. maaf ya frenn ;) ;) ;) ;D ;D ;D ;D

visitpare

Juli 29, 2014, 12:12:45 AM
mana nihh.. kok seooouupiii ya..  >:( >:(

visitpare

Juli 29, 2014, 12:11:57 AM
 >:( >:( >:( >:( >:( >:( >:( >:(

visitpare

Juli 29, 2014, 12:11:34 AM
 ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D

visitpare

Juli 29, 2014, 12:11:02 AM
 :D :D :D :D :D :D

visitpare

Juli 29, 2014, 12:10:44 AM
......zzz.....

visitpare

Juli 29, 2014, 12:10:16 AM
Bagi yang tau info cpns tlg shout ke sini.. makasih banyak

visitpare

Juli 29, 2014, 12:09:14 AM
Ada info tentang CPNS 2014 gak ya? mohon infonya.

visitpare

Juli 29, 2014, 12:05:59 AM
Selamat atas kemenangan Pak Jokowi di Pilpres 2014
 

Muztank

Juli 17, 2014, 07:38:54 AM
woi jangan jualan obat aborsi d sini !!

Show 50 latest

Penulis Topik: Bayi "SEMBUH" dari HIV  (Dibaca 735 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline danzJr

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 313
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Bayi "SEMBUH" dari HIV
« pada: Maret 07, 2013, 11:36:38 PM »
Oleh Rachael Rettner, Staf Penulis MyHealthNewsDaily | LiveScience.com

Berita mengenai seorang bayi di Mississippi yang diduga telah sembuh dari infeksi HIV tentu memiliki dampak terhadap bayi lainnya yang terinfeksi HIV, dan bahkan mungkin pada orang dewasa. Tetapi pertama-tama, para peneliti perlu mengetahui secara pasti apakah bayi di Mississippi itu benar-benar telah sembuh dari HIV.

Seorang bayi terlahir dari rahim ibu yang terinfeksi HIV. Ia diobati dengan obat berdosis lebih tinggi dari biasanya, 30 jam setelah lahir. Pada umur sebulan, dia dinyatakan positif HIV tetapi jumlah virus dalam darahnya terus menurun. Setelah 18 bulan pengobatan, bayi itu (dan ibunya) berhenti berobat.

Ketika bayi itu kembali sekitar 10 bulan kemudian dan menjalani tes HIV, hasil tesnya negatif. Tetapi hasil tes yang sangat sensitif menunjukkan, terdapat sejumlah kecil bahan genetik HIV pada anak tersebut, tetapi dalam bentuk tidak aktif. Peneliti menyebutnya sebagai "obat fungsional" — virus berada dalam tingkat yang rendah, tetapi tidak bermasalah.

Namun, karena virus itu belum sepenuhnya hilang, peneliti mengatakan dokter harus terus memantau anak itu, untuk memastikan sisa virus tersebut tidak berubah menjadi infeksi HIV yang aktif di masa depan.

"Akankah sisa virus HIV yang masih ada di dalam sel anak itu aktif kembali?" tanya Dr David Rosenthal, direktur klinis Enter for Young Adult, Adolescent and Pediatric HIV di North Shore-Long Island Jewish Health System di New Hyde Park, New York "Kita harus menunggu dan melihat."

Karena bayi di Mississippi tersebut merupakan kasus tunggal, para peneliti tidak tahu apakah hasilnya dapat diterapkan pada orang lain. Para peneliti berpikir, pemberian dosis yang lebih tinggi dari biasanya untuk obat HIV segera setelah lahir mungkin telah berperan dalam hasil pada bayi tersebut. Penelitian selanjutnya akan dibutuhkan untuk menguji protokol ini pada bayi lain yang berisiko tinggi terhadap infeksi HIV, ujar para ahli.

Beberapa orang yang dirawat dengan obat-obatan HIV pada awal hidup mereka dilaporkan memiliki tingkat HIV yang sangat rendah, sehingga virus tidak dapat dideteksi dengan menggunakan tes HIV standar.


nah dari artikel di atas ini tentu saja kita memiliki harapan yang sangat besar terhadap dunia medis sekarang ini.
bagaimana tanggapan para forsa tentang artikel ini?


sesuatu itu dimulai dari mimpi, diusahakan dan menjadi kenyataan

Offline Rizal_Ashari

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 11
  • IQ: 1
    • Lihat Profil
Re:Bayi "SEMBUH" dari HIV
« Jawab #1 pada: April 27, 2013, 11:13:19 PM »
Tulisan yang menarik. Namun, prinsip pengobatan HIV adalah mengurangi kadar virus dalam darah. Sayangnya, sampai saat ini alat yang digunakan untuk mengukur kadar virus (istilah medisnya--Viral Load), paling sensitif adalah mengukur dengan tingkat sensitivitas hingga 20 kopi virus/mL. Itupun virus HIV dalam bentuk RNA, bukan dalam bentuk DNA.Sehingga, pemberitaan yang dituliskan barusan bukanlah hal baru (secara prinsip) dalam pengobatan HIV.

Dengan pengobatan yang baik dan teratur, pasien anak bisa terus tumbuh dan melanjutkan sampai kuliah (Thailand). Untuk di Indonesia, di senter kami, dimulai dari bayi sampai sekarang berusia 18 tahun.

Jadi, dengan terapi konvensionalpun, pasien dengan HIV memiliki angka harapan hidup yang maksimal.

 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
14 Jawaban
3185 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 28, 2009, 09:03:30 PM
oleh Siapa_saya
0 Jawaban
2964 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 19, 2009, 08:31:49 PM
oleh heru.htl
6 Jawaban
1974 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 17, 2010, 11:31:12 AM
oleh Takagi Fujimaru
0 Jawaban
803 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 16, 2010, 06:45:30 PM
oleh syx
11 Jawaban
3909 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 20, 2012, 02:41:42 PM
oleh syx

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia