Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 24, 2012, 05:30:23 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

haman11

Hari Ini jam 08:11:34 AM
ada yg tauproses daur ulang urin pada cicak gk ? ;)
 

GhostInMachine

Kemarin jam 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Kemarin jam 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Mei 22, 2012, 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Mei 22, 2012, 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah
 

bangnono_swedye

Mei 20, 2012, 05:23:03 PM
pertanyaa2 ane di forum kesehatan cuma2 diliaat2in aj, kagak ada yang komen ato ngasih jawaban :'( kebiasaan di forsa kah..?? :'(

Show 50 latest

Penulis Topik: Belum Juga Hamil, Jangan-jangan Infertil!  (Dibaca 761 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline raisuien

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6329
  • IQ: 333
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Belum Juga Hamil, Jangan-jangan Infertil!
« pada: April 02, 2010, 12:25:39 AM »
Seorang wanita bersama suaminya datang menemui dokter dengan keinginan untuk mempunyai anak. Sebagai pasangan, mereka sudah menikah sekitar lima bulan dan belum juga ada tanda-tanda kehamilan. Lalu, timbullah kekhawatiran apakah mungkin mereka tidak subur? Kekhawatiran itulah yang membuat beragam pertanyaan dan kecemasan muncul dalam pikiran mereka.

Sebenarnya, apa yang dimaksud tidak subur itu? Apakah pasangan yang sudah menikah lima bulan dan belum dikaruniai anak sudah bisa dikategorikan tidak subur atau infertil?

Belum tentu karena ternyata infertilitas memiliki kriteria hingga dapat disebut infertil. Infertilitas atau yang lebih dikenal dengan istilah awam dengan ketidaksuburan pasangan untuk mempunyai anak tidaklah bisa dinyatakan dalam waktu 5 bulan. Jadi, kapankah pasangan bisa disebut infertil?

Sebenarnya, pasangan baru dapat disebut infertil jika sang wanita belum mengalami kehamilan meski melakukan hubungan tanpa adanya proteksi dan dihadapkan pada kemungkinan kehamilan. Infertil berlaku untuk pasangan usia subur yang sudah mencoba untuk mendapatkan kehamilan selama 12 bulan atau selama 6 bulan pada wanita yang berusia di atas 35 tahun ke atas.

Infertilitas sebenarnya merupakan hal yang umum terjadi. Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebesar 10 persen dari wanita di Amerika Serikat berusia 15-44 tahun berhadapan dengan masalah sulit hamil atau menjaga kehamilannya.  Infertilitas bisa terjadi sebanyak 10-15 persen pada pasangan usia subur.

Selama 50 tahun, angka prevalensi ini tidak banyak berubah, tetapi terjadi perubahan pada penyebab dan usia pasien. Seiring bertambahnya usia seorang wanita, insiden infertilitas akan semakin meningkat.

Pada lingkungan di mana perencanaan berkeluarga dan pengembangan karier lebih diutamakan, sebagian wanita menunda untuk mempunyai anak hingga berumur 30 tahun ke atas sehingga kerap kali para wanita ini lebih sulit untuk hamil dan mempunyai peningkatan risiko untuk mengalami keguguran.

Kerap kali dugaan infertilitas terjadi karena kesalahan dari pihak wanita. Padahal, tidak begitu! Infertilitas tidak selalu disebabkan oleh kelainan pada wanita. Kedua belah pihak bisa mempunyai masalah yang bisa menyebabkan infertilitas. Sekitar sepertiga dari kasus infertilitas disebabkan oleh wanita, sepertiganya lagi oleh pria. Sisanya disebabkan karena kombinasi dari keduanya atau oleh penyebab lainnya yang tidak diketahui.

Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang canggih, kita pun bisa melakukan berbagai macam terapi untuk mempunyai anak. Untuk itu, dokter perlu mengetahui riwayat kesehatan dari pasangan, termasuk faktor risiko penyebab ketidaksuburan. Setelah itu, biasanya akan dilakukan pemeriksaan yang diperlukan yang berkaitan dengan infertilitas.

dr Intan Airlina Febiliawanti

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/03/31/08271883/Belum.Juga.Hamil..Jangan.jangan.Infertil.

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia