Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 24, 2012, 05:51:24 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

haman11

Hari Ini jam 08:11:34 AM
ada yg tauproses daur ulang urin pada cicak gk ? ;)
 

GhostInMachine

Kemarin jam 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Kemarin jam 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Mei 22, 2012, 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Mei 22, 2012, 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah
 

bangnono_swedye

Mei 20, 2012, 05:23:03 PM
pertanyaa2 ane di forum kesehatan cuma2 diliaat2in aj, kagak ada yang komen ato ngasih jawaban :'( kebiasaan di forsa kah..?? :'(

Show 50 latest

Penulis Topik: Dilarang Beredar dan Dikonsumsi  (Dibaca 7023 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline workaholic

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 152
  • IQ: 33
  • Gender: Wanita
    • Lihat Profil
Dilarang Beredar dan Dikonsumsi
« pada: September 24, 2008, 07:00:09 PM »
topik yg lg gencar dibahas skrg ini...
yg menurut gw malah menunjukkan lambannya reaksi pemerintah atas masalah yg timbul dr kinerja yg ga maksimal...tampak jlas kepedulian pem akan kesehatan rakyat sendiri hampir ga ada

Sumber : Kompas, 24 September 2008



produk di atas kok bisa lolos dari pemeriksaan Badan POM ya? kok baru skrg nyadar bahayanya? bukannya produk2 tersebut udh beredar lama...gimana toh...
mana gw doyan makan gold monas coklat...snickers..permen white rabbit..
untung jg ga jadi slh satu korban  >:(
Life is Precious. Life is all about choices and chances..
So LIVE your LIFE to the fullest :)

Offline dewa ruci

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 313
  • IQ: 33
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Dilarang Beredar dan Dikonsumsi
« Jawab #1 pada: September 24, 2008, 09:25:40 PM »
wah,,gimaNa nech!?!
badan POM kuq gag teLiti kLo mengidentifikasi kandungan dalam suatu makanan.
apakah zat itu berbahaya bgi tubuh atau gag..

kLau sudah gNi,,kan semakin susah untuk menarik dari pasaRan..
sperti kasus 'bLuemoon'..(sory kLo nyebut merk)..hehe :kribo:
read in the name of your Lord who created

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4439
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Dilarang Beredar dan Dikonsumsi
« Jawab #2 pada: September 25, 2008, 07:56:15 AM »
ga isa nyalahin POM dalam kasus seperti ini mengingat produk yang musti diawasi sangat banyak dan tidak sebanding dengan sumber daya manusia yang ada. seperti uda gw utarakan di topik bahaya bahan kimia, di sini perlu kewaspadaan dari produsen produk untuk mencari metode yang lebih selektif dalam pemeriksaan bahan baku dari supplier. rekan dari salah satu produsen pakan ternak menyatakan banyak penipuan bahan baku dengan penambahan melamine untuk mengelabui metode penetapan kadar protein konvensional. sebagai penangkalnya mereka mengembangkan pengujian dengan metode yang lebih modern yaitu spectroscopy IR.

Offline dewa ruci

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 313
  • IQ: 33
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Dilarang Beredar dan Dikonsumsi
« Jawab #3 pada: September 25, 2008, 08:21:53 AM »
y setidaknya sebelum turun ke pasaRan,,badan POM udah nyeLeksi dLu produk yang Layak beredar dipasaRan dan yang tidak Layak..

namun,,kLo kasusnYa tidak seImbang,,memang tidak bisa meyaLahkan badan POM seLuruhnya..pRodusen juga harus ju2R daLam meLaporkan kandungan yang ada dalam obat/makanan yang diLaporkan ke badan POM.sehinggA terjadinYa kasus seperti ini bisa terminimaLisir..

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4439
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Dilarang Beredar dan Dikonsumsi
« Jawab #4 pada: September 25, 2008, 12:32:37 PM »
untuk produk yg terdaftar tentu saja sudah ada seleksi pendahuluan boleh ato tidaknya produk tersebut dipasarkan. POM juga selalu melakukan sampling produk di pasaran secara random. tapi yg pasti melamine ini bisa dikategorikan kasus baru. beda dengan kasus obat sintesis yg ditambahkan dalam produk jamu. ke depannya pasti akan ada aturan lebih ketat dari POM mengenai produk protein, terutama berkaitan dengan kandungan melamine.
emang kan penjahat itu seringkali satu langkah di depan polisi karena mereka selalu berusaha mencari metode kejahatan yang baru. polisi yg bertugas memecahkan masalahnya dan membuat tindakan pencegahan.

Offline dewa ruci

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 313
  • IQ: 33
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Dilarang Beredar dan Dikonsumsi
« Jawab #5 pada: September 25, 2008, 09:54:22 PM »
nah,,kLo sudah gNi emang agak suLit buat membasmi seLuruhnYa..

namun dengan ditemukanYa kasus seperti ini,,badan POM harus lebih seLektif dan ketat daLam memberikan nomor ijin kepada produk obat dan makanan..dan para produsen harus Lbih ju2r daLam memberikan sample kepada badan POM agar tidak merugikan konsumen seperti ini..

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2218
  • IQ: 316
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
    • Blog ForSa
Re: Dilarang Beredar dan Dikonsumsi
« Jawab #6 pada: September 26, 2008, 12:47:22 AM »
Kalo mo ditelusuri pasti banyak banget faktor yang berperan sampe bisa kejadian kek gini. POM salah karena jelas fungsinya gagal. Belum lagi kasus suap, bisa aja suatu produk lolos tanpa seleksi yang ketat. Bukan mentang-mentang kasus korupsi lagi trend lho, tapi nyatanya ada tuh perusahaan biogenetika dari Amerika lagi diperiksa KPK karena dugaan menyuap pejabat Dept Pertanian biar produknya lolos. Dan berhasil, ya iyalah  :P

Yahh, kalo bisa "ngomel" sih POM harus mulai lebih aktiflah. Tiru KPK sekarang dong, yang menurut Antasari Azhar bisa berjalan karena memang ada niat. POM harusnya bisa kok lebih baik dari sekarang. Naikin gajinya, cari orang yg berkualitas, pasti jalan deh.

Offline dewa ruci

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 313
  • IQ: 33
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Dilarang Beredar dan Dikonsumsi
« Jawab #7 pada: September 26, 2008, 05:12:00 AM »
nah,,cip mbah Reborn!?!
gua stJu ama eLo..

bTw kuq gag kmUw aja yg jdi kTua bDan POM..kyaknya tampang2mu udah co2k jdi kTua POM deh..hehehe

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4439
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Dilarang Beredar dan Dikonsumsi
« Jawab #8 pada: September 26, 2008, 07:52:30 AM »
ruci, tulisan ga bagus untuk kesehatan mata...


POM cuma kasi ijin berdasarkan dokumen registrasi yg dikirim oleh produsen. sepertinya pengujian POM pada produk juga dilakukan secara random karena banyaknya item yang harus diawasi. di sini peran produsen dalam memilih dan meluluskan bahan baku yang lebih bersifat kritis.

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4439
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Dilarang Beredar dan Dikonsumsi
« Jawab #9 pada: September 26, 2008, 08:18:20 AM »
Inilah Bahaya Mengoplos Melamin ke Susu

Kompas Jumat, 26 September 2008 | 05:51 WIB

KARENA ingin menjadikan seolah kandungan proteinnya tinggi, produk susu di China dicampuri melamin. Tidak tanggung-tanggung, sekurangnya empat bayi meninggal dunia dan sampai hari ini dilansir sudah lebih dari 13.000 bayi harus dirawat.

Sebenarnya kasus yang mirip pernah terjadi secara luas tahun lalu akibat pengoplosan melamin ke dalam makanan hewan dari China. Akibatnya, ratusan anjing dan kucing mati serta ribuan lainnya menderita penyakit gagal ginjal.

Apakah melamin itu? Samakah dengan melamin yang dipakai untuk peralatan makan kita? Apakah bahayanya? Pelajaran apa yang dapat ditarik dari kasus ini? Tulisan singkat berikut akan mencoba memberikan jawaban atas hal-hal itu.

Beda dengan perkakas

Melamin yang dipermasalahkan adalah senyawa organik bersifat basa dengan rumus C3H6N6, kandungan nitrogennya sampai 66 persen, biasa didapat sebagai kristal putih. Melamin biasanya digunakan untuk membuat plastik, lem, dan pupuk.

Plastik dari melamin, karena sifat tahan panasnya, digunakan luas untuk perkakas dapur. Jadi, melamin yang kini diributkan berbeda dengan melamin plastik perkakas. Melamin yang diributkan ini adalah bahan dasar plastik melamin.

Berdasarkan informasi di situs WHO, pencampuran melamin pada susu berawal dari tindakan pengoplosan susu dengan air. Akibat pengenceran ini, kandungan protein susu turun. Karena pabrik berbahan baku susu biasanya mengecek kandungan protein melalui penentuan kandungan nitrogen, penambahan melamin dimaksudkan untuk mengelabui pengecekan agar susu encer tadi dikategorikan normal kandungan proteinnya.

Data keamanan melamin

Penambahan melamin ke makanan tidak diperbolehkan oleh otoritas pengawas makanan negara mana pun. Walaupun seperti diberitakan Kompas, studi tentang efek konsumsi melamin pada manusia belum ada, hasil ekstrapolasi dari studi pada hewan dapat digunakan untuk memperkirakan efek pada manusia.

Hal itu telah tampak, bila melamin bergabung dengan asam sianurat (yang biasa juga terdapat sebagai pengotor melamin) akan terbentuk kristal yang dapat menjadi batu ginjal. Batu ginjal ini telah tampak pada hewan-hewan korban kasus pengoplosan melamin tahun lalu. Batu ginjal inilah yang dapat menyumbat saluran kecil di ginjal yang kemudian dapat menghentikan produksi urine, gagal ginjal, bahkan kematian.

Telah diketahui juga bahwa melamin bersifat karsinogen pada hewan. Gejala yang diamati akibat kontaminasi melamin terdapat pada darah di urine, produksi urine yang sedikit, atau sama sekali tidak dihasilkan, tanda-tanda infeksi ginjal, dan tekanan darah tinggi.

Melamin memang tidak dapat dimetabolisme oleh tubuh. Data keselamatan menyatakan, senyawa ini memiliki toksisitas akut rendah LD50 di tikus, yaitu 3.161 mg per kg berat badan. Pada studi dengan menggunakan hewan memang dikonfirmasi, asupan melamin murni yang tinggi mengakibatkan inflamasi kandung kemih dan pembentukan batu kandung kemih.

Food and Drugs Administration (Badan Makanan dan Obat) Amerika Serikat menyatakan, asupan harian yang dapat ditoleransi (tolerable daily intake/TDI) melamin adalah 0,63 mg per kg berat badan. Pada masyarakat Eropa, otoritas pengawas makanannya mengeset standar yang lebih rendah, yaitu 0,5 mg per kg berat badan.

Seberapa parah kontaminasi yang terjadi? Dari inspeksi yang dilakukan di China, dari 491 batch (kelompok) yang dites, 69 di antaranya positif mengandung melamin, berkisar dari 0,09 mg per kg susu sampai 619 mg per kg susu. Bahkan ada yang mencapai 2.563 mg per kg.

Dengan konsumsi susu formula per kg berat badan bayi sekitar 140 g sehari, kalau bayi mengonsumsi susu yang terkontaminasi akan menerima asupan melamin 0,013-86,7 mg per kg berat badannya.Bahkan, kalau mengonsumsi susu yang terkontaminasi 2.563 mg melamin per kg susu, dapat mencapai asupan 358,8 mg per kg berat badannya. Jauh melampaui batas toleransinya!

Pelajaran

Kasus ini memberi kita berbagai pelajaran. Pertama, analisis protein dalam makanan dengan metode penentuan nitrogen dalam kasus ini ternyata dapat dikelabui dengan bahan lain yang kandungan nitrogennya tinggi. Padahal, terdapat cara-cara lain untuk analisis protein selain dengan penentuan kandungan nitrogen, yang dalam kasus seperti ini perlu dilakukan.

Kedua, pengetahuan tentang bahaya penggunaan bahan aditif makanan harus diberikan ke semua lini, terlebih yang terlibat dalam produksi makanan. Keinginan mendapat keuntungan lebih besar, yang mungkin dipadukan dengan ketidaktahuan, ternyata berdampak amat besar.

Dalam skala yang berbeda dan melibatkan bahan yang berbeda, di sekitar kita banyak kasus seperti ini, misalnya kasus boraks, formalin, dan sebagainya. Saya yakin ”keuntungan” yang didapat dari tindak seperti ini tidak akan dapat membayar kerugian yang diakibatkannya, apalagi sampai hilangnya nyawa bayi-bayi tak berdosa.

*ISMUNANDAR, Guru Besar Kimia di FMIPA ITB

Offline dewa ruci

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 313
  • IQ: 33
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Dilarang Beredar dan Dikonsumsi
« Jawab #10 pada: September 26, 2008, 10:25:12 AM »
hiiiy..jdi tkut dech bLi susu dRi China..

untung aja pRoduk susu yang aQuw mNum dri Swiss..hehe

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4439
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Dilarang Beredar dan Dikonsumsi
« Jawab #11 pada: September 26, 2008, 12:38:50 PM »
bukan cuma susu, berbagai produk yg ada tulisannya made in china bikin ngeri sendiri... akhir-akhir ini produk dari sana sepertinya banyak bikin masalah kesehatan.

Offline dewa ruci

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 313
  • IQ: 33
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Dilarang Beredar dan Dikonsumsi
« Jawab #12 pada: September 26, 2008, 01:16:07 PM »
kLo gNi critanYa,,konsumen haRus haTi2 dLam memiLih produk untuk dkonsumsi..
bisa2 jadi tmbah paRah nek gag hati2.. >:( >:(

Offline utusan langit

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1495
  • IQ: 104
  • Gender: Pria
  • no plan means no future
    • Lihat Profil
    • utusan langit
Re: Dilarang Beredar dan Dikonsumsi
« Jawab #13 pada: September 26, 2008, 02:13:40 PM »
waduh,....
negara ini kacau yach....
udah masalah ekonominya "berkembang", trus import susu ya susu yang "aneh"...
emang susah ngatur negeri segedhe ni....

hati-hati.....
makanya dukung trus product dalam negri ..., yang berkualitas tentunya...!

Offline dewa ruci

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 313
  • IQ: 33
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Dilarang Beredar dan Dikonsumsi
« Jawab #14 pada: September 26, 2008, 02:18:34 PM »
nah,,kLo stoknYa habis gimNa hayoW??

mau gag mau harus impor..

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia