Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Fakultas Kedokteran Hewan Institute Pertanian Bogor ternyata sudah mampu memproduksi vaksin antivirus avian influenza (AI) atau flu burung sejak 2002... Hanya saja, produksi vaksin itu terhambat karena pemerintah belum memberikan ijin.
09/03/2006IPB Luncurkan Vaksin Anti Flu Burung Rp 600/DosisDunia berlomba-lomba membuat vaksin anti avian influenza (AI/flu burung). Institut Pertanian Bogor (IPB) pun tidak mau ketinggalan. PTN itu meluncurkan vaksin "bird CLOSE 5.1" dengan metode reverse genetic. IPB mengklaim metodenya adalah yang pertama di dunia."Ini yang pertama di dunia. Kita justru kasih contoh untuk negara lain," ujar Direktur PT IPB Shigeta, Kamaludin Zarkasie, dalam acara peluncuran vaksin "bird CLOSE 5.1" di Hotel Inter-Continental, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (9/3/2006).Selama ini, kata Kamaludin, dunia kesehatan menggunakan vaksin H5N2 untuk memberantas AI. Tetapi IPB membiakkan virus H5N1 lokal yang diambil di Legok, Banten pada tahun 2004.Melalui metode reverse genetic, virus ini dihilangkan keganasannya dengan dimasukkan ke virus H1N1 Puerto Rico menjadi H5N1 yang tidak ganas. Virus kemudian dibiakkan dan dibunuh untuk dijadikan vaksin."Hasilnya adalah vaksin dengan respons tinggi dan aman bagi operator dan ingkungannya," kata Kamaludin berpromosi."Bird CLOSE 5.1" diproduksi PT IPB Shigeta, perusahaan gabungan IPB dan Shigeta Jepang, yang didirikan pada Oktober 2004 lalu. IPB Shigeta memiliki sebuah pabrik di Kampus IPB, Darmaga, Bogor dengan kapasitas produksi 180 juta dosis per tahun."Vaksin ini dipasarkan April. Harganya mungkin Rp 600 per dosis, dan vaksin diberikan dua kali pada unggas," katanya.IPB Shigeta berharap temuan mereka bisa terus dikembangkan untuk menciptakan vaksin AI bagi manusia. "Metode ini adalah pilihan. No other choice kalau kita ingin mengembangkan vaksin AI untuk manusia," katanya.
A statistical phylogeography of influenza A H5N1With a statistical phylogeography of 192 hemagglutinin and neuraminidase isolates, we show that the Chinese province of Guangdong is the source of multiple H5N1 strains spreading at both regional and international scales. In contrast, Indochina appears to be a regional sink, at the same time demonstrating bidirectional dispersal among localities within the region. An evolutionary trace of HA1 across the phylogeography suggests a mechanism by which H5N1 is able to infect repeated cycles of host species across localities, regardless of the host species first infected in each locale. The trace also hypothesizes amino acid replacements that preceded the first recorded outbreak of pathogenic H5N1 in Hong Kong, 1997.