ForSa punya logo baru!! Ada komen?
0 Anggota dan 2 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Yang berkoar-koar kasus HIV tinggi itu bukan masyarakat awam. Orang awam mana tahu HIV kasus tinggi atau bukan. Paling tahunya, ada yang berteriak HIV kasus tinggi dan tinggi terus ngga ada turunnya. Mereka yang berteriak itu beralasan adanya hambatan dalam menjalankan sosilisasi kondom, antara lain karena banyaknya lokalisasi2 yang sudah dibubarkan, anggaran yang terbatas dan konon kabarnya akan dipotong lagi, perilaku masyarakat menolak kondomisasi, cara memakai kondom yang tidak benar, dsbnya............... Teriakan mereka itu justru menjadi bukti nyata, bahwa kondomisasi sama sekali tidak efektif untuk mengurangi laju penyebaran AIDS ........dan justru yang efektif adalah sisi yang tidak diharapkan : mengajak dan mendorong anak-anak muda untuk berfree-sex ria. Ayo, ayo, mana lagi kondom murah dan gratisan .......
If you wish to make these unsupported, vague, and prejudicial statements in print, so be it. But I cannot see how this would be convincing to any scientifically trained reader.
mana nih Mas semut_ireng nya?
Semoga sedang belajar...
Ngomong2 soal orang yang kebal AIDS, dikutip dari buku Patofisiologi Price&Wilson, virus HIV dalam proses fusionnya selain menggunakan gp 120 dan gp 41 dan juga reseptor CD4+, juga menggunakan ko-reseptor CCR5.Oleh karna itu, pada beberapa orang yang mengalami mutasi pada gen penghasil protein ini, akan kebal terhadap AIDS, sesering apapun mereka terinfeksi HIV.
Kutip dari: Huriah M Putra pada September 09, 2010, 08:51:17 PMNgomong2 soal orang yang kebal AIDS, dikutip dari buku Patofisiologi Price&Wilson, virus HIV dalam proses fusionnya selain menggunakan gp 120 dan gp 41 dan juga reseptor CD4+, juga menggunakan ko-reseptor CCR5.Oleh karna itu, pada beberapa orang yang mengalami mutasi pada gen penghasil protein ini, akan kebal terhadap AIDS, sesering apapun mereka terinfeksi HIV.dengan kata lain, HIV bukan virus yang berbahaya ........
Kutip dari: semut-ireng pada September 16, 2010, 12:15:34 AMKutip dari: Huriah M Putra pada September 09, 2010, 08:51:17 PMNgomong2 soal orang yang kebal AIDS, dikutip dari buku Patofisiologi Price&Wilson, virus HIV dalam proses fusionnya selain menggunakan gp 120 dan gp 41 dan juga reseptor CD4+, juga menggunakan ko-reseptor CCR5.Oleh karna itu, pada beberapa orang yang mengalami mutasi pada gen penghasil protein ini, akan kebal terhadap AIDS, sesering apapun mereka terinfeksi HIV.dengan kata lain, HIV bukan virus yang berbahaya ........ GUUBBRAAAAAKKK...!!Bahkan untuk secuuiiill saja, ngerti gak sih arti dari yang kubikin itu??Kok jadi kesimpulannya itu?
Untuk bisa ngerti ini, harus ngerti patogenesis infeksi HIV.Gini ceritanya:virus HIV tuh sarangnya di sel yang mengandung reseptor CD4, secara virus gitu jadi butuh host.Naah.. Untuk masuk ke dalam sel, dia mengikatkan dirinya di reseptor CD4 ini.Mengikatnya dengan protein yang terdapat di envelopenya, yaitu gp120 dan gp41.Gp artinya glikoprotein dan angkanya tuh menunjukkan berat molekulnya dalam kD.Gp 120 mengikatkan diri dengan CD4 dan gp 41 berfungsi untuk membantu virusnya bisa 'fusion' dengan sel CD4.Ternyata setelah diteliti, ternyata virus ini juga membutuhkan ko-reseptor yang namanya CCR5.Tanpa ko-reseptor ini, dia gak bisa masuk ke dalam sel.Jadi, pada beberapa orang (kira2 1% aja di US sana), terjadi mutasi pada gen untuk membuat CCR5 ini.Akibatnya: virus HIV gak bakal bisa masuk ke dalam host dan menunggu dibantai di dalam darah.Virus HIV butuh masuk ke dalam hostnya untuk bisa aman dari serangan imun tubuh baru lama2 menghancurkan imun itu sendiri.Kalo gak sanggup masuk, habis deh dia.Makanya, orang2 ini gak akan pernah bisa terkena AIDS.Palingan hanya infeksi HIV akut yang 'flu-like-syndrome'.Bukan berarti HIV gak berbahaya.. =.,="
gimana nich tuh wan pi bilang kalangan penggemar prostitusi agar peduli AIDS, memangnya ada kaitan apa ?? Itu sudah zaman baheula sudah ada, dan di masa lalu sebelum heboh propaganda AIDS ngga ada diantara mereka mati karena AIDS .........
kesadaran untuk memeriksakan diri untuk yang merasa resiko tinggi terkena AIDS ? hah, siapa mereka ? memangnya sudah ada hasil penelitiannya di Indonesia, kalangan mana yang beresiko tinggi ? lalu soal keakuratan test AIDS itu ?
dengan kata lain, HIV bukan virus yang berbahaya ........
Kutip dari: semut-ireng pada September 16, 2010, 12:15:34 AMgimana nich tuh wan pi bilang kalangan penggemar prostitusi agar peduli AIDS, memangnya ada kaitan apa ?? Itu sudah zaman baheula sudah ada, dan di masa lalu sebelum heboh propaganda AIDS ngga ada diantara mereka mati karena AIDS ......... Memang AIDS itu penyakit yang sudah ada sejak dulu? Atau penyakit yang baru muncul belakangan? Kutip dari: semut-ireng pada September 16, 2010, 12:15:34 AMkesadaran untuk memeriksakan diri untuk yang merasa resiko tinggi terkena AIDS ? hah, siapa mereka ? memangnya sudah ada hasil penelitiannya di Indonesia, kalangan mana yang beresiko tinggi ? lalu soal keakuratan test AIDS itu ? Gak di Indonesia, gak di dunia, sama. Mereka yang sering melakukan k\hubungan seksual sejenis atau tidka sejenis, yang tidak aman (tanpa pelindung), kalangan yang menggunakan narkoba dengan jarum suntik yang dipakai bersama, kalangan yang beresiko tinggi macam itu. Mayoritas penderita aids muncul dari kalangan itu. Tanpa kontak dengan penderita AIDS, memang bisa kena aids? Terus kenapa AIDS denial kena aids dan modar-dengan jangka waktu lebih singkat dari yang menjalani perawatan? Kutip dari: semut-ireng pada September 16, 2010, 12:15:34 AMdengan kata lain, HIV bukan virus yang berbahaya ........ Jangan-jangan si asbun kena AIDS nih? Makanya segitu getolnya propaganda, biar orang gak menjauhi dia?
-Mutasi pada gen CCR5 sehingga gen CCR5 gak dihasilkan ataupun defek.-Bisa donk.. Yang bikin pneumonia kan bukan AIDS. AIDS hanya menurunkan sistem imun tubuhnya. Tapi orang yang non AIDS juga bisa terkena pneumonia, TBC, herpes simplex, blablabla..