Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Penanggulangan AIDS, Harapan Baru dari Gel PerempuanInvestor Daily, 25 Juli 2010Berdasarkan satu eksperimen di Afrika Seltan (Afsel), sebuah gel yang berasal dari kelamin perempuan berhasil menurunkan secara signifikan jumlah perempuan yang tertular virus human immunodeficiency virus (HIV), dari mitra aktivitas seksualnya yang sudah terinfeksi virus tersebut.Menurut para peneliti dari Pusat Program Riset Aids di Afrika Selatan (Caprisa), gel yang mengandung obat acquire immunodeficiency syndrome (Aids) tenofovir itu memangkas tingkat infeksi di antara 889 perempuan sebesar 50% setelah satu tahun penggunaan dan sebesar 39% setelah dua setengah tahun.Hasil eksperimen itu merupakan buah dari penelitian selama tiga tahun oleh Caprisa. Hasilnya disampaikan pada konferensi Aids internasional di Wina, Austria, pekan ini, dan dipublikasikan Senin (19/7) lalu oleh majalah asal Amerika Serikat (AS), Science.Jika hasil tersebut bisa dikonfirmasi, berarti untuk pertama kalinya sebuah gel mikrobisidal terbukti efektif. Gel itu bisa menjadi alat pertahanan bagi perempuan yang mitra aktivitas seksualnya menolak menggunakan kondom.Mikrobisida adalah sebuah senyawa dengan kegunaan mengurangi infeksi mikroba, seperti virus atau bakteri.Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) urusan Aids (UNAids) senang dengan hasil penelitian itu. Unaids akan berkonsultasi dengan tim pakar di Afsel bulan depan guna membahas langkah-langkah lebih lanjut menyangkut produk tersebut.Saat ini sangat dibutuhkan cara-cara baru untuk meredam penyebaran, khususnya di wilayah sub-Sahara Afrika. Sebab hampir 60% orang yang terinfeksi HIV di sana adalah kaum perempuan. Sub-Sahara Afrika adalah wilayah pandemi Aids paling parah di dunia.Menurut data hingga 2007, diperkirakan ada 33,2 juta orang di seluruh dunia yang mengidap Aids. Sebanyak 2,1 juta di antaranya sudah mati, termasuk 330 ribu anak-anak. Dua pertiga jumlah kematian itu terdapat di sub-Sahara Afrika.Sub-Sahara Afrika adalah wilayah di benua Afrika yang berlokasi di sebelah selatan gurun Sahara, atau negara-negara Afrika yang seluruh atau sebagian wilayahnya berada di sebelah selatan Sahara. Negara-negara yang termasuk ke dalam wilayah termiskin di dunia itu antara lain Angola, Ethiopia, Madagaskar, Kamerun, Sudan, Somalia, dan Zimbabwe.Sedangkan pandemi adalah wabah penyakit menular di antara penduduk di wilayah yang luas, bisa di sebuah benua atau bahkan seluruh dunia.Baru MengurangiBanyak perempuan di sub-Sahara Afrika yang dipaksa melakukan aktivitas seksual tidak aman. Secara biologis perempuan juga lebih rentan tertular HIV ketimbang laki-laki. Jadi gel yang mereka pakai itu merupakan sebuah terobosan teramat penting dalam perang melawan penyebaran HIV/AIDS.