Selamat datang,
Pengunjung
. Silahkan
masuk
atau
mendaftar
. Apakah anda lupa
aktivasi email
?
1 Jam
1 Hari
1 Minggu
1 Bulan
Selamanya
Berita:
ForSa punya logo baru!!
Ada komen?
Home
Forum
Anggota
Lihat daftar anggota
Mencari anggota
Masuk
Registrasi
Forum Sains Indonesia
»
Forum
»
Ilmu Terapan
»
Kesehatan
(Moderator:
syx
) »
Hive dan Angioedema
User
Selamat datang,
Pengunjung
. Silahkan
masuk
atau
mendaftar
. Apakah anda lupa
aktivasi email
?
Mei 24, 2012, 06:12:51 PM
1 Jam
1 Hari
1 Minggu
1 Bulan
Selamanya
Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Artikel Sains
Biologi
Astronomi
Fisika
Kesehatan
Kimia
Matematika
Sains Umum
Teknologi
Diskusi Sains
Aku Cinta ForSa
Pranala Luar
Download Freeware
ShoutBox!
Last 10 Shouts:
haman11
Hari Ini
jam 08:11:34 AM
ada yg tauproses daur ulang urin pada cicak gk ?
GhostInMachine
Kemarin
jam 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
army.fice
Kemarin
jam 12:22:47 AM
sepi banget sih
lustforscience
Mei 22, 2012, 08:26:02 PM
amin
exile_rstd
Mei 22, 2012, 08:24:55 PM
offline....
good night all
exile_rstd
Mei 22, 2012, 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan
Farabi
Mei 22, 2012, 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
exile_rstd
Mei 22, 2012, 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
N E R R O
Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah
bangnono_swedye
Mei 20, 2012, 05:23:03 PM
pertanyaa2 ane di forum kesehatan cuma2 diliaat2in aj, kagak ada yang komen ato ngasih jawaban
kebiasaan di forsa kah..??
Show 50 latest
« sebelumnya
berikutnya »
Kirim topik ini
Cetak
Halaman: [
1
]
Turun
Penulis
Topik: Hive dan Angioedema (Dibaca 1304 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
raisuien
Profesor
Tulisan: 6329
IQ: 333
Gender:
Hive dan Angioedema
«
pada:
April 02, 2010, 08:21:51 AM »
Publish
DEFINISI
Hive, juga disebut urticaria, adalah infeksi kulit ditandai oleh pucat, bengkak yang sedikit muncul (wheals) mengelilingi bagian kemerahan dengan pinggiran secara jelas tergambar. Angioedema adalah pembengkakan pada daerah jaringan yang lebih besar di bawah kulit, kadangkala mengenai wajah dan tenggorokan.
PENYEBAB
Hive dan angioedema, yang bisa terjadi bersamaan, bisa menjadi berat. Pemicu umum adalah obat-obatan, sengatan atau gigitan serangga, suntikan alergi (imunoterapi alergen), dan makanan tertentu-terutama telur, kerang, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Makan bahkan makanan dalam jumlah sedikit bisa tiba-tiba menghasilkan hive atau angioedema. Tetapi dengan makanan lain (seperti stroberi), reaksi ini terjadi hanya setelah dimakan dalam jumlah besar. Juga, hive kadangkala diikuti infeksi virus seperti hepatitis, infeksi mononucleosis, dan campak jerman.
Hive atau angioedema bisa menjadi kronis, berulang lebih dari seminggu atau sebulan. Pada kebanyakan kasus, tidak ada penyebab khusus yang teridentifikasi. Penyebab tersebut kemungkinan kebiasaan, asupan bahan-bahan yang tidak sengaja – misal, pewarna makanan , seperti bahan pengawet atau bahan celup makanan. Pada beberapa orang, antibodi untuk hormon tiroid kemungkinan penyebab tersebut.
Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti aspirin atau obat-obatan anti-peradangan nonsteroidal lain (NSAIDs), bisa juga menyebabkan hive atau angioedema kronis. Pada banyak kasus, tidak ada penyebab khusus bisa diidentifikasi. Angioedema kronis yang terjadi tanpa hive kemungkinan angioedema menurun.
GEJALA
Hive biasanya diawali dengan rasa gatal. Kemudian bulatan segera terbentuk. Bulatan tersebut biasanya tetap kecil (kurang dari ½ inci melintang). Bulatan yang lebih besar (sampai 4 inci melintang) bisa tampak seperti cincin kemerahan dengan warna pucat di tengah. Biasanya, kumpulan hive datang dan pergi. Satu bercak bisa tetap untuk beberapa jam, kemudian hilang, dan kemudian, yang lainnya bisa muncul di mana saja. Setelah hive hilang, kulit biasanya tampak benar-benar normal.
Angioedema bisa mempengaruhi sebagian atau seluruh tangan, kaki, kelopak mata, bibir, atau kelamin. Kadangkala selaput lapisan mulut, tenggorokan, dan saluran pernafasan bengkak, membuat kesulitan bernafas.
DIAGNOSA
Pada anak, ketika hive timbul tiba-tiba, hilang dengan cepat, dan tidak berulang, pemeriksaan oleh seorang dokter biasanya tidak diperlukan, karena penyebab tersebut biasanya infeksi virus. Jika penyebab tersebut adalah sengatan lebah, menemui seorang dokter adalah penting. Seseorang bisa memperoleh nasihat mengenai pengobatan jika sengatan lebah lainnya terjadi. Ketika angioedema atau hive berulang tanpa penyebab jelas, sebuah pemeriksaan oleh seorang dokter dianjurkan.
PENGOBATAN
Biasanya, jika hive tiba-tiba muncul, mereka reda tanpa berbagai pengobatan dalam sehari dan kadangkala dalam hitungan menit. jika penyebab tersebut tidak jelas, orang tersebut harus menghentikan menggunakan semua obat-obatan yag tidak penting sampai hive tersebut reda.
Untuk hive dan angioedema ringan, penggunaan antihistamin meringankan sebagian rasa gatal dan mengurangi bengkak. Kortikosteroid diresepkan hanya untuk gejala-gejala berat ketika semua pengobatan yang lainnya tidak efektif, dan mereka diberikan untuk waktu yang sesingkat mungkin. Ketika digunakan melalui mulut untuk lebih dari 3 sampai 4 minggu, mereka menyebabkan berbagai efek samping, kadangkala serius.
Pada sekitar separuh orang dengan hive kronis, hive tersebut hilang tanpa pengobatan dalam 2 tahun. untuk beberapa orang dewasa, antidepresan doxepin, yang juga sebuah antihistamin kuat, membantu meringankan hive kronis.
Jika angioedema berat mengakibatkan kesulitan menelan atau bernafas atau pingsan, pengobatan darurat yang sesuai adalah perlu. Orang yang terkena harus selalu membawa syringe epinephrine yang disuntik sendiri dan antihistamin tablet untuk digunakan dengan segera jika reaksi terjadi. Setelah reaksi alergi berat, beberapa orang harus mengunjungi rumah sakit bagian darurat, dimana mereka bisa diperiksa dan diobati sebagaimana diperlukan.
Angioedema menurun : bukan alergi
Angioedema menurun lebih tampak seperti angioedema pada reaksi alergi. Meskipun begitu, penyebab tersebut adalah berbeda. Angioedema menurun adalah sebuah gangguan genetik berhubungan dengan kekurangan atau kerusakan inhibitor C1. Inhibitor C1 adalah bagian sistem pelengkap, yang merupakan bagian pada sistem imunitas. Pada gangguan ini, sebuah luka, infeksi virus, atau stress (seperti berhubungan dengan mengantisipasi tindakan gigi atau operasi) bisa memicu serangan berupa pembengkakan (angioedema).
Daerah pada kulit, jaringan di bawah kulit, atau selaput lapisan mulut, tenggorokan, pipa udara, dan saluran pencernaan bisa bengkak. Biasanya, daerah yang bengkak tersebut sangat menyakitkan, tidak terasa gatal. Hive tidak muncul. Mual, muntah, dan kram sering terjadi. Pembengkakan pada saluran udara bisa mengganggu pernafasan. Dokter mendiagnosa gangguan tersebut dengan mengukur kadar inhibitor C1 atau aktivitas pada contoh darah.
Obat asam aminocaproic kadangkala bisa meringankan bengkak tesebut. Epinephrine, antihistamin, dan kortikoseroid seringkli diberikan, meskipun tidak terdapat bukti bahwa obat-obatan ini efektif. Jika seragan tiba-tiba berhubungan dengan pernafasan, saluran udara harus dibuka-misal, dengan memasukkan pipa pernafasan pada saluran nafas.
Pengobatan tertentu bisa membantu mencegah serangan berikutnya. Misalnya, sebelum prosedur gigi atau operasi, orang dengan angioedema menurun kemungkinan diberikan transfusi plasma segar untuk meningkatkan kadar inhibitor C1 pada darah. untuk pencegahan jangka panjang, anabolic steroid (androgen) digunakan melalui mulut, seperti stanozolol atau danazol, bisa merangsang tubuh untuk menghasilkan lebih banyak inhibitor C1. Karena obat-obatan ini bisa mengalami efek samping masculinizing, dosis obat tersebut dikurangi sesegera dan sebanyak mungkin ketika obat-obatan ini diberikan kepada wanita.
Tercatat
Kirim topik ini
Cetak
Halaman: [
1
]
Naik
« sebelumnya
berikutnya »
Forum Sains Indonesia
»
Forum
»
Ilmu Terapan
»
Kesehatan
(Moderator:
syx
) »
Hive dan Angioedema
Copyright © 2006-2011
Forum Sains Indonesia