Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 24, 2012, 06:13:58 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

haman11

Hari Ini jam 08:11:34 AM
ada yg tauproses daur ulang urin pada cicak gk ? ;)
 

GhostInMachine

Kemarin jam 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Kemarin jam 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Mei 22, 2012, 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Mei 22, 2012, 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah
 

bangnono_swedye

Mei 20, 2012, 05:23:03 PM
pertanyaa2 ane di forum kesehatan cuma2 diliaat2in aj, kagak ada yang komen ato ngasih jawaban :'( kebiasaan di forsa kah..?? :'(

Show 50 latest

Penulis Topik: Identifikasi Forensik Bisa dari Bakteri di Tangan  (Dibaca 1370 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline shafura ren

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 23
  • IQ: 6
  • Gender: Wanita
  • let's play
    • Lihat Profil
Identifikasi Forensik Bisa dari Bakteri di Tangan
« pada: April 03, 2010, 06:14:16 AM »
Maryland, Identifikasi forensik (identitas) selama ini menggunakan tes DNA atau sidik jari. Kini bakteri di tangan manusia juga bisa digunakan untuk identifikasi dengan tingkat akurasi 70-90 persen.

Peneliti dari University of Colorado di Boulder (CU-Boulder) dan Howard Hughes Medical Institute (HHMI) di Chevy Chase, Maryland, melakukan studi mengenai hal ini dan hasilnya telah dipublikasikan secara online dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

"Masing-masing orang akan meninggalkan jejak kuman yang unik seiring dengan perjalanan kehidupan kita sehari-hari. Kami berpikir teknik ini pada suatu saat nanti dapat menjadi alat baru dalam ilmu forensik," ujar ketua peneliti Dr Professor Noah Fierer, profesor di bidang ekologi dan biologi di CU-Boulder, seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Kamis (25/3/2010).

Memang masih terlalu dini untuk dapat mengetahui seberapa berguna teknik ini, tapi suatu hari nanti teknik ini dapat memperkuat keakuratan dari hasil tes DNA dan sidik jari.

Studi terbaru telah mengungkapkan bahwa keragaman bakteri yang hidup di kulit manusia jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya dan setiap individu memiliki bakteri yang berbeda-beda.

Fierer dan tim menemukan ciri khas dari tangan biasanya membawa sekitar 150 jenis bakteri. Dan bakteri di tiap tangan orang berbeda hanya sebesar 13 persen saja yang punya kesamaan bakteri pada dua orang berbeda.

Peneliti melakukan tes dengan cara mengambil DNA bakteri dari tiga keyboard komputer milik pribadi dan mencocokkannya dengan koloni bakteri di ujung jari pemiliknya.

Ternyata koloni bakteri yang ada di keyboard mirip dengan yang ada di ujung jari pemiliknya dibandingkan dengan koloni bakteri dari orang lain yang dipilih secara acak.

Peneliti juga melakukan tes dengan mengambil bakteri di kulit seseorang. Satu bakteri disimpan pada suhu minus 4 derajat celsius dan satu lagi dibiarkan disimpan pada suhu ruang.

Setelah dua minggu dilakukan pemeriksan terhadap dua bakteri tersebut dan ternyata tidak ditemukan perbedaan dalam sampel.

Hal ini menunjukkan identifikasi bakteri bisa digunakan meskipun benda tersebut sudah disentuh sampai dua minggu pada suhu kamar.

Pada studi ini peneliti mengisolasi DNA bakteri lalu melakukan sequencing DNA untuk membandingkannya dengan database DNA yang dimiliki sehingga dapat mengidentifikasi famili, genus dan jenis bakteri dari setiap sampel.

"Teknik ini akan sangat berharga bagi ilmuwan forensik, khususnya dalam kasus tidak memiliki sampel DNA manusia yang cukup untuk mengidentifkasi. Sedangkan bagi kembar identik kemungkinan hanya berbagi sekitar 13 persen bakteri yang sama di jari dan telapak tangannya selebihnya berbeda," pungkas Fierer.

sumber: Vera Farah Bararah - detikHealth
it isn't always easy to live the life you were meant to, but the lessons learned and the rewards are immeasurable

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia