Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

keziakeren17

Agustus 18, 2014, 07:14:43 PM
gk ada yg mau jwb pertanyaan ku di topik
 

reborn

Agustus 18, 2014, 06:47:27 PM
@keziakeren17 bisa post di http://www.forumsains.com/fisika/ atau http://www.forumsains.com/fisika-smu/ ,. Selamat bergabung!

keziakeren17

Agustus 18, 2014, 06:39:36 PM
ada yg bisa bantu jwb soal fisika??

pandu.rengga

Agustus 16, 2014, 08:12:48 PM
ehm, ada yg tau gk caranya jwb soal mtk yg ini 1125000 = 2p.3q.5r nah p,q dan r brp? saya kgk tahu itu< tolong saya yah plissssss

imad323

Agustus 14, 2014, 06:35:28 AM
Buku referensi luar yang bagus untuk kimia fisika biologi sma apa ya?

lisnawati

Agustus 14, 2014, 12:05:05 AM
ada yang bisa bantu aku gak?
 ;D

merykallen

Agustus 10, 2014, 06:35:28 PM
tema,alur,setting,tokoh/penokohan dan amanta dari cerpen JURU MASAK?

graveworm

Agustus 09, 2014, 08:16:01 PM
salam kenal semuanya...
 

Monox D. I-Fly

Agustus 07, 2014, 09:37:59 PM
sebenarnya di inti bumi itu terang atau gelap?
 

Monox D. I-Fly

Agustus 07, 2014, 09:17:53 PM
sebenarnya di inti bumi angkasa itu terang atau gelap?

Show 50 latest

Penulis Topik: Jaga kesehatan telinga - Jangan korek kuping lagi ya ;D  (Dibaca 62175 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2233
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
Jaga kesehatan telinga - Jangan korek kuping lagi ya ;D
« pada: Juli 15, 2008, 01:13:56 PM »
Abis nyari-nyari bacaan ini, eh dapet juga akhir ;D Siapa sih yang ga suka ngorek kuping? Rasanya hampir semua orang ngelakuin ini dan walau gw pribadi udah denger ini langsung pas kuliah THT, masiiiih aja hobi korek kuping  :-[
Akibatnya, bener kata dosen gw dulu, telinga berdenging, kerasa sakit, malah pernah berdarah juga. Coba dibaca deh, mudah-mudahan kita bisa berenti dari hobi yang ga bener ini  >:(

Bersihkan Telinga Dengan Baik & Benar

Banyak orang suka ngorek telinga sembarangan hanya untuk bisa liyer-liyer nikmat. Padahal kalau sampai terluka bisa menyebabkan infeksi yang mungkin saja berlanjut dengan ketulian. Tulisan berikut ini perlu dicermati agar alat pendengaran kita awet dan tetap sehat.

Bila si Buyung, yang lagi demam, rewel sambil tangannya terus menarik-narik telinga, Anda boleh curiga kemungkinan telinganya mengalami gangguan. Apalagi kalau demamnya tidak dibarengi dengan gejala lain seperti pilek, batuk, ruam pada kulit atau sakit perut, dan sebagainya.

Infeksi telinga pada anak balita bukan kejadian langka. Gara-garanya bisa karena cara Anda membersihkan telinganya keliru atau memang ada penyebab lain. "Membersihkan kotoran telinga sebenarnya cukup sebatas daun telinga saja, tidak perlu sampai ke liang telinga," kata dr. Entjep Hadjar, ahli penyakit telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) dari RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo.

Pada liang telinga, tepatnya di 1/3 bagian luar telinga yang berbulu, terdapat kelenjar minyak atau serumen. Ini berfungsi untuk mencegah masuknya kotoran, serangga, serta bakteri. Dalam keadaan normal kelenjar ini akan mengeluarkan minyak sedikit demi sedikit, meleleh keluar ke daun telinga. Limbahnya menyerupai kotoran yang liat atau lembek, namun akan mengering dengan sendirinya. Setelah kering, kelenjar tadi akan memproduksi minyak kembali. Demikian mekanisme kerjanya dalam membersihkan telinga secara alami. Tetapi kalau liang telinga terlalu sering dirangsang, kelenjar ini akan mengeluarkan minyak berlebihan yang justru kurang baik buat kesehatan telinga.

Yang perlu diperhatikan, bila Anda membersihkan dengan cotton bud jangan sampai ke liang telinga. Kalau sampai ke liang telinga, sebagian besar kotoran malah akan terdorong masuk ke bagian lebih dalam yakni gendang telinga yang kemudian menumpuk dan membatu. Apalagi kalau jenis kotorannya kering dan keras. "Di sinilah seseorang akan mendapat masalah karena bagian dalam telinga terasa gatal. Kalau dikorek-korek sendiri, dengan korek kuping misalnya, bisa mengakibatkan luka kulit atau gendang telinga, kulit gatal mirip eksim atau bahkan terjadi infeksi sampai bernanah (otitis media) alias congek", tambah dr. Hadjar. Kasus gangguan telinga pada balita lantaran cara membersihkan telinga yang salah ini cukup banyak terjadi di Indonesia. Infeksi ini sering menimbulkan demam.

Kalau diketahui ada kotoran yang telah mengeras di dekat gendang telinga, harus segera diperiksakan ke dokter ahli THT. Biasanya dokter akan memberikan obat tetes telinga (karbol gliserin 10%) untuk memecahkan kotoran tersebut. Kotoran yang sudah pecah disemprot atau dikorek keluar. Infeksi yang barangkali timbul lantaran iritasi kotoran itu diatasi dengan pemberian obat antibiotika.

Di samping bisa mengakibatkan infeksi, kotoran membatu tadi akan menyebabkan telinga terasa sakit atau agak tuli sehabis berenang. Sebab air yang masuk akan terhalang keluar. Bahkan, kalau lubang telinga yang tersumbat hanya sebelah, bisa mengakibatkan pusing atau vertigo (berputar), terutama bila Anda berenang di air dingin.
Gangguan pada telinga yang tersumbat kotoran bisa juga muncul saat naik pesawat udara. Pasalnya, udara yang masuk pada saat tekanan tinggi tidak dapat keluar dengan leluasa. Akibatnya telinga akan terasa sakit bahkan yang paling mengkhawatirkan kalau sampai gendang telinga pecah. Nah, pembagian permen yang biasa dilakukan oleh para pramugari di atas pesawat sebelum lepas landas itu secara tak langsung sebenarnya berguna untuk kesehatan telinga kita. Mengunyah sesuatu atau mengulum permen bisa menyeimbangkan udara yang masuk melalui telinga, agar udara tidak terkunci di dalam.

Pilek dan gangguan telinga

Penyakit pilek pun ada kalanya mengganggu telinga karena lubang yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung (tuba eustachius) mengalami peradangan atau bahkan mampet. Bila kita merencanakan naik pesawat udara atau berenang pada saat menderita pilek berat, sebaiknya terlebih dulu ke dokter untuk mendapatkan obat tetes atau yang dapat menanggulangi peradangan tersebut. Para penyelam dianjurkan tidak menyelam saat menderita pilek, sebab tekanan air yang besar sangat membutuhkan kelonggaran masuk-keluarnya udara melalui tuba. Kalau tuba eustachius-nya sedang mengalami peradangan tentu udara akan terhalang dan bisa mengakibatkan pecahnya gendang telinga. Atau paling tidak, kita mendapat serangan sakit telinga atau vertigo karena udara terkurung di dalam. Di lain pihak, penyakit pilek yang tak kunjung sembuh pada anak bisa menyebabkan infeksi telinga tengah apalagi kalau bagian tersebut penuh dengan tumpukan kotoran atau cairan.

Gangguan lain pada telinga bisa juga diakibatkan masuknya benda asing ke dalam saluran pendengaran. Anak kecil banyak yang suka memasukkan biji-bijian ke dalam telinga. Benda keras yang masuk ini berbahaya kalau tidak segera diambil sebab dapat mendesak gendang telinga atau bergesernya kedudukan tulang pendengaran.
Ada lagi sejenis virus yang dapat menyerang saraf pendengaran. Serangan penyakit virus ini bisa menyebabkan kesakitan pada telinga akibat berkurangnya darah yang mengalir pada alat pendengaran. Penyakit sejenis ini disebut tuli mendadak.

Trauma polusi suara

Telinga terdiri dari 3 bagian yakni bagian luar, tengah, dan dalam. Bagian luar dan tengah berperan penting dalam pengumpulan serta pengiriman suara. Sedangkan telinga bagian dalam memiliki mekanisme agar tubuh tetap seimbang dan bertanggung jawab untuk mengubah gelombang suara menjadi gelombang listrik.

Melalui lubang telinga, suara yang masuk akan menggetarkan selaput kaca pendengaran dalam rongga telinga. Getaran ini akan menggerakkan tulang-tulang pendengaran sampai ke tulang sanggurdi. Cairan dalam rumah siput (cochlea) pun ikut bergetar. Gerakan cairan ini membuat sel-sel rambut terangsang. Rangsangan inilah yang ditangkap saraf pendengaran yang akhirnya diteruskan ke otak. Manusia normal mampu mendengar suara berfrekuensi 20 - 20.000 Hz (satuan suara berdasarkan perhitungan jumlah getaran sumber bunyi per detik) dengan intensitas atau tingkat kekerasan di bawah 80 desibel (dB).
Bunyi di atas itu kalau terus menerus dan dipaksakan bisa merusak pendengaran karena bisa mematikan fungsi sel-sel rambut dalam sistem pendengaran. Gejala awal seringkali tidak dirasakan kecuali telinga berdengung, kemudian diikuti oleh menurunnya pendengaran. "Trauma suara banyak dialami oleh para pekerja pabrik," kata dr. Hadjar pula. Menurut ahli THT ini kebisingan pabrik akan aman selama masih di bawah 80 dB. Namun kalau naik 3 dB saja, seseorang sebaiknya beristirahat sejenak setelah bekerja 4 jam, apalagi kalau suara mesinnya kasar dan membosankan. Atau, bila perlu mengenakan penutup telinga. Kebisingan suara di jalan yang setiap hari didengar oleh para sopir bus pun bisa berdampak negatif terhadap pendengaran sang sopir.

Sebaliknya suara musik walaupun keras, kebanyakan masih bisa ditoleransi oleh telinga lantaran terasa enak didengar. "Musik enak malah bisa ikut melonggarkan pembuluh darah telinga," tambah dr. Hadjar, mengacu hasil penelitian penyanyi The Beatles selama 5 tahun.
Namun menurut dr. Hendarta Hendarmin, ahli THT lain dalam Intisari tahun 1991, dari penyelidikan mengenai tingkat bahaya suara musik keras di beberapa diskotek (antara 100 - 110 dB), musik keras bisa merusak pendengaran seseorang yang setiap hari berada di situ. Apalagi kalau bunyi musik demikian melebihi ambang batas normal yang bisa ditoleransi telinga. Besarnya pengaruh suara terhadap telinga memang banyak tergantung pada intensitas dan jangka waktu mendengarnya, jumlah waktu mendengar, serta kepekaan masing-masing, termasuk usia si pendengar, tambah Hendarmin.
Sebaliknya, musik yang mengalun lembut dan enak didengar seperti klasik, keroncong, seruling, gamelan, malah bisa ikut menyejukkan pikiran serta membantu menghilangkan stres. Bahkan, ada seorang ahli bedah saraf terkenal yang menyetel kaset gending Jawa agar lebih tenang dan tidak terburu-buru selagi membedah pasien.

Bahaya tekanan darah tinggi

Para penderita penyakit darah tinggi, di mana sel-sel pembuluh darah sekitar telinga ikut tegang dan mengeras, juga harus selalu memperhatikan kesehatan telinganya. Sebab, berkurangnya oksigen yang masuk lebih memudahkan sel-sel pendengaran mati. "Bila penderita merasakan telinganya sering berdengung segeralah ke dokter sebelum terlambat," saran dr. Hadjar. "Bila tiba-tiba pendengarannya menurun, segeralah minta pertolongan dokter sebelum lewat tiga hari".
Pada orang lanjut usia, gangguan pendengaran biasanya disebabkan oleh fungsi organ pendengaran yang menurun atau disebut presbiakusis (sekitar 1,8 -5%) sehingga sulit dicari penyebabnya. Namun, ada hasil penelitian yang menyatakan, kemunduran pendengaran pada para manula pun banyak tergantung dari polusi suara atau bunyi yang didengar sepanjang hidupnya. Artinya, kalau terlalu sering mendengarkan suara-suara bising/keras, proses fisiologis jaringan otot dalam tubuh manusia akan lebih mudah terganggu. Juga tergantung pula dari penyakit degeneratif yang diidapnya seperti tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan kardiovaskuler, atau obat-obatan tertentu yang diminum secara rutin seperti pil kina untuk penyakit malaria, streptomisin, dll.

Gangguan organ telinga atau pendengaran memang bisa bermacam-macam, disamping yang disebutkan di atas, bisa juga karena faktor keturunan atau bawaan, gangguan gizi, trauma kepala, bisul, jamur, tumor, dll.
Namun dengan gizi yang baik, pemakaian kapas pembersih telinga yang tidak berlebihan atau dipaksakan, pemeriksaan telinga secara rutin paling tidak setiap 1/2 - 1 tahun sekali oleh ahli THT serta menjaga kebersihan telinga, niscaya kesehatan telinga tetap terpelihara. 



Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4518
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Jaga kesehatan telinga - Jangan korek kuping lagi ya ;D
« Jawab #1 pada: Juli 15, 2008, 01:17:24 PM »
kalo kilik-kilik kuping pake bulu ayam bole ga? biasanya sih nyabut dari kemoceng...

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2233
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
Re: Jaga kesehatan telinga - Jangan korek kuping lagi ya ;D
« Jawab #2 pada: Juli 15, 2008, 01:23:01 PM »
duh, jadi ga tahan pengen curhat kan. Gw nih ga bisa berenti pake cotton bud. Malah sampe sering ketinggalan tuh kapasnya :( Lebih baik jangan deh, bersihin daun telinganya aja. Kalo dah keterusan malah makin terasa gatel, trus jadi ga bisa berenti. Baca khususnya bagian ini :

Kutip
Pada liang telinga, tepatnya di 1/3 bagian luar telinga yang berbulu, terdapat kelenjar minyak atau serumen. Ini berfungsi untuk mencegah masuknya kotoran, serangga, serta bakteri. Dalam keadaan normal kelenjar ini akan mengeluarkan minyak sedikit demi sedikit, meleleh keluar ke daun telinga. Tetapi kalau liang telinga terlalu sering dirangsang, kelenjar ini akan mengeluarkan minyak berlebihan yang justru kurang baik buat kesehatan telinga.

Yang perlu diperhatikan, bila Anda membersihkan dengan cotton bud jangan sampai ke liang telinga. Kalau sampai ke liang telinga, sebagian besar kotoran malah akan terdorong masuk ke bagian lebih dalam yakni gendang telinga yang kemudian menumpuk dan membatu. Apalagi kalau jenis kotorannya kering dan keras. "Di sinilah seseorang akan mendapat masalah karena bagian dalam telinga terasa gatal. Kalau dikorek-korek sendiri, dengan korek kuping misalnya, bisa mengakibatkan luka kulit atau gendang telinga, kulit gatal mirip eksim atau bahkan terjadi infeksi sampai bernanah (otitis media) alias congek", tambah dr. Hadjar.

Edit :

eh, sis lebih parah. masa dari kemoceng ??? dah bekas bersihin apa aja itu haha...

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4518
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Jaga kesehatan telinga - Jangan korek kuping lagi ya ;D
« Jawab #3 pada: Juli 15, 2008, 03:59:49 PM »
abis enak sih...

Offline Chemist Shen

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 8
  • IQ: 3
  • Chemistry lover, we are the future!
    • Lihat Profil
Re: Jaga kesehatan telinga - Jangan korek kuping lagi ya ;D
« Jawab #4 pada: September 19, 2008, 07:26:34 PM »
owh... Gawat nih.. gw suka korek2 gitu lagi... nice post... thz..

Offline dewa ruci

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 313
  • IQ: 33
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Jangan beli korek kuping
« Jawab #5 pada: September 24, 2008, 10:35:34 AM »
Takut Herpes Zoster Octicus? Jangan Beli Korek Kuping di Pinggir Jalan

Di internet lagi ramai berita tentang korek kuping bekas. Berikut kutipannya:

    Maaf ganggu bentar Tolong jangan tunjukkan simpati dengan orang yang menjual korek kuping (cotton buds) di pinggir jalan atau di lampu lalu lintas… Hanya ingin mengingatkan anda untuk tidak membeli sebungkus korek kuping yang dibeli dari pinggir jalan. Korek kuping itu terbuat dari kapas yang telah dipakai dirumahsakit. Mereka memisahkan semua yang kotor, darah, dan lainnya mencucinya kemudian di bleaching dengan pemutih kemudian dibuatlah korek kuping.

    Jadi, jika anda tidak ingin menjadi orang pertama yang menderita Herpes Zoster Octicus (infeksi virus telinga bagian dalam, tengah, dan luar) maka JANGAN BELI KOREK KUPING DI PINGGIR JALAN. Infokan teman anda, jika anda peduli…


ih,,jdi tkuT deh bLi gTuan... >:(
read in the name of your Lord who created

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2233
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
Re: Jangan beli korek kuping
« Jawab #6 pada: September 24, 2008, 10:47:17 AM »
Weleh, ada berita baru ternyata. Dapet darimana tuh banyak yang jual korek kuping seken?
Waduh, padahal gw suka bener pake cotton buds lho  :-X
Cara yang lebih efektif selain ga beli di pinggir jalan, ya jangan korek kuping sama sekali  ;D
Tapi ya susah, gw juga ga bisa  :-X

Offline dewa ruci

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 313
  • IQ: 33
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Jangan beli korek kuping
« Jawab #7 pada: September 24, 2008, 10:57:38 AM »
awalnya cih aQuw dkcih tau kakakQuw..

tyuz brusan k'inget..
bis tu,,aQuw cari deh,,cari beritanya di Internet..udah Lama kuq berita tu,,skitar 1 buLanan gTu deh...

y yG pLing aman emang gag usah pke gTuan..
bersihin aja kotoran yG udah kLwar..hehehe

Offline Michelle

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 80
  • IQ: 8
    • Lihat Profil
Re: Jaga kesehatan telinga - Jangan korek kuping lagi ya ;D
« Jawab #8 pada: September 30, 2008, 12:19:02 PM »
duh, jadi ga tahan pengen curhat kan. Gw nih ga bisa berenti pake cotton bud. Malah sampe sering ketinggalan tuh kapasnya :(
Saya punya saudara dan dia punya masalah serupa. Sudah dikasih tahu ga nurut, kalau sudah kejadian baru curhat ke saya. Dulu dia suka tidur-tiduran sambil korek-korek kuping pakai cotton bud, katanya nikmat bikin gampang tidur.

Suatu hari, saya ingat betul waktu itu habis hujan sore-sore, dia datang ke rumah saya naik motor sambil meringis-ringis katanya telinganya perih sekali kena angin yang dingin. Akhirnya malam itu dia menginap di rumah saya. Malam itu dia tidak nyenyak tidur, sebentar-sebentar terbangun dan mengerang kesakitan, demam tinggi, kepala pening, dan dari telinganya keluar cairan (maaf). Keesokan harinya saya lihat banyak cairan di seprainya dan berwarna  sedikit kemerahan. Darah. Langsung saya antar dia ke rumah sakit poli THT. Tindakannya berupa suction dan antibiotik. Kira-kira satu minggu baru dia pulih.

Ini adalah kasus yang kedua. Sebelumnya dia juga pernah disuction tapi gara-gara kotoran yang mengeras di telinganya (katanya rada-rada budeg gitu). Ketahuan waktu GCU, test pendengaran, hanya sebelah yang berfungsi. Oleh juru test dibuatkan rujukan ke poli THT dan di sana ketahuan ada kotoran mengeras itu. Tindakannya berupa carbol gliserin 1 minggu kemudian suction.

Setelah itu dia jadi rajin banget bersihin telinga. Saya sudah larang berdasarkan nasihat para dokter Sp.THT yang menanganinya tapi nekat. Kasus yang terkini, dia membersihkan telinga dengan cotton bud dan kapasnya tertinggal di dalam. Rupanya dia coba mengambil dengan cotton bud lain. Bukannya keluar tapi malah terdorong semakin dalam. Akhirnya saya bawa lagi ke poli THT. Suction tidak mempan. Akhirnya dokter pake jarum telinga yang panjang dan super runcing itu untuk menarik kapas. Adik saya itu meraung-raung kesakitan sampai-sampai dipegangi perawat (Karena bahaya kalau secara refleks dia menggerakkan kepalanya, jarum bisa menusuk membran timfani). Akhirnya kapas terambil, penuh darah, dan adik saya terkulai lemas, mengerang kepalanya pusing sekali, dan hampir pingsan di kursi periksa. Saya lihat dokternya membersihkan darah, memberi antiseptik, dan berpesan: JANGAN PERNAH MENGOREK-NGOREK TELINGA LAGI SEUMUR HIDUP. TIGA BULAN SEKALI SILAKAN DATANG KE POLI THT UNTUK MEMBERSIHKAN TELINGA.

Butuh beberapa jam untuk menyadarkan adik saya dan membawanya pulang. Setelah sampai di rumah, dia langsung masuk kamar dan membuang cotton bud-nya. Trauma.

Semoga pengalaman ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua.
omne vivum ex vivo, so viva!

Offline dewa ruci

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 313
  • IQ: 33
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Jaga kesehatan telinga - Jangan korek kuping lagi ya ;D
« Jawab #9 pada: September 30, 2008, 07:55:47 PM »
wduh,,kuq sempe sgtunya ya??

wah,,kyaknya gag bLeh main2 neh dengan teLinga..

thx postinganNya..

Offline maulana altof

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 47
  • IQ: 5
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Jaga kesehatan telinga - Jangan korek kuping lagi ya ;D
« Jawab #10 pada: Oktober 15, 2008, 09:12:13 AM »
ih ngeri juga yah...
trz klo korek korek kuping pake jari klingking gmana tuh? aku sering seeh, cz males pake cotton bud. biar lebih praktis gitu.
-perjuangan itu sampai di gerbang surga-

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4518
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Jaga kesehatan telinga - Jangan korek kuping lagi ya ;D
« Jawab #11 pada: Oktober 16, 2008, 04:29:11 PM »
emang cukup? bukannya pake kelingking malah mendorong kotoran telinga makin jauh masuk ke dalam liang telinga?

Offline uzik-sama

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 112
  • IQ: 16
    • Lihat Profil
Re: Jaga kesehatan telinga - Jangan korek kuping lagi ya ;D
« Jawab #12 pada: Oktober 16, 2008, 05:53:53 PM »
@Michelle
ngeri banget ceritanya.
adek aku yang paling kecil juga hampir2 kayak gitu.
kejadiannya kalo ngga salah pas dia masih kelas 5 SD (sekarang 1 smp). tuh anak demam, setelah diperiksa ternyata telinganya infeksi dan ada kotoran telinga yang mengeras didalam. setelah 1 mingguan dikasih obat tetes telinga (ngga inget namanya) sembuh juga.

om aku tiap hari harus bersihin telinga, kalo ngga telinganya gatel setengah mati. itu dulu gara2 terlalu sering bersihin telinga, jadi tiap kali minyak di telinga itu dibersihin maka telinga memproduksinya dengan cepat.

Offline bella

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 5
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: Jaga kesehatan telinga - Jangan korek kuping lagi ya ;D
« Jawab #13 pada: November 02, 2008, 06:46:25 PM »
ya gw stuju bgt...............kalo korek kuping sembarangan akan mengakibatkan ketulian makanya kalo mau lebih aman periksa ke dokter THT yaw........kesehatan lebih berharga dari pada uang......oke y... ;)

Offline maulana altof

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 47
  • IQ: 5
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Jaga kesehatan telinga - Jangan korek kuping lagi ya ;D
« Jawab #14 pada: November 05, 2008, 08:42:25 AM »
kalo kukunya panjang biasanya kotoranya nyangkut di kuku.....

seringnya tuch kotoranya padat kekuningan baunya khas.....

 :kribo:
 

 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
5931 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 09, 2010, 01:56:08 PM
oleh raisuien
0 Jawaban
806 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 08, 2010, 08:51:08 AM
oleh raisuien
0 Jawaban
1173 Dilihat
Tulisan terakhir April 02, 2010, 12:25:39 AM
oleh raisuien
0 Jawaban
1590 Dilihat
Tulisan terakhir April 04, 2010, 02:24:31 PM
oleh raisuien
1 Jawaban
2364 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 24, 2011, 10:38:53 PM
oleh Astrawinata G

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia