Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

Ode Haerudin

Kemarin jam 11:41:35 PM
assalam alaikum :)

robbani

November 17, 2014, 09:15:59 PM
ada yang tau coding penjumlahan bilangan oktal di java
 

milmi

November 17, 2014, 07:13:48 PM
Salam kenal juga

hani

November 16, 2014, 04:58:00 PM
salam kenal :)

oviuchiha

November 16, 2014, 01:46:23 PM
salam kenal ya kawan2,.,.,.
 :D ;) :) ;D
 

MuhammadRyan

November 16, 2014, 08:07:46 AM
walaikumsalam

evviapriliya

November 12, 2014, 08:16:55 PM
assalamualaikum
 :)

andiana

November 11, 2014, 04:27:01 AM
halo semua lam kenal yah, member baru neh ikutan gabung yah agen ibcbet  :)

bayumeindrawan

November 06, 2014, 09:37:17 PM
assalamualaykum
mau tanya
apakah ada yang tahu dimana jual Tween 60 dan Span 60 di daerah jabodetabek??
atau mungkin ada yang tahu web toko/CV/PT yang menjual barang tersebut? terimakasih

lucas

November 06, 2014, 07:29:40 PM
gimana ya cara buat posting kok gk bisa "maaf anda tidak diperkenankan untuk menyertakan pranala luar " pls

Show 50 latest

Penulis Topik: Kesurupan  (Dibaca 6624 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Huriah M Putra

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2526
  • IQ: 132
  • Gender: Pria
  • Aku siap aku siap...!!!
    • Lihat Profil
Kesurupan
« pada: Januari 25, 2010, 04:15:20 PM »
 Oleh Reza Indragiri Amriel *

Wabah kerasukan menggejala lagi. Sejumlah sekolah di Jawa Timur sudah mengalaminya. Lazimnya, pihak sekolah langsung melibatkan alim ulama guna mengusir para makhluk halus yang diyakini sebagai biang keladi kesurupan anak-anak didik itu.

Pendekatan spiritual-religius untuk mengatasi kesurupan pantas dihargai. Namun, agar lebih paripurna, pendekatan semacam itu akan sangat baik bila dilengkapi pula dengan pendekatan-pendekatan lain.

Asumsinya, penanganan gangguan yang dilakukan lewat pendekatan holistik akan berpengaruh lebih konstruktif bagi daya tahan individu, termasuk dalam hal ini para siswa.

Dari kacamata psikologi, pandangan tentang fenomena kesurupan (possession) terbelah dua. Pandangan pertama meyakini kesurupan adalah realita supranatural. Unsur budaya menjadi sesuatu yang sentral dalam perspektif itu. Dengan demikian, keterlibatan para ahli supranatural menjadi keharusan saat menangani individu-individu yang bermasalah dengan elemen supranatural tersebut.

Pandangan kedua sangat diwarnai tilikan ala psikologi belajar. Kesurupan selintas memiliki kemiripan gejala dengan gangguan identitas disosiatif (GID, dissociative identity disorder, dulu dikenal dengan istilah gangguan kepribadian ganda).

Tetapi, dalam perspektif tersebut, penjelasan atas kesurupan maupun GID sama sekali tidak menyertakan kepribadian lain (alters) maupun faktor-faktor tak kasatmata lain.

Kesurupan, sesuai prinsip psikologi belajar, ialah bentuk perilaku terencana yang ditampilkan individu untuk mendapatkan insentif tertentu. Anggaplah, kesurupan adalah reaksi terhadap stres. Kesurupan merupakan teknik untuk mengatasi stres. Kesurupan ialah bentuk katarsis, yakni pembersihan diri dari sampah-sampah psikis.

Berdasar pandangan tersebut, kesurupan sesungguhnya menjadi strategi penyesuaian diri terlepas bahwa strategi itu bersifat infantil atau kekanak-kanakan (immature).

Ditarik ke fenomena kesurupan di sekolah, pandangan psikologi belajar memunculkan bahan retrospeksi bagi kalangan pendidik dan orang tua.

Sangat mungkin, kesurupan bertitik awal dari terlalu tingginya beban akademis siswa. Jam pelajaran yang begitu panjang, muatan pelajaran dengan tingkat kesulitan yang tinggi, masa ujian yang menegangkan, gaya mengajar guru, substansi kurikulum yang lebih dominan pada pengolahan daya pikir serta mengesampingkan pentingnya olah rasa, ekspektasi orang tua, serta penambahan jam belajar lewat kursus, dan sejenisnya bisa mempersempit makna aktivitas belajar sebagai sebuah totalitas pengalaman hidup.

Apalagi jika stres di rumah dan lingkungan pergaulan siswa juga dimasukkan, akan semakin dahsyat tekanan psikologis yang harus diatasi para siswa.

Belajar (baca: bersekolah) telah kehilangan sukmanya. Unsur kesenangan yang sejatinya mutlak dalam setiap kegiatan pendidikan pun menguap. Pengaruhnya kontraproduktif bagi anak didik. Motivasi atau antusiasme belajar menurun. Atau, kognisi anak didik makin tajam, namun mereka tak memiliki kekayaan empati. Wujudnya, klasik: tekun tapi angkuh, ''ensiklopedi berjalan'' tapi kaku dalam tindakan, kritis tapi egois, dan pintar tapi korup.

Faktor usia juga tidak bisa dikesampingkan. Karena rata-rata siswa sekolah menengah berada pada tahap usia remaja yang kerap diidentikkan sebagai masa penuh badai dan tekanan (storm and stress), sesungguhnya para siswa sekolah menengah secara psikologis memang tengah berada dalam kondisi rawan.

Kerasukan di sekolah menjadi peristiwa yang semakin menarik untuk ditelaah lebih jauh karena berlangsung secara masal. Dari berita-berita di media massa diketahui bahwa kebanyakan pelajar yang mengalami kesurupan berjenis perempuan. Dugaan itu didukung kenyataan serupa, berdasar penelitian Gaw, Ding, Levine, dan Gaw (1998) di Tiongkok.

Dominannya perempuan pada fenomena kesurupan, kiranya, bisa dijelaskan lewat suggestibility atau kepekaan individu terhadap sugesti. Dengan asumsi perempuan memiliki suggestibility lebih tinggi, mereka pun menjadi lebih mudah tertular kesurupan setelah menyaksikan rekan-rekan mereka yang juga mengalami kesurupan.

Agenda ke Depan

Tiga poin penting yang perlu digarisbawahi dari uraian di atas adalah beban akademik, usia anak didik (remaja), dan suggestibility. Ketiganya patut menjadi perhatian para guru, orang tua, serta otoritas penentu kebijakan pendidikan saat mencoba mengatasi epidemi kesurupan di sekolah-sekolah.

Membangun langgam komunikasi yang asertif dan warna interaksi solutif, ditambah dengan upaya membangun karakter anak didik sebagai insan yang bersikap laku positif, adalah agenda ke depan yang perlu disisipkan ke dalam kurikulum pendidikan.

Tanpa menafikan peran agamawan dan penjelasan-penjelasan agamis tentang fenomena kesurupan, perspektif psikologi menghadirkan sebuah pemahaman lebih rasional sekaligus lebih kompleks bahwa penyebab kesurupan anak-anak didik ternyata tidak harus dicari ke alam gaib.

Biang kerok fenomena kesurupan masal di sekolah ternyata kita-kita juga. Wallahu a'lam.

* Reza Indragiri Amriel, ketua Jurusan Psikologi, Universitas Bina Nusantara, Jakarta

Sumber: http://andrew-setiawan.blogspot.com/2009/02/biang-kerok-kesurupan-masal.html


OOT OOT OOT..!!!

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4518
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kesurupan
« Jawab #1 pada: Januari 25, 2010, 04:32:06 PM »
bagi yang ingin menanggapi di sini, mohon dibahas dari sisi medis. jika ingin membahas dari sisi hantu silakan ke topic serupa di bagian pseudoscience. terima kasih.

Offline Huriah M Putra

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2526
  • IQ: 132
  • Gender: Pria
  • Aku siap aku siap...!!!
    • Lihat Profil
Re: Kesurupan
« Jawab #2 pada: Januari 25, 2010, 06:13:50 PM »
Jelas dari sisi medis lah om momod.

Offline raisuien

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6359
  • IQ: 334
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kesurupan
« Jawab #3 pada: Januari 25, 2010, 08:18:25 PM »
Sudut Pandang Psikologi (Fenomena disasosiasi)

Menurut psikolog Dadang Hawari, fenomena yang terjadi sekarang bukanlah kesurupan massal. Ia menyebut peristiwa ini sebagai fenomena disosiasi atau sebuah reaksi yang mengakibatkan hilangnya kemampuan seseorang untuk menyadari realitas di sekitarnya. Akibatnya secara tidak disadari kepribadian si korban berubah. Jadi, menurutnya ini merupakan fenomena kejiwaan dan bukannya karena kemasukan jin atau setan karena kepercayaan di masyarakat kita yang menghubung-hubungkan dengan mistik dan dianggap sebagai kesurupan massal.

Jadi, karena bukan aksi kerasukan setan, maka pengobatannya pun bukan dengan cara memanggil orang ”pintar”. Obat sangat gampang, tinggal dibawa ke puskesmas, disuntik atau dikasih obat yang bisa membuat mereka tidur, nanti mereka akan sadar dan sehat lagi setelah bangun.

Peristiwa ini bisa menjadi aksi massal hanya karena faktor sugesti. Seperti kita ketika mendengar pidato, lalu ada yang tepuk tangan, tanpa disadari kita juga ikut tepuk tangan.

Reaksi disosiasi menimpa mereka yang jiwanya labil ditambah dalam kondisi yang membuatnya tertekan. Stres yang bertumpuk ditambah pemicu memungkinkan reaksi yang dikendalikan alam bawah sadar ini muncul ke permukaan.

Yang paling penting dalam menghadapi persoalan ini adalah jangan sampai semua orang panik, harus tenang, bawa korban ke puskesmas, diobati, disuruh tidur, sudah sembuh.

Kesurupan, seperti disebut dalam situs www.religion-cult.com, disebut sebagai ”kelainan sesaat” pada otak. Fenomena ini bisa terjadi pada orang dengan Tourette Syndrome, schizophrenia, epilepsi, dan kelainan psikiatrik lainya.

Offline Huriah M Putra

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2526
  • IQ: 132
  • Gender: Pria
  • Aku siap aku siap...!!!
    • Lihat Profil
Re: Kesurupan
« Jawab #4 pada: Januari 25, 2010, 08:33:18 PM »
Pengobatannya seperti pada epilepsi: Beri ruang bernafas, singkirkan benda berbahaya yang berpotensi mencederai si sakit, renggangkan tali pinggang dan kancing bajunya, lihat dan senyum2, dan foto si sakit. Masuk fb besok.
Kalau dibiarkan saja, sembuh sendiri juga kan?

Offline raisuien

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6359
  • IQ: 334
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kesurupan
« Jawab #5 pada: Januari 25, 2010, 08:43:39 PM »
yg kutahu sih dibiarin ja jg sembuh ndiri....

http://prasuke.co.cc/

  • Pengunjung
Re: Kesurupan
« Jawab #6 pada: Pebruari 17, 2010, 08:15:29 PM »
waduh klo dari sisi medis gw angkat tangan dah....

Offline kingkongseju

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 12
  • IQ: 2
    • Lihat Profil
Re: Kesurupan
« Jawab #7 pada: September 29, 2011, 11:07:13 AM »
saya pernah menghadapi siswa seperti itu. matanya terpejam. saya cubit (tekan) ujung jarinya dengan kencang. dia seperti tidak merasakannya (padahal menurut saya sudah membuat dia kesakitan). sambil saya cubit ujung jarinya, sambil saya bacakan ayat kursi. eh, dia mulai membuka mata. tidak tahu juga sih apa dia membuka mata karena tindakan saya ataukah bukan.
setelah membuka matapun dia masih memandang dengan tatapan yang tajam. akhirnya ya... saya diemin aja :)

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2895
  • IQ: 170
  • Gender: Pria
  • Self-Proclaim Judge. All hail safirot.
    • Lihat Profil
Re: Kesurupan
« Jawab #8 pada: September 29, 2011, 11:22:19 AM »
Kingkong:
Wah menarik juga tuh, bisa cerita lebih lengkap ga?
Informasi yang aku anggap menarik
http://farabinewsnow.blogspot.com/

Saya Indonesia ASLI.

Offline Im

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 66
  • IQ: 18
    • Lihat Profil
Re: Kesurupan
« Jawab #9 pada: September 30, 2011, 05:00:36 PM »
Kesurupan Akibat Double Extra Under Preasure "DEUP" (Istilah Temuan Sendiri Bro .. He..He..) yang Menggangu Sistem Saraf Otak dan Emosi Seseorang, Iya kale Ya !?

Offline danzJr

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 313
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kesurupan
« Jawab #10 pada: September 30, 2011, 05:31:19 PM »
kesurupan sama aja kaya seseorang yang mempunyai dua kepribadian. nothing special  :P
sesuatu itu dimulai dari mimpi, diusahakan dan menjadi kenyataan

Offline Monox D. I-Fly

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1073
  • IQ: 27
  • Gender: Pria
  • "The Mark of Lone Wolf" by Kamietsu
    • Lihat Profil
Re: Kesurupan
« Jawab #11 pada: September 30, 2011, 06:03:29 PM »
kesurupan sama aja kaya seseorang yang mempunyai dua kepribadian. nothing special  :P

Begitukah?
Jujur, waktu masih kecil dulu (SD) aq orangnya gampang tersinggung & sekalinya sakit hati langsung nangis & ngamuk2, semuanya diserang... Udah bener2 kayak orang kesurupan... Tapi waktu itu pikiranQ masih sadar tuh...
Buat yang suka manga One Piece gabung di sini:
www.iopc.us

 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
23 Jawaban
7668 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 06, 2010, 08:09:43 PM
oleh Astrawinata G

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia