Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

Farabi

Kemarin jam 10:48:06 AM
Bener loh, kopi melepaskan dophamin, soalnya waktu minum kopi kerasa enak di kepala, tapi ya itu ga bisa berenti berenti. Dan kalo diberentiin mulai gusar.

yoga3105

Oktober 22, 2014, 11:23:42 PM
tolong buatin program bahasa c++ nya gan, yang bisa tak ksih pulsa

Kutip
X(pangkat)5-y(pangkat)4+a=d

 

Sandy_dkk

Oktober 21, 2014, 12:31:18 PM
coba periksa ke ahli syaraf kang farabi.
 

Farabi

Oktober 21, 2014, 11:29:44 AM
Tiap menjelang musim hujan sakit gigi, padahal giginya udah ga ada. Apa ini memang menimpa semua orang? Dan kenapa?
 

Sandy_dkk

Oktober 20, 2014, 05:16:25 AM
hujan turun untuk pertamakalinya dalam beberapa bulan ini, disambut bahagia oleh lusinan burung gereja yang berterbangan di halaman rumah. sungguh indah pagi ini.

senifacitra

Oktober 14, 2014, 08:24:03 PM
malam, mw tx proses fisika apa yang menyebabkan sehingga bumi memiliki sifat magnet.??

mohon bntuanx sgera
 

Sandy_dkk

Oktober 13, 2014, 08:08:28 PM
boleh deh...

sherenhfns

Oktober 13, 2014, 06:59:24 PM
ada yang on ga ? bisa bantuin soal matematika kelas 9? besok mau mid

sherenhfns

Oktober 13, 2014, 06:58:49 PM
Hallo

 

Monox D. I-Fly

Oktober 09, 2014, 09:34:41 PM
musim pemilu juga sudah habis, liat aja, pemilu tahun ini nggak ada yang bahas pemilu sama sekali... forsaintis dah bosen sama politik...

Show 50 latest

Penulis Topik: Kopi  (Dibaca 48167 kali)

0 Anggota dan 2 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Astrawinata G

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1406
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kopi
« Jawab #30 pada: Januari 14, 2010, 10:41:48 PM »
...laper itu kan disebabkan karena, kadar gula darah turun, kalo orangnya mengonsumsi kopi pahit, menurutku rasa lapar justru tak terobati....
\
laparnya ditunda karena waktu diisi kopi, lambung menggembung dan menyetop produksi ghrelin. kalo kopi manis-selain mekanisme tadi- turut membantu dalam hal gula nya yang diubah jadi glukosa darah untuk waktu sejenak :)
Best Regards,


Astrawinata G

Offline Astrawinata G

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1406
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kopi
« Jawab #31 pada: Januari 15, 2010, 11:44:42 PM »
yg lebih perlu diperhatikan adalah pemakaian kopi sebagai pengganjal perut di pagi hari biar ga laper. kafein dalam kopi bisa meningkatkan sekresi asam lambung hingga bahaya banget buat penderita tukak lambung ato gastritis.

 :angel: Bener prof, emang perut awalnya kerasa gag laper, tapi lama-kelamaan bakalan ngerasa gag nyaman thu perut...  :-[

rasa tidak nyaman di perut itu juga adalah berupa mulas, sebab kopi juga bersifat sebagai laksatif ringan :)

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4518
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kopi
« Jawab #32 pada: Januari 19, 2010, 07:03:06 AM »
bagaimana pengaruh kopi pada balita?

Offline raisuien

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6359
  • IQ: 334
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kopi
« Jawab #33 pada: Januari 19, 2010, 10:21:44 AM »
DEMI JANIN, KURANGI NGOPI

Selain menyebabkan susah hamil, asupan kafein berlebih disinyalir meningkatkan risiko keguguran dan kematian janin.

Kopi, siapa sih yang tak kenal minuman favorit yang satu ini? Begitu disebut, yang terbayang pastilah kenikmatan menyeruput secangkir kopi panas-panas setiap pagi sebelum berangkat kerja. Jika hanya secangkir kecil sehari memang tak jadi masalah serius. Namun bagaimana jika sepanjang kehamilan setiap hari minum bercangkir-cangkir kopi murni nan kental?
Dr. Indra Anwar, Sp.OG., memberikan jawaban. Menurutnya, lantaran kandungan kafeinnya yang cukup tinggi, ibu hamil tidak dianjurkan minum kopi. Secangkir kopi pahit, contohnya, memiliki kandungan kafein sekitar 100­150 mg. Jika dikonsumsi secara berlebih, kafein tak hanya merugikan kesehatan ibu, tapi juga janin yang dikandungnya.

Secara umum, kafein menimbulkan efek merugikan pada kesehatan ibu. Salah satunya, gangguan penyerapan zat besi dan kalsium, hingga berisiko terkena osteoporosis.

Seseorang dikatakan mengonsumsi kafein secara berlebih jika porsi kafeinnya lebih dari 600 mg/hari atau setara dengan 7 cangkir kopi. Di bawah angka itu, menurut Indra, umumnya risiko yang ditimbulkan tidaklah terlalu mengkhawatirkan. Itulah mengapa, kepada pasangan yang berniat memiliki keturunan, dokter biasanya menyarankan untuk sesegera mungkin meninggalkan gaya hidup tidak sehat, termasuk meninggalkan kebiasaan minum kopi berlebih secara bertahap.

Apalagi, kafein tak hanya ada dalam kopi, tapi juga dalam minuman, makanan, dan obat-obatan yang mungkin juga kita konsumsi dengan kadar berbeda-beda. Kadar kafein dalam obat biasanya diketahui lewat label komposisi yang tercantum dalam kemasan. Kafein dalam produk makanan seperti cokelat rata-rata sekitar 15 mg, suplemen minuman 50 mg, sementara obat-obatan dengan kisaran 20-50 mg.

SUSAH HAMIL
Lebih lanjut dokter yang berpraktik di RS Bunda Jakarta ini menuturkan, mengonsumsi kafein berlebih tergolong gaya hidup tak sehat. Salah satu dampak merugikan yang sangat mungkin terjadi adalah menurunnya tingkat kesuburan si peminum kopi. Wanita pecandu kopi umumnya lebih susah hamil dibanding rekannya yang memiliki pola hidup sehat. Ini karena kafein terbukti mengganggu sirkulasi darah, termasuk di organ-organ reproduksi, selain merusak organ-organ vital lainnya, seperti paru-paru, jantung dan sel-sel darah. Jika fungsi alat-alat vital mengalami penurunan, maka organ-organ reproduksinya pun pasti kurang berfungsi optimal.

Ini bukan omong kosong lo! Sebuah penelitian di Inggris sudah membuktikan bahwa semakin tidak sehat gaya hidup seseorang, maka semakin tipis kemungkinan si wanita bisa hamil, sementara yang pria pun lebih sulit membuat istrinya hamil. Dalam penelitian itu disebutkan, normalnya wanita menikah berpeluang segera hamil sekitar 83%. Sedangkan jika mengonsumsi kopi, peluang ini akan turun menjadi 71%. Bahkan kalau dibarengi dengan kebiasan merokok dan pola hidup tak sehat lainnya, kemungkinannya untuk hamil hanya tinggal sekitar 38,4%. Dampak buruk semacam ini tak hanya dialami para wanita. Para pria pecandu kopi pun disinyalir berisiko mengalami kemandulan, meski hingga saat ini belum ada bukti resmi yang menguatkan dugaan ini.


Offline raisuien

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6359
  • IQ: 334
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kopi
« Jawab #34 pada: Januari 19, 2010, 10:23:03 AM »
GANGGUAN PADA JANIN

Menurut Indra, kalau kebiasaan-kebiasaan tak sehat semacam itu terus dipertahankan, bisa-bisa janin terhambat perkembangannya. Dengan kata lain, peningkatan bobot janin dari bulan ke bulan umumnya lebih rendah dari angka seharusnya yang bisa diketahui melalui pemeriksaan USG. Jika berat janin pada usia kehamilan 36 minggu rata-rata mencapai 2.500 gram, maka janin dari ibu pecandu kopi kemungkinan hanya bisa mencapai 2.000 gram.

Saat bersalin pun bukan mustahil bila si ibu akan melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Padahal bayi-bayi seperti ini amat rawan mengalami berbagai gangguan kesehatan karena fungsi paru-paru dan jantungnya belum/tidak sempurna hingga amat berisiko terkena infeksi. Kalau sudah begini, penanganannya jadi repot kan? Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan pastilah cukup banyak menguras kocek.

Mengapa sampai sedemikian buruk sih pengaruh zat yang satu ini? Tak lain karena fungsi rahim ibu hamil akan terganggu oleh tingginya asupan kadar kafein, apalagi dalam jangka waktu lama. Aliran darah dan pasokan oksigen dari ibu ke janin pun bakal terhambat, hingga memperbesar risiko terjadi keguguran atau kelahiran prematur. Bahkan jika ibu hamil tetap nekat meneruskan kebiasaannya minum kopi secara berlebih, sangat mungkin janin akan meninggal sebelum dilahirkan. Sebuah riset di Inggris memperlihatkan bahwa 25% wanita hamil berisiko mengalami keguguran jika mengonsumsi segelas kopi setiap hari. Tingkat risiko ini akan kian tinggi bila yang bersangkutan menikmati kopi beberapa gelas dalam sehari.

Penelitian lain juga menyebutkan, wanita hamil dengan asupan kafein melebihi 100 mg setiap hari lebih berpotensi mengalami keguguran dibanding wanita yang tidak minum kopi sama sekali atau asupan kafeinnya jauh lebih sedikit. Memang sih apa yang dimakan ibu belum tentu langsung diserap janin karena makanan yang masuk harus melewati tahapan yang panjang, dari lambung, usus, dan pembuluh darah sebelum sampai ke janin. Namun dalam beberapa literatur disebutkan bahwa kafein yang dikonsumsi si ibu mungkin saja ikut terkonsumsi oleh sang janin meski kadarnya jelas tidak sebanyak yang diserap ibunya.

TIP SEPUTAR KONSUMSI KAFEIN
* Lakukan pengurangan konsumsi kafein secara bertahap.

* Jika berhenti minum kopi merupakan hal yang mustahil, cobalah menggunakan kopi yang sudah di decaffeinated (dihilangkan sebagian besar kadar kafeinnya hingga tinggal sekitar 2-5 mg). Dengan demikian asupan kafein ke tubuh bisa dibatasi.

* Ingat juga dampak lain kopi pada kesehatan, seperti membuat jantung berdebar-debar dan menimbulkan ketegangan pada sistem saraf.

* Kopi bisa memperberat beberapa penyakit tertentu seperti mag, jantung, diabetes, hipertensi, dan sebagainya. Para penderita penyakit tersebut sebaiknya menghindari konsumsi kafein.

DAMPAK PADA IBU MENYUSUI

Hingga saat ini, ungkap Indra, belum ada penelitian yang mengungkap dampak negatif kopi pada ibu menyusui, baik pada si ibu maupun bayi yang disusuinya. Pada ibu menyusui, dampak yang paling mungkin terjadi kurang lebih sama dengan dampak kafein secara umum, antara lain membuat jantung berdebar-debar, tekanan darah tinggi, dan sukar tidur. Sedangkan pada bayi, efek kafein yang diminum ibu tidak langsung diserap bayi, melainkan diolah dulu lewat usus, pembuluh darah, dan seterusnya. Alhasil, kafein yang terminum bayi, kalaupun ada, sangatlah sedikit. Meski begitu, ibu menyusui sebaiknya menghindari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein secara berlebih.


Offline Huriah M Putra

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2526
  • IQ: 132
  • Gender: Pria
  • Aku siap aku siap...!!!
    • Lihat Profil
Re: Kopi
« Jawab #35 pada: Januari 19, 2010, 11:19:27 AM »
Oh My.... Jadi secangkir kopi saja pada ibu hamil beresiko 25% keguguran. Wooow........
Kalau pada laki2? Apakah ada pengaruh buruk pada laki2?
OOT OOT OOT..!!!

Offline raisuien

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6359
  • IQ: 334
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kopi
« Jawab #36 pada: Januari 19, 2010, 06:34:44 PM »
Kopi Untuk Reproduksi

Minum Kopi Membuat Sperma Berenang Lebih Lincah

Kalau selama ini Anda mengira kopi hanya bermanfaat untuk mengusir kantuk, kini simak deh berita baik berikut ini karena ternyata kopi juga baik untuk kesehatan seksual Anda.

Selain mampu menghilangkan pusing, kopi juga memiliki manfaat lain bagi pasangan, yaitu membuat sperma berenang lebih cepat dan merangsang kesuburan pria.

Sebuah studi yang dilakukan kelompok peneliti dari Universitas Sao Paulo, Brasil menyebutkan pria yang rutin minum secangkir kopi setiap paginya memiliki sperma yang mampu berenang lebih lincah dibanding pria yang tak pernah minum kopi di pagi hari.

Kelompok tersebut meneliti 750 pria yang akan melakukan vasektomi dan membaginya dalam empat kelompok berdasarkan jumlah kopi yang mereka konsumsi, yakni: mereka yang tak minum kopi, peminum kopi ringan (antara satu sampai tiga cangkir kopi per hari), peminum kopi sedang (antara empat-enam cangkir per hari) dan peminum kopi berat (lebih dari enam cangkir per hari). Penelitian ini menggunakan ukuran skala cangkir 100 ml.

Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam Jurnal hasil konferensi American Society for Reproductive Medicine, di San Antonio. Hasilnya? Mereka yang mengonsumsi kopi secara rutin setiap harinya memiliki kualitas sperma yang jauh lebih sehat dibanding yang tak mengonsumsi kopi.

Kandungan kafein dalam kopi membantu sperma mampu berenang lebih cepat selain membantu memperbaiki sample sperma dalam proses IVF (in-vitro fertilisation atau pembuahan in-vitro), metode pembuahan di luar rahim.

Sementara dalam penelitian terpisah yang dilakukan State University of New York, Buffalo menyebutkan kopi masih jauh lebih baik dari ganja yang terbukti memperpendek umur sperma, gangguan ereksi dan berpotensi mengurangi kesuburan secara signifikan. Minum kopi memang dapat memberi manfaat bagi kesehatan namun tetap saja jangan sampai dosisnya kelebihan lho.

Kopi Tingkatkan Dorongan Seks Pada Wanita

Setelah dianggap memiliki efek pencegah kanker dan menstimulus daya ingat, sebuh penelitain terbaru mengungkapkan bahwa secangkir kopi diyakini dapat meningkatkan dorongan seks pada wanita karena kandungan kafeinnya.

Menurut para ahli kafein dapat meningkatkan libido wanita dengan menstimulus bagian otak yang kemudian membentuk rangsangan namun efek ini nampaknya hanya bekerja pada mereka yang tidak secara teratur mengkonsumi kopi.

Dr. Fay Guarraci yang memimpin penelitian di Southwestern University in Georgetown, Texas mengatakan, banyak penelitian mengenai dampak kopi pada perilaku seksual pria dibanding penelitian pada wanita. Dalam penelitian yang dipublikasikan Pharmacology, Biochemistry and Behaviour journal, Dr. Guarraci dan rekannya memberikan kafein dalam dosis sedang pada 108 tikus betina dan memonitor perilakunya.

Tikus yang diberikan stimulus sebelum digabungkan dengan rekan jantannya menujukan selera seksual yang tinggi namun menurut Dr. Guarraci minum minuman kaya kafein tidak memiliki efek yang sama pada wanita yang mengkonsumsi kopi atau teh dalam jumlah besar.

Para peneliti mengatakan penelitian pada manusia masih diperlukan untuk mengetahui efek kafein pada libido. Penelitian lain menegaskan kafein dalam kopi, teh dan cola dikaitkan dengan meningkatnya tekanan darah atau resiko kanker meski penelitian lain menegaskan secangkir kopi dapat meningkatkan memori dan mengurangi resiko kanker hati.

Offline raisuien

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6359
  • IQ: 334
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kopi
« Jawab #37 pada: Januari 19, 2010, 06:48:05 PM »
Kontradiksi Konsumsi Kopi Antara Manfaat dan Risiko Kesehatan

Siapa tak kenal kopi? Minuman yang populer di seluruh penjuru dunia ini sudah akrab dikonsumsi semua lapisan masyarakat. Orang sudah mengenal dan menikmati berbagai sajian kopi mulai dari kopi tubruk biasa, kopi instan atau kopi yang dinikmati dengan campuran berbagai jenis bahan lain seperti krimer, susu, coklat, ginseng, dan masih banyak lagi. Bahkan kopi sudah menjadi gaya hidup masyarakat urban yang dinikmati di berbagai kafe-kafe kopi ternama dunia dan tempat-tempat bersosialisasi dimanapun. Muncul juga istilah "coffee break" yang menandakan waktu istirahat untuk mengkonsumi kopi.

Kopi mengandung berbagai macam zat yang bersifat psikotropika ketika direspon oleh mekanisme pertahanan tubuh kita. Salah satunya, kopi mengandung kafein yang mampu menstimulasi produksi dua hormon perangsang yaitu cortisone dan adrenalin. Akibatnya dalam waktu singkat kopi mampu berpengaruh menghilangkan kantuk, meningkatkan kesadaran mental, pikiran, fokus, dan respon. Karena itulah kopi biasa dikonsumsi saat pagi hari, membantu terjaga di malam hari, dan ketika kondisi lelah setelah seharian beraktifitas. Alhasil kopi semakin membuat jam terjaga manusia lebih lama daripada jam tidurnya dan bekerja lebih lama daripada istirahat.

Manfaat kopi tersebut menjadikannya "obat" perangsang paling populer di dunia. Bahkan lembaga olahraga internasional menyatakan bahwa kopi adalah legal untuk dikonsumsi sebagai penambah tenaga bagi para atlet sebelum bertanding. Karenanya jangan heran kalau beberapa atlet olahraga meminum black coffee atau kopi tanpa gula sebelum berlaga. Namun kandungan zat-zat dalam kopi juga berpengaruh terhadap kesehatan terutama ketika dosisnya berlebihan. Hasil penelitian mengenai pengaruh kopi terhadap kesehatan oleh para ahli di seluruh dunia masih menyatakan hal yang kontradiktif. Orang yang ingin sedikit terhindar dari efek kafein dapat memilih kopi non kafein atau decaffeinate coffee meski rasa khas kopinya akan berkurang.

Manfaat Kesehatan

Meningkatkan mood, mental, kewaspadaan, dan kemampuan kognitif
Manfaat terbaik dari konsumsi kopi atau kafein adalah kemampuannya meningkatkan mood, performa fisik dan mental. Menurut Roland Griffiths dari Johns Hopkins School of Medicine, mereka yang mengkonsumsi minimal 200 mg kafein atau setara dengan 480 ml kopi memperlihatkan reaksi mood yang baik, senang, berenergi, perhatian yang tajam, ramah dan mudah bergaul. Memori verbal dan kecepatan respon juga meningkat bagi mereka yang mengkonsumsi kopi secara teratur. Penikmat kopi yang berusia lanjut menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif terbesar.

Banyak orang Amerika yang mengalami gangguan tidur bergantung pada kopi untuk membantu mereka beraktivitas sehari-hari dan membantu kemampuan mengemudi. Konsumsi kopi membuat mereka lebih waspada, fokus, bereaksi lebih baik, mempertajam ingatan dan membantu menjalankan pekerjaan atau aktifitas yang rumit.

Meningkatkan daya tahan dan performa fisik
Untuk mereka yang aktif, konsumsi kafein mampu meningkatkan daya tahan dalam aktifitas aerobik (berintensitas rendah dalam jangka waktu panjang, dan membutuhkan daya tahan misalnya berjalan, berlari, berenang, dan bersepeda). Sementara konsumsi kafein mampu meningkatkan performa untuk mereka yang melakukan aktifitas anaerobik (berintensitas rendah dalam jangka waktu pendek, dan membutuhkan power seperti angkat beban dan angkat besi). Hal tersebut bisa disebabkan karena efek konsumsi kafein mampu mengurangi persepsi rasa sakit dan membantu kemampuan membakar lemak untuk bahan bakar daripada karbohidrat.

Sebagai analgesik
Kafein dalam kopi mampu meningkatkan efektifitas pengobatan penghilang rasa sakit (pain killers) terutama migrain dan sakit kepala. Karena alasan ini pula beberapa obat sakit kepala mengandung kafein dalam formulanya.

Sebagai antioksidan
Kopi mengandung zat antikanker bernama methylpyridinium yang artinya berfungsi sebagai antioksidan. Kandungan methylpyridinium ini terkandung baik dalam kopi berkafein maupun tidak dan bahkan dalam kopi instan.

Mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan Dementia
Beberapa studi menunukkan mereka yang mengkonsumsi 2 cangkir kopi sehari mengalami penurunan risiko terkena penyakit Alzheimer daripada yang hanya menkonsumsi kurang dari 1 cangkir sehari. Berkaitan dengan hasil tersebut, peminum 3-5 cangkir kopi sehari juga berkurang risikonya terkena penyakit dementia.

Mengalami penurunan risiko batu ginjal dan kandung kemih
Dua penelitian terhadap para pengkonsumsi kopi berkafein oleh Harvard School of Public Health menunjukkan korelasi penurunan penyakit batu ginjal dan kandung kemih pada pria maupun wanita.

Mengurangi risiko penyakit Parkinson
Beberapa penelitian terkini tentang manfaat konsumsi kopi terhadap penyakit malah semakin mempopulerkan kopi. Misalnya hasil ulasan dari 13 penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang mengkonsumsi kopi sebanyak 3,5 cangkir kopi sehari mengandung kafein mengalami penurunan risiko sebesar 30% dari penyakit Parkinson.

Antidiabetes
Ulasan lainnya menemukan bahwa para penikmat 4-6 cangkir kopi sehari (mengandung kafein atau tidak) juga mengalami penurunan risiko penyakit Diabetes tipe 2 sebesar 28% daripada yang tidak mengkonsumi kopi. Manfaat ini diperoleh karena kandungan zat-zat antioksidan dan asam chlorogenic pada kopi.

Mengurangi risiko sirosis hati
Meskipun mekanisme dan jumlah konsumsi yang disarankan belum jelas, namun kebiasaan minum kopi juga mengurangi risiko terjadinya sirosis hati dan risiko hepatocellular carcinoma yaitu kanker hati primer yang biasanya terjadi pada penderita yang sudah mempunyai sirosis.

Menurunkan risiko kanker mulut, esofagis dan faring
Konsumsi kopi juga menunjukkan hasil berkurangnya risiko penyakit kanker mulut, esofagis, dan faring.

Mencegah konstipasi
Kopi berkafein maupun tidak berkafein bersifat sebagai stimulan peristaltik usus dan dianggap mampu mencegah konstipasi. Beberapa ahli pengobatan alternatif bahkan menganjurkan kopi sebagai "pembersih usus."

Mencegah karang gigi
Kandungan tannin dalam kopi yang berfungsi sebagai senyawa polifenol juga mampu mengurangi potensi cariogenic dalam makanan sehingga mencegah karang gigi dan pembentukan plak.

Offline raisuien

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6359
  • IQ: 334
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kopi
« Jawab #38 pada: Januari 19, 2010, 06:50:10 PM »
Mengurangi risiko penyakit gout
Dalam sebuah penelitian besar selama 12 tahun atas 45 ribu orang pria berusia diatas 40 tahun, risiko terjadinya penyakit gout menurun seiring banyaknya kopi yang dikonsumsi.

Mitos Kafein
Selama beberapa tahun, masyarakat umum percaya terhadap beberapa mitos soal kopi. Karena itu pada bulan Maret 2008, Center for Science in the Public Interest mempublikasikan hasil penelitian ilmiah menyeluruh soal kopi dalam Nutrition Action Healthletter. Penemuan dan hasil dari berbagai penelitian tersebut diantaranya menyatakan :

Hidrasi
Mitos menyatakan jika minuman mengandung kafein akan menyebabkan diuretik atau retensi urin. Namun penelitian membuktikan orang yang mengkonsumsi sampai dengan 550 mg kafein tidak mengalami retensi urin lebih banyak daripada ketika mengkonsumsi minuman bebas kafein. Namun retensi urin terjadi ketika konsumsi kafein mencapai diatas 575 mg. Jadi sebagai contohnya, secangkir Starbucks grande yang mengandung 330 mg kafein tidak akan serta merta membuat Anda cepat mengalami retensi urin daripada meminum setengah liter air putih biasa.

Penyakit Jantung
Para penderita penyakit jantung, terutama yang juga mempunyai tekanan darah tinggi, seringkali disarankan untuk menghindari konsumsi kafein karena sifatnya sebagai stimulan. Tetapi sebuah analisa atas 10 penelitian terhadap 400 ribu orang peminum kopi (mengandung kafein ataupun tidak) setiap hari tidak menunjukkan peningkatan risiko penyakit jantung.

Menurut para ahli kardiologi dari University of California, San Francisco, hanya sedikit bukti yang menunjukkan konsumsi kopi dan/ atau kafein dalam dosis biasa mampu meningkatkan risiko serangan jantung, kematian akibat serangan jantung, atau ritme jantung yang abnormal. Bahkan penelitian atas 27 ribu wanita yang mengkonsumsi 1-3 cangkir kopi/hari selama 15 tahun di Iowa Women's Health Study, mengalami penurunan resiko penyakit kardiovaskular sebesar 24%, meskipun manfaat ini menurun jika konsumsi kopi meningkat.

Hipertensi
Kafein seringkali dianggap meningkatkan tekanan darah. Tetapi dalam penelitian atas 155 ribu wanita yang biasa mengkonsumsi kopi mengandung kafein ataupun tidak selama 10 tahun tidak menunjukkan perkembangan hipertensi daripada mereka yang bukan peminum kopi. Peningkatan risiko hipertensi malah ditemukan pada peminum cola. Bahkan penelitian dari John Hopkins Hospital, rumah sakit terbaik di AS, terhadap seribu orang laki-laki selama 33 tahun menyatakan bahwa kebiasaan minum kopi hanya berpengaruh sangat kecil atas risiko penyakit hipertensi.

Kanker
Pada tahun 1981, kepanikan sempat melanda pecinta kopi ketika sebuah penelitian dari Harvard menyatakan konsumsi kopi dapat meningkatkan risiko kanker pankreas. Usut punya usut ternyata bukan kopi yang jadi penyebab, tetapi kebiasaan merokok.

Dalam sebuah ulasan dari 66 penelitian di tahun 2007, para ilmuwan menyatakan bahwa kecil sekali pengaruh konsumsi kopi terhadap risiko berkembangnya kanker pankreas atau ginjal. Dan penelitian terhadap 59 ribu wanita di Swedia yang biasa mengkonsumsi kopi atau teh tidak menunjukkan hubungan dengan kanker payudara.

Namun perlu Anda catat, bahwa kopi mengandung tak kurang dari 1.000 zat yang lebih dari separuhnya adalah zat karsinogen.

Keropos Tulang
Meski beberapa observasi menyatakana adanya kaitan antara konsumsi kafein dan pengeroposan dan keretakan tulang, namun beberapa penelitian fisiologi manusia hanya menemukan sedikit pengurangan penyerapan kalsium dan tidak ada pengaruh pembuangan kalsium. Faktanya hanyalah peralihan kebiasaan konsumsi susu menjadi konsumsi kopi atau teh. Menurut Dr. Robert Heaney dari Creighton University, konsumsi sekecil 1-2 sendok susu sudah bisa mengimbangi efek negatif kafein terhadap kalsium. Jadi dia menegaskan, asalkan asupan makanan/ minuman mengandung kalsium sudah mencukupi maka tidak ada masalah untuk terus menikmati kopi atau teh.

Efek Negatif Bagi Kesehatan

Menimbulkan insomnia dan rasa gelisah
Kecuali memang ingin terjaga, kalau Anda tidak ingin mengalami gangguan tidur, sebaiknya Anda tidak mengkonsumsi kopi. Konsumsi kopi dalam jumlah yang berlebihan juga akan menyebabkan rasa gelisah, mudah marah, jantung berdebar, dan bahkan depresi.

Masalah saluran pencernaan
Sifat stimulan kopi sebagai peristaltik usus menyebabkan kondisi sakit perut terutama bagi mereka yang sensitif. Penderita radang lambung (gastritis) dan radang usus besar (colitis) juga tidak dianjurkan mengkonsumsi kopi.

Membuat noda di gigi
Kabar buruk juga bagi pecinta kopi karena seperti halnya teh, kopi juga dapat meninggalkan noda di gigi.

Tidak dianjurkan untuk ibu hamil
Konsumsi kopi yang berlebihan hingga 8 cangkir sehari sangat tidak dianjurkan pada wanita hamil karena meningkatkan risiko kematian janin. Muncul juga peningkatan gejala post menopause syndrome pada wanita pengkonsumsi kopi.

Mengurangi zat besi
Konsumsi kopi dapat berpengaruh mengarah pada anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil dan janinnya. Kopi juga terkait dengan berkurangnya penyerapan zat besi.

Jadi apapun pilihan kopi Anda, apakah itu kopi tubruk, black coffee, kopi susu, cappuccino, kopi moka, espresso, latte, atau frappuccino, nikmati saja "obat perangsang" terpopuler ini untuk menemani aktivitas sehari-hari Anda. Tentunya tidak dalam jumlah yang berlebihan untuk menjaga agar Anda tetap sehat.

Offline Astrawinata G

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1406
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kopi
« Jawab #39 pada: Januari 19, 2010, 09:40:33 PM »
lho, kok penelitian pada artikel pertama mengenai pernyataan kopi mambuat pria susah untuk membuat wanita hamil berbeda dengan artikel terakhir yang berkata kalau sperma malah lebih sehat?

Offline raisuien

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6359
  • IQ: 334
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kopi
« Jawab #40 pada: Januari 19, 2010, 09:47:25 PM »
yg pertama kan dibilangnya berlebihan..
sedangkan d artikel terakhir secukupnya tp tak berlebihan,....

Offline Astrawinata G

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1406
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kopi
« Jawab #41 pada: Januari 19, 2010, 09:54:50 PM »
ooh...trus brapa takaran yang dianggap optimal dan desired Mas?

Offline raisuien

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6359
  • IQ: 334
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kopi
« Jawab #42 pada: Januari 19, 2010, 10:06:41 PM »
yg kutahu batas wajarnya 2-3 cangkir sehari....

Offline Huriah M Putra

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2526
  • IQ: 132
  • Gender: Pria
  • Aku siap aku siap...!!!
    • Lihat Profil
Re: Kopi
« Jawab #43 pada: Januari 20, 2010, 11:42:54 AM »
Tidak dianjurkan untuk ibu hamil
Konsumsi kopi yang berlebihan hingga 8 cangkir sehari sangat tidak dianjurkan pada wanita hamil karena meningkatkan risiko kematian janin. Muncul juga peningkatan gejala post menopause syndrome pada wanita pengkonsumsi kopi.
Di artikel kedua dibilang 8 cangkir sehari pada ibu hamil meningkatkan resiko kematian janin..

Sebuah riset di Inggris memperlihatkan bahwa 25% wanita hamil berisiko mengalami keguguran jika mengonsumsi segelas kopi setiap hari. Tingkat risiko ini akan kian tinggi bila yang bersangkutan menikmati kopi beberapa gelas dalam sehari.
Di artikel pertama dibilang secangkir kopi meningkatkan resiko 25% (yang mana sangat tinggi sekali, makanya aku kaget pada awalnya).
Mana yang benar? Atau keduanya saling mendukung?

Offline Astrawinata G

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1406
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kopi
« Jawab #44 pada: Januari 20, 2010, 12:04:35 PM »
saling mendukung tuh kayaknya...cuma secangkir kopi tuh kayaknya rendah banget margin of safety nya..ngeri banget jadinya :(

 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
15 Jawaban
8618 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 16, 2008, 06:01:19 PM
oleh Michelle
2 Jawaban
10023 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 05, 2008, 03:15:59 PM
oleh syx
3 Jawaban
1508 Dilihat
Tulisan terakhir April 11, 2010, 06:19:19 PM
oleh skuler
1 Jawaban
1983 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 26, 2010, 12:55:33 PM
oleh syx

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia