Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 25, 2012, 02:03:47 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

fajri

Kemarin jam 09:40:03 PM
numpang liat_liat dulu,, kexnya menarik bnget sama masalah mikon.. ! :D
 

haman11

Kemarin jam 08:11:34 AM
ada yg tauproses daur ulang urin pada cicak gk ? ;)
 

GhostInMachine

Mei 23, 2012, 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Mei 23, 2012, 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Mei 22, 2012, 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Mei 22, 2012, 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah

Show 50 latest

Penulis Topik: Mineral Water VS Pure Water  (Dibaca 17611 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline insan sains

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 579
  • IQ: 68
  • Gender: Pria
  • Life is Beatiful
    • Lihat Profil
    • Insan Sains
Mineral Water VS Pure Water
« pada: Maret 03, 2008, 08:03:24 PM »
Sebenarnya lebih berkhasiat mana sih (bagi tubuh) air mineral kemasan yang selama ini kita kenal dengan air murni “pure water” (yang katanya TDS atau Total Disolved Solid-nya hampir nol)?

TDS = parameter pengukuran zat terlarut dalam larutan (baik logam maupun non logam, satuannya ppm)

Saya mempunyai kenalan (lulusan UGM) yang mempunyai usaha pengobatan alternatif. Cara penyembuhannya ternyata simple, hanya dengan memberikan air murni yang kadar TDSnya 3 ppm (dia bikin pabrik air murni kemasan sendiri). Katanya sih, air murni itu (poor mineral) bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Malahan sekarang makin banyak merek-merek air kemasan (“pure water”) yang dijual dipasaran. Bahkan tidak segan-segan menunjukkan cara memperlihatkan kualitas air (dengan menggunakan electrolizer)



But, disisi lain, dari pihak produsen air mineral kemasan, katanya produk merekalah yang paling baik bagi tubuh. Bahkan mineral (zat bukan logam) sendiri diperlukan untuk metabolisme tubuh. Check this http://www.aqua.com/aqua_v3/eng/aquanews_detail.php?p_id=258

So.. manakah yang benar? Sebagai para peng-gila sains, jangan sampai martabat sains diinjak-injak hanya karena kepentingan komersil belaka! (wah.. ceritanya saya lagi salah minum air!! ^_^)

Ok...! Kira-kira ada yang bisa menjelaskan? BIG THANKS!
Menuju Indonesia sebagai THE COUNTRY MASTER OF TECHNOLOGY, 2030

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2218
  • IQ: 316
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
    • Blog ForSa
Re: Mineral Water VS Pure Water
« Jawab #1 pada: Maret 04, 2008, 12:16:07 AM »
Kalo dari link who itu : http://www.who.int/water_sanitation_health/dwq/nutrientschap12.pdf

ditulis  begini :

Kutip
The potential effects of totally unmineralised water had not generally been considered, since this water is not found in nature
except possibly for rainwater and naturally formed ice.


Kemudian :

Kutip
....It was clear from the very beginning that desalinated or demineralised water without further enrichment with some minerals might not be fully appropriate for consumption. There were three reasons for this:
1. Demineralised water is highly aggressive and if untreated, its distribution through pipes and storage tanks would not be possible. The aggressive water attacks the water distribution piping and leaches metals and other materials from the pipes and associated plumbing materials.
2. Distilled water has poor taste characteristics.
3. Preliminary evidence was available that some substances present in water could have beneficial effects on human health as well as adverse effects. For example, experience with artificially fluoridated water showed a decrease in the incidence of tooth caries, and some epidemiological studies in the 1960’s reported lower morbidity and mortality from some cardiovascular diseases in areas with hard water.


dan akhirnya :

Kutip
The possible adverse consequences of low mineral content in the following categories:
1. Direct effects on the intestinal mucous membrane, metabolism other body functions.
2. Little or no intake of calcium and magnesium from low-mineral water.
3. Low intake of other essential elements and microelements.
4. Loss of calcium, magnesium and other essential elements
5. Possible increased dietary intake of toxic metals.


Bahaya dari mengkonsumsi air murni belum diketahui pasti karena memang di alam ga ada air murni.
Terus mineral memang nutrisi yang penting buat tubuh kita. jadi air mineral pada kadar dan komposisi tertentu memang baik untuk diminum.

Oya, soal pengobatan alternatifnya, emangnya dengan minum air murni khasiatnya apa kata temennya itu? Pengen tau juga.

Offline peregrin

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 539
  • IQ: 100
  • Gender: Wanita
  • 'truth' is a lonely thing (J.Gaarder)
    • Lihat Profil
Re: Mineral Water VS Pure Water
« Jawab #2 pada: Maret 04, 2008, 01:44:32 AM »
Benar tuh kata reborn  :)

jangan sampai martabat sains diinjak-injak hanya karena kepentingan komersil belaka! (wah.. ceritanya saya lagi salah minum air!! ^_^)


 ;D ;D ;D di Indonesia lagi trend air murni (demineralized water) yah? Di negara lain, yg lagi trend malah fortified-water, air minum yg difortifikasi dg berbagai vitamins atau obat2 tertentu. Dua2-nya bilang demi kesehatan. Dua2-nya menguntungkan para produsen air-minum-seksi ini  ;D

Manfaat penambahan atau pengurangan bahan2 tertentu (mineral atau yg lain) di air minum sebenarnya memang belum tuntas diteliti. Buat sebagian orang, murni dianggap pasti lebih baik, krn kesannya tidak terkontaminasi gitu. Segala sesuatu yg berbau kimia (termasuk mineral dalam air minum) dianggap tidak natural. Padahal sebenarnya, yg menentukan satu zat kimia berguna atau berbahaya adalah kadarnya kan. Dan seperti kata reborn, yg alami itu justru bukan yg murni. Air di sungai pedesaan yg jernih dan segar (pedesaan jaman jebot maksudnya ;D) itu rasanya enak, justru krn mengandung berbagai mineral dg komposisi dan kadar tertentu.

Sebaliknya, tentang aditif dalam air minum, ini juga tidak banyak dilakukan studi epidemiologi utk benar2 mengetahui manfaatnya. Praktek penambahan mineral tertentu dalam air minum juga lebih banyak krn keyakinan bahwa mineral tsb memang bermanfaat. Contohnya penambahan fluoride di banyak negara Eropa demi kesehatan masyarakat:

http://en.wikipedia.org/wiki/Water_fluoridation


Kalau ngga salah, dari persyaratan resmi kualitas air minum baik di Indonesia maupun di negara2 lain, mineral2 dalam kadar tertentu memang harus ada. Ini sebenarnya wajar. Setiap hari tubuh kita kehilangan air dan mineral lewat urine dan keringat. Air minum bisa jadi salah satu sumber asupan mineral yg memang dibutuhkan oleh tubuh kita.

« Edit Terakhir: Maret 04, 2008, 01:45:02 AM oleh peregrin »
Free software [knowledge] is a matter of liberty, not price. To understand the concept, you should think of 'free' as in 'free speech', not as in 'free beer'. (fsf)

Offline insan sains

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 579
  • IQ: 68
  • Gender: Pria
  • Life is Beatiful
    • Lihat Profil
    • Insan Sains
Re: Mineral Water VS Pure Water
« Jawab #3 pada: Maret 05, 2008, 08:43:13 PM »
Kutip
Oya, soal pengobatan alternatifnya, emangnya dengan minum air murni khasiatnya apa kata temennya itu? Pengen tau juga

Katanya sih banyak, mulai dari penyakit biasa sampai penyakit kronis. Yang pernah saya denger dari dia sih bisa ngobatin : darah tinggi, reumatik, kurang darah, batu ginjal, leukimia / kanker darah, kanker otak, etc (gak inget yang lainnya ^_^) Kenapa? Jangan-jangan berpenyakit yach??? ha...ha..ha..!!! ^_^ (sorry BERCANDA!)

Kutip
Kalau ngga salah, dari persyaratan resmi kualitas air minum baik di Indonesia maupun di negara2 lain, mineral2 dalam kadar tertentu memang harus ada. Ini sebenarnya wajar. Setiap hari tubuh kita kehilangan air dan mineral lewat urine dan keringat. Air minum bisa jadi salah satu sumber asupan mineral yg memang dibutuhkan oleh tubuh kita

Saya dapet posting-an dari blog tetangga nih : hexagonal.wordpress.com

Kutip
Banyak pakar menyatakan bahwa mineral-mineral yang diperlukan oleh tubuh, bukan berasal dari air:

1. Dr.Norman W.Walker, Ph.D dalam Jurnal nutrisis kimia dan penelitian saintifik Norwalk, New York menyatakan :
"mineral-mineral dalam air bukan organik dan tidak dapat diserap oleh tubuh kita"

2. Dr.Paul Bragg,N.D.Ph.D, dalam bukunya: "The Shocking Truth About Water"
"Mineral bukan organik yang terdapat dalam air, bila masuk ke dalam tubuh akan mengendap karena tidak dapat diserap oleh tubuh kita"

3. Harvey and Marlyn Diamont, dari buku berjudul : "Fit For Life", Warner books-ms.35,1985.
"Air dari mata air pegunungan tidak sesuai untuk tubuh manusia karena mengandung mineral-mineral bukan organik yang tidak diperlukan,tidak dapat diurai dan tidak dapat dikeluarkan oleh tubuh, mineral-mineral ini dapat bercampur dengan kolestrol dalam darah sehingga mudah terbentuk plak tebal dalam saluran darah."

4. Allan McDaniel,M..D.,dalam bukuya: "Water—what’s in it for you?" menyatakan:
"Tidak ada nutrisi yang penting yang larut dalam air yang diperlukan oleh manusia untuk kehidupan atau kesejahteraan. Semua nutrisi yang penting dapat diperoleh dari makanan dan suplemen makanan yang baik."

Tahukah Anda ?
Air mendidih / dimasak itu :

* Hanya berfungsi untuk membunuh bakteri, tapi sisa bahan pencemaran lainnya tetap tertinggal dalam air.
* Mempercepat reaksi antara bahan organik untuk bergabung dengan klorin yang membentuk triklorometana.
* Pada saat mendidih terjadi uap air (penguapan). Hal ini menyebabkan bertambahnya kepekatan bahan pencemaran air dan sisa kalsium.
* Hasilnya dianggap sebagai "AIR MATI" karena kekurangan oksigen dan berbau

Ada yang bisa kasih komentar?
« Edit Terakhir: Januari 20, 2011, 11:24:12 PM oleh reborn »

Offline peregrin

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 539
  • IQ: 100
  • Gender: Wanita
  • 'truth' is a lonely thing (J.Gaarder)
    • Lihat Profil
Re: Mineral Water VS Pure Water
« Jawab #4 pada: Maret 06, 2008, 02:52:36 AM »
Saya dapet posting-an dari blog tetangga nih

Ada yang bisa kasih komentar?



Lha kalau: "banyak pakar menyatakan bahwa mineral2 yg diperlukan oleh tubuh bukan berasal dari air" ... trus emangnya kenapa?  ;D  masa ya trus minum air jadi berbahaya gitu?  ;D

bentar ya, saya mau ngomel dulu ini  ;D 
:itu sumbernya dari distributor air murni, ya wajar kalo klaim2nya dipilih yg mendukung produk jualannya  >:(

Coba gugling, klaim2 yg kurang lebih sama bisa ditemukan di kebanyakan penjual alat pemurnian air.
Lucunya, di wiki disebut begini ttg Norman Walker:

Kutip
Controversial claims

Several of his books mention him having a D.Sc. degree and the title page of his book Colon Health even mentions him as having a Ph.D., as well. However, no mention is made as to where and when he actually earned or was awarded these academic titles.

Walker claims that "out of 100,000 autopsies that I had attended, less than 10% of the people had normal colons." The number of autopsies Walker claims to have attended seems unreasonably high. He would have had to attend an autopsy every five minutes, eight hours a day, five days a week for four years in order to match his claim.

http://en.wikipedia.org/wiki/Norman_W._Walker



Maksud saya bukan mempermasalahkan soal kepakaran Dr3x A B C atau siapapun yg dikutip, tapi soal ketidak-akuratan suatu klaim (kenapa pula harus tidak akurat atau dilebih-lebihkan, kenapa tidak apa adanya - kan gitu pertanyaannya ;)).
Sering juga terjadi, satu statement bisa di-copy-cut-paste sampai makna dan konteksnya berubah, kemudian dilabeli dg "SAINTIFIK, KATA PAKAR" dan dijual ke mana2  :P


Lanjut  ;D ... coba misalnya kita bahas ini juga:

= organik - inorganik
Apa iya semua zat yg inorganik berarti berbahaya utk tubuh? Zat besi itu inorganik lho :) malah dibutuhkan kan. Sebaliknya, senyawa lemak jenuh itu organik, tapi kalau asupannya terlalu banyak bisa memperbesar resiko penyakit jantung.
Sekali lagi, yg menentukan satu zat itu akan bisa larut atau tidak, diserap oleh tubuh atau tidak, dibuang atau disimpan oleh tubuh, berguna atau berbahaya, adalah kadarnya.

= triklorometana
Memang benar trichloromethane (=chloroform) disintesa dengan pemanasan. Tapi butuh 400-500 derajat Celsius dan chloromethane atau methane yg bisa bereaksi dg chlorine. Lagi2 ini klaim "saintifik" yg cuma mengambil sebagian fakta dan memberi pengertian yg salah (bhs korannya dipelintir kali yah? ;D)


Dengan asumsi air yg kita minum itu tidak tercemar (sudah memenuhi persyaratan kualitas air minum), katakanlah tubuh kita cuma bisa menyerap sebagian kecil zat2 yg berguna dari air minum kita, ini bukan sesuatu yg buruk kan. Memang benar sumber utama asupan mineral dan nutrisi kita dari makanan. Tapi apa ya trus kita perlu harus repot2 mengkonsumsi air murni, yg nyaris tidak mengandung mineral ;D padahal nilai tambahnya aja ngga jelas  ;D
« Edit Terakhir: Maret 06, 2008, 02:54:57 AM oleh peregrin »

Offline insan sains

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 579
  • IQ: 68
  • Gender: Pria
  • Life is Beatiful
    • Lihat Profil
    • Insan Sains
Re: Mineral Water VS Pure Water
« Jawab #5 pada: Maret 06, 2008, 04:19:46 PM »
bentar ya, saya mau ngomel dulu ini  ;D 
:itu sumbernya dari distributor air murni, ya wajar kalo klaim2nya dipilih yg mendukung produk jualannya  >:(

Nah... geram kan kalo lihat banyak produsen & distributor yang mengatasnamakan sains cuman demi produknya laris terjual? ^_^ So do i! Kasihan dong masyarakat kita, jangan sampe ditipu mentah-mentah gara-gara gak ngerti (sama kayak saya kali...!!! ^_^). Kalau memang belum terbukti keabsahannya (dalam penelitian) gak boleh dong pihak manapun memanfaatkan sebuah statement buat mengklaim produknya lebih baik dari yang lain, apalagi mengatasnamakan penemuan ilmiah, Sainstifik. Emang enaknya sih jadi orang yang masa bodo, mau air mineral kek, mau air murni kek, emang gue pikirin. Tapi kalau semua orang berpikir seperti itu, lalu buat apa ada forum sains seperti ini...!!! he..he..he...!

Maksud saya bukan mempermasalahkan soal kepakaran Dr3x A B C atau siapapun yg dikutip, tapi soal ketidak-akuratan suatu klaim (kenapa pula harus tidak akurat atau dilebih-lebihkan, kenapa tidak apa adanya - kan gitu pertanyaannya ;)).
Sering juga terjadi, satu statement bisa di-copy-cut-paste sampai makna dan konteksnya berubah, kemudian dilabeli dg "SAINTIFIK, KATA PAKAR" dan dijual ke mana2  :P

SETUJU. But, sebelum dibahas lebih jauh, kita nunggu komentar dari yang lain yach! ^_^ Ayo member yang lainnya mana nih pendapatnya?

Offline peregrin

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 539
  • IQ: 100
  • Gender: Wanita
  • 'truth' is a lonely thing (J.Gaarder)
    • Lihat Profil
Re: Mineral Water VS Pure Water
« Jawab #6 pada: Maret 07, 2008, 01:40:10 AM »
hehehe  :D ... iya setuju juga saya ... ayo, yg lain ikut komentar doong  :D

Offline musik_ajah

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 12
  • IQ: 1
  • Gender: Pria
  • keinginan terbesar menaklukkan ilmu pengetahuan
    • Lihat Profil
Re: Mineral Water VS Pure Water
« Jawab #7 pada: April 26, 2008, 03:08:05 PM »
yah klo saya sih suka minum air

terutama susu...

apapun minumannya.. pasti dari air.. hehe  :-*
<b>loving current Osin</b>

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4439
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Mineral Water VS Pure Water
« Jawab #8 pada: Juli 05, 2008, 11:54:42 AM »
air murni itu sifatnya ganas banget. dia kehausan sehingga berusaha mengambil mineral dari sekitarnya. kalo kita minum air murni hasilnya justru membahayakan karena akan terjadi gangguan keseimbangan mineral dalam tubuh. lagipula rasa air murni aneh banget, ga enak. gw pernah coba minum aqua demin di lab, bener-bener ga nyaman.
yg baik air ada kandungan mineral tertentu dalam jumlah terbatas. air yg mengandung mineral tinggi, bahkan yg diklaim sebagai minuman isotonis juga ga bagus buat tubuh kalo dikonsumsi terlampau sering oleh orang yg aktivitasnya biasa aja, bukan atlet olahraga berat.

Offline Joshua

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 1
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: Mineral Water VS Pure Water
« Jawab #9 pada: Juli 19, 2008, 10:11:44 AM »
Bahkan saya kenal air oxy yang tdsnya hanya 1 ppm. selain itu memiliki air aktif teknologi MReT dari Jerman. Oksigennya 20 ppm. Thk :)
« Edit Terakhir: Juli 19, 2008, 12:46:32 PM oleh reborn »

Offline insan sains

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 579
  • IQ: 68
  • Gender: Pria
  • Life is Beatiful
    • Lihat Profil
    • Insan Sains
Re: Mineral Water VS Pure Water
« Jawab #10 pada: Agustus 04, 2008, 06:48:24 PM »
Bahkan saya kenal air oxy yang tdsnya hanya 1 ppm. selain itu memiliki air aktif teknologi MReT dari Jerman. Oksigennya 20 ppm. Thk :)

kekekek.. kayak ngiklan aja...  ;D

inget kata PPM, saya jadi mau nanya lebih lanjut nih. Masih berhubungan dengan air.

Menurut apa yang saya ketahui ada dua cara untuk mengukur kadar TDS (Total Dissolved Solid) dalam air.
Pertama : Gravimetry
Kedua : EC (Electrical Conductivity)

Diantara kedua metoda pengukuran itu, Gravimetry yang bisa memberikan hasil jauh lebih akurat dibandingkan dengan Electrical Conductivity. Tapi yang mau saya tanyakan adalah pengukuran dengan metoda EC, soalnya lebih mudah dan bisa dipraktekkan karena biayanya yang murah. Saya coba ulas dikit ya tentang pengukuran TDS menggunakan EC ini.

Kita semua tentu mengetahui bahwa semua yang ada di alam ini mengandung resistansi (hambatan) sekecil apapun (kecuali superkonduktor). Nah.. jika benda itu memiliki resistansi, maka secara otomatis dia pun akan memiliki daya hantar atau yang biasa disebut dengan istilah konduktansi (Conductivity). Karena konduktansi adalah invers dari resistansi.

Nah.. jadi prinsip pengukuran air menggunakan EC ini adalah mengukur konduktivitas listrik bahan-bahan yang terkandung dalam air. Semakin banyak bahan (mineral logam maupun nonlogam) dalam air, maka hasil pengukuran akan semakin besar pula. Sebaliknya, bila sangat sedikit bahan yang terkandung dalam air maka hasilnya mendekati nol, atau yang kita sebut dengan air murni (pure water). Satuan untuk Electrical Conductivity ini adalah Siemens/cm. Nah.. tapi rasanya tidak ada produsen air minum maupun penyedia air lainnya yang menggunakan satuan ini. Mereka lebih senang menggunakan satuan ppm (part per million).

Nah... yang ingin saya tanyakan adalah, Convertion Faktor untuk mengubah dari Siemens/cm ke ppm ini berapa yach nilainya?

FYI : pernah saya googling, tapi jawabannya bervariasi, ada yang menggunakan 0.5, ada yang menggunakan 0.6, pokoknya macem-macem lah. Saya mau buat alat pengukur air ini menggunakan mikrokontroler, cuman masih bingung dengan Converton Faktor yang mau digunakan. So.. mohon bantuannya bagi yang berpengalaman atau mengetahui tentang hal ini. Thanks.

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2218
  • IQ: 316
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
    • Blog ForSa
Re: Mineral Water VS Pure Water
« Jawab #11 pada: Agustus 04, 2008, 09:25:12 PM »
@insan sains
emang dia niatnya mo ngiklan, gw dah edit kan postnya. pake link afiliasi segala, produk mlm yang dia promosiin.

Offline m_yusuf1708

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 1
  • IQ: 1
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Mineral Water VS Pure Water
« Jawab #12 pada: Oktober 14, 2008, 08:13:55 AM »
Sepertinya bahasannya semakin menarik...........

Mau nimbrung nih, kesannya sudah mulai saling ngotot ngototan. Santai aja  ;D
Kebetulan saya adalah salah satu dari sekian banyak yang berkecimpung di dunia filterisasi air minum.

Sejak kehadiran filter air reverse osmosis, Elektrolisa memang menjadi senjata ampuh bagi sales sales filter R.O utuk memasarkan dagangannya. Para sales ini jika keliling kampung membawa 2 senjata: Elektrolisa dan 1 set lampu 15 watt yang dihubungkan dengan 2 buah steker.
Setelah Demo didepan konsumen,senjata ini terbukti ampuh untuk menjatuhkan mental calon konsumennya yang rata rata awam soal air.

Sudahlah............

Baik air mineral maupun air murni kedua duanya adalah baik dengan masing masing alasan yang melatar belakanginya.

Kesimpulan saya : Mineral water dan pure water, keduanya layak dikonsumsi !!!
« Edit Terakhir: Januari 20, 2011, 11:23:08 PM oleh reborn »

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4439
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Mineral Water VS Pure Water
« Jawab #13 pada: Oktober 16, 2008, 04:31:04 PM »
topik ini bagian awalnya di mana ya?

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2442
  • IQ: 220
  • Gender: Pria
  • G. R. W. Tjiasmanto
    • Lihat Profil
    • Natural History
Re: Mineral Water VS Pure Water
« Jawab #14 pada: Desember 22, 2008, 07:10:26 AM »
topik ini bagian awalnya di mana ya?
iya..kok seakan ad kesan ini terputus gt..padahal tulisanx diatas tu 'pmbuat topik'.
Scientia Sapientes Elegit
(Knowledge Choose The Wise One)

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia