Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 25, 2012, 02:27:44 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

fajri

Kemarin jam 09:40:03 PM
numpang liat_liat dulu,, kexnya menarik bnget sama masalah mikon.. ! :D
 

haman11

Kemarin jam 08:11:34 AM
ada yg tauproses daur ulang urin pada cicak gk ? ;)
 

GhostInMachine

Mei 23, 2012, 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Mei 23, 2012, 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Mei 22, 2012, 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Mei 22, 2012, 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah

Show 50 latest

Penulis Topik: Pembesaran Payudara Anak Lak-Laki, Kenapa?  (Dibaca 936 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline raisuien

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6329
  • IQ: 333
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Pembesaran Payudara Anak Lak-Laki, Kenapa?
« pada: Pebruari 07, 2010, 06:04:30 PM »
Banyaknya obat-obatan dan kandungan kimia dalam makanan di zaman modern ini kerap menimbulkan kekhawatiran, salah satunya adalah risiko pembesaran dan pengerasan payudara yang tidak alami.

Pada anak perempuan, pembesaran dan pengerasan payudara tersebut bisa terjadi sebelum waktunya, yaitu sebelum masa puber dimulai. Tetapi yang mengagetkan,  dada anak laki-laki pun ternyata berisiko mengalami pembesaran dan mengeras selayaknya payudara perempuan.

Dr. Aman Pulungan, pakar endokrinologi anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengemukakan, pembesaran payudara pada anak laki-laki  dipicu oleh yang disebut endocrine disruptor.  Zat ini berbahaya karena dapat mengganggu hormon anak sehingga perkembangan pubertasnya terganggu. 

"(Zat) itu tiap tahun keluar. Bisa dari pestisida, polusi, zat kimia, dan dalam makanan," ujarnya

Dikatakan Aman, memang banyak faktor yang berperan memicu terganggunya hormon anak, termasuk di antaranya faktor makanan. Salah satunya adalah makanan yang mengandung estrogen berlebihan.

Dalam artikel Kompas.com sebelumnya, Prof. DR.Dr. Wimpie Pangkahila,SpAnd, FACCS, pernah mensinyalir adanya hormon mirip estrogen yang dicampur dengan pakan ternak. "Makanan ternak yang dicampur dengan bahan yang mirip hormon mirip estrogen  memang akan berakibat pada gangguan pertumbuhan organ seksual (pada anak)," ujar Prof Wimpie.

Dr. Aman sendiri mengambil contoh kasus hidangan di gerai-gerai fast-food di Amerika Latin. Dari riset yang ada, kata dia, jumlah kasus pembesaran payudara dini, yaitu sebelum masa puber, pada anak perempuan di Amerika Latin meningkat seiring  diperkenalkan makanan cepat saji pada budaya mereka.

Lalu, apakah berarti penyebab kelainan mereka itu pasti dari makanan cepat saji itu? Dr. Aman tidak dapat memastikannya. "Saya tak mau bilang ayam potong mengandung estrogen... tapi ternyata waktu makanan fast-food distop itu (pembesaran payudara dini) stop juga," ujarnya

Dr Aman menegaskan, risiko pembesaran payudara pada anak laki-laki memang ada. Perlu diingat. seiring masa puber dada pria menjadi lebih bidang dan terjadi pula pembesaran payudara, walau tak berlebihan.  Namun, "Ketika si anak (laki-laki) dapat makanan atau zat kimia tertentu maka proses (pembesaran payudara) ini bisa berlebihan," katanya.

Dr Aman bilang, sadar atau tak sadar, 50-60 persen anak laki-laki pada masa puber memang secara alami payudaranya membesar. Tetapi ini tak permanen dan bisa saja tak kentara.

Yang menjadi masalah, lanjut Dr Aman, kalau proses ini terjadi sebelum usia puber, atau kira-kira dibawah 13 tahun, atau bila efeknya permanen. "Itulah yang datang berobat," imbuh sang dokter.

Sekali lagi, dengan hati-hati ia memaparkan, walau penelitian belum bisa menunjukkan secara pasti sumber kelainan itu, tapi minimal satu data yang terukur adalah bahwa di setiap kasus pembesaran payudara pada anak laki-laki maka tingkat estrogennya pasti tinggi.

Kenapa penelitiannya begitu sulit?

Mungkin Anda gemas dengan hasil penelitian yang hingga kini belum konklusif, tapi harus diingat bahwa penelitian juga terhambat dua kesulitan yang besar. Yang pertama, seperti dikatakan sebelumnya, faktor lingkungan memang sangat luas, bisa dari polusi, insektisida, atau obat-obatan. Dan kedua, adalah bahwa tiap anak adalah berbeda. Dr. Aman memberi contoh dua anak kembar yang semestinya DNA-nya sama, tapi masing-masing bisa bereaksi berbeda pada kandungan estrogen dalam makanan.

Jadi bagaimana kita yang awam menyikapi polemik ilmiah ini? Dr. Aman meyimpulkan, "Messagenya kenalilah makanan anda dan pastikan makanan yang anda makan itu sehat. Pintar-pintarlah memilih makanan."

Secara sederhananya ia menyarankan agar setidaknya kita memperhatikan dimana kita membeli makanan, "Kalau tempatnya terakreditasi apalagi chain department, seharusnya yang dia jual bagus," tandasnya. 

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/06/21424096/Pembesaran.Payudara.Anak.Lak.Laki..Kenapa.

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia