Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 25, 2012, 02:34:34 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

fajri

Kemarin jam 09:40:03 PM
numpang liat_liat dulu,, kexnya menarik bnget sama masalah mikon.. ! :D
 

haman11

Kemarin jam 08:11:34 AM
ada yg tauproses daur ulang urin pada cicak gk ? ;)
 

GhostInMachine

Mei 23, 2012, 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Mei 23, 2012, 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Mei 22, 2012, 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Mei 22, 2012, 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah

Show 50 latest

Penulis Topik: Pertolongan pertama (Pendahuluan)  (Dibaca 2456 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Takagi Fujimaru

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 921
  • IQ: 46
  • Gender: Pria
  • Falcon is flying...
    • Lihat Profil
Pertolongan pertama (Pendahuluan)
« pada: April 20, 2010, 11:56:59 AM »
PERTOLONGAN PERTAMA
Organisasi Palang Merah merupakan salah satu penyedia jasa pelayanan gawat darurat. Palang Merah Indonesia menggolongkan kegiatan ini sebagai Pertolongan Pertama (PP). Dahulu dikenal istilah Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan yang sebenarnya merupakan  terjemahan dari bahasa Belanda. Pelayanan gawat darurat ini tidak selalu melibatkan penderita yang mengalami kecelakaan. Sejak tahun 2000 Palang Merah Indonesia telah menegaskan bahwa istilah yang dipergunakan adalah Pertolongan Pertama
 
Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu
Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu adalah jejaring  sumber daya yang saling berhubungan untuk memberikan pelayanan gawat darurat dan transportasi kepada penderita yang mengalami kecelakaan atau penyait mendadak
Pada dasarnya Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu dapat dilakukan secara sederhana, dengan komponen :
1.   Akses dan Komunikasi
Merupakan semua upaya yang ada bertujuan agar penderita memperoleh pertolongan secara professional secepat mungkin. Masyarakat harus mengetahui kemana mereka harus meminta bantuan, baik yang umum maupun yang khusus seperti PMI
2.   Pelayanan pra rumah sakit
Pelayanan pra rumah sakit ini meliputi para penolong yang teridiri dari : orang awam, penolong pertama dan tenaga khusus dan apa yang harus dilakukan oleh tenaga terlatih, yang meliputi : menilai penderita, menstabilkan keadaan penderita, imobilisasi bila diperlukan, transporrasi bila perlu dan merujuk penderita
3.   Transportasi ke pelayanan medis

Pengertian Pertolongan Pertama
Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cidera/kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar

Medis Dasar
Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh awam atau awam yang terlatih secara khusus. Batasannya adalah sesuai dengan sertifikat yang dimiliki oleh pelaku PP

Pelaku Pertolongan Pertama
Pelaku Pertolongan pertama adalah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian, yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar.

Tujuan Pertolongan Pertama
a.   Menyelamatka jiwa penderita
b.   Mencegah cacat
c.   Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan

Dasar Hukum

a.   Pelanggaran tentang orang yang perlu ditolong diatur dalam Pasal 531 K U H Pidana
“Barang siapa menyaksikan sendiri ada orang di dalam bahaya maut, lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sedang pertolongan itu dapat diberikan atau diadakan dengan tidak akan menguatirkan, bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya dihukum kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-anyaknya Rp 4.500,-. Jika orang yang perlu ditolong itu mati, diancam dengan : KUHP 45, 165, 187,304 s, 478, 525, 566”
Pasal ini berlaku, bila pelaku pertolongan pertama dapat melakukan tanpa membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain.
b.   Penjagaan kerahasiaan medis penderita yang ditolong diatur dalam Pasal 322 K U H Pidana, yang menegaskan :
1.   Barang siapa dengan sengaja membuka sesuatu rahasia yang wajib menyimpannya oleh kaena jabatan atau pekerjaan baik yang sekarang maupun yang dahulu, dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak-bayaknya sembilan ribu rupiah
2.   Jika kejahatan itu dilakukan yang tertentu, maka perbuatan itu hanya dapat dituntut atas pengaduan orang itu

Kewajiban Pelaku Pertolongan Pertama
1.   Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang sekitarnya
2.   Dapat menjangkau penderita
3.   Dapat mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam jiwa
4.   Meminta bantuan / rujukan
5.   Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat berdasarka keadaan korban
6.   Membantu pelaku pertolongan pertama lainnya
7.   Ikut menjaga kerahasiaan medis penderita
8.   Melakukan komunikasi dengan petugas yang terlibat
9.   Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi

Kualifikasi Pelaku Pertolongan Pertama
1.   Jujur dan bertanggung jawab
2.   Berlaku professional
3.   Kematangan emosi
4.   Kemampuan bersosialisasi
5.   Kemampuan nyata terukur sesuai sertifikat
6.   Kondisi fisik baik
7.   Mempunyai rasa bangga

Peralatan Dasar Pelaku Pertolongan Pertama
Alat Pelindung Diri (APD), meliputi :
1.   Sarung tangan lateks
2.   Kacamata pelindung
3.   Baju Pelindung
4.   Masker penolong
5.   Masker resusitasi
6.   Helm
Catatan :
Alat pelindung diriminimal bagi seorang pelaku pertolongan pertama adalah sarung tangan dan masker RJP

Beberapa tindakan umum untuk menjaga diri adalah :
1.   Mencuci tangan
2.   Membersihkan alat

Peralatan Pertolongan Pertama
a.   Penutup luka
-   Kasa steril
-   Bantalan kasa
b.   Pembalut
Contoh :
-   Pembalut gulung / pita
-   Pembalut segitiga / Mitella
-   Pembalut tubuler / tabung
-   Pembalut rekat / plester
c.   Cairan antiseptik
Contoh :
-   Alkohol 70%
-   Povidon iodine 10%
d.   Cairan Pencuci mata
-   Boorwater
e.   Peralatan Stabilisasi
Contoh :
-   Bidai
-   Papan spinal panjang
-   Papan spinal pendek
f.   Gunting pembalut
g.   Pinset
h.   Senter
i.   Kapas
j.   Selimut
k.   Kartu penderita
l.   Alat tulis
m.   Oksigen
n.   Tensimeter dan stetoskop
o.   Tandu


Kemampuan berimprovisasi sangat diperlukan di lapangan seperti bagaimana memanfaatkan pakaian, sapu tangan atau handuk kecil sebagai penutup luka dan pembalut, memanfaatkan bahan lurus dan keras untuk dijadikan bidai

Improvisasi bukan berarti melakukan sesuatu hanya berdasarkan naluri saja tetapi harus sejalan dengan dasar-dasar dan prinsip-prinsip pertolongan pertama
Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia