Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 25, 2012, 02:34:56 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

fajri

Kemarin jam 09:40:03 PM
numpang liat_liat dulu,, kexnya menarik bnget sama masalah mikon.. ! :D
 

haman11

Kemarin jam 08:11:34 AM
ada yg tauproses daur ulang urin pada cicak gk ? ;)
 

GhostInMachine

Mei 23, 2012, 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Mei 23, 2012, 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Mei 22, 2012, 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Mei 22, 2012, 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah

Show 50 latest

Penulis Topik: Pilih Obat Herbal, Cek Bahan Pembuat dan Produsennya  (Dibaca 922 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline raisuien

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6329
  • IQ: 333
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Pilih Obat Herbal, Cek Bahan Pembuat dan Produsennya
« pada: April 01, 2010, 12:57:13 AM »
Tak hanya soal makan, tren penggunaan obat-obatan juga kembali ke alam. Banyak orang yang yakin mengonsumsi obat-obatan yang berasal dari alam atau herbal lebih bagus ketimbang obat obat kimia.

Apalagi. merunut pengalaman nenek moyang kita, mereka banyak menggunakan tumbuh-tumbuhan dalam pengobatan berbagai penyakit. Menenggak jamu godokan bahkan menjadi kebiasaan mereka demi mendongkrak stamina tubuh.

Tren back to nature dalam pengobatan ini juga dimanfaatkan oleh banyak produsen obat herbal untuk menggelontorkan berbagai produknya. Karena itu pula, kini, kian banyak toko obat maupun apotik yang menyediakan obat-obat herbal.

Cobalah Anda bertandang ke apotik di dekat Anda. Mereka pasti mempunyai varian obat-obatan herbal yang lumayan banyak. "Banyak konsumen yang cari. Mereka yakin kalau efek negatif dari obat herbal lebih sedikit dari obat kimia," ujar Tiwi, penjaga apotik di bilangan Bintaro, Tangerang Selatan.

Apalagi, kualitas obat herbal juga tidak kalah ampuh dibanding obatobatan berbahan kimia. Bahkan untuk penyakit-penyakit gawat seperti stroke, jantung dan kanker.

Susianto, Ketua Operasional Indonesia Vegetarian Society (IVS) Pusat memberikan contoh, untuk penyakit kanker, obat herbal tak hanya ampuh untuk membunuh sel-sel jahat, tapi sekaligus bisa memicu tumbuhnya sel-sel baik di dalam tubuh. "Adapun jika memakai pengobatan modern dengan kemoterapi, sel yang mati tak hanya sel kanker saja, tapi juga sel-sel baik disekitarnya," terang dia.

Selain ampuh, obat herbal juga aman karena terbuat dari sari-sari tanaman obat yang bersifat alami. Dengan begitu, risiko overdosisnya jauh lebih kecil dari obat kimia. "Obat kimia sudah bisa menimbulkan overdosis bila kelebihan konsumsi satu hingga dua tablet saja," imbuh Adi Sasongko, Direktur Pelayanan Kesehatan Yayasan Kusuma Bangsa.

Meski begitu, ada baiknya Anda tak lengah dan menganggap obat herbal aman 100 persen. Anda tetap harus jeli memilihnya. Maklum, beragam obat herbal yang beredar belum mempunyai standarisasi yang jelas. Obat-obatan itu bahkan belum lolos uji dari Badan Pengendalian Obat dan Makanan (BPOM).

"Banyak produk herbal baik dari pabrikan lokal dan impor yang tidak jelas izinnya," lanjut Adi. Tanpa izin yang jelas, kandungan dalam obat-obatan itu juga diragukan. Selain kandungannya, proses produksinya obat-obatan itu juga perlu dipertanyakan.

Adi bercerita, penggrebekan yang kerap dilakukan polisi yang bekerjasama dengan PBOM juga menemukan pabrik jamu ilegal yang menggunakan bahan-bahan terlarang. "Bahkan, ada yang menggunakan semen putih, padahal itu bukan obat," ujar dia. Semen putih digunakan untuk mengeraskan obat.

Maka itu, sebelum mengkonsumsi, Anda harus paham manfaat dan efek suatu obat bagi tubuh Anda. Untuk itu, Anda harus melihat dulu komposisi bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan obatobatan itu. Riset lewat internet bisa membuka cakrawala informasi atas bahan pembuat obat-obatan itu.

Anda juga harus melihat kualitas produsennya. "Pilih produsen berizin yang sudah punya nama. Biasanya mereka punya sistem dan standardisasi kualitas," ujar Susianto. Jangan terbujuk rayuan iklan. Sebelum mengkonsumsi obat herbal, lebih baik tanyakan dulu pada teman atau kerabat yang pernah memakainya.

Jika mau aman, konsultasi ke dokter kepercayaan atau membuat obat-obatan sendiri dengan bahan-bahan alami juga lebih baik. Toh, cukup banyak tanaman obat tersedia di pasar. Misalnya daun seledri untuk menurunkan tekanan darah tinggi, gambir untuk menghentikan diare, dan temulawak untuk membersihkan darah.

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/03/31/1521180/Pilih.Obat.Herbal..Cek.Bahan.Pembuat.dan.Produsennya

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia