Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

Online Shop Sepatu

Agustus 28, 2015, 11:30:15 PM

aji saka

Agustus 28, 2015, 05:19:10 PM
Perkenal kan nama saya ajisaka tggl di bogor

ViviSeptri

Agustus 25, 2015, 05:53:54 AM
1. Mengapa terjadi penyerapan dan pelepasan elektron, yang akan masuk ke sistem transport elektron
2. mengapa pada aliran elektron tidak ada produksi NADPH dan tidak ada pelepasan oksigen?
3. Energi apa yang digunakan dalamfotosintesis
4. warna gelombang cahaya manakah yang penting dalam fotosint

jetkoplo

Agustus 24, 2015, 12:35:06 AM
Bagi yang interest ke sains coba deh ikutan Science Project Awards, siapa tau menang.
Lengkapnya klik aja www.starfm3uns.wordpress.com/science-project-awards/

 ;)

khariesma07

Agustus 21, 2015, 01:47:40 AM
KAMI JUAL OBAT ABORSI | *** | *** | *** | *** MISOPROSTOL | GASTRUL


INFO ORDER PEMESANAN VIA SMS / BBM KE :
Call me : 082243840567 - PIN BB : 29b8b770
Website : www.pelancarhaid1-6.blogspot.com


*** *** ( misoprostol pfizer)

fathoni

Agustus 20, 2015, 10:37:32 PM
salam kenal,
kebetulan saya ada kesulitan dengan soal fisika, kalau mau tanya gimana caranya ya??

fiand20

Agustus 06, 2015, 10:15:07 AM
Salam kenal yah semua,, :D ;)

Mixander

Juli 05, 2015, 05:54:57 AM
Untuk komen di mana ya?

Mixander

Juli 05, 2015, 05:40:42 AM
Salam kenal..

aji saka

Juni 28, 2015, 06:41:58 AM
terima kasih admin.sy bisa gabung di forum sain ini,semoga teman temin yg dah lama salam kenal semoga banyak kebaikan di forum ini,salam dari aji saka ciawi bgr ;D

Show 50 latest

Penulis Topik: sakit ginjal dan gangguan tulang, apa hubungannya dan bgmn solusinya ???  (Dibaca 1846 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sian

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 1
  • IQ: 1
    • Lihat Profil
Ginjal merupakan organ yang memegang peran penting dalam tubuh dan memiliki fungsi antara lain :
1.   Membuang sisa metabolisme dan air dari darah
Darah disaring dengan memisahkan sisa metabolisme dan air dari darah dan membuangnya melalui urin. Ginjal membuang garam dan mineral lain dari darah dan menyisakannya dalam jumlah yang sedikit sesuai dengan kebutuhan tubuh.
2.   Menyeimbangkan cairan tubuh
Dengan membuang garam dan mineral lain dari darah, tubuh sedang melakukan proses yang dinamakan dengan homeostatis atau menyeimbangkan cairan tubuh. Saat terdapat gangguan ginjal, keseimbangan cairan ini sulit dijaga sehingga perlu pengaturan makanan dan minuman untuk menjaga keseimbangan cairan.
3.   Mengotrol tekanan darah (TD)
Ginjal memproduksi Renin-angiotensin (hormon untuk mengatur garam dan cairan yang disimpan dalam tubuh dan mengatur kontraksi dan dilatasi dari pembuluh darah). Gangguan ginjal menyebabkan terlalu banyak renin angiotensin sehingga meningkatkan TD. Saat TD tinggi (hipertensi), jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.
4.   Menghasilkan sel darah merah
Ginjal sehat memproduksi eritropoetin (EPO), suatu hormon yang berfungsi memstimulasi produksi sel darah merah. Sel darah merah ini membawa oksigen ke seluruh tubuh. Tanpa adanya sel darah merah yang sehat, akan menyebabkan anemia dimana tubuh menjadi lemas, lelah, dingin dan sesak nafas.
5.   Menjaga tulang kuat dan sehat
Ginjal sehat menjaga tulang kuat dengan memproduksi hormon calcitrol. Hormon ini berfungsi menjaga kadar kalsium dan fosfat dalam range normalnya dalam darah dan tulang. Keseimbangan kedua senyawa ini sangat penting. Saat terjadi gangguan ginjal, terjadi peningkatan kadar fosfat dalam darah (hiperfosfatemia). Hal ini menyebabkan kalsium yang ada di tulang tertarik ke darah sehingga menyebabkan renal bone disease (tulang menjadi rapuh). Selain itu juga dapat menyebabkan penumpukan kalsium di pembuluh darah (calcification), atau jaringan lunak seperti paru-paru, mata dan jantung.

Bagaimana mengatasi kelebihan fosfat dalam darah?
√   Dialisa, yang kenyataannya hanya mampu menghilangkan sebagian dari kelebihan fosfat tubuh.
√   Mengatur diit makanan rendah fosfat, dianjurkan untuk mengkonsumsi < 800 mg fosfat per hari. Makanan/minuman yang mengandung kadar fosfat tinggi seperti susu, coklat, keju, ice cream, kacang-kacangan, sereal, kerang, dan hati perlu dihindari.
√   Minum pengikat fosfat (phosphate binder), pengikat fosfat digunakan untuk menghambat penyerapan fosfat dalam saluran percernaan. Pengikat fosfat diminum bersama makanan dan bekerja dengan berikatan secara langsung dengan fosfat yang ada dalam makanan. Fosfat yang berikatan dengan pengikat fosfat akan membentuk garam yang tidak larut dan dibuang melalui feses.
Di Indonesia, suplemen kalsium merupakan pengikat fosfat yang paling banyak digunakan. Suplemen kalsium contohnya adalah kalsium asetat dan kalsium karbonat. Penggunaan kalsium asetat memiliki keuntungan lebih bagi penderita gangguan ginjal ;D. Kalsium asetat langsung ditelan dan tanpa dikunyah sehingga penderita tidak perlu merasa tidak nyaman oleh rasa kapur. Kalsium asetat memiliki kelarutan 10000x lebih besar dibandingkan dengan kalsium karbonat sehingga dapat larut dengan cepat dan langsung berikatan dengan fosfat makanan sehingga fosfat tidak terabsorpsi dalam tubuh. Selain itu kalsium memudahkan penderita karena tidak perlu mengkonsumsi banyak tablet karena kalsium asetat memiliki kemampuan mengikat fosfat 2x lebih besar dibandingkan dengan kalsium karbonat.

Sumber    :
pranala:http://www.kualitashidup.com [non-aktif]
pranala:http://www.singapore.renalinfo.com [non-aktif]
pranala:http://www.jasn.asnjournals.org [non-aktif]
pranala:http://www.nature.com/ki/journal [non-aktif]




 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
11115 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 05, 2008, 01:11:21 PM
oleh syx
0 Jawaban
6076 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 11, 2008, 12:47:14 PM
oleh insan sains
83 Jawaban
39115 Dilihat
Tulisan terakhir September 15, 2011, 09:26:04 AM
oleh syx
13 Jawaban
5627 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 19, 2009, 06:44:54 PM
oleh Nabih
20 Jawaban
12462 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 10, 2011, 11:04:21 PM
oleh khenstein

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia