Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Pebruari 10, 2012, 01:10:47 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

semut-ireng

Hari Ini jam 07:37:05 AM
 :)
 

exile_rstd

Kemarin jam 06:04:39 PM
sampai di Tangerang jam 05.30 pagi. seneng udh plg tapi jadi kangen sm Yogya ;D
 

MonDay

Kemarin jam 01:56:29 PM
boleh promosi ga dsn ya?
 

lam_lavoisier09

Kemarin jam 12:03:50 PM
salam kenal semua,,, ikut nimbrung yoo.. :)
 ;)
 

semut-ireng

Kemarin jam 08:30:33 AM
 :)
 

Farabi

Pebruari 08, 2012, 08:04:23 PM
Semut: Kirain dah mahasiswa. Bagus kan, jadi terpacu buat belajar. ;D Heu...
 

semut-ireng

Pebruari 07, 2012, 06:24:47 PM
lagian guru gw kenceng banget,  yang ga ngerjakan PR ditulis di papan pengumuman ..... ;D
 

dzikripratama

Pebruari 07, 2012, 04:18:13 PM
aduh pusing banyak PR :)
 

yo anes

Pebruari 07, 2012, 10:52:07 AM
hello slm knl all
kalau ingin mendapatkan beasiswa untuk tahun ini bagaiman caranya? :)
 

semut-ireng

Pebruari 07, 2012, 06:12:11 AM
PR yang lama belum dikerjakan,  dikasih PR baru lagi,  pusing deh  :D

Show 50 latest

Penulis Topik: Sifat religius berasal dari gen?  (Dibaca 3243 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2218
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
    • Blog ForSa
Sifat religius berasal dari gen?
« pada: April 07, 2007, 06:41:57 AM »
Kaget baca ini. Sifat2 baik dan religius katanya bisa jadi genetis  :o bukan hanya faktor lingkungan. Gimana menurut rekan2 nih  ???

http://www.blackwellpublishing.com/press/pressitem.asp?ref=1184

Kutip
Good behavior, religiousness may be genetic Discussion at PhysOrgForum
A new study in Journal of Personality shows that selfless and social behavior is not purely a product of environment, specifically religious environment. After studying the behavior of adult twins, researchers found that, while altruistic behavior and religiousness tended to appear together, the correlation was due to both environmental and genetic factors.
According to study author Laura Koenig, the popular idea that religious individuals are more social and giving because of the behavioral mandates set for them is incorrect. "This study shows that religiousness occurs with these behaviors also because there are genes that predispose them to it."

"There is, of course, no specific gene for religiousness, but individuals do have biological predispositions to behave in certain ways," says Koenig. "The use of twins in the current study allowed for an investigation of the genetic and environmental influences on this type of behavior."

This research is another example of the way that genes have an impact on behavior. "Society as a whole assumes that home environments have large impacts on behavior, but studies in behavior genetics are repeatedly showing that our behavior is also influenced by our genes," says Koenig.


Offline Hendy wijaya, MD

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 691
  • IQ: 24
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Sifat religius berasal dari gen?
« Jawab #1 pada: Oktober 15, 2009, 03:35:26 PM »
Memang ada yang membahas masalah itu dalam literatur yang saya baca. Terutama dalam topik koevolusi morfologi dan sosiokultural makhluk hidup. Memang secara evolusi, adanya agama menguntungkan sekelompok individu dalam interaksi sosialnay dan juga dalam kemampuannya beradaptasi dalam suatu lingkungan. Pada umumnya emmang demikian sifat agama, menguntungkan penganutnya dan sebaliknya tidak memberikan keuntungan apa2 atau bahkan mengucilkan orang yang tidak menganutnya. Maka jika demikian orang-orang yang memiliki kecenderungan religius akan termasuk juga dalam orang yang memeluk suatu agama dan akhirnya diuntungkan dalam kehidupan sosialnya. Lebih lagi, kemampuan bersosial terkait agama ini bisa memberikan proteksi populasi teradap tekanan seleksi alam, misalkan jika sekelompok individu beragama tertentu diserang oleh kelompok lain, agama bisa mempersatukan mereka dan mengatasi tekanan seleksi tersebut. Jadi secara evolusi sosial, keberadaan agama bisa menjadi pedang ataupun tameng. Tentu saja sifat-sifat apapun yang dibawa oleh materi genetis yang menguntungkannya dalam survival di suatu lingkungan akan cenderung diturunkan dari generasi ke generasi termasuk sifat-sifat religius sebab agama memegan peran yang besar terhadap sosiokultural yang telah dijelaskan di atas.
Tantum valet auctoritas, quantum valet argumentatio

Offline phice

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 413
  • IQ: 23
  • Gender: Wanita
    • Lihat Profil
    • phice's hand are working
Re: Sifat religius berasal dari gen?
« Jawab #2 pada: Oktober 15, 2009, 07:09:35 PM »
Kalo' sifat-sifat yang lain berarti juga tidak menutup kemungkinan dibawa oleh gen?
weleh2 manusia emang nggak pernah puas, ya?

Offline cignus

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 211
  • IQ: 12
  • Gender: Pria
  • nobitaaaaaaaa
    • Lihat Profil
Re: Sifat religius berasal dari gen?
« Jawab #3 pada: Oktober 15, 2009, 08:10:32 PM »
yg aku tau sifat spiritual memang dibawa oleh gen namanya gen VMAT2, tetapi spiritual berbeda dngn agama. agama lebih cenderung dibentuk oleh lingkungan. jadi maksudnya gen ini menghendaki qta untuk beriman tetapi tidak menunjukkan kepada siapa qta harus beriman.
jiwa spiritual dapat dilatih dngn meditas, seseorang yg genVMAT2nya aktif akan memiliki kadar dopamin dan seratonin yg tinggi diotaknya sehingga  membuat manusia lebih cenderung bersahabat, bersatu dngn alam dan bahkan mereka (maksudnya orang2 yg memiliki jiwa spiritual yg tinggi) tidak cenderung membedakan diri dan bukan diri, artinya mereka sangat tidak egois.   sedangkan penelitian yg lain menunjukkan manusai yg agamawan cenderung memiliki jiwa spiritual yg rendah sedangkan bisa jadi seorang pelacur memiliki jiwa spiritual yg tinggi (walaupun penelitian ini banyak dikritik)

jadi spiritual dan agama berbeda

Offline Hendy wijaya, MD

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 691
  • IQ: 24
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Sifat religius berasal dari gen?
« Jawab #4 pada: Oktober 16, 2009, 11:48:44 AM »
Memang beda..agama merupakan alat untuk memenuhi kebutuhan spiritual manusia.
Saya selalu tidak setuju mengaitkan pola perilaku manusia hanya pada satu gen..Untuk timbulnya perilaku itu sendiri memerlukan integrasi jalur neuronal yang kompleks dan melibatkan banyak jalur biokimiawi, tentunya dengan banyak gen pengkode protein-protein yang terlibat didalamnya. Fenomerna ini merupakan salah satu bentuk quantitative trait dengan banyak gen/poligenik sebagai komponennya. Sangat naif jika mengaitkan satu gen sebagai faktor kausa..lebih tepatnya jika gen itu meningkatkan resiko atau dengan kata lain memiliki satu peran di antara sekian banyak gen lain yang berperan dalam jalur biokimiawi terkait.
Dimana reference anda mengatakan gen VMAT2 sebagai faktor kausanya?VMAT2 itu sendiri singkatan dari apa?berperan di mana? hasil penelitiannya bagaimana?sampelnya berapa?metodenya apa?dsb.
Itu beberapa hal yang harus kita ketahui dulu sebelum kita menyebarkannya..ketahui yang anda katakan, katakan yang anda ketahui.

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2442
  • IQ: 220
  • Gender: Pria
  • G. R. W. Tjiasmanto
    • Lihat Profil
    • Natural History
Re: Sifat religius berasal dari gen?
« Jawab #5 pada: Oktober 16, 2009, 11:55:34 AM »
Tidak semudah itu mengkaitkan perilaku beragama dengan gen (meskipun tidak menutup kemungkinan memang diatur oleh gen), sebab pastilah hal ini tidak hanya diatur oleh gen tunggal semata. Banyak yang perlu dipelajari dalam menemukan dasar genetik dari sifat religius seseorang.

VMAT yang saya tahu cuma yang ini...
VMAT= Vesicular Mono-Amine Transporter, suatu protein transpor?
Scientia Sapientes Elegit
(Knowledge Choose The Wise One)

Offline Hendy wijaya, MD

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 691
  • IQ: 24
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Sifat religius berasal dari gen?
« Jawab #6 pada: Oktober 16, 2009, 12:00:54 PM »
Ooo..oke oke..
Kalau memang begitu, dia memang termasuk transporter, kemungkinan besar termasuk dalam membrane carrier yang memompa masuknya dopamin, serotonin ke dalam sel setelah diekresikan keluar (recycle).

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia