Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.
0 Anggota dan 2 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Bukan selalu begitu, tetapi selalu begini : bahwa digalakkannya imunisasi polio bukanlah satu program yang berdiri sendiri, melainkan satu paket dengan dua program lainnya yaitu Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, dan Penyehatan Lingkungan. Digalakkannya program Penyehatan Lingkungan antara lain meliputi kegiatan pembinaan di tempat-tempat umum, lingkungan pemukiman, lingkungan kerja perusahaan, pengendalian vektor penyakit, pengawasan kualitas air bersih dan air minum, dan juga pemberian petunjuk pembuatan sarana sanitasi dasar yang memenuhi syarat kesehatan.Nah lho ? Jangan dilupakan keberhasilan dari program penyehatan lingkungan.
As of 2006, polio remains endemic in only four countries: Nigeria, India (specifically Uttar Pradesh and Bihar), Pakistan, and Afghanistan
The history of poliomyelitis (polio) infections extends into prehistory. Although major polio epidemics were unknown before the 20th century,[1] the disease has caused paralysis and death for much of human history. Over millennia, polio survived quietly as an endemic pathogen until the 1880s when major epidemics began to occur in Europe;[1] soon after, widespread epidemics appeared in the United States. By 1910, frequent epidemics became regular events throughout the developed world, primarily in cities during the summer months. At its peak in the 1940s and 1950s, polio would paralyze or kill over half a million people worldwide every year.
http://en.wikipedia.org/wiki/Polio#EradicationApakah di negara-negara tersebut masih pakai DDT?Bagaimana dengan pernyataan berikut?http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_poliomyelitis