Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 25, 2012, 03:02:27 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

fajri

Kemarin jam 09:40:03 PM
numpang liat_liat dulu,, kexnya menarik bnget sama masalah mikon.. ! :D
 

haman11

Kemarin jam 08:11:34 AM
ada yg tauproses daur ulang urin pada cicak gk ? ;)
 

GhostInMachine

Mei 23, 2012, 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Mei 23, 2012, 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Mei 22, 2012, 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Mei 22, 2012, 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah

Show 50 latest

Penulis Topik: Stres Oksidatif  (Dibaca 776 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2809
  • IQ: 9
    • Lihat Profil
Stres Oksidatif
« pada: Oktober 28, 2011, 06:44:11 AM »
Stres oksidatif adalah keadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralisirnya. Akibatnya intesitas proses oksidasi sel-sel tubuh normal menjadi semakin tinggi dan menimbulkan kerusakan yang lebih banyak. Literatur medis membuktikan bahwa stres oksidatif adalah penyebab utama penuaan dini dan timbulnya penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, alzheimer, dan lain-lain. Stres oksidatif dapat dicegah dan dikurangi dengan asupan antioksidan yang cukup dan optimal ke dalam tubuh.

Transformasi protein yang terjadi akibat stres oksidatif dapat mengakibatkan disfungsi protein, kerusakan jaringan dan berkembangnya berbagai jenis penyakit.[1] Beberapa senyawa organik yang umumnya menyebabkan stres oksidatif, dihasilkan oleh reaksi oksidasi berbagai jenis polyunsaturated fatty acid (PUFA), antara lain senyawa dengan gugus karbonil tak jenuh jenis alfa, beta seperti 4-hydroxy-2-nonenal (HNE), 4-oxo-2-nonenal (ONE), dan akrolein. Senyawa dari golongan aldehida ini dapat menyebabkan adduct intramolekular atau intermolekular terhadap protein. Beberapa studi mass spectrometric yang mengamati reaksi pada protein yang terpapar oleh aldehida murni atau PUFA yang ter-peroksidasi menunjukkan bahwa pada awal paparan terjadi Michael dan Schiff adduct, namun hanya Michael adduct yang terjadi antara residu Cys dan His, dengan senyawa turunan HNE dan ONE, yang dapat bertahan terhadap reaksi proteolisis. Variasi produk adduct yang lain akan mengalami transformasi melalui berbagai proses seperti tautomerisasi, oksidasi, siklisasi, dehidrasi, dan terkadang juga kondensasi dengan molekul aldehida yang lain, hingga terbentuk senyawa advanced lipoxidation end products (ALE) yang stabil.

http://id.wikipedia.org/wiki/Stres_oksidatif

Mungkin bisa didiskusikan,  faktor2 apa saja yang menyebabkan stres oksidatif, 
mungkin berkaitan dengan perilaku / kebiasaan,  atau ada kaitannya dengan faktor lingkungan,  juga tentang radikal bebas,  kayaknya masih belum banyak diketahui.   Monggo ..........

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2809
  • IQ: 9
    • Lihat Profil
Re:Stres Oksidatif
« Jawab #1 pada: Januari 13, 2012, 06:33:08 AM »
Radikal bebas dapat dihasilkan dari metabolisme normal di dalam tubuh atau paparan sinar ultraviolet,  ozone troposfer,  gas radon, asap rokok, dan polusi lainnya  ( termasuk "  polusi "  akibat pemakaian narkoba   :)).   Aktivitas yang berbahaya dari radikal bebas dapat merusak membran, enzim, dan DNA dan lainnya,  sehingga menimbulkan bermacam-macam penyakit ...........

yang lalu diklaim sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus ?? :)

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2809
  • IQ: 9
    • Lihat Profil
Re:Stres Oksidatif
« Jawab #2 pada: Pebruari 03, 2012, 11:18:00 PM »
ini lho,  kok sepi ?  ^-^

Offline asik tuh

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 17
  • IQ: -3
    • Lihat Profil
Re:Stres Oksidatif
« Jawab #3 pada: Pebruari 04, 2012, 07:34:07 PM »
yang lebih spesifik gan
kan moso kite beritahu masyarakat yang tentang gugus kimia gtu mana paham masyarakat gan
lebih baek kite beritahu dalam bentuk yg dimengerti masyarakat luas aja gan(termasuk gue)hihihihihi

Offline exile_rstd

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 954
  • IQ: 35
  • Gender: Wanita
  • pathetic, outdated & buku fk akhirnya ke beli juga
    • Lihat Profil
Re:Stres Oksidatif
« Jawab #4 pada: Pebruari 06, 2012, 06:36:48 AM »
hehe aku belum tau banyak soal gugus kimia. cuma tau basic-basicnya. ;D
i adore your intelligence - pusing banyak saingan dimana-mana

Offline raisuien

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6329
  • IQ: 333
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re:Stres Oksidatif
« Jawab #5 pada: Pebruari 06, 2012, 07:42:02 AM »
Stres oksidatif adalah suatu keadaan dimana jumlah molekul radikal bebas yang dihasilkan dari metabolisme tubuh, jumlahnya melebihi kapasitas tubuh untuk menetralisirnya. Akibat dari hal ini adalah intensitas proses oksidasi sel-sel tubuh yang normal menjadi semakin tinggi dan menimbulkan kerusakan yang lebih banyak. Keadaan stress oksidatif membawa pada kerusakan oksidatif mulai dari tingkat sel, jaringan hingga ke organ tubuh. Kondisi sel-sel yang rusak inilah yang akhirnya bermanifestasi menjadi penyakit dan proses penuaan sel menjadi lebih cepat (premature aging). Stres oksidatif ini dapat terjadi karena dipicu oleh beberapa kondisi, namun pada dasarnya stres oksidatif ini terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara molekul radikal bebas dan penetralisirnya (antioksidan). Penyebabnya bisa dikarenakan kurangnya antioksidan atau kelebihan produksi radikal bebas oleh tubuh. Berbagai studi dan penelitian dunia kedokteran telah membuktikan bahwa lebih dari 50 macam penyakit yang ada diduga kuat berkaitan dengan aktivitas radikal bebas, diantaranya yaitu stoke, penyakit jantung koroner, diabetes mellitus, asma, parkinson hingga AIDS. Pada kulit kita, radikal bebas yang diproduksi berlebih pada stres oksidatif akan merusak lapisan lemak pada membran sel kulit, akibat kulit menjadi kehilangan ketegangan dan elastisitasnya dan menyebabkan keriput (wrinkle).

Offline raisuien

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6329
  • IQ: 333
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re:Stres Oksidatif
« Jawab #6 pada: Pebruari 06, 2012, 07:43:07 AM »
Apakah Stres Oksidatif Dapat Dicegah ?

Pada hakikatnya, segala sesuatu dalam hidup dan alam selalu diciptakan secara seimbang, begitupun dalam tubuh manusia. Tubuh kita memiliki caranya sendiri dalam menanggulangi bahaya dari radikal bebas ini melalui rangkaian enzim antioksidan yaitu superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase (GSH Px), katalase, serta senyawa non enzim, yaitu protein kecil glutation. Inilah yang disebut antioksidan endogen karena diproduksi dalam tubuh kita sendiri. Namun lingkungan tempat kita hidup sehari-hari, makanan yang kita konsumsi, berbagai macam polusi yang jumlahnya semakin meningkat dan gaya hidup penuh tekanan menyebabkan paparan tubuh terhadap radikal bebas menjadi berlebih dan tubuh tidak mampu menetralisirnya. Karena itu lah kerja dari antioksidan endogen perlu dibantu oleh asupan antioksidan dari luar (eksogen) agar sel-sel tubuh tidak cepat mengalami penuaan sebelum waktunya. Manusia modern mutlak memerlukan tambahan antioksidan ini, dikarenakan modernisasi selain telah mempermudah cara hidup disisi lain juga telah menyumbangkan lebih banyak bahaya terhadap kesehatan tubuh manusia. Polusi udara, ritme kerja yang cepat, tidak sempat olahraga, makanan cepat saji dan berbagai pengawet di hampir semua makanan instan, semuanya menjadi bagian dari gaya hidup sebagian besar manusia modern.
Antioksidan eksogen dapat kita peroleh dari konsumsi makanan kaya vitamin E dan C. Belakangan ini para ahli telah meneliti berbagai senyawa fitokimia yang dapat bermanfaat sebagai alternatif antioksidan selain vitamin E dan C, yang disebut senyawa Fenolik. Senyawa fenolik mudah ditemukan pada berbagai tumbuh-tumbuhan hijau, rempah dan buah-buahan. Senyawa lainnya yang bersifat antioksidan adalah karotenoid, yang dapat kita peroleh dari konsumsi sayur dan buah-buahan berwarna terang seperti tomat dan wortel.

Offline asik tuh

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 17
  • IQ: -3
    • Lihat Profil
Re:Stres Oksidatif
« Jawab #7 pada: Pebruari 06, 2012, 09:22:02 PM »
mantap nih agan raisuien
hihihihi

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia