About susu nie...
aku agak gak kompak sama susu dan turunannya (termasuk es krim :'( )setiap minum susu atau makan apa ajah yang mengandung susu, aku langsung mules mules. dan kelanjutannya... tau sendiri laaahh...selalu diketawain ma temen2, katanya kayak bayi ajah.
Nah, aku baru baca bukunya Hiromi Shinya, MD yg membahas enzim, dan disinggung juga tentang susu di situ. nie, sekalian mbahas postingannya mbak jesuisnoel.
however, apa yang kutulis berikut adalah ringkasan dari bukunya Hiromi Shinya (The Miracle of Enzyme)
1&2 : I have no any reference about these.
3 : Kasein
Menurut buku ini, kasein adalah protein yang sangat sulit dicerna oleh pencernaan manusia.
protein lain di susu :
- Laktoferin : buat kekebalan tubuh.
konsentrasi di ASI : 0,15%, di susu sapi : 0,01%.
Laktoferin adalah protein yg mudah terurai dari dalam asam lambung. tapi gimana dg anak2? anak2 dapat menyerap laktoferin ASI dg baik karena lambungnya belum berkembang sempurna, dan sekresi asam lambungnya sedikit, jadi laktoferin tdk terurai.
- Laktosa : zat gula dalam susu
Laktosa dicerna oleh enzim laktase, yang kadarnya semakin menurun seiring dg bertambahnya umur. nah, orang2 yang mengalami gejala perut bergemuruh atau diare, adalah hasil dari ketidakmampuan tubuh mencerna laktosa.(termasuk aku kali yaa..

)
4&5 : Susu menyebabkan osteoporosis?
Well, kadar kalsium darah kita : 9-10 mg. dg minum susu, konsentrasi kalsium darah akan segera meningkat. ini adalah kondisi abnormal bagi tubuh dan tubuh berusaha mengembalikannya menjadi normal dg membuang kalsium dari ginjal melalui urine. hal ini menyebabkan menurunnya jumlah kalsium secara keseluruhan. (di buku ini tdk dijelaskan klo kalsium tuh mengendap di pembuluh darah. tapi dg adanya kelebihan kalsium dlm darah, tubuh akan mengeluarkan semuanya lewat urin. ) so, jadinya kita malah kehilangan kalsium darah.
so gimana buat supply kalsium? lebih baik makan ikan atau rumput laut. karena mengandung kalsium yg tdk terlalu cepat diserap yg meningkatkan jmlh konsentrasi kalsium darah.
6 : Pasteurisasi.
Thank's atas penjelasan insan sains. aku cuma mo mbahas 1 hal:
# G e n e r a s i – k e l i m a :
Ultra High Temperature (UHT), yaitu memanaskan susu segar pada suhu 140 derajat celcius selama 4 detik saja. Nah cara ini ampuh untuk membunuh bakteri, tanpa menghilangkan nilai gizinya. Setelah dikemas dengan kemasan kedap udara, susu ini bisa tahan hingga 10 bulan tanpa bahan pengawet. Apalagi sekarang sudah didukung dengan ditemukannya kemasan Aseptik, bisa tahan lebih lama lagi..!!!
nah, gizi dalam susu apakah yg gak hilang? klo ada yg tau, tolong kasi tau doong...
anyway, enzim sensitif thd panas dan mulai terurai pd suhu 48 derajat celcius. pada suhu 115
oC, enzim sudah hancur seluruhnya. lha kalau 140
o?
nah, pada suhu tinggi, jumlah lemak yg teroksidasi meningkat lbh banyak dan mengubah kualitas protein dalam susu.
so, apa yg mau diambil dari susu yg telah dipasteurisasi?
well, buat syx :
gw termasuk intoleran ama lactose. makanya lebih demen dan lebih aman makan yoghurt ketimbang susu. kalo minum susu dikit-dikit aja, kecuali kalo mo sekalian buat urus-urus.
dirimu senasib sama aku. sama2 bikin tencrem (bahasanya arema) klo minum susu.
