Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Pebruari 07, 2012, 06:38:52 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

semut-ireng

Hari Ini jam 06:24:47 PM
lagian guru gw kenceng banget,  yang ga ngerjakan PR ditulis di papan pengumuman ..... ;D
 

dzikripratama

Hari Ini jam 04:18:13 PM
aduh pusing banyak PR :)
 

yo anes

Hari Ini jam 10:52:07 AM
hello slm knl all
kalau ingin mendapatkan beasiswa untuk tahun ini bagaiman caranya? :)
 

semut-ireng

Hari Ini jam 06:12:11 AM
PR yang lama belum dikerjakan,  dikasih PR baru lagi,  pusing deh  :D
 

exile_rstd

Kemarin jam 10:48:51 PM
@Farabi : engga om, aku ada acara sekolah. wisata ilmu ke Yogya.
 

dzikripratama

Kemarin jam 05:32:52 PM
hai ;D
 

Nuril Trisna

Kemarin jam 05:16:10 PM
Pulang dr skul. Haduh..
Ngerjain pr, nyiapin ulangan, nyiapin tryout, hafalan. Fiuh! Semangka NURIL!!
 

Melvadancom

Kemarin jam 03:24:09 PM
halo :)
 

semut-ireng

Kemarin jam 12:35:37 PM
halo    :)
 

dzikripratama

Kemarin jam 11:47:02 AM
cape habis dari bandung ;)

Show 50 latest

Penulis Topik: Bagaimana Bau Bekerja  (Dibaca 11492 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

notwelldefined

  • Pengunjung
Bagaimana Bau Bekerja
« pada: Juli 17, 2008, 09:53:55 AM »
Bagaimana aroma/bau bisa sampai dari suatu benda sampai ke hidung.
apakah yang disampaikan dari benda sampai ke sistem saraf kita sehingga menciptakan kesan suatu aroma tertentu?

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4339
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #1 pada: Juli 17, 2008, 11:59:08 AM »
yg jelas harus dalam bentuk gas ato bersifat mudah menguap biar bisa sampe ke sensor bau dalam hidung.

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2218
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
    • Blog ForSa
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #2 pada: Juli 17, 2008, 12:43:28 PM »
yg jelas harus dalam bentuk gas ato bersifat mudah menguap biar bisa sampe ke sensor bau dalam hidung.

mudah menguap dan  larut dalam air.

Harusnya ini bahasan fisiologi nih. Awalnya dari sel olfaktori, sel reseptor penciuman, jumlahnya kira2 ada 100 juta sel. Ujungnya membentuk semacem tombol dan di situ tumbuh rambut atau silia okfaktori. Singkatnya proses yang terjadi : aktivasi reseptor oleh bau mengaktivasi kompleks protein > mengaktivasi suatu molekul dalam membran sel olfaktori > pembentukan cAMP berkali2 (dan banyak sekali) > cAMP membuka saluran ion Na > penjalaran ke sistem saraf pusat.

Di SMA kita belajar, di lidah sensasi utama pengecapan cuma ada 4 sedikit (manis, pahit, asam, asin), sementara di hidung itu ada sedikitnya 100 sensasi utama atau 100 protein reseptor. Tapi umumnya responnya ada dua enak atau tidak enak. Biasanya yang enak itu cepet ilang dan yang ga enak itu lama ilang. Coba bandingin kita cium parfum sama cium sampah, pasti sensasi bau parfum lebih cepet ilang dibanding bau sampah.

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4339
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #3 pada: Juli 17, 2008, 01:30:27 PM »
kalo rasa sih kabarnya terakhir ada lebih dari 4 itu. salah satunya berkaitan ama MSG? ntahlah lupa... ntar aja cari-cari lagi.

notwelldefined

  • Pengunjung
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #4 pada: Juli 17, 2008, 01:56:21 PM »
jadi ada materi yang berbentuk gas atau yang larut dalam air yang kemudian mampir ke hidung ya?
aku cuma sedang bingung sama indera perasa itu.
kalo mata kan menangkap cahaya yang dipantulkan benda-benda sehingga bisa menangkap citraan benda. telinga juga, menangkap getaran (gelombang) suara. kulit merasakan tekanan dan suhu. semuanya berkaitan dengan hal-hal fisik.

nah, kalo hidung? dan juga perasa/lidah?

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2218
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
    • Blog ForSa
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #5 pada: Juli 17, 2008, 02:06:48 PM »
jadi ada materi yang berbentuk gas atau yang larut dalam air yang kemudian mampir ke hidung ya?
aku cuma sedang bingung sama indera perasa itu.
kalo mata kan menangkap cahaya yang dipantulkan benda-benda sehingga bisa menangkap citraan benda. telinga juga, menangkap getaran (gelombang) suara. kulit merasakan tekanan dan suhu. semuanya berkaitan dengan hal-hal fisik.

nah, kalo hidung? dan juga perasa/lidah?

Hidung dan mekanisme penciuman ini emang fenomena yang terakhir bisa dijelasin dari kelima indera manusia. Alasannya karena sifatnya yg sangat subyektif, jadi sulit diamati pada hewan. Alasan lain krn indera ini kurang berkembang pada manusia dibanding hewan. Hidung dan lidah juga sama seperti indera lain, ada zat-zat yang bersentuhan dgn reseptor kemudian ini mengaktivasi protein reseptor yang spesifik, misalnya ada 4 pada pengecapan (kata sis mungkin dah nambah, gw ga tau) dan ada sekitar 100 protein yang spesifik pada penciuman.

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4339
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #6 pada: Juli 17, 2008, 03:08:32 PM »
yup, nambah rasa umami berdasarkan penelitian kikunae ikeda. dia bilang itu rasa yg umum dalam asparagus, tomat, daging, dan keju... tapi bukan salah satu dari keempat rasa yg udah dikenal. umami, artinya enak ato lezat, berhubungan dengan glutamic acid. jadi ada 5 rasa: asin, manis, pahit, asam dan lezat.
perkembangan berikutnya ada yg menyatakan berhasil mengidentifikasi sensor rasa 'lemak'. penemuan ini masi dalam perdebatan.

gimana bisa suatu bahan terasa atau tercium emang sepertinya tergantung pada struktur kimianya dan hubungannya dengan reseptor. untuk rasa aja dulu deh. rasa asam dan asin berkaitan dengan ion yang muatannya merangsang saluran ion pada taste bud. ketiga rasa yang lain dirasakan taste bud masing-masing melalui reseptor tertentu.

notwelldefined

  • Pengunjung
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #7 pada: Juli 18, 2008, 02:15:12 PM »
o gitu ya.
seandainya ada yang bilang penciuman kucing 14 kali lebih kuat daripada manusia, itu meragukan berarti, karena penciuman itu subjektif?

kalau memang kerja sensor berdasar ion dari materi yang menyentuh ke sensor tersebut, artinya suatu saat nanti bisa dibuatkan sensor untuk menghidu. (kata dalam bahasa indonesia yang betul untuk mencium aroma adalah menghidu). jika aroma atau rasa yang dikecap sensor tersebut adalah ion, maka artinya dimungkinkan untuk mentransfer informasi aroma tersebut kepada seseorang di lain tempat (seperti televisi atau radio)...
halah... kok jadi sience fiction... :D

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2218
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
    • Blog ForSa
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #8 pada: Juli 18, 2008, 03:03:49 PM »
haha.... makin kritis aja nih orang2 ;D jadi indera penghidu yang tepat ya?

seandainya ada yang bilang penciuman kucing 14 kali lebih kuat daripada manusia, itu meragukan berarti, karena penciuman itu subjektif?

Lebih baik mungkin bener, karena emang pada manusia kan mengalami kemunduran.

kalau memang kerja sensor berdasar ion dari materi yang menyentuh ke sensor tersebut, artinya suatu saat nanti bisa dibuatkan sensor untuk menghidu. (kata dalam bahasa indonesia yang betul untuk mencium aroma adalah menghidu). jika aroma atau rasa yang dikecap sensor tersebut adalah ion, maka artinya dimungkinkan untuk mentransfer informasi aroma tersebut kepada seseorang di lain tempat (seperti televisi atau radio)...
halah... kok jadi sience fiction... :D

haha.... enak nih, kalo pengen makan yang enak2, tinggal nonton tipi. Ntar ada saluran pizza, tempe penyet, semur jengkol ;D

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4339
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #9 pada: Juli 21, 2008, 01:05:47 PM »
emang bisa kenyang? malah tambah laper tuh... malah ntar nonton tivi sambil gigit-gigit sofa karena dianggap roti.

antara kucing dan manusia sepertinya lebih berkaitan dengan sensitivitas sensornya. penciuman terhebat untuk hewan darat kemungkinan adalah Condylura cristata alias tikus tanah hidung bintang.


Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2218
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
    • Blog ForSa
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #10 pada: Juli 21, 2008, 09:35:45 PM »
antara kucing dan manusia sepertinya lebih berkaitan dengan sensitivitas sensornya. penciuman terhebat untuk hewan darat kemungkinan adalah Condylura cristata alias tikus tanah hidung bintang.

koreksi, bukan penciuman tapi penghidu.

*asyik juga ternyata kritis begini ya ;D

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4339
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #11 pada: Juli 22, 2008, 07:30:46 AM »
kalo indera penciuman itu ini ya...

Vinchemz

  • Pengunjung
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #12 pada: Juli 24, 2008, 02:55:29 PM »
Iya, bener..
Gas yang bisa larut itu hidung, ada sel yang tertangkap lalu membentuk bau, tapi itu kombinasi antara indera pengecap juga..
Makanya kalo kita makan tapi nutup idung, rasa makanannya jadi kurang bisa di deteksi..

Survey/penelitian ini pernah di coba di AMrik sono..

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2218
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
    • Blog ForSa
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #13 pada: Juli 24, 2008, 04:24:41 PM »
@Vinchemz

Bisa dijelasin hubungan indera pengecap dan penghidu ini ga? Keknya menarik tuh.
Thanks

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4339
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #14 pada: Juli 24, 2008, 05:04:46 PM »
Gas yang bisa larut itu hidung, ada sel yang tertangkap lalu membentuk bau, tapi itu kombinasi antara indera pengecap juga..

bisa lebih dijelaskan lagi? bahasanya terlalu rumit...

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia