Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 25, 2012, 04:31:16 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

fajri

Kemarin jam 09:40:03 PM
numpang liat_liat dulu,, kexnya menarik bnget sama masalah mikon.. ! :D
 

haman11

Kemarin jam 08:11:34 AM
ada yg tauproses daur ulang urin pada cicak gk ? ;)
 

GhostInMachine

Mei 23, 2012, 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Mei 23, 2012, 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Mei 22, 2012, 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Mei 22, 2012, 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah

Show 50 latest

Penulis Topik: fluorescent  (Dibaca 4074 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Huriah M Putra

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2526
  • IQ: 130
  • Gender: Pria
  • Aku siap aku siap...!!!
    • Lihat Profil
fluorescent
« pada: Juni 26, 2010, 11:41:02 AM »
Bagaimana sebuah zat glow-in-the-dark bisa menyimpan cahaya?
Bagaimana zat fluorescent bisa menghasilkan cahaya?
OOT OOT OOT..!!!

Offline sisca, chemistry

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6962
  • IQ: 220
  • Gender: Wanita
  • I'm a medical student now!! :D
    • Lihat Profil
    • Click and Find
Re: fluorescent
« Jawab #1 pada: Juni 26, 2010, 12:38:00 PM »
liat2 di sini donk...
di halaman ke dua.. :D
ada videonya... ^^
http://www.forumsains.com/kimia/who-can-explain-thiz-please/15/
~ You are what you eat ~

Offline Huriah M Putra

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2526
  • IQ: 130
  • Gender: Pria
  • Aku siap aku siap...!!!
    • Lihat Profil
Re: fluorescent
« Jawab #2 pada: Juni 26, 2010, 02:28:31 PM »
Nah..
Gak menjelaskan juga.
Anyone?

Offline sisca, chemistry

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6962
  • IQ: 220
  • Gender: Wanita
  • I'm a medical student now!! :D
    • Lihat Profil
    • Click and Find
Re: fluorescent
« Jawab #3 pada: Juni 26, 2010, 07:17:32 PM »
ini ada dikasih sama orang..
(tadi mau copas ke sini, tapi uda mau pigi.. =.,=)

Kutip
Cara Kerja “Glow In The Dark”
Semua benda yang bisa “glow in the dark” mengandung fosfor didalamnya. Fosfor adalah zat yang bisa memancarkan cahaya tampak setelah di”energize”. Sebagai contoh dua tempat dimana kita melihat fosfor adalah pada layar tv dan lampu fluorescent. Pada layar tv, pancaran sinar elektron menabrak fosfor untuk meng”energize”. Sebuah layar tv berwarna mengandung beribu elemen kecil dengan fosfor yang memancarkan 3 warna yang berbeda –merah,hijau, dan biru. Sedangkan pada lampu fluorescent, sinar ultraviolet meng”energize” suatu campuran fosfor yang bersama – sama menghasilkan cahaya yang terlihat putih dimata kita.

Fosfor mempunyai tiga karakteristik yaitu: tipe energi yang dibutuhkan untuk meng”energize”, warna dari cahaya tampak yang dihasilkan, dan lama waktu bersinar setelah di”energize” (persistence). Sebuah produk “glow in the dark” harus mempunyai fosfor yang di“energize” dengan cahaya normal dan mempunyai persistence yang lama. Dua jenis fosfor yang mempunyai karakteristik itu adalah zinc sulfide dan strontium aluminate, yang merupakan fosfor baru dengan persistence yang sangat lama.

Produk glow in the dark yang bersifat “photoluminescent” – produk yang di”energize” dengan cahaya. Banyak material yang photoluminescent, tetapi tidak semuanya bersinar untuk waktu lama. Material fluorescent bersinar selama mereka ter “energize”, tetapi berhenti bersinar ketika cahaya yang meng “energize” menghilang. Sedangkan material phosphorescent terus bersinar setelah cahaya yang meng”energize” menghilang. Material yang bisa ber “phosphoresce mempunyai elektron yang dengan mudah dieksitasi ke level energi yang lebih tinggi saat menyerap energi cahaya. Dalam material phosphorescent –seperti benda glow in the dark- elektron yang tereksitasi turun ke energi yang lebih rendah, tetapi tetap tereksitasi pada level intermediat dan tetap tertahan disana sampai waktu tertentu sebelum kembali ke keadaan sebelumnya (level energi sesungguhnya) dan mengeluarkan energi yang berlebih sebagai cahaya tampak.
Kembalinya elektron ke level energi yang sesungguhnya tergantung pada temperature. Sedikit energi panas dibutuhkan untuk memindahkan elektron dari level energi intermediat ke keadaan awal. Bila material phosphorescent sangat dingin –sebagai contoh didalam nitrogen cair– elektron tidak bisa kembali ke level sebelumnya dan material tersebut tidak bisa bersinar. Benda glow in the dark tidak hanya bisa dieksitasi oleh sinar tampak. Sinar ultraviolet, yang terlihat invisible, termasuk kedalam range panjang gelombang cahaya yang bisa diserap oleh elektron – elektron fosfor.

Cara Pembuatannya
Kebanyakan pigmen glow in the dark tidak cocok dengan media yang mengandung air. Karena itu harus dicari pigmen yang sesuai agar produk yang glow in the dark tersebut tidak gampang rusak atau tererosi oleh air karena adanya air hujan atau salju. Untuk penggunaannya sebagai pembatas jalan, maka dibutuhkan pigmen glow in the dark yang bisa bercahaya untuk waktu lama. Dua belas jam di siang hari dibutuhkan untuk mengumpulkan energi, dan 12 belas jam di malam hari untuk memancarkan cahaya. Produk biasa tidak bisa menyala selama itu, tetapi ada teknologi dari perusahaan glow inc yang bisa menyala sampai 12 jam. Produk tersebut bisa terdiri dari strontium aluminat, silikat aluminat, dan alkali logam tanah aluminat.

Ada dua cara untuk memberikan efek glow in the dark pada beton, yaitu dengan pelapisan cat atau dengan menggunakan bubuk khusus kedalam adonan beton. Tetapi kali ini akan dikhususkan dengan proses yang menggunakan bubuk. Ada dua cara yang mungkin bisa dilakukan dengan menggunakan bubuk khusus glow in the dark, yaitu :
1.   Bubuk dicampurkan kedalam adonan beton dengan komposisi tertentu agar bubuk tersebar merata. Hal ini memungkinkan bila beton mengalami pengikisan atau tercongkel, dibagian dalam beton masih bisa glow in the dark tidak hanya dibagian permukaannya saja. Kemudian beton atau semen bisa di cor atau dilapiskan seperti biasa.
2.   Bubuk ditaburkan secara merata diatas permukaan beton dengan alat shaker yang besar. Setelah itu dibiarkan mengering secara merata. Proses ini membutuhkan waktu lebih banyak daripada mencampurkan bubuk langsung kedalam adonan seperti pada cara nomer satu.

Sisca ga ngerti penjelasan dari cara kerjanya... T.,T
Ada yang bisa tolong jelasin dengan bahasa yang gampang..? >.,<,,

Offline nandaz

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1836
  • IQ: 110
  • Gender: Pria
  • ...Mad about Sci_mistery
    • Lihat Profil
Re: fluorescent
« Jawab #4 pada: Juni 26, 2010, 07:57:53 PM »
...coba baca dengan bener, penjelasannya cukup menarik dan mudah dimengerti kok...sis


Kutip
Cara Kerja “Glow In The Dark”
Semua benda yang bisa “glow in the dark” mengandung fosfor didalamnya. Fosfor adalah zat yang bisa memancarkan cahaya tampak setelah di”energize”. Sebagai contoh dua tempat dimana kita melihat fosfor adalah pada layar tv dan lampu fluorescent. Pada layar tv, pancaran sinar elektron menabrak fosfor untuk meng”energize”. Sebuah layar tv berwarna mengandung beribu elemen kecil dengan fosfor yang memancarkan 3 warna yang berbeda –merah,hijau, dan biru. Sedangkan pada lampu fluorescent, sinar ultraviolet meng”energize” suatu campuran fosfor yang bersama – sama menghasilkan cahaya yang terlihat putih dimata kita.

Fosfor mempunyai tiga karakteristik yaitu: tipe energi yang dibutuhkan untuk meng”energize”, warna dari cahaya tampak yang dihasilkan, dan lama waktu bersinar setelah di”energize” (persistence). Sebuah produk “glow in the dark” harus mempunyai fosfor yang di“energize” dengan cahaya normal dan mempunyai persistence yang lama. Dua jenis fosfor yang mempunyai karakteristik itu adalah zinc sulfide dan strontium aluminate, yang merupakan fosfor baru dengan persistence yang sangat lama.

Produk glow in the dark yang bersifat “photoluminescent” – produk yang di”energize” dengan cahaya. Banyak material yang photoluminescent, tetapi tidak semuanya bersinar untuk waktu lama. Material fluorescent bersinar selama mereka ter “energize”, tetapi berhenti bersinar ketika cahaya yang meng “energize” menghilang. Sedangkan material phosphorescent terus bersinar setelah cahaya yang meng”energize” menghilang. Material yang bisa ber “phosphoresce mempunyai elektron yang dengan mudah dieksitasi ke level energi yang lebih tinggi saat menyerap energi cahaya. Dalam material phosphorescent –seperti benda glow in the dark- elektron yang tereksitasi turun ke energi yang lebih rendah, tetapi tetap tereksitasi pada level intermediat dan tetap tertahan disana sampai waktu tertentu sebelum kembali ke keadaan sebelumnya (level energi sesungguhnya) dan mengeluarkan energi yang berlebih sebagai cahaya tampak.
Kembalinya elektron ke level energi yang sesungguhnya tergantung pada temperature. Sedikit energi panas dibutuhkan untuk memindahkan elektron dari level energi intermediat ke keadaan awal. Bila material phosphorescent sangat dingin –sebagai contoh didalam nitrogen cair– elektron tidak bisa kembali ke level sebelumnya dan material tersebut tidak bisa bersinar. Benda glow in the dark tidak hanya bisa dieksitasi oleh sinar tampak. Sinar ultraviolet, yang terlihat invisible, termasuk kedalam range panjang gelombang cahaya yang bisa diserap oleh elektron – elektron fosfor.

Cara Pembuatannya
Kebanyakan pigmen glow in the dark tidak cocok dengan media yang mengandung air. Karena itu harus dicari pigmen yang sesuai agar produk yang glow in the dark tersebut tidak gampang rusak atau tererosi oleh air karena adanya air hujan atau salju. Untuk penggunaannya sebagai pembatas jalan, maka dibutuhkan pigmen glow in the dark yang bisa bercahaya untuk waktu lama. Dua belas jam di siang hari dibutuhkan untuk mengumpulkan energi, dan 12 belas jam di malam hari untuk memancarkan cahaya. Produk biasa tidak bisa menyala selama itu, tetapi ada teknologi dari perusahaan glow inc yang bisa menyala sampai 12 jam. Produk tersebut bisa terdiri dari strontium aluminat, silikat aluminat, dan alkali logam tanah aluminat.

Ada dua cara untuk memberikan efek glow in the dark pada beton, yaitu dengan pelapisan cat atau dengan menggunakan bubuk khusus kedalam adonan beton. Tetapi kali ini akan dikhususkan dengan proses yang menggunakan bubuk. Ada dua cara yang mungkin bisa dilakukan dengan menggunakan bubuk khusus glow in the dark, yaitu :
1.   Bubuk dicampurkan kedalam adonan beton dengan komposisi tertentu agar bubuk tersebar merata. Hal ini memungkinkan bila beton mengalami pengikisan atau tercongkel, dibagian dalam beton masih bisa glow in the dark tidak hanya dibagian permukaannya saja. Kemudian beton atau semen bisa di cor atau dilapiskan seperti biasa.
2.   Bubuk ditaburkan secara merata diatas permukaan beton dengan alat shaker yang besar. Setelah itu dibiarkan mengering secara merata. Proses ini membutuhkan waktu lebih banyak daripada mencampurkan bubuk langsung kedalam adonan seperti pada cara nomer satu.
...semua gara2 sifat dari fosfor
starting by doing what is necessary, then what is possible and suddenly you are doing the impossible...
\dia\cal{ANONYMOUS}\cl

Offline sisca, chemistry

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6962
  • IQ: 220
  • Gender: Wanita
  • I'm a medical student now!! :D
    • Lihat Profil
    • Click and Find
Re: fluorescent
« Jawab #5 pada: Juni 26, 2010, 08:09:02 PM »
Kutip
Dua jenis fosfor yang mempunyai karakteristik itu adalah zinc sulfide dan strontium aluminate, yang merupakan fosfor baru dengan persistence yang sangat lama.

Bang bang.. nih...
ini katanya dua jenis Fosfor... tapi kok adalahnya itu ZnS sama SrAl2O4 ya..? Fosfornya kok ndak ada... Bingung... ==a

Offline nandaz

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1836
  • IQ: 110
  • Gender: Pria
  • ...Mad about Sci_mistery
    • Lihat Profil
Re: fluorescent
« Jawab #6 pada: Juni 26, 2010, 08:18:20 PM »
...satu lagi kesalahan ejaan sebetulnya dalam bahasa indonesia terhadap penamaan zat kimia...
disini adalah fosfor, fosfor ini senyawa...senyawa yang terdiri dari logam tertentu...contohnya yang sisca sebutin ntu tuh..., ZnS sama SrAl2O4...kalo yang berlambang P itu adalah Fosforus....Ok ;)

Offline sisca, chemistry

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6962
  • IQ: 220
  • Gender: Wanita
  • I'm a medical student now!! :D
    • Lihat Profil
    • Click and Find
Re: fluorescent
« Jawab #7 pada: Juni 26, 2010, 08:30:15 PM »
ohh~
wele2...
beda toh...
ok ok ok...
mantap bang... :) :) ^^"
« Edit Terakhir: Juni 26, 2010, 08:33:24 PM oleh sisca, chemistry »

Offline Huriah M Putra

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2526
  • IQ: 130
  • Gender: Pria
  • Aku siap aku siap...!!!
    • Lihat Profil
Re: fluorescent
« Jawab #8 pada: Juni 26, 2010, 11:40:08 PM »
mmm..
ada yang bisa menjelaskan dengan bahasa sederhana..?

Offline nandaz

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1836
  • IQ: 110
  • Gender: Pria
  • ...Mad about Sci_mistery
    • Lihat Profil
Re: fluorescent
« Jawab #9 pada: Juni 27, 2010, 06:53:01 PM »
...bahasa sederhana kek mana? bahasa inggris maksudnya? ;D
kalo gitu minta tolong saja sama sisca, toh dia yang ngasih copas nya... ::)

Offline sisca, chemistry

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6962
  • IQ: 220
  • Gender: Wanita
  • I'm a medical student now!! :D
    • Lihat Profil
    • Click and Find
Re: fluorescent
« Jawab #10 pada: Juni 27, 2010, 10:33:25 PM »
Bagaimana sebuah zat glow-in-the-dark bisa menyimpan cahaya?
=> Kalau ga salah ngerti ya. Glow-in-the-dark itu menyimpan cahaya (energi) waktu elektron2 tereksitasi..

Bagaimana zat fluorescent bisa menghasilkan cahaya?
=> waktu elektron2 kembali ke keadaan semula lo...

CMIIW... >.,<"a

Offline Takagi Fujimaru

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 921
  • IQ: 46
  • Gender: Pria
  • Falcon is flying...
    • Lihat Profil
Re: fluorescent
« Jawab #11 pada: Juni 28, 2010, 04:30:34 PM »
Bagaimana zat fluorescent bisa menghasilkan cahaya?
=> waktu elektron2 kembali ke keadaan semula lo...
Uda bener klo yg ini. Elektron2 yg tereksitasi akan kembali pada keadaan semula sambil memancarkan energi. Energi ini kalo ga salah yang memberikan 'warna'. Tergantung frekuensinya... CMIIW... XP
Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

Offline sisca, chemistry

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6962
  • IQ: 220
  • Gender: Wanita
  • I'm a medical student now!! :D
    • Lihat Profil
    • Click and Find
Re: fluorescent
« Jawab #12 pada: Juni 28, 2010, 11:13:59 PM »
Bagaimana zat fluorescent bisa menghasilkan cahaya?
=> waktu elektron2 kembali ke keadaan semula lo...
Uda bener klo yg ini. Elektron2 yg tereksitasi akan kembali pada keadaan semula sambil memancarkan energi. Energi ini kalo ga salah yang memberikan 'warna'. Tergantung frekuensinya... CMIIW... XP
nah.. Kalau yang ini juga benar... :D

Offline Huriah M Putra

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2526
  • IQ: 130
  • Gender: Pria
  • Aku siap aku siap...!!!
    • Lihat Profil
Re: fluorescent
« Jawab #13 pada: Juni 28, 2010, 11:24:07 PM »
Hmmmmm...

Offline Takagi Fujimaru

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 921
  • IQ: 46
  • Gender: Pria
  • Falcon is flying...
    • Lihat Profil
Re: fluorescent
« Jawab #14 pada: Juni 29, 2010, 04:11:02 AM »
Hmmm, kepikiran hal konyol tentang fosfor nih...;D

Misalnya, tembok rumah kita, kita cat pake cat berfosfor semua. Trus kita tinggal beli lampu UV dengan tenaga batre. Pas PLN rese, tinggal nyalain lampu UV, padang deh seluruh ruangan? Bisa ga? ;D ;D

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia