Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Cara Kerja “Glow In The Dark”Semua benda yang bisa “glow in the dark” mengandung fosfor didalamnya. Fosfor adalah zat yang bisa memancarkan cahaya tampak setelah di”energize”. Sebagai contoh dua tempat dimana kita melihat fosfor adalah pada layar tv dan lampu fluorescent. Pada layar tv, pancaran sinar elektron menabrak fosfor untuk meng”energize”. Sebuah layar tv berwarna mengandung beribu elemen kecil dengan fosfor yang memancarkan 3 warna yang berbeda –merah,hijau, dan biru. Sedangkan pada lampu fluorescent, sinar ultraviolet meng”energize” suatu campuran fosfor yang bersama – sama menghasilkan cahaya yang terlihat putih dimata kita.Fosfor mempunyai tiga karakteristik yaitu: tipe energi yang dibutuhkan untuk meng”energize”, warna dari cahaya tampak yang dihasilkan, dan lama waktu bersinar setelah di”energize” (persistence). Sebuah produk “glow in the dark” harus mempunyai fosfor yang di“energize” dengan cahaya normal dan mempunyai persistence yang lama. Dua jenis fosfor yang mempunyai karakteristik itu adalah zinc sulfide dan strontium aluminate, yang merupakan fosfor baru dengan persistence yang sangat lama.Produk glow in the dark yang bersifat “photoluminescent” – produk yang di”energize” dengan cahaya. Banyak material yang photoluminescent, tetapi tidak semuanya bersinar untuk waktu lama. Material fluorescent bersinar selama mereka ter “energize”, tetapi berhenti bersinar ketika cahaya yang meng “energize” menghilang. Sedangkan material phosphorescent terus bersinar setelah cahaya yang meng”energize” menghilang. Material yang bisa ber “phosphoresce mempunyai elektron yang dengan mudah dieksitasi ke level energi yang lebih tinggi saat menyerap energi cahaya. Dalam material phosphorescent –seperti benda glow in the dark- elektron yang tereksitasi turun ke energi yang lebih rendah, tetapi tetap tereksitasi pada level intermediat dan tetap tertahan disana sampai waktu tertentu sebelum kembali ke keadaan sebelumnya (level energi sesungguhnya) dan mengeluarkan energi yang berlebih sebagai cahaya tampak.Kembalinya elektron ke level energi yang sesungguhnya tergantung pada temperature. Sedikit energi panas dibutuhkan untuk memindahkan elektron dari level energi intermediat ke keadaan awal. Bila material phosphorescent sangat dingin –sebagai contoh didalam nitrogen cair– elektron tidak bisa kembali ke level sebelumnya dan material tersebut tidak bisa bersinar. Benda glow in the dark tidak hanya bisa dieksitasi oleh sinar tampak. Sinar ultraviolet, yang terlihat invisible, termasuk kedalam range panjang gelombang cahaya yang bisa diserap oleh elektron – elektron fosfor.Cara Pembuatannya Kebanyakan pigmen glow in the dark tidak cocok dengan media yang mengandung air. Karena itu harus dicari pigmen yang sesuai agar produk yang glow in the dark tersebut tidak gampang rusak atau tererosi oleh air karena adanya air hujan atau salju. Untuk penggunaannya sebagai pembatas jalan, maka dibutuhkan pigmen glow in the dark yang bisa bercahaya untuk waktu lama. Dua belas jam di siang hari dibutuhkan untuk mengumpulkan energi, dan 12 belas jam di malam hari untuk memancarkan cahaya. Produk biasa tidak bisa menyala selama itu, tetapi ada teknologi dari perusahaan glow inc yang bisa menyala sampai 12 jam. Produk tersebut bisa terdiri dari strontium aluminat, silikat aluminat, dan alkali logam tanah aluminat.Ada dua cara untuk memberikan efek glow in the dark pada beton, yaitu dengan pelapisan cat atau dengan menggunakan bubuk khusus kedalam adonan beton. Tetapi kali ini akan dikhususkan dengan proses yang menggunakan bubuk. Ada dua cara yang mungkin bisa dilakukan dengan menggunakan bubuk khusus glow in the dark, yaitu :1. Bubuk dicampurkan kedalam adonan beton dengan komposisi tertentu agar bubuk tersebar merata. Hal ini memungkinkan bila beton mengalami pengikisan atau tercongkel, dibagian dalam beton masih bisa glow in the dark tidak hanya dibagian permukaannya saja. Kemudian beton atau semen bisa di cor atau dilapiskan seperti biasa.2. Bubuk ditaburkan secara merata diatas permukaan beton dengan alat shaker yang besar. Setelah itu dibiarkan mengering secara merata. Proses ini membutuhkan waktu lebih banyak daripada mencampurkan bubuk langsung kedalam adonan seperti pada cara nomer satu.
KutipCara Kerja “Glow In The Dark”Semua benda yang bisa “glow in the dark” mengandung fosfor didalamnya. Fosfor adalah zat yang bisa memancarkan cahaya tampak setelah di”energize”. Sebagai contoh dua tempat dimana kita melihat fosfor adalah pada layar tv dan lampu fluorescent. Pada layar tv, pancaran sinar elektron menabrak fosfor untuk meng”energize”. Sebuah layar tv berwarna mengandung beribu elemen kecil dengan fosfor yang memancarkan 3 warna yang berbeda –merah,hijau, dan biru. Sedangkan pada lampu fluorescent, sinar ultraviolet meng”energize” suatu campuran fosfor yang bersama – sama menghasilkan cahaya yang terlihat putih dimata kita.Fosfor mempunyai tiga karakteristik yaitu: tipe energi yang dibutuhkan untuk meng”energize”, warna dari cahaya tampak yang dihasilkan, dan lama waktu bersinar setelah di”energize” (persistence). Sebuah produk “glow in the dark” harus mempunyai fosfor yang di“energize” dengan cahaya normal dan mempunyai persistence yang lama. Dua jenis fosfor yang mempunyai karakteristik itu adalah zinc sulfide dan strontium aluminate, yang merupakan fosfor baru dengan persistence yang sangat lama.Produk glow in the dark yang bersifat “photoluminescent” – produk yang di”energize” dengan cahaya. Banyak material yang photoluminescent, tetapi tidak semuanya bersinar untuk waktu lama. Material fluorescent bersinar selama mereka ter “energize”, tetapi berhenti bersinar ketika cahaya yang meng “energize” menghilang. Sedangkan material phosphorescent terus bersinar setelah cahaya yang meng”energize” menghilang. Material yang bisa ber “phosphoresce mempunyai elektron yang dengan mudah dieksitasi ke level energi yang lebih tinggi saat menyerap energi cahaya. Dalam material phosphorescent –seperti benda glow in the dark- elektron yang tereksitasi turun ke energi yang lebih rendah, tetapi tetap tereksitasi pada level intermediat dan tetap tertahan disana sampai waktu tertentu sebelum kembali ke keadaan sebelumnya (level energi sesungguhnya) dan mengeluarkan energi yang berlebih sebagai cahaya tampak.Kembalinya elektron ke level energi yang sesungguhnya tergantung pada temperature. Sedikit energi panas dibutuhkan untuk memindahkan elektron dari level energi intermediat ke keadaan awal. Bila material phosphorescent sangat dingin –sebagai contoh didalam nitrogen cair– elektron tidak bisa kembali ke level sebelumnya dan material tersebut tidak bisa bersinar. Benda glow in the dark tidak hanya bisa dieksitasi oleh sinar tampak. Sinar ultraviolet, yang terlihat invisible, termasuk kedalam range panjang gelombang cahaya yang bisa diserap oleh elektron – elektron fosfor.Cara Pembuatannya Kebanyakan pigmen glow in the dark tidak cocok dengan media yang mengandung air. Karena itu harus dicari pigmen yang sesuai agar produk yang glow in the dark tersebut tidak gampang rusak atau tererosi oleh air karena adanya air hujan atau salju. Untuk penggunaannya sebagai pembatas jalan, maka dibutuhkan pigmen glow in the dark yang bisa bercahaya untuk waktu lama. Dua belas jam di siang hari dibutuhkan untuk mengumpulkan energi, dan 12 belas jam di malam hari untuk memancarkan cahaya. Produk biasa tidak bisa menyala selama itu, tetapi ada teknologi dari perusahaan glow inc yang bisa menyala sampai 12 jam. Produk tersebut bisa terdiri dari strontium aluminat, silikat aluminat, dan alkali logam tanah aluminat.Ada dua cara untuk memberikan efek glow in the dark pada beton, yaitu dengan pelapisan cat atau dengan menggunakan bubuk khusus kedalam adonan beton. Tetapi kali ini akan dikhususkan dengan proses yang menggunakan bubuk. Ada dua cara yang mungkin bisa dilakukan dengan menggunakan bubuk khusus glow in the dark, yaitu :1. Bubuk dicampurkan kedalam adonan beton dengan komposisi tertentu agar bubuk tersebar merata. Hal ini memungkinkan bila beton mengalami pengikisan atau tercongkel, dibagian dalam beton masih bisa glow in the dark tidak hanya dibagian permukaannya saja. Kemudian beton atau semen bisa di cor atau dilapiskan seperti biasa.2. Bubuk ditaburkan secara merata diatas permukaan beton dengan alat shaker yang besar. Setelah itu dibiarkan mengering secara merata. Proses ini membutuhkan waktu lebih banyak daripada mencampurkan bubuk langsung kedalam adonan seperti pada cara nomer satu.
Dua jenis fosfor yang mempunyai karakteristik itu adalah zinc sulfide dan strontium aluminate, yang merupakan fosfor baru dengan persistence yang sangat lama.
Bagaimana zat fluorescent bisa menghasilkan cahaya?=> waktu elektron2 kembali ke keadaan semula lo...
Kutip dari: sisca, chemistry pada Juni 27, 2010, 10:33:25 PMBagaimana zat fluorescent bisa menghasilkan cahaya?=> waktu elektron2 kembali ke keadaan semula lo...Uda bener klo yg ini. Elektron2 yg tereksitasi akan kembali pada keadaan semula sambil memancarkan energi. Energi ini kalo ga salah yang memberikan 'warna'. Tergantung frekuensinya... CMIIW... XP