Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 25, 2012, 05:28:50 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

fajri

Kemarin jam 09:40:03 PM
numpang liat_liat dulu,, kexnya menarik bnget sama masalah mikon.. ! :D
 

haman11

Kemarin jam 08:11:34 AM
ada yg tauproses daur ulang urin pada cicak gk ? ;)
 

GhostInMachine

Mei 23, 2012, 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Mei 23, 2012, 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Mei 22, 2012, 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Mei 22, 2012, 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah

Show 50 latest

Penulis Topik: soal pemanis buatan yang satu ini?  (Dibaca 538 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline exile_rstd

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 954
  • IQ: 35
  • Gender: Wanita
  • pathetic, outdated & buku fk akhirnya ke beli juga
    • Lihat Profil
soal pemanis buatan yang satu ini?
« pada: Oktober 24, 2011, 12:06:11 AM »
memang pemanis sintesis (aspartame) itu sangat berbahaya ya? soalnya saya cari di 1 refresi dengan refrensi lainnya berbeda.
i adore your intelligence - pusing banyak saingan dimana-mana

Offline ?

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 712
  • IQ: 15
    • Lihat Profil
Re: soal pemanis buatan yang satu ini?
« Jawab #1 pada: Oktober 24, 2011, 06:42:14 AM »
Mungkin ini lebih pantas dijawab oleh peneliti yang telah melakukan penelitian tentang zat tersebut.

Beberapa informasi mengatakan demikian, bahkan ada yang mengatakan bahwa penemuan bahwa aspartame berbahaya dituntut oleh produsen aspartame. Selain itu kesulitan dalam melakukan penelitian semacam ini adalah jangka waktunya yang panjang. Tanpa pendanaan yang kuat dan kesabaran peneliti, hampir bisa dipastikan hal tersebut mustahil. Dan salah satu pendanaan adalah berasal dari produsen. Apakah produsen mau membiayai penelitian yang hasilnya negatif terhadap produknya?

Pendapat pribadi, sesuatu yang alamiah lebih baik dibandingkan segala sesuatu yang buatan.

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4439
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: soal pemanis buatan yang satu ini?
« Jawab #2 pada: Oktober 24, 2011, 07:43:38 AM »
ini di handbook of pharmaceutical excipients:

aspartame is widely used in oral pharm formulations, beverages, and food products as an intense sweetener, and is generally regarded as a nontoxic material. however, the use of aspartame has been of some concern owing to the formation of the potentially toxic metabolites methanol, aspartic acid, and phenylalanine, of these materials, only phenylalanine is produced in sufficient quantities, at normal aspartame intake levels, to cause concern. in the normal healthy individual any phenylalanine produced is harmless; however, it is recommended that aspartame be avoided or its intake restricted by those persons with phenylketonuria.
the WHO has set an acceptable daily intake (ADI) for aspartame at up to 40 mg/kg body-weight. additionally, the ADI of diketopiperazine (an impurity found in aspartame) has been set by the WHO at up to 7.5 mg/kg body-weight.
a number of adverse effects have been reported following the consumption of aspartame, particularly in individuals who drink large quantities (up to 8 L per day in one case) of aspartame-sweetened beverages. reported adv effects incl: headaches; grand mal seizure; memory loss; gastrointestinal symptoms; and dermatological symptoms. however, scientifically controlled peer-reviewed studies have consistently failed to produce evidence of a causal effect between aspartame consumption and adverse health events. controlled and thorough studies have confirmed aspartame's safety and found no credible link between consumption of aspartame at levels found in the human diet and condition related to the nervous system and behavior, nor any other symptom or illness. aspartame is well documented to be nongenotoxic and there is no credible evidence that aspartame is carcinogenic.
although aspartame has been reported to cause hyperactivity and behavioral problems in children, a double-blind controlled trial of 48 preschool-age children fed diets containing a daily intake of 38 +/- 13 mg/kg body-weight of aspartame for 3 weeks showed no adv effects attributable to aspartame, or dietary sucrose, on children's behavior or cognitive function.

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2584
  • IQ: 167
  • Gender: Pria
  • Self-Proclaim Judge. All hail safirot.
    • Lihat Profil
Re: soal pemanis buatan yang satu ini?
« Jawab #3 pada: Oktober 25, 2011, 02:13:36 PM »
Dugaan saya, bahan sintetis seringkali tidak sempurna dalam rangkaian molekul untuk tubuh manusia. Karena tubuh manusia hanya mendeteksi molekul awal lewat air liur, dan menganggap molekul tersebut sama dengan yang dibutuhkan oleh tubuh. Seperti anda beli prosesor pentium 4 ternyata dapat pentium 3, memang bisa jalan, tapi tidak maksimal, apalagi gula ini ternyata sangat dibutuhkan oleh tubuh dan vital, minimal untuk bahan bakar sperma.
Informasi yang aku anggap menarik
http://farabinewsnow.blogspot.com/

Saya Indonesia ASLI.

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia