Forum Sains Indonesia

Portal Sains Indonesia

Berita:
* *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Januari 09, 2009, 06:24:21


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi


Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Januari 09, 2009, 06:24:21

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Last 10 Shouts:
Kemarin at 03:11:41
off dulu
Kemarin at 01:37:30
ahmad, silakan buat topik baru saja, shoutbox bukan tempat untuk diskusi.
Kemarin at 11:57:54
lam knal smuaa
Kemarin at 11:57:29
mizi...mizi
Kemarin at 10:02:19
polarisasi gelombang itu apa?? ad yg taw gag??
Kemarin at 08:32:07
halo semua
pa kabar!!
Kemarin at 07:39:04
kardioid n limason keren kan
Kemarin at 12:26:12
ampun.. kapan gw lulus..!!!
Januari 07, 2009, 01:39:47
[tex]e6x=lim_{n\to\infty}

Januari 07, 2009, 10:13:59
Lewat ah nyengir
Halaman: [1]   Turun
Kirim topik ini | Cetak
Pembuat Topik: Mengontrol peralatan elektronik melalui pikiran  (Baca 1085 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini.
insan sains
Moderator
Dosen
*****

IQ: 37
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 363


Life is Beatiful

insan_sains
Lihat Profil WWW
« pada: Juli 29, 2008, 07:20:24 »

Sejak tahun 1970, beberapa ilmuwan telah mulai mengkaji bagaimana otak manusia bisa mengontrol device (peralatan) elektronik. Huh.. dan tidak sia-sia juga hasilnya, buktinya teknologi itu sekarang sudah dinamakan dengan Brain Computer Interface (BCI) atau yang lain menamakannya Direct Neural Interface atau Brain-Machine Interface.

Otak sejatinya ketika sedang bekerja akan secara kontinyu mengirimkan sinyal. Nah.. sinyal inilah yang kemudian akan diterjemahkan kedalam sinyal-sinyal listrik yang kemudian akan diteruskan ke sebuah chip microcontroller yang bisa digunakan untuk mengontrol peralatan dari luar. Aplikasi teknologi ini tentu akan banyak sekali, mulai dari automatisasi, security, medis, komputer, gadget, dan lain sebagainya. Salah satu contohnya, bagi orang yang cacat hampir semua fisiknya, dan hanya pikirannya saja yang mampu bekerja, bisa dibantu menggunakan alat ini, baik itu untuk menjalankan kursi rodanya, menyalakan televisi, komputer, dan lain sebagainya. Bahkan seandainya pun tidak bisa berbicara, dengan teknologi ini saya rasa bisa dibuatkan alatnya, toh teknologi text to speech sudah ada, jadi bukan lagi hambatan untuk mengubah sinyal digital ke dalam text kemudian diubah lagi menjadi suara.



Kalo untuk dipakai pada komputer sendiri, sudah banyak penelitian yang diadakan. Salah satunya universitas di Berlin yang membuat BCI mouse dan digunakan untuk bermain Pong. Di bawah ini salah satu videonya.

http://www.youtube.com/watch?v=qCSSBEXBCbY

Hoho.. teknologi memang berkembang terus...! Besok-besok mouse dan keyboard gak dipake, besoknya lagi pembantu Rumah Tangga dibutuhkan lagi, besoknya lagi untuk mengaktifkan, mengerakkan, dan mengontrol sesuatu tinggal dipikirin aja, dan besoknya lagi gak ada orang yang bakal berpikiran jorok... hahahahaha..  nyengir bagus juga nih teknologi. Ada yang mau bikin gak di Indonesia? Kalo dikasih dana sama pemerintah, aku mau ikutan ah... hehehe....

sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Direct_mind-computer_interface
http://www.livescience.com/health/050317_brain_interface.html
Masuk

Menuju Indonesia sebagai THE COUNTRY MASTER OF TECHNOLOGY, 2030
reborn
Founder
Profesor
*****

IQ: 153
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2440


ForSa


Lihat Profil WWW
« Jawab #1 pada: Juli 29, 2008, 07:26:55 »

Menarik tapi masih bingung. Gimana cara mengenali tiap-tiap sinyal dari sel syaraf? Berapa banyak sinyal yang udah dikenal? Misalnya, gimana cara bedain sinyal mau nyalain komputer sama gerakin kursi roda?
Wah, harus baca2 dulu nih.
Masuk

Harap Dibaca Sebelum Posting
Forum Sains Indonesia
Berbagi Literatur
Si Hoc Legere Scis Nimium Eruditionis Habes!
insan sains
Moderator
Dosen
*****

IQ: 37
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 363


Life is Beatiful

insan_sains
Lihat Profil WWW
« Jawab #2 pada: Juli 29, 2008, 07:59:49 »

Saya belum banyak tahu tentang bagaimana pemprosesan sinyalnya. Yang jelas di otak itu ada yang namanya sinyal SSVEP (Steady State Visual Evoked Potential), dimana sinyal ini akan muncul bila mendapat rangsangan dari sistem syaraf tubuh. Misalnya, ketika kita mata kita melihat suatu objek, mendengar suara tertentu, atau ketika hendak merespon rangsangan tersebut. Nah.. electrode-electrode yang dipasang di kepala itu yang akan mendeteksi muatan-muatan yang terjadi di sekitar kepala dan melanjutkannya ke sebuah komputer atau microcontroller untuk diolah.

Ada salah satu proyek yang bernama AMaRob (Autonome Manipulatorsteuerung für Rehabilitationsroboter atau Autonomous Manipulator control for rehabilitation Robots) yang didanai oleh Uni-Eropa yang aplikasinya dirancang untuk para penyandang cacat fisik, misalnya karena kelumpuhan akibat ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis). Proyek ini diimplementasikan dengan membuat sebuah robot yang berbentuk kursi roda elektrik yang memiliki 7 DOF (Degree Of Freedom, derajat kebebasan gerak suatu robot). Robot medis ini terdiri dari 3 komponen penting yaitu :
- image processing
- tactile sensor
- dan yang utama adalah Brain Computer Interface itu sendiri

sumber :
http://www.iat.uni-bremen.de/sixcms/detail.php?id=555
Masuk

Menuju Indonesia sebagai THE COUNTRY MASTER OF TECHNOLOGY, 2030
reborn
Founder
Profesor
*****

IQ: 153
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2440


ForSa


Lihat Profil WWW
« Jawab #3 pada: Juli 29, 2008, 08:46:12 »

Saya belum banyak tahu tentang bagaimana pemprosesan sinyalnya. Yang jelas di otak itu ada yang namanya sinyal SSVEP (Steady State Visual Evoked Potential), dimana sinyal ini akan muncul bila mendapat rangsangan dari sistem syaraf tubuh. Misalnya, ketika kita mata kita melihat suatu objek, mendengar suara tertentu, atau ketika hendak merespon rangsangan tersebut. Nah.. electrode-electrode yang dipasang di kepala itu yang akan mendeteksi muatan-muatan yang terjadi di sekitar kepala dan melanjutkannya ke sebuah komputer atau microcontroller untuk diolah.
Nah ini, berarti harus udah dikenali dan bisa dibedakan dong sinyalnya, cara ngenalin dan kemudian ngebedainnya ini kuncinya kan ya? Apa muatannya berbeda, asal sinyalnya berbeda, atau...?
Keren nih inovasinya.
Masuk

Harap Dibaca Sebelum Posting
Forum Sains Indonesia
Berbagi Literatur
Si Hoc Legere Scis Nimium Eruditionis Habes!
ksatriabajuhitam
Dosen
****

IQ: 32
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 326


keep holding on

harri_swijaya
Lihat Profil WWW
« Jawab #4 pada: Agustus 16, 2008, 08:50:01 »

nih ada link tentang keberhasilan peneliti di University of Pittsburgh dalam menerjemahkan sinyal dari suatu bagian di otak (motor cortex).

http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7423184.stm

YouTube:
http://www.youtube.com/v/RfE_PUtzMe8&color1=11645361&color2=13619151&hl=en&fs=1

tapi tubuh dan kepala monyet-nya ga ditampilin penuh, kayaknya udah dibedah-bedah buat masukin probe ke primary motor cortex, kali.
Masuk


not all the problems could be solved by the sword, but sword holder take control of problems
rawWARus
Dosen
****

IQ: 50
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 413



Lihat Profil
« Jawab #5 pada: Agustus 17, 2008, 12:36:45 »

Gimana klo dibalik...
sinyal itu kita bikin lagi trus disesuaikan lagi dan jika sudah sesuai kita kirim keotak sebagai data entry...
jadi sebagai pengganti panca indera terutama mata...
gambarannya saat kita memiliki data/informasi dikomputer kita bisa transfer data/informasi itu ke otak kita, jadi tanpa membaca kita sudah tahu ttg data itu...
seperti film fiksi sains jika kita menginginkan suatu pengetahuan kita tinggal transfer data ke otak dengan cepat dan efisien...
hal ini seperti layaknya telepati yg mengirimkan sinyal dan data dari satu otak ke otak yg lain..
namun efek dari kebiasaan itu maka panca indera kita akan tak berfungsi secara baik lagi  nyengir
Masuk

SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...
ksatriabajuhitam
Dosen
****

IQ: 32
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 326


keep holding on

harri_swijaya
Lihat Profil WWW
« Jawab #6 pada: Agustus 17, 2008, 12:54:36 »


gambarannya saat kita memiliki data/informasi dikomputer kita bisa transfer data/informasi itu ke otak kita, jadi tanpa membaca kita sudah tahu ttg data itu...


IMHO, permasalahan utamanya kita tidak tahu bagaimana data-data (ingatan, pengetahuan) di-organize dalam otak
Masuk


not all the problems could be solved by the sword, but sword holder take control of problems
rawWARus
Dosen
****

IQ: 50
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 413



Lihat Profil
« Jawab #7 pada: Agustus 17, 2008, 09:41:02 »

ya klo udah th jenis sinyal yg dialirkan keotak mestinya tahu donk jenis datanya...sayangnya mungkin LIPI jg blum sejauh itu ya melakukan riset nya...
sebenernya banyak informasi2 mengenai jenis sinyal atau gelombang yg dipancarkan otak klo kita cari di situs2 tapi mungkin kita blum sebegitu mampu untuk memahaminya... ketawa
Masuk

SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...
insan sains
Moderator
Dosen
*****

IQ: 37
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 363


Life is Beatiful

insan_sains
Lihat Profil WWW
« Jawab #8 pada: Agustus 21, 2008, 04:38:55 »

^_^ Menarik tuh apa yang dikatakan rawWARus

Gimana klo dibalik...
sinyal itu kita bikin lagi trus disesuaikan lagi dan jika sudah sesuai kita kirim keotak sebagai data entry...
jadi sebagai pengganti panca indera terutama mata...
gambarannya saat kita memiliki data/informasi dikomputer kita bisa transfer data/informasi itu ke otak kita, jadi tanpa membaca kita sudah tahu ttg data itu...
seperti film fiksi sains jika kita menginginkan suatu pengetahuan kita tinggal transfer data ke otak dengan cepat dan efisien...
hal ini seperti layaknya telepati yg mengirimkan sinyal dan data dari satu otak ke otak yg lain..
namun efek dari kebiasaan itu maka panca indera kita akan tak berfungsi secara baik lagi  nyengir

Nampaknya, tak lama lagi, jika teknologi pencitraan sinyal2 otak ini makin berkembang dan bisa membaca apa yang dilihat dan dirasakannya, tentu hal yang diungkapkan rawWARus itu bukanlah sesuatu yang mustahil.

Kita sudah sefaham bahwa apa yang otak kita terima hanyalah citra-citra (persepsi) yang otak kita terima. Kita tidak pernah melihat atau merasakan material benda. Jika kita masuk ke dunia microcosmos, maka akan dijelaskan bahwa yang kita lihat dan rasakan itu telah kita persepsikan dari sebuah ENERGI saja yang dilewatikan ke otak kita melalui sinyal-sinyal yang di"fahami" otak kita. Dengan kata lain bila kita bisa membuat alat yang bisa membangkitkan sinyal-sinyal yang bisa di"fahami" oleh otak, maka seolah-olah kita akan melihat dan merasakan sesuatu.

CMIIW
Masuk

Menuju Indonesia sebagai THE COUNTRY MASTER OF TECHNOLOGY, 2030
ahsai001
Siswa Baru
*

IQ: 1
Offline Offline

Tulisan: 7



Lihat Profil Email
« Jawab #9 pada: Oktober 21, 2008, 08:48:39 »

wah....materi ini cukup menarik.....

tapi kok udah sepi y..... udah hampir 2 bulan sejak postingann terakhir dari bang insan sains...

gak sabar nih nunggu post lanjutannya......

oke cuma mo nulis gini aja.....
ditunggu posting lanjutannya y nyengir
Masuk
Halaman: [1]   Naik
Kirim topik ini | Cetak
Lompat ke:  

Topik Lainnya :
Subyek Dimulai oleh Jawaban Dilihat Tulisan terahkir
"Robohnya surau kami" peregrin 6 2444 Tulisan terahkir Desember 06, 2008, 09:33:32
oleh biobio
Perbedaan perlakuan terhadap Soekarno vs Soeharto indoroids 9 3599 Tulisan terahkir September 02, 2008, 02:47:23
oleh lem
Frans Magnis-Suseno peregrin 3 3274 Tulisan terahkir Desember 06, 2008, 09:39:18
oleh biobio
“MUJIZAT KEMBALI TERJADI DAN PUNCAK PEMURNIAN DUNIA SUDAH SEMAKIN DEKAT” « 1 2 3 4 5 » pemurniandunia 71 3558 Tulisan terahkir Januari 07, 2009, 10:34:18
oleh h4ry
PERMATABANK Di Ambang Kehancuran mbahmar1jan 1 351 Tulisan terahkir November 09, 2008, 07:04:11
oleh mbahmar1jan
Powered by SMF 1.1.6 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
RSS | Sitemap | Science Directory | Science Blog


© 2006-2008 ForumSains.com
Dilber MC Theme by HarzeM