Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

Sandy_dkk

Kemarin jam 12:31:18 PM
coba periksa ke ahli syaraf kang farabi.
 

Farabi

Kemarin jam 11:29:44 AM
Tiap menjelang musim hujan sakit gigi, padahal giginya udah ga ada. Apa ini memang menimpa semua orang? Dan kenapa?
 

Sandy_dkk

Oktober 20, 2014, 05:16:25 AM
hujan turun untuk pertamakalinya dalam beberapa bulan ini, disambut bahagia oleh lusinan burung gereja yang berterbangan di halaman rumah. sungguh indah pagi ini.

senifacitra

Oktober 14, 2014, 08:24:03 PM
malam, mw tx proses fisika apa yang menyebabkan sehingga bumi memiliki sifat magnet.??

mohon bntuanx sgera
 

Sandy_dkk

Oktober 13, 2014, 08:08:28 PM
boleh deh...

sherenhfns

Oktober 13, 2014, 06:59:24 PM
ada yang on ga ? bisa bantuin soal matematika kelas 9? besok mau mid

sherenhfns

Oktober 13, 2014, 06:58:49 PM
Hallo

 

Monox D. I-Fly

Oktober 09, 2014, 09:34:41 PM
musim pemilu juga sudah habis, liat aja, pemilu tahun ini nggak ada yang bahas pemilu sama sekali... forsaintis dah bosen sama politik...
 

Farabi

Oktober 09, 2014, 01:25:15 PM
Capek debat adu khayal ala agama. Mendingan fokus ke hal hal exact.  ;)

nʇǝʌ∀

Oktober 09, 2014, 01:00:00 AM
musim jin dan supernatural, dan debat agama di ForSa sudah habis yah? sekarang kayanya makin banyak yang membanjiri subforum matematika :D nanti kira2 ada musim apa lagi?

Show 50 latest

Penulis Topik: Artikel ForSa : Menggairahkan Nafsu Belajar Siswa dengan Penciptaan Lingkungan  (Dibaca 5497 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2238
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
Oleh :
Mohamad Juri,S.Pd, MMPd
Guru Sekolah Dasar SDN Omben 2
Sampang, Madura


Sering kita temukan di lapangan bahwa kondisi persekolahan kita, khususnya Sekolah Dasar, dikelola apa adanya dan ala kadarnya. Terutama hal yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan lingkungan sekolah dan keadaan ruangan kelas. Seperti terlihat pada kondisi ruang kelas yang ditata monoton dan konvensional, dengan tampilan apa adanya seperti tampak pada pengecatan dinding sekolah atau pun ruangan kelas yang kebanyakan dicat dengan warna putih polos, kuning polos, dan warna–warna lain yang serba polos. Ini sudah lumayan bagus, artinya kondisi kelas yang demikian sudah terlihat bersih.

Baca Selengkapnya



Offline chemjr125

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 28
  • IQ: 4
    • Lihat Profil
Hehehe,...
Menarik pak,
NAmun, menurut saya. Yang didinding dalam kelas itu, beberapa dari semua itu. Dan tambahan karya. Terus, perlu diadakan suatu ruangan yang khusus menampilkan berbagai gambar/macam2 itu alias versi lengkapnya dari yang dipampang. Sehingga, pada saat istirahat, mungkin anak2 lebih senang memperoleh suatu hal baru di ruangan itu.

Pada saat saya SD dulu, mengharapkan adanya kayak gitu, dan perpustakaan yang lebih terbuka yang dikelola oleh orang yang ramah bagi para siswa. Klo orangnya menakutkan, Wah anak2 pada takut. Padahal didalam diri siswa itu ada suatu keinginan yang luar biasa untuk mengetahui hal baru.

Dan dikelas pun perlu penyampaian yang mudah dimengerti oleh siswa agar siswa tidak bosan. Mungkin yang membuat malas belajar adalah kurang familiarnya hal yang dipelajari. Kurang terpaut dengan kehidupan sehari2.

Offline exile_rstd

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1027
  • IQ: 37
  • Gender: Wanita
  • Now, I really changed. Life has changed 180 degree
    • Lihat Profil
cukup inovatif :)
tapi ada yang saya pertanyakan, bagaimana jika semua dinding kelas dilukis dengan gambar-gambar yang berhubungan dengan IPA atau IPS, seperti yang dituliskan diatas seperti gambar perkembangbiakan (kalau saya ga salah baca) dan ketika ujian apa itu tidak menjadi bahan utk mencontek?

lalu ada juga cara belajar diluar ruangan. saya pernah belajar diluar ruangan dan rasanya lebih bebas karena tidak ada dinding penghalang. tapi kalau belajar diluar ruangan di saat musim hujan gini mendingan jangan deh. ;D
i adore your intelligence

Offline wedankjae

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 1
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Tulisan diatas jadi mengingatkan saya dengan tulisan Colin Rose & Malcom J Nichole dalam Bukunya Accelerated Learning yang intinya "Menyiapkan ruangan yang sedemikian rupa sehingga membantu meningkatkan konsentrasi dalam belajar", waktu saya baca buku saat saya masih di MTs yg tergolong akreditas kelas C, dulu karna saya tidak bisa konsentrasi jika belajar dikelas, saya sering keluar kelas untuk mngambil udara segar, namun hasilnya pipi merah oleh kepala sekolah ha ha ha

Offline Saladinxc

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 2
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Hmm, Kalau saya sih melihat ini dari sudut pandang Kerjasama antara Sekolah dengan Orang Tua Siswa khususnya di lingkungan Sekolah untuk orang yang cukup mampu.
Seharusnya, pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat konsentrasi dan kenyamanan siswa, orang tua siswa diikutsertakan. Di Luar Negeri aja ada PTA. Parent Teacher Association.

Hal ini cukup baik karena menurut saya, orang tua bisa ikut berpartisipasi pada sekolah anak (Apalagi untuk tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama) dan dapat mengawasi
hal-hal yang dilakukan oleh sekolah dalam prosesnya. Apalagi, dengan jaringan orang tua siswa yang lebih luas, sekolah juga bisa mendapat bantuan biaya dan peralatan dalam kegiatan-kegiatan
peningkatan kenyamanan siswanya. 

Offline dedemarizal

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 1
  • IQ: 0
  • ForSa!
    • Lihat Profil
iya, saya rasa dengan begitu maka siswa akan lebih bisa untuk memiliki rasa keinginan belajar yang tinggi
 ;D

Offline mefer

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 6
  • IQ: 0
  • ForSa!
    • Lihat Profil
halo saya orang baru disini :) salam kenal
semoga forum makin aktif dan membantu mengembangkan ide serta pengetahuan
dan peradaban

okey kang ane kasi pendapat dikit ya..
seperti di bilang nyaris semua hal ada alasannya.
termasuk siswa belajar itu ada alasannya disamping fakta yaitu siswa itu belajar

sebenarnya alasan dalam psikiatris muncul oleh beberapa faktor
-motivasi
-rasa takut
-keterpaksaan

sedangkan motivasi pun bisa di sebabkan oleh banyak hal

nah yang membuat siswa malas belajar ada 2 kehilangan alasan dan benturan alasan
(mainan lah cewe lah apalah)
nah yg sangat perlu adalah
ambisi agar siswa tidak pernah kurang alasan dan keinginan untuk belajar
sekian

Offline exile_rstd

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1027
  • IQ: 37
  • Gender: Wanita
  • Now, I really changed. Life has changed 180 degree
    • Lihat Profil
sebenarnya alasan dalam psikiatris muncul oleh beberapa faktor
-motivasi
-rasa takut
-keterpaksaan

sedangkan motivasi pun bisa di sebabkan oleh banyak hal

nah yang membuat siswa malas belajar ada 2 kehilangan alasan dan benturan alasan
(mainan lah cewe lah apalah)
nah yg sangat perlu adalah
ambisi agar siswa tidak pernah kurang alasan dan keinginan untuk belajar
sekian
kalau misalnya bukan karena hal main atau cwe/cwo bagaimana tuh? ::) tapi itu sendiri tergantung siswa/i masing-masing..

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
    • Lihat Profil
Terimakasih Pak untuk berbagi metode pembelajaran yang sangat menarik ini. Saya sedikit banyak setuju dengan cara-cara Bapak untuk menggairahkan nafsu belajar siswa (sebagaimana disebutkan dalam judul artikel tersebut).

Hanya ada 1 saran, mungkin kata-kata "classical conditioning" yang Bapak tulis sebagai bahasa Inggris dari kondisi kelas dapat diubah dengan kata lain. Sebab dalam sains, khususnya biologi perilaku, istilah tersebut memiliki makna yang berbeda. Nanti bisa rancu dengan classical conditioningnya Ivan Pavlov sebagaimana terkutip di bawah ini:

"Classical conditioning (also Pavlovian conditioning or respondent conditioning) is a form of learning in which one stimulus, the conditioned stimulus or CS, comes to signal the occurrence of a second stimulus, the unconditioned stimulus or US. The US is usually a biologically significant stimulus such as food or pain that elicits a response from the start; this is called the unconditioned response or UR."

Ref:
Bouton, M. E. (2007) Learning and Behavior: A Contemporary Synthesis, Sunderland, MA: Sinauer
Pavlov, I.P. (1927/1960). Conditional Reflexes. New York: Dover Publications http://psychclassics.yorku.ca/Pavlo
"The pen is mightier than the sword"
Research Center for Advanced Science and Technology (RCAST)
The University of Tokyo. 7-3-1 Hongo, Bunkyo-ku, Tokyo, Japan

 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
42 Jawaban
13872 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 08, 2014, 05:21:55 AM
oleh syarifuddin25
16 Jawaban
6912 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 20, 2014, 11:52:09 AM
oleh dnkrcrshr
27 Jawaban
11553 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 15, 2011, 11:29:55 AM
oleh obay
5 Jawaban
3380 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 14, 2013, 12:29:24 AM
oleh rahadian347
1 Jawaban
626 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 10, 2014, 12:54:27 PM
oleh ch0c0

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia