Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Pebruari 10, 2012, 04:54:20 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

dzikripratama

Hari Ini jam 01:34:08 PM
 :) ;) :D ;D
 

dzikripratama

Hari Ini jam 01:33:39 PM
duh,cape habis ekskul di sklh
 

semut-ireng

Hari Ini jam 07:37:05 AM
 :)
 

exile_rstd

Kemarin jam 06:04:39 PM
sampai di Tangerang jam 05.30 pagi. seneng udh plg tapi jadi kangen sm Yogya ;D
 

MonDay

Kemarin jam 01:56:29 PM
boleh promosi ga dsn ya?
 

lam_lavoisier09

Kemarin jam 12:03:50 PM
salam kenal semua,,, ikut nimbrung yoo.. :)
 ;)
 

semut-ireng

Kemarin jam 08:30:33 AM
 :)
 

Farabi

Pebruari 08, 2012, 08:04:23 PM
Semut: Kirain dah mahasiswa. Bagus kan, jadi terpacu buat belajar. ;D Heu...
 

semut-ireng

Pebruari 07, 2012, 06:24:47 PM
lagian guru gw kenceng banget,  yang ga ngerjakan PR ditulis di papan pengumuman ..... ;D
 

dzikripratama

Pebruari 07, 2012, 04:18:13 PM
aduh pusing banyak PR :)

Show 50 latest

Penulis Topik: Kecurangan-kecurangan dalam Ujian Nasional  (Dibaca 8223 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2218
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
    • Blog ForSa
Kecurangan-kecurangan dalam Ujian Nasional
« pada: Mei 12, 2008, 10:39:39 AM »
Kasus kecurangan-kecurangan dalam Ujian Nasional makin banyak aja ya. Coba liat kasus guru-guru di Deli Serdang yang ditangkap karena ngebenerin jawaban muridnya. Ada bbrp hal yang menarik dari sini.

Pertama, guru-guru ini ditangkap sama Densus 88, unit kepolisian yang ngurus teroris. Apa urusannya? Kedua, gw ga tau persis alasan guru2 ini, bisa jadi disogok orang tua murid, nyelamatin sekolah/karir, atau emang pengen murid2nya lulus? Mata pelajarannya Bahasa Inggris, di sana mungkin bahasa Indonesia aja masih kesulitan. Banyak pertanyaan yang harus dijawab di sini, bukan hanya sekedar ada kecurangan lalu ditindak.
Pertanyaannya misalnya :

Kenapa sih kecurangan ini bisa terjadi?
Atas dasar apa pemerintah memberlakukan Ujian Nasional?

Adanya UN ini seakan-akan pemerintah hanya mementingkan hasil UN, menetapkan standar kelulusan yang "ideal" tanpa peduli bagaimana pendidikan di Indonesia. Atas dasar apa pemerintah menetapkan standar yang sama untuk daerah terpencil yang serba kurang (kurang buku, kurang fasilitas, kurang guru, kurang kurang kurang....) dan kota Jakarta misalnya (yang juga sebenernya serba kurang)? Kecurangan-kecurangan dalam UN, contohnya kasus guru Deli Serdang ini, adalah salah satu efek dari ketidaksiapan Indonesia. Ketika hasil lebih penting dari prosesnya sendiri.

Seharusnya semua yang serba kurang itu yang dibahas, bukan standar kelulusan yang dinaikkan. Bagaimana mungkin kita mengharapkan hasil yang lebih baik kalau kita hanya melakukan yang itu-itu aja. Kata Bang Einstein, INI SINTING!

Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results.
Albert Einstein.



Densus 88 Tangkap 16 Guru dan Seorang Kepsek

MEDAN, KAMIS – Di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara secara mengejutkan Kepolisian Resor Deli Serdang menetapkan 16 guru dan seorang kepala Sekolah Menengah Atas Negeri Lubuk Pakam 2 sebagai tersangka pelaku kecurangan UN Rabu siang. Mereka kedapatan membetulkan jawaban soal ujian siswa di sekolahnya. Penetapan sebagai tersangka itu dilakukan setelah Detasemen Khusus 88 Polda Sumut memergoki mereka membetulkan jawaban siswa.

"Mereka terbukti menjawab soal siswa. Detasemen khusus 88 memergoki mereka di ruang khusus sekolah itu. Saat ini kami mewajibkan mereka lapor dua kali seminggu. Belum ada yang kami tahan karena mereka bersikap kooperatif," tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal PolresDeli Serdang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ruruh Witjaksono, Kamis (24/4).

Kejadian itu baru diketahui polisi setelah UN hari kedua tingkat SMA usai, Rabu siang. Dari keterangan yang dia himpun, para guru sepakat membetulkan jawaban soal UN siswa mata pelajaran Bahasa Inggris. Mata pelajaran itu mereka nilai sulit, sehingga perlu membantu siswa. Dari keterangan para guru, ide untuk membantu siswa itu datang dari kepala sekolah.

"Guru Bahasa Inggris yang menjawab soalnya. Selanjutnya para guru bersama-sama membetulkan jawaban siswa sebanyak 284 lembar. Dari keterangan guru, yang paling bertanggung jawab adalah kepala sekolah. Kami masih meminta keterangan tambahan kepada mereka," tuturnya.

Sebelumnya, informasi polisi datang dari Detasemen Khusus 88 Polda Sumut.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumut Parlindungan Purba menuturkan kasus kecurangan ini bukti tidak adanya perubahan tahun lalu. Semangat UN untuk meningkatkan mutu pendidikan bakal susah terwujud. "Semangat untuk melaporkan kecurangan ini harus mendapat dukungan. Jangan coba-coba mengancam para guru yang berbuat jujur. Kami bisa membantu melaporkan ke polisi," tuturnya.

Sementara itu ujian nasional di Sumatera Utara terjadi di tujuh daerah kabupaten dan kota. Kecurangan itu tersebar di 24 sekolah menengah atas dan sederajat. Laporan adanya kecurangan itu sebagian besar dari Komunitas Air Mata Guru/KAMG dan satu kasus dipergoki petugas kepolisian.

"Secara umum terjadi pelanggraan posedur operasi standar UN. Kecurangan masih kami temukan kasat mata di depan kami. Bahkan kecurangan juga kami temukan di sekolah favorit," tutur Ketua Dewan Pengurus KAMG Daud Hutabarat, Kamis (24/4) di Medan.

Daud mengatakan temuan adanya kecurangan UN umumnya dia terima dari laporan para guru saat mengawasi UN. Sebagian yang lain dari investigasi di sejumlah sekolah. KAMG akan nama-nama sekolah dan bukti pelanggarannya itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumut secara lengkap.

KAMG menunjukkan bukti-bukti kecurangan di antaranya rekaman video tukar menukar jawaban para siswa di kantin sebuah SMA favorit di Medan, lembar jawaban cetakan komputer, dan foto telepon seluler.

Teti Sihombing salah seorang pengawas di sebuah SMA di Pematang Siantar mengaku mendapat intimidasi dari pihak yayasan sekolah karena tidak mau menuruti keinginan pihak sekolah. "Saya tetap tidak mau mengganti berita acara UN. Saya menyatakan ada kecurangan di depan mata saya. Saat saya akan pulang, mereka mengatakan 'tolong hati-hati.' Saya juga disoraki guru dan siswa dengan mengatakan gila," katanya.

Saat mengawas, Teti mendapatkan kunci jawaban dengan cetakan lengkap. Dia tidak tahu dari mana kunci jawaban yang beredar di siswa. Dia menduga ada kebocoran soal sebelumnya. Bentuk kecurangan itu terjadi selama tiga hari berturut-turut selama dia mengawas UN.

NDY
Sumber : KOMPAS
http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/24/21443699/densus.88.tangkap.16.guru.dan.seorang.kepsek

Offline ixv

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 9
  • IQ: -1
    • Lihat Profil
Re: Kecurangan-kecurangan dalam Ujian Nasional
« Jawab #1 pada: Juli 06, 2008, 09:47:42 PM »
apakah pemerintah dan seluruh komponen pendidikan sudah memenuhi "standar kelulusan" untuk melaksanakan ujian nasional di Indonesia? ???

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2218
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
    • Blog ForSa
Re: Kecurangan-kecurangan dalam Ujian Nasional
« Jawab #2 pada: Juli 06, 2008, 10:08:17 PM »
apakah pemerintah dan seluruh komponen pendidikan sudah memenuhi "standar kelulusan" untuk melaksanakan ujian nasional di Indonesia? ???

haha..... dalem banget ini ;D

Offline Irdint

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 12
  • IQ: 1
    • Lihat Profil
Re: Kecurangan-kecurangan dalam Ujian Nasional
« Jawab #3 pada: November 02, 2009, 09:05:22 PM »
harap maklum klo koruptor indonesia meraja lela.. lha wong sudah kebudayaan turun temurun gitu.. mendirikan KPK pun percuma buktinya KPK sendiri malah korupsi.. ato mungkin budaya teposlironya udah sangat masuk kedalam hati masing-masing masyarakat indonesia bahkan sampai di bangku ujian sekalipun..

Offline Ginji

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 978
  • IQ: 73
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kecurangan-kecurangan dalam Ujian Nasional
« Jawab #4 pada: November 04, 2009, 10:15:06 PM »
harap maklum klo koruptor indonesia meraja lela.. lha wong sudah kebudayaan turun temurun gitu.. mendirikan KPK pun percuma buktinya KPK sendiri malah korupsi.. ato mungkin budaya teposlironya udah sangat masuk kedalam hati masing-masing masyarakat indonesia bahkan sampai di bangku ujian sekalipun..
ya kalo masyarakat mikirnya gitu mulu gimana bisa maju ? dan gimana korupsi gak merajalela!?

Offline saus_tomat

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 3
  • IQ: 2
  • Gender: Wanita
  • belajar belajar
    • Lihat Profil
Re: Kecurangan-kecurangan dalam Ujian Nasional
« Jawab #5 pada: Desember 15, 2009, 03:28:58 PM »
iyooo... uan banyak curangnya... makanya saya gak setuju banget kalo nilai UAN bakal dipake buat masuk PTN n ujian masuk PTN-nya dihapuskan :(

Offline blacklist_boy

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 15
  • IQ: 4
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kecurangan-kecurangan dalam Ujian Nasional
« Jawab #6 pada: Januari 20, 2010, 05:14:27 PM »
saya sebagai siswa yang akan melaksanakan UN, mending UN nya gak usah diadain deh... hhe  ;D

Offline mariaita

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 1
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: Kecurangan-kecurangan dalam Ujian Nasional
« Jawab #7 pada: April 15, 2010, 09:04:32 AM »
gila ... gila ... gila ... segila-gilanya ... pendidikan indonesia memang gila ...
banyak yg mengatakan 'jangan ikut-ikutan gila!' tp toh nyatanya ... harus menggila ! :'(

Offline heru.htl

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 990
  • IQ: 34
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Free GNU/Linux Distributions
Re: Kecurangan-kecurangan dalam Ujian Nasional
« Jawab #8 pada: April 16, 2010, 11:52:13 PM »
Indonesia memang 'NEGARA CURANG', yang bergelar Doctor alias lulusan S3 sj banyak yg curang. Pejabatnya juga 'RATA RATA / PUKUL RATA CURANG'.
Jadi jangan heran/kaget, memang INDONESIA gudangnya PELAKU keCURANGan. 8) 8) 8) 8)

Offline heru.htl

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 990
  • IQ: 34
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Free GNU/Linux Distributions
Re: Kecurangan-kecurangan dalam Ujian Nasional
« Jawab #9 pada: April 16, 2010, 11:57:40 PM »
GANTI SAJA SEMUA UJIAN TEORI MENGGUNAKAN UJIAN PRAKTEK!
MEMANG BENAR, BAHWA NILAI DIATAS KERTAS ITU "OMONG KOSONG!"
RUMUS HITAM DI ATAS PUTIH A'LA KAUM BIROKRAT PENDIDIKAN PENIPU TIDAK PERLU DITERUSKAN.
RUMUS KAUM ANTI-PRACTICUM JUGA SUDAH WAKTUNYA DITINGGALKAN.

Di dunia programmer, orang hanya bisa disebut programmer kalau memang bisa memprogram dan membuat program/aplikasi piranti lunak. Teori memang penting, tetapi praktek itulah wujud dari teori dan cara paling fair untuk membuktikan sejauh mana seseorang menguasai teori adalah praktek!

Contoh lain, seseorang boleh saja berkoar kalau ia seorang teknisi hardware/peralatan elektronik kelas kakap. Tetapi, kalau kenyataannya ia tidak bisa nyopot baud atau bahkan tidak bisa nyolder, maka kita berhak mengatakan bahwa ia 'penipu kelas kakap' dan bukan 'teknisi kelas kakap'.
« Edit Terakhir: April 17, 2010, 12:53:54 AM oleh heru.htl »

Offline Takagi Fujimaru

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 921
  • IQ: 46
  • Gender: Pria
  • Falcon is flying...
    • Lihat Profil
Re: Kecurangan-kecurangan dalam Ujian Nasional
« Jawab #10 pada: April 17, 2010, 08:39:11 PM »
Wahahahaha... iya nih. Dari dulu aq pengen ujian itu lisan. langsung di depan penguji. Kalo ujian tulis, aq sering kalah ama mereka yang contekan! Bayangkan aja, masa UN kmaren 1 kelas smsn smua? Hadu2...
Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

Offline heru.htl

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 990
  • IQ: 34
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Free GNU/Linux Distributions
Re: Kecurangan-kecurangan dalam Ujian Nasional
« Jawab #11 pada: April 17, 2010, 09:23:22 PM »
Bukan cuma lisan,

tetapi full praktikum.

Saya yakin,

makin banyak

yang tidak lulus  >:D >:D >:D

SUDAH SAATNYA BANGSA INDONESIA TIDAK LAGI DIDIDIK UNTUK MENJADI "ALAT PEREKAM DATA" (MANUSIA BUKAN HARD DISK, TETAPI LEBIH DARI ITU), SAATNYA BANGSA KITA MENJADI MANUSIA SEUTUHNYA YANG BISA BEKERJA DENGAN SKILL, BUKAN BEKERJA DENGAN TRIK-TRIK KOTOR DAN SEMANGAT KERUPUK.
« Edit Terakhir: April 17, 2010, 09:31:17 PM oleh heru.htl »

Offline Takagi Fujimaru

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 921
  • IQ: 46
  • Gender: Pria
  • Falcon is flying...
    • Lihat Profil
Re: Kecurangan-kecurangan dalam Ujian Nasional
« Jawab #12 pada: April 17, 2010, 09:32:05 PM »
Hya... pesimis banget? Atau optimis ya? hehehehe
Optimis dalam kepesimisan? Entahlah... hohoho

Ia juga sih, apalagi kalau praktikum nya individu, wah, berasa merdeka! wahahahaha

Offline heru.htl

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 990
  • IQ: 34
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Free GNU/Linux Distributions
Re: Kecurangan-kecurangan dalam Ujian Nasional
« Jawab #13 pada: April 17, 2010, 09:37:05 PM »
Hya... pesimis banget? Atau optimis ya? hehehehe
Optimis dalam kepesimisan? Entahlah... hohoho

Ia juga sih, apalagi kalau praktikum nya individu, wah, berasa merdeka! wahahahaha


Plus, di awasi kamera CCTV + direkam step-step praktikumnya.

Saya jamin, mereka siswa yang lazy/lame akan "crash & hank".

Plus, hanya ada 2 nilai:

Nilai 1 jika praktikum sukses.

Nilai 0 jika praktikum gagal.

Offline Takagi Fujimaru

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 921
  • IQ: 46
  • Gender: Pria
  • Falcon is flying...
    • Lihat Profil
Re: Kecurangan-kecurangan dalam Ujian Nasional
« Jawab #14 pada: April 17, 2010, 09:41:09 PM »
wah, ya ga seru tuh. Jangan disamain sama komputer ah! Masa cuma tau angka '0' dan '1' doank? Hohohoho

Eh, tapi klo tesnya gitu apa ga kemahalan tuh? Gmn ama yg di desa2 n daerah terpencil? Boro2 bli CCTV, bli kapur aja susah...hohoho

Mungkin alternatif lainnya dengan tes one by one. Satu2 yg maju, dengan soal beda tapi bobot sama... hmmmmm

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia