Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 25, 2012, 06:22:17 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

fajri

Kemarin jam 09:40:03 PM
numpang liat_liat dulu,, kexnya menarik bnget sama masalah mikon.. ! :D
 

haman11

Kemarin jam 08:11:34 AM
ada yg tauproses daur ulang urin pada cicak gk ? ;)
 

GhostInMachine

Mei 23, 2012, 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Mei 23, 2012, 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Mei 22, 2012, 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Mei 22, 2012, 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah

Show 50 latest

Penulis Topik: Kinerja Guru Tersertifikasi Harus Dievaluasi  (Dibaca 1147 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline ksatriabajuhitam

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 791
  • IQ: 97
  • Gender: Pria
  • keep holding on
    • Lihat Profil
    • hsw weblog
Kinerja Guru Tersertifikasi Harus Dievaluasi
« pada: September 09, 2011, 07:47:07 PM »
Kutip
Kinerja Guru Tersertifikasi Harus Dievaluasi

Indra Akuntono | Laksono Hari W | Jumat, 9 September 2011 | 18:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, rencana tentang syarat sertifikasi guru yang mengharuskan para guru untuk memublikasikan karya ilmiahnya sebagai sesuatu yang sangat logis.

Mendiknas mengatakan, selalu ada pertanyaan mendasar setelah guru ditetapkan menjadi profesi dan tersertifikasi. Pertanyaan itu terkait sifat dari sertifikasi, yakni apakah mengikat sepanjang hayat atau ada periodesasi untuk mengevaluasi tentang kompetensi profesionalitasnya. Karena sertifikasi itu bertujuan memastikan profesionalitas, sedangkan sifat dari profesionalitas itu sangat fluktuatif, maka kualitas guru bisa naik dan menurun kapan saja.

"Memang sampai saat ini kami belum menentukan berapa tahun harus direview dan dievaluasi tentang sertifikasi yang terkait dengan profesionalitas tersebut," kata Nuh, Jumat (9/9/2011) di Jakarta.

Permasalah lainnya terkait dengan kinerja guru. Setelah disertifikasi seorang guru harus benar-benar menunjukkan peningkatan kinerjanya. Kemdiknas saat ini sedang menyiapkan evaluasi bagi para guru yang sudah mendapatkan sertifikasi atau kemaslahatan sebagai seorang profesional.

Ini menjadi penting, bukan karena untuk mengungkit apa yang sudah diberikan kepada para guru, akan tetapi Mendiknas menilai bahwa pemenuhan tuntutan masyarakat adalah hal yang utama. Hal ini juga terkait langsung dengan konsekuensi dari seseorang yang sudah mendapatkan kemaslahatan dari profesinya.

Nuh memaparkan, ada tiga variabel yang harus dievaluasi terkait dengan kinerja guru. Pertama adalah absentisme atau tingkat kehadiran. Absentisme menjadi hal paling utama dalam evauasi kinerja para guru karena dapat diketahui berapa jam guru tersebut mengajar dan berapa jam waktu mengajar yang hilang.

Variabel kedua yaitu kinerja tentang prestasi dari siswanya karena ini merupakan ujung dari hasil mengajar guru tersebut. "Misalnya saya guru matematika, berapa tingkat kelulusan siswanya? Oleh karena itu harus dievaluasi dan dikaitkan dengan nilai yang dicapai oleh siswanya," ujar Nuh.

Variabel ketiga dalam evaluasi kinerja guru lebih masuk ke wilayah kolektif, yaitu sampai sejauh mana peran sang guru dalam membangun budaya belajar di sekolah. Ini sama halnya dengan kegiatan ekstrakurikuler guru, misalnya ia ikut menulis pengembangan keilmuan, memberikan pendampingan pada kegiatan Pramuka dan sebagainya, yang ujungnya itu bisa membangun budaya di sekolah. "Itulah hal-hal yang harus dilakukan di dalam konteks mengevaluasi kinerja guru," tuturnya.

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2011/09/09/18190113/Kinerja.Guru.Tersertifikasi.Harus.Dievaluasi



saya tidak tau, jaman saya sekolah dulu, belum ada yang namanya sertifikasi guru.
itu prosesnya bagaimana ya?

sepengamatan (atau seperasaan, mungin) kalo seseorang yang pernah kerja di industri kemudian jadi guru, rasanya akan bagus juga, karena mereka menjadi punya spirit "real life" / "real practice", tidak mengajar "mengawang-awang".

contoh, mantan policy maker (terutama public policy) rasanya akan sangat 'berkesan' dalam cara mengajar PPKn, tidak sekedar by-the-book.


bagaimana menurut teman2?
not all the problems could be solved by the sword, but sword holder take control of problems.
ForSa versi mobile: http://www.forumsains.com/forum?wap2

Offline danzJr

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 293
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kinerja Guru Tersertifikasi Harus Dievaluasi
« Jawab #1 pada: September 10, 2011, 02:08:43 AM »
saya juga kurang ngerti tentang sertifikasi guru  ;D .

tapi kalau boleh curhat  sedikit guru jaman sekarang memang ga memenuhi 'standar' pendidikan.
dalam 1 minggu tidak pernah saya belajar full di sekolah. pasti ada saja guru yang tidak masuk. jika alasannya sibuk untuk pertama kalinya oke, tapi ini sudah terlalu sering menurut saya.

belajar disekolah pun sudah tidak efisien karena guru hanya berpacu dengan buku,materi,buku,materi. tidak ada karya ilmiah yang dapat merangsang kerja otak lebih baik (praktek hanya pada saat pengisian nilai).
bahasanyapun sulit dicerna murid. jadi agar saya dapat mengerti harus ikut bimbel dan les disana disini... sungguh mengecewakan pendidikan jaman sekarang di Indonesia ini.

tapi semoga saja artikel tadi menjadi kenyataan tidak sekedar artikel
sesuatu itu dimulai dari mimpi, diusahakan dan menjadi kenyataan

Offline ksatriabajuhitam

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 791
  • IQ: 97
  • Gender: Pria
  • keep holding on
    • Lihat Profil
    • hsw weblog
Re: Kinerja Guru Tersertifikasi Harus Dievaluasi
« Jawab #2 pada: September 11, 2011, 04:28:05 PM »
...
tapi kalau boleh curhat  sedikit guru jaman sekarang memang ga memenuhi 'standar' pendidikan.
...
belajar disekolah pun sudah tidak efisien karena guru hanya berpacu dengan buku,materi,buku,materi. tidak ada karya ilmiah yang dapat merangsang kerja otak lebih baik (praktek hanya pada saat pengisian nilai).
...

emang guru jaman dulu kayak gimana? :D

iya, saya setuju, guru mestinya tidak melulu berpacu materi buku materi buku. kurikulum tercapai memang perlu, tetapi pemahaman anak didik harusnya lebih utama.
(saya termasuk yang tidak setuju dengan praktikum yang dipisah dari "pengajaran normal", jadinya praktikum ya praktikum, di papan tulis ya di papan tulis, seolah ga nyambung. saya lebih setuju mengajar sambil praktikum)

saya tidak tau proses sertifikasi dan proses setelahnya, tetapi dari berita-berita, katanya ga ada "test ulang", sekali dapat ya sudah.

Kutip
...
Secara terpisah, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, pemerintah sampai saat ini belum memiliki sistem evaluasi hasil kinerja guru setelah memperoleh sertifikasi. Akibatnya, belum diketahui apakah sertifikasi benar-benar dapat meningkatkan kinerja guru. ”Kami sedang menyiapkan cara untuk mengevaluasi sertifikasi itu,” ujarnya.
...
http://edukasi.kompas.com/read/2011/09/10/04134349/Pembayaran.Tunjangan.Guru.Masih.Bermasalah



 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia