Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 25, 2012, 06:23:21 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

fajri

Kemarin jam 09:40:03 PM
numpang liat_liat dulu,, kexnya menarik bnget sama masalah mikon.. ! :D
 

haman11

Kemarin jam 08:11:34 AM
ada yg tauproses daur ulang urin pada cicak gk ? ;)
 

GhostInMachine

Mei 23, 2012, 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Mei 23, 2012, 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Mei 22, 2012, 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Mei 22, 2012, 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah

Show 50 latest

Penulis Topik: Krisis Parah Dalam Pendidikan Indonesia  (Dibaca 2734 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline asma

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 34
  • IQ: 8
  • Lady Arwen n Aragon
    • Lihat Profil
Krisis Parah Dalam Pendidikan Indonesia
« pada: Agustus 23, 2009, 06:54:31 AM »
         Pada umumnya masyarakat Indonesia dapat merasakan dan menyadari dengan jelas krisis ekonomi dan krisis finansial seperti yang terjadi pada tahun 1998 dan 2008. Namun mereka kurang menyadari krisis yang berdampak lebih besar, yaitu krisis pendidikan Indonesia.
         Krisis Pendidikan semakin parah justru setelah Indonesia berdemokrasi dan bebas memilih apa yang terbaik untuk rakyat dan lepas dari belenggu kediktatoran. Tak seperti krisis ekonomi, krisis pendidikan ini berimplikasi pelan tapi pasti dan kuat pada struktur sosial di masa depan. Biang utama dari krisis pendidikan adalah sistem pendidikan yang mengadopsi sistem pasar dan konsep efisiensi privat atau perusahaan swasta yang dibawa pada ranah pendidikan yang bersifat publik.
          Sistem ini sebenarnya telah melecehkan konstitusi yang menempatkan negara yang berkewajiban mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahkan ketika konstitusi mengamanatkan dengan jelas alokasi anggaran untuk pendidikan, masih banyak dimaklumi pemunduran penerapannya. Bahkan ketika kesempatan itu ada, maka implementasi alokasi anggaran masih serabutan dan tidak jelas arahnya.
           Ideologi dasar sistem pendidikan Indonesia saat ini tak lain adalah ideologi neoliberal murni, meski masih dibatasi oleh kondisi sosial. Jadi perhatian pada hak rakyat atas pendidikan hanya ditempatkan sebagai kendala, yang dipenuhi agar sistem utama dapat berjalan.
            Dalam sistem seperti ini pendidikan ditempatkan sebagai komoditas, peranan pemerintah dimimalisasi dengan berfokus pada kontrol kurikulum dan standar, melakukan desentralisasi kepada pemerintah daerah atau dengan kata lain negara melempar kewajibannya pada entitas politik lokal. Guru, dosen, dan profesi pendidik dininabobokkan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa atau dengan kata lain ditempatkan dalam status ekonomi dan kondisi kerja yang rendah. Upaya meningkatkan kesejahteraan, seperti kenaikan gaji yang tidak signifikan atau sistem sertifikasi yang tidak masuk akal, memperkuat asumsi itu.
            Indikasi ini dapat dilihat pada semua level pendidikan dari tingkat dasar, sampai pendidikan tinggi. Pada sekolah dasar dan menengah, kesenjangan pada sekolah-sekolah negeri sendiri sangatlah tinggi. Status sekolah menjadi tergantung kondisi sosial ekonomi muridnya. Ada sekolah roboh, ada sekolah yang megah, padahal semua sekolah pemerintah.
          Bahkan di dalam sekolah pun dibedakan, ada yang masuk rintisan sekolah bertaraf internasional dan ada sekolah biasa saja.
Mengapa ada rintisan sekolah bertaraf internasional? Ini adalah wujud dari ketidakpercayaan diri pada sekolah nasional atau inferioritas sebagai bangsa. Kalaupun sekolah bertaraf internasional ini memang dianggap memiliki kualitas yang lebih baik kenapa tidak dijadikan standar nasional untuk semua, kenapa hanya diperuntukkan hanya untuk kelompok tertentu. Diskriminasi terjadi tidak hanya ketika akan masuk sekolah yang tersaring dengan tarif yang mahal, akan tetapi dalamn proses di dalamnyapun terjadi diskriminasi lanjutan.
            Logika pasar benar-benar merebah. Uang masuk mahal, SPP mahal, bahkan sampai para dosennya sendiri tidak akan mampu menyekolahkan anaknya di universitas tempat mengajar. Perguruan tinggi pun sekarang mengejar kelasnya menjadi berkelas dunia (world class university). Daripada berusaha menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa sendiri, perguruan tinggi mengikuti arus global dengan mengacu pada standar-standar internasional yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan bangsa sendiri.
 
Menurut kalian gimana pendidikan indonesia itu?




Many people will walk in and out of your life.But only true friends will leave footprints in your heart." ^-^"

Offline sukuchi92

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 15
  • IQ: 3
  • Gender: Pria
  • newbie
    • Lihat Profil
Re: Krisis Parah Dalam Pendidikan Indonesia
« Jawab #1 pada: September 08, 2009, 10:58:56 PM »
parah gan
banyak bab pelajaran diapus dari kurikulum padahal termasuk penting
esfuerzo y la mejora, hasta que pude romper mi propio límite de

effort et améliorer jusqu'à ce que je pourrait briser mon propre limite

sforzo e migliorare fino a quando ho potuto rompere il mio limite

Offline heru.htl

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 990
  • IQ: 15
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Free GNU/Linux Distributions
Re: Krisis Parah Dalam Pendidikan Indonesia
« Jawab #2 pada: September 14, 2009, 12:12:18 AM »
Kebiasaan latah Indonesia rupanya sudah mulai menginfeksi dunia pendidikan sampai ada word class segala.
Sayang sekali, kadang yang ikut word class belum tentu otaknya word class.

Salah satu kunci kemajuan negara adalah pendidikannya.
Jika pendidikan saja sudah jadi sesuatu yang super ekspensif dan high-end bagaikan mobil bmw, hancurlah kita, hancurlah rakyat miskin atau yang baru 3/4 miskin, maka hancurlah juga yang kaya raya sebab mereka akan dikerubuti orang-orang berpendidikan rendah yang tingkat violasinya cenderung tinggi.

Saya curiga, neo-VOC sedang bangkit dinegara kita, mengembalikan kita kemasa kolonial mereka --> ingat sejarah, dulu cuma anak priyayi dan saudagar kaya yang bisa sekolah sampai HIS atau diatasnya. Rakyat jelata hanya boleh sampai skp atau bahkan cuma sr.

Jika diantara rekan Forsa ada yang duduk dipemerintahan dan terkait dengan urusan DIKNAS, maka perhatikan ini baik-baik dan anda harus segera berpikir untuk bertindak dan jadilah patriot untuk selamatkan generasi kita dimasa depan.

The future of our nation depended on how we go on nowadys and how the next generation to be existed to stand for, and therefore if the next generation intellectuality falls then our country could be no more; we could be left as a memorized history.

Offline The Houw Liong

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1242
  • IQ: 15
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Sains, Filsafat dan Teknologi
Re: Krisis Parah Dalam Pendidikan Indonesia
« Jawab #3 pada: September 14, 2009, 07:14:37 AM »
Visi Perguruan Tinggi  untuk mencerdaskan bangsa ialah :

Perguruan Tinggi harus mempunyai kompetensi global yaitu harus bisa bersaing secara global, namun lebih penting lagi ialah harus berperan secara nasional dalam memecahkan berbagai masalah nasional.

Lulusannya harus mempunyai etos kerja keras dan etika luhur untuk menjadi bangsa yang terhormat.
« Edit Terakhir: September 14, 2009, 07:19:26 AM oleh The Houw Liong »
HouwLiong

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia