Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
kalau saya bisa jadi org yang pinter di ilmu ekskak pasti ga bakal kasih contek/menyontek. sayang kelemahan saya ntu di matematika (dan waktu ulangan mid/semester sering kepepet). makanya kalau liat statistik saya ga pernah sekalipun nyentuh thread matematika. hihihi (maalluuu ngomong yg sejujurnya) kalau biologi, kimia bisa. eh fisika juga ada problem cuma ga separah matematika. seenggaknya pernah coel thread fisika
maksudnya istri admin... :psiapa yang ga inget kasus yang menghebohkan satu angkatan gitu di fakultas...
menyalin karya orang emang ga boleh, tapi kadang-kadang situasi di akademik terkesan menstimulasi supaya orang menyontek. contoh1 : jadwal praktikum padat, jadinya siswa punya tradisi menyalin laporan senior-seniornya. dan ini dibiarkan malah didukung sama dosen & asisten. contoh 2: ujian open book & dosen sengaja keluar ruangan lama.bisa dipahami kalo pengajar juga ingin siswa punya nilai bagus supaya dirinya sendiri keliatan bagus. tapi di mata saya hal seperti itu menurunka kredibilitas pengajaran.
mungkin ini berhubungan dengan nama baik sekolah...alias biar ga malu....coba kalau murid-muridnya banyak ga lulus...otomatis...nama sekolahnya jelekkan...dan coba kalau nama sekolahnya bagus...kan uang masuk juga....
memang itu menjadi salah satu alasan kenapa pihak sekolah memberikan jawaban bocoran, tapi jika siswa/i mengalami kesulitan bisa dibantu dengan bimbingan belajar atau bimbel. kan ga ada salahnya berusaha. ditambah lagi saat saya UN SMP, soal-soalnya mudah sekali daripada soal2 latihan yang berikan pihak sekolah.
PS : Nanya tugas di forsa tanpa berusaha sendiri dulu termasuk nyontek lho
Apalagi saat masa UN. Kegiatan semacam ini marak ditemukan dimana mana. Mulai dari jual beli soal yg lumayan mahal(Satu paket soal dihargai dengan kirasan 6 sampai 8 juta), yg dilanjutkan dengan persiapan mengakali sang pengawas. Beberapa oknum dari pihak sekolah tidak jarang ikut terlibat. Dan anehnya, walaupun dijumpai banyak kecurangan, hasil UN tetap dianggap valid.