Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 25, 2012, 09:17:26 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

fajri

Kemarin jam 09:40:03 PM
numpang liat_liat dulu,, kexnya menarik bnget sama masalah mikon.. ! :D
 

haman11

Kemarin jam 08:11:34 AM
ada yg tauproses daur ulang urin pada cicak gk ? ;)
 

GhostInMachine

Mei 23, 2012, 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Mei 23, 2012, 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Mei 22, 2012, 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Mei 22, 2012, 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah

Show 50 latest

Penulis Topik: Para orang tua perlu untuk menyesuaikan sikap mereka  (Dibaca 445 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2584
  • IQ: 167
  • Gender: Pria
  • Self-Proclaim Judge. All hail safirot.
    • Lihat Profil
Para orang tua perlu untuk menyesuaikan sikap mereka
« pada: September 03, 2011, 08:44:42 PM »
Orang tua perlu untuk menyesuaikan sikap mereka untuk meningkatkan kemampuan anak anak mereka dalam motivasi untuk mengerjakan PR, menurut para ahli.

ScienceDaily(31 agus 2011)- Para orang tua yang menginginkan anaknya untuk meningkatkan motivasi anak dalam menyelesaikan tugas tugas sekolah mereka untuk tahun ini harus mengubah sikap dan kebiasaan mereka, berdasarkan pada studi baru oleh para peneliti Ben-Gurion University of the Negev(BGU).

Dalam studi yang telah di publikasikan di Learning and Individual Differences, BGU. Para peneliti menemukan bahwa jika para orang tua bisa menjadi lebih positif, mempunyai sikap yang mendukung dan bisa mengkomunikasikan hikmah dari belajar sebagai motivasi, daripada memfokuskan mereka untuk menyelesaikan tugas tugas mereka untuk rangking yang lebih besar, maka yang terjadi kemudian adalah sikap dan motivasi anak anak mereka menjadi lebih meningkat.

Dr. Idit Katz, Dr. Avi Kaplan dan doctoral student Tamara Buzukashvily, dari BGU's Department of Education, menyarankan para orang tua untuk memberikan anak anak mereka lebih banyak pilihan, termasuk kapan dan dimana mereka akan melakukan pekerjaan rumah mereka. "Orang tua bisa meningkatkan naluri bersaing anak anak dengan memperbolehkan mereka untuk mengatur tugas tugas mereka dan dengan memberikan anak anak perasaan bahwa dia akan dicintai dan dihargai biarpun dia sukses ataupun tidak suksen entah dalam pelajaran bahasa ataupun matematika", kata para peneliti.

Studi ini juga menontonkan bahwa para orang tua seharusnya bertanya kepada diri mereka sendiri tentang motivasi mereka sendiri, sikap dan kemampuan sebelum mencoba untuk, "menyarankan" atau "mengubah" anak anak mereka. Dan lebih lagi, program pendidikan yang mencoba untuk mengubah sikap dan motivasi dari murid muridnya kepada pekerjaan rumah seharusnya tidak membuat para orang tua berada "di luar lingkaran" karena perilaku mereka juga sangat penting.

"Sebuah penelitian formal kecil sudah dilakukan yang mengetengahkan tentang rumah lingkungan dimana pekerjaan rumah dikerjakan, biarpun sudah menjadi bagian utuh dari sistem pendidikan tapi masih tetap kontroversial dan juga sering kali lazim dalam sistem pendidikan", berdasarkan hasil studi. "Lingkungan rumah sangat penting untuk meneguhkan motivasi positif sebagaimana di sekolah".

Para peneliti membuat penelitian di dua sekolah dasar dengan sekitar 135 anak anak kelas 4 SD dengan setiap 1 anak dari setiap keluarga. Para murid kemudian berhasil menyelesaikan pertanyaan pertanyaan yang berada diseputar tingkat motivasi mereka untuk melakukan pekerjaan rumah, pada saat para orang tua mereka  menjawab survey yang lain tentang kesediaan mereka untuk menjawab. Ini berhasil untuk memungkinkan persepsi dari lingkungan rumah untuk di amati dari perspektif (sudut pandang) dari kedua belah pihak.

Diantara semua sampel, lebih dari 60 persen dari para orang tua dilaporkan terlibat dengan pekerjaan rumah anak anak mereka sekali seminggu dan 35 persen menunjukkan terlibat setiap hari atau lebih dari sekali setiap minggu. Hanya empat persen yang mengatakan mereka tidak pernah terlibat dalam pekerjaan rumah anak anak mereka.
http://www.sciencedaily.com/releases/2011/08/110831160042.htm
Informasi yang aku anggap menarik
http://farabinewsnow.blogspot.com/

Saya Indonesia ASLI.

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia