setahu ku, passing grade itu grade minimum dari yg keterima di jurusan itu,
jadi pada prinsipnya ga bisa diketahui sebelum ujian (yg ada cuma hasil dari tahun lalu)
jadi kalo ada satu jurusan, yang keterima misal nilai spmb-nya ada yg 60, 55, 40, ..., 37, maka dikatakanlah passing grade nya 37; makanya nilai passing grade hampir selalu berubah-ubah
jadi kalo menurut saya, sebagai panduan, passing grade saja kurang, mesti 1 info lagi,
range grade suatu jurusan,
misal: passing grade 37 (range=60-37=23)
untuk passing grade yg sama, jika nilai range-nya makin kecil maka persaingan untuk jurusan tersebut makin besar (dgn kata lain nanti orangnya lebih homogen); kalo untuk jurusan yg range-nya besar, orang2nya nanti bakalan lebih heterogen (yg "bagus" ada, yg "belegug" ada), walau untuk passing grade yg sama.
jadi passing grade mnurut saya ga secara presisi menentukan kualitas
(kualitas juga kualitas dari segi apa? mutu pendidikannya atau laku-engga nya lulusannya...karena ada jurusan2 yg mencetak tenaga kerja siap pakai (umumnya teknik), ada juga yg mencetak calon-calon doktor/peneliti* (umumnya sains))
* tentu saja untuk kelas peneliti, S1 dianggap masih "cupu"...
kalo untuk kualitas, bukannya ada sertifikasi dari pemerintah: A, B, C, disamakan, diakui,,,, yg gitu bukan?

(**omongan orang yg ga pernah ikut bimbel

)