Forum Sains Indonesia



*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 24, 2013, 11:58:47 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

lia578

Hari Ini jam 06:45:24 PM
Assalamualaikum admin,,, salam kenal dan mohon pencerahan
share ilmu :)
 

machmud

Mei 22, 2013, 10:11:36 PM
salam kenal,met malam
 

edipurwanto0505

Mei 22, 2013, 06:01:48 PM
selamat sore admin. salam kenal
 

randy13

Mei 20, 2013, 08:45:31 AM
Assalamuallaikum...
admin, buat topik baru gimana caranya? :)
 

mustiyanidewi

Mei 19, 2013, 01:00:54 PM
kenapa baterai yang 9 volt setelah lama digunakan malah turun menjadi 7 volt ya?? pengaruhnya apa??
 
 

syx

Mei 17, 2013, 06:57:51 AM
done!
 

skuler

Mei 16, 2013, 06:18:41 PM
dear admin, tolong user ini di banned: http://www.forumsains.com/profile/assofamarwa/ dan topik buatannya ditaruh di tempat sampah. terima kasih
 

jeddew

Mei 15, 2013, 06:45:52 AM
Assalamu'alaikum...
 

nurul hidayah

Mei 14, 2013, 06:54:02 PM
ass...salam kenal..gimana cara upload artikel?
 

Malik05

Mei 14, 2013, 09:52:57 AM
assalamualaikum
salam ForSa...
bagaimana cara Post.?

Show 50 latest

Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Pesan - bayu220686

Halaman: [1] 2
1
Astronomi dan Kosmologi / Re:Teori Aberasi salah..?
« pada: Agustus 15, 2012, 07:11:07 PM »
Iya, dimaafiin,,
TS itu singkatan apa ya? Hehe..

2
Fisika / Re:Teori Relativitas Salah..??
« pada: Agustus 13, 2012, 05:04:13 AM »
Einstein mengkhususkan kecepatan cahaya sebagai sebuah konstanta di setiap keadaan dengan kecepatan konstan (kerangka inersia).
Inspirasi ini didapatkan Einstein dari Lorentz, lalu dari mana Lorentz tiba-tiba memasukkan konstanta c (kecepatan cahaya) ke dalam Transformasi Lorentz..??
Mungkin ada teman yang bisa menjawab..?

http://physic-comporation.blogspot.com/2012/05/sejarah-hidup-hendrik-antoon-lorentz.html

3
Astronomi dan Kosmologi / Re:Teori Aberasi salah..?
« pada: Agustus 13, 2012, 03:32:14 AM »
Saya tertarik untuk membahas hasil perhitungan yang hasilnya fantastis seperti tertulis pada bagian tanya jawab berikut :Ada yang mau menjelaskan letak kesalahannya?  :)

Kesalahannya mungkina ada di perhitungan Gaya Sentrifugal, dimana massa yang dimasukkan ke dalam rumus seharusnya adalah massa obyek (misalnya manusia yang berada di permukaan bumi)

Jadi rumusnya yang benar adalah: F (sentrifugal) = m (manusia) v^2 / r
                                                                               = 50 . 465^2 / 6.400.000
                                                                               = 1.689..... N

Jauh lebih kecil daripada gaya Gravitasi: F (Gravitasi) = m . g = 50 . 10 = 500 N

Jadi Gaya Gravitasi >> Gaya Sentrifugal, sehingga manusia tidak akan terlempar.

Untuk masalah benar yang mana antara Geosentris dan Heliosentris, saya masih netral, belum memihak slah satu.

Mengutip dari:

begini, kalau kita baca lagi sejarah teori heliosentris, maka kita dapati awalnya hanyalah hipotesa/asumsi bahwa Bumi lah yang bergerak, atas dasar orang melihat posisi bintang-bintang berubah pada beberapa bulan tertentu (ada yang tampak dan ada yang hilang bergantian) sementara matahari dan bulan (terlihat) bergerak seperti biasanya.
atau dengan kata lain, awalnya teori itu belum sempurna. tapi terus dikembangkan hingga ketahuan fakta sebenarnya.
Teori aberasi cahaya bintang menganggap obyek bintang yang diamati diam terhadap alam.
Adanya Aberasi bisa diketahui bila pengamat bisa mengalami 2 keadaan.

<b>Keadaan Pertama, yaitu <u>pengamat diam terhadap obyek yang diamati</u>.</b>

<b>Keadaan Kedua, yaitu <u>pengamat bergerak (mempunyai kecepatan) terhadap obyek yang diamati</u>.</b>

Dua keadaan ini diperlukan untuk mengetahui sudut simpangan yang terbentuk antara bayangan nyata dari obyek yang sebenarnya dengan bayangan semu dari hasil Aberasi.

Masalahnya adalah eksperimen yang pernah dilakukan hanya menggunakan satu keadaan pengamat.

Jadi, eksperimen Aberasi cahaya bintang yang telah dilakukan masih belum membuktikan Teori Heliosentris. Tetapi, eksperimen lain seperti pengamatan sebuah bintang dan background star-nya lebih bisa membuktikan teori Heliosentris.

Sebenarnya menurut teori Geosentris, mataharilah yang berputar mengelilingi bumi, tetapi orbitnya tidak melingkar penuh, orbitnya sesuai dengan garis ekliptika bumi.

Saya mendapat inspirasi ini setelah membaca terjemahan pidato Einstein yang mengatakan bahwa secara relatif, pergerakan bumi mengelilingi matahari tidak dapat diamati melalui cahaya. Coba cari sendiri teks pidatonya Albert Einstein waktu di Jepang, saya lupa link-nya. hehehe....  :kribo:

4
Astronomi dan Kosmologi / Re:Teori Aberasi salah..?
« pada: Agustus 11, 2012, 05:40:59 AM »
Untuk membahas Geo dan Heliosentris, coba buka link ini, dan berikan pendapat Anda.
Jangan membahas masalah agama dulu, tetapi coba pikirkan secara Logika.

http://institutefisika.wordpress.com/2011/10/18/rangkuman/

5
Astronomi dan Kosmologi / Re:Teori Aberasi salah..?
« pada: Agustus 08, 2012, 11:41:18 AM »
Teori aberasi cahaya bintang menganggap obyek bintang yang diamati diam terhadap alam.
Adanya Aberasi bisa diketahui bila pengamat bisa mengalami 2 keadaan.

<b>Keadaan Pertama, yaitu <u>pengamat diam terhadap obyek yang diamati</u>.</b>

<b>Keadaan Kedua, yaitu <u>pengamat bergerak (mempunyai kecepatan) terhadap obyek yang diamati</u>.</b>

Dua keadaan ini diperlukan untuk mengetahui sudut simpangan yang terbentuk antara bayangan nyata dari obyek yang sebenarnya dengan bayangan semu dari hasil Aberasi.

Masalahnya adalah eksperimen yang pernah dilakukan hanya menggunakan satu keadaan pengamat.

Jadi, eksperimen Aberasi cahaya bintang yang telah dilakukan masih belum membuktikan Teori Heliosentris. Tetapi, eksperimen lain seperti pengamatan sebuah bintang dan background star-nya lebih bisa membuktikan teori Heliosentris.

6
Astronomi dan Kosmologi / Teori Aberasi salah..?
« pada: Agustus 07, 2012, 09:09:34 PM »
Salah satu pembuktian teori Heliosentri adalah dengan menggunakan Teori Aberasi cahaya bintang. Darimana para peneliti tahu bahwa letak bintang yang kita lihat sebenarnya adalah semu, yaitu membentuk sudut sekian derajat dari letak bintang yang sebenarnya..? Padahal para peneliti tidak bisa melihat letak bintang yang sebenarnya..?
Mohon penjelasan teman-teman..

7
Fisika / Re:Teori Relativitas Salah..??
« pada: Agustus 07, 2012, 12:21:43 PM »
Trims Pak Sunandar, saya pelajari dulu teori-teori itu.
Untuk Pak Liong, percobaan Michelson itu bukannya hanya untuk membuktikan ada atau tidaknya Eter, dan dari percobaan itu terbukti bahwa Eter tidak ada. Michelson belum pernah melakukan percobaan untuk merngukur kecepatan satu berkas cahaya melalui dua pengamat yang mempunyai kecepatan berbeda. Belum ada percobaan seperti itu kan..?

8
Fisika / Re:Teori Relativitas Salah..??
« pada: Agustus 07, 2012, 09:21:07 AM »
Iya Pak Sunandar, tapi percobaan apa yang pernah dilakukan Einstein sehingga bisa menyimpulkan  bahwa kecepatan cahaya tetap untuk semua pengamat diam (tanpa percepatan)..? Apa itu cuma hipotesa..?

9
Fisika / Re:Apakah cayaha itu terlihat atau tidak???
« pada: Agustus 05, 2012, 09:38:19 PM »
Laserpun kalau tidak ada media yang memantulkannya juga tidak akan terlihat Pak,, cahaya itu tidak terlihat, kita membutuhkan media pantul untuk mengetahui bahwa ada cahaya di sekitar kita.

10
Fisika / Re:Teori Relativitas Salah..??
« pada: Agustus 05, 2012, 09:17:57 PM »
Ada cerita mengenai Paradoks kembar, dimana si A dan B orang kembar yang dilahirkan pada waktu yang sama. Si A menjelajah ruang angkasa dengan mengendarai roket yang berkecepatan 0.5 c (bumi dianggap diam). Si B diam di bumi. Setelah 50 tahun di bumi, si B sudah kelihatan tua, sedangkan si A yang baru sampai di bumi terlihat jauh lebih muda daripada si B. Masalahnya sekarang adalah, bagaimana kalau kita menganggap si A dan roketnya diam, sedangkan si B dan bumi yang bergerak dengan kecepatan 0.5 c, maka si B akan lebih muda daripada si A setelah 50 tahun (waktu dihitung dari si A). Ini kan tidak mungkin, dengan titik acuan diam yang berbeda maka logikanya terbalik. Apa ada yang punya penjelasan tentang kasus ini teman2..??

11
Fisika / Re:[ASK] Teknologi pembelokan cahaya
« pada: Agustus 05, 2012, 09:04:54 PM »
Lalu pembiasan dengan pembelokan tu apa bedanya, kan sama-sama mengubah arah cahaya Pak?

12
Fisika / Re:Einstein Masih benar
« pada: Agustus 05, 2012, 04:29:19 PM »
Jadi Neutrino adalah salah satu dari bentuk cahaya, selain foton ya..

13
Fisika / Re:Teori Relativitas Salah..??
« pada: Agustus 05, 2012, 04:18:39 PM »
Iya Pak Anton, saya ini baru belajar Teori Relativitas Einstein,, hehe,, mohon penjelasannya,, Dari percobaan apa kok Einstein itu bisa menarik kesimpulan bahwa tidak ada materi yang mempunyai kecepatan sama atau melebihi kecepatan cahaya?

14
Fisika / Re:[ASK] Teknologi pembelokan cahaya
« pada: Agustus 05, 2012, 12:52:16 PM »
Menurut teori relativitas, cahaya bisa dibelokkan dengan medan gravitasi, karena di sekitar medan gravitasi itu ada ruang yang melengkung. Tapi jangan mikir yang berat2 deh,, sebenarnya hanya dengan bantuan lensa kita bisa membelokkan cahaya kok,, Tapa saya juga belum tahu alasannya kenapa cahaya bisa dibelokkan oleh lensa, mungkin ada yng bisa jawab.. hehe ^_^

15
Fisika / Teori Relativitas Salah..??
« pada: Agustus 05, 2012, 12:36:39 PM »
Menurut Teori Relativitas, dikatakan bahwa cahaya adalah materi yang tidak bermassa yang mempunyai kecepatan tertinggi di jagad raya ini. Jika ada benda bermassa yang mempunyai kecepatan seperti kecepatan cahaya, maka massanya akan bertambah besar sambai tak terhingga (1 dibagi dengan bilangan yang hampir nol). Jika titik acuan kita ubah, cahaya yang bergerak ke kita dianggap diam dan kita yang mendekati cahaya itu dengan kecepatan cahaya, berarti kita adalah cahaya, padahal kita punya massa. Apa ada yang punya komentar untuk masalah ini?   :kribo:

Halaman: [1] 2
Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia