Forum Sains Indonesia



Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Topik - Mr.Smiley

Halaman: [1]
1
Agenda Sains / HCC 2011
« pada: Oktober 25, 2011, 08:02:53 PM »
Himatektro Computer Course (HCC 2011) merupakan rangkaian  kegiatan yang terdiri dari Workshop dan ELECTRA.

1) Workshop
Pelatihan oleh orang-orang yang ahli di bidangnya. Setelah materi, peserta akan langsung praktek dengan komputer yang telah disediakan. Materi yang diberikan meliputi :
a) Cloud Computing - Gabungan antara pemanfaatan teknologi komputer (computing) dan pengembangan berbasis internet (cloud). Pelatihan diberikan satu hari selama 6 jam. Diadakan tanggal 17 Desember 2011
b) Pelatihan Mikrokontroler - Peserta akan diberikan pelatihan menggunakan mikrokontroler dan pengaplikasiannya. Pelatihan diberikan selama satu hari selama 6 jam. Diadakan tanggal 18 Desember 2011

2) ELECTRA
ELECTRA (Electrical Competition and Training) adalah lomba akademik untuk kalangan siswa SMA. Babak penyisihan diadakan tanggal 26 November 2011. Babak semifinal & finalnya tanggal 3 & 4 Desember 2011.
Tata cara pendaftaran dan kisi-kisi soal silahkan kunjungi http://hcc.elektroits.com/

info lebih lanjut lihat http://hcc.elektroits.com/. Jika ada pertanyaan silahkan hubungi CP yang ada di website. Tulis di topik ini juga boleh.



*mohon topik jangan ditutup untuk update di kemudian hari

2
Pendidikan / Mayoritas pendidikan di Asia
« pada: Pebruari 27, 2011, 01:58:34 PM »
Kepada senior-senior do ForSa, Perkenalkan, saya murid baru di sini.
Saya dapat e-mail yang sekiranya berguna untuk kita merenungi tentang pendidikan
Selamat membaca...

============================================================================================

Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland, dalam bukunya "Why Asians Are Less Creative Than Westerners" (2001) yang dianggap kontroversial tapi ternyata menjadi "best seller". (www.idearesort.com/trainers) mengemukakan beberapa hal tentang bangsa-bangsa Asia yang telah membuka mata dan pikiran banyak orang:

1.   Bagi kebanyakan orang Asia, dalam budaya mereka, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki kekayaan banyak.

2.   Bagi orang Asia, banyaknya kekayaan yang dimiliki lebih dihargai daripada CARA memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun ditolerir/ diterima sebagai sesuatu yang wajar.

3.   Bagi orang Asia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis "kunci jawaban" bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT dll semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus2 Imu pasti dan ilmu hitung lainnya bukan diarahkan untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus rumus tersebut.

4.   Karena berbasis hafalan, murid2 di sekolah di Asia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi "Jack of all trades, but master of none" (tahu sedikit sedikit ttg banyak hal tapi tidak menguasai apapun).

5.   Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Asia bisa jadi juara dalam Olympiade Fisika, dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada orang Asia yang menang Nobel atau hadiah internasional lainnya yang berbasis inovasi dan kreativitas.

6.   Orang Asia takut salah (KIASI) dan takut kalah (KIASU). Akibatnya sifat eksploratif sebagai upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil resiko kurang dihargai.

7.   Bagi kebanyakan bangsa Asia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah

8.   Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi setelah sesi berakhir peserta mengerumuni guru / narasumber untuk minta penjelasan tambahan.


Dalam bukunya Prof.Ng Aik Kwang menawarkan beberapa solusi sbb:

1.   Hargai proses. Hargailah orang karena pengabdiannya bukan karena kekayaannya

2.   Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban. Biarkan murid memahami bidang yang paling disukainya

3.   Jangan jejali murid dgn banyak hafalan, apalagi matematika. Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban untuk X x Y harus dihapalkan? Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar2 dikuasainya.

4.   Biarkan anak memilih profesi berdasarkan PASSION (rasa cinta) nya pada bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yang lebih cepat menghasilkan uang

5.   Dasar kreativitas adalah rasa penasaran berani ambil resiko. AYO BERTANYA!

6.   Guru adalah fasilitator, bukan dewa yang harus tahu segalanya. Mari akui dengan bangga kalo KITA TIDAK TAU!

7.   Passion manusia adalah anugerah Tuhan..sebagai orang tua kita bertanggung-jawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passionnya dan mensupportnya.

Mudah2an dengan begitu, kita bisa memiliki anak-anak dan cucu yang kreatif, inovatif tapi juga memiliki integritas dan idealisme tinggi tanpa korupsi

============================================================================================

Mohon share pendapatnya

:)

3
Perkenalan Anggota / ayo kenalan
« pada: Pebruari 26, 2011, 02:57:39 PM »
Siswa baru nih...

Mohon bimbingannya....

sekalian mau tanya, klo siswa baru belom bisa bikin signature ya?

Halaman: [1]
Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia