Forum Sains Indonesia



*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 24, 2013, 09:40:06 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

machmud

Mei 22, 2013, 10:11:36 PM
salam kenal,met malam
 

edipurwanto0505

Mei 22, 2013, 06:01:48 PM
selamat sore admin. salam kenal
 

randy13

Mei 20, 2013, 08:45:31 AM
Assalamuallaikum...
admin, buat topik baru gimana caranya? :)
 

mustiyanidewi

Mei 19, 2013, 01:00:54 PM
kenapa baterai yang 9 volt setelah lama digunakan malah turun menjadi 7 volt ya?? pengaruhnya apa??
 
 

syx

Mei 17, 2013, 06:57:51 AM
done!
 

skuler

Mei 16, 2013, 06:18:41 PM
dear admin, tolong user ini di banned: http://www.forumsains.com/profile/assofamarwa/ dan topik buatannya ditaruh di tempat sampah. terima kasih
 

jeddew

Mei 15, 2013, 06:45:52 AM
Assalamu'alaikum...
 

nurul hidayah

Mei 14, 2013, 06:54:02 PM
ass...salam kenal..gimana cara upload artikel?
 

Malik05

Mei 14, 2013, 09:52:57 AM
assalamualaikum
salam ForSa...
bagaimana cara Post.?
 

yogamasteng

Mei 12, 2013, 07:50:21 PM
cara posting baru diforum gmna

Show 50 latest

Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Pesan - Dhantez

Halaman: [1] 2 ... 16
1
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Kesalahan Penjelasan Sains
« pada: Oktober 20, 2012, 12:36:32 PM »
Highlight dari klarifikasi itu adalah:

Lawan kata: panas (hot) & dingin (cold), cahaya (light) & gelap (dark)
Panas merupakan energi, sehingga panas adalah kata benda (noun, n). Sementara, dingin adalah kata sifat (adj) yang menggambarkan tingkat ketiadaan energi panas.
Begitu juga dengan cahaya (light) adalah energi, jd berupa kata benda. Oleh krn itu, gelap merupakan sebuah kondisi (adj) yang menggambarkan ketiadaan benda berupa cahaya tadi.

Beberapa org berargumen, jika Tuhan mahabaik kenapa Dia menciptakan kejahatan (evil) di dunia ini?

Argumen balasannya adalah: Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Tuhan hanya menciptakan kebaikan dalam diri manusia. Hanya saja, Tuhan memberikan kebebasan pada diri manusia. Sejalan dg pola pikir di atas, kejahatan adl kata sifat (adj) yang menggambarkan kondisi tingkat ketiadaan kebaikan (noun) dalam diri manusia - karena pilihan/kehendak manusia itu sendiri.

Itu adl terjemahan intisari artikel klarifikasi pd posting sebelumnya.

2
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:apakah pikiran mempunyai massa?
« pada: Oktober 20, 2012, 12:25:53 PM »
Kalo pun ada pasti amat sangat ringan..

Analoginya.. Berapa perbedaan berat flash disk 16 GB yang kosong dgn yang terisi data penuh??


3
Ilmu Ekonomi dan Manajemen / Re:Kebohongan Perusahaan MLM Tianshi
« pada: Oktober 20, 2012, 12:11:28 PM »
Yang buruk dari sistem MLM di Indonesia adalah sama saja mengajak markup harga barang bersama2..

Saya pernah ditawari untuk masuk salah satu MLM terkenal, saat saya baca katalognya ternyata jika saya bisa menjual produk mereka, keuntungan bagi saya saja sebesar 40% dari harga jual. Lah, besar sekali marginnya??

Harga sabun di sana Rp.40rb, jadi Rp.16rb adl keuntungan saya.. Jika diasumsikan perusahaan MLM mengambil keuntungan 20% (8rb), maka seharusnya sabun itu bisa dijual 16rb saja.. Itu pun sudah mahal setengah mati!!

4
Ilmu Ekonomi dan Manajemen / Re:Cukup sudah berhutang
« pada: Juni 15, 2012, 06:58:04 PM »
Pangkal dari krisis di yunani adalah riba dimana beban pemerintah menjadi sangat berat karena hutang terus menerus tidak ada habisnya. Semua negara yang menerapkan riba sudah pernah merasakan krisis ekonomi, justru ekonomi negara yang tidak menerapkan riba yang ekonominya stabil contohnya iran dan arab saudi. Riba membuat banyak negara bangkrut.

Keuntungan bagi bank tidak melulu harus dari riba, bisa juga dari biaya transaksi atau biaya pengiriman uang, atau bisa dari biaya administrasi perbulan.

Bukan Riba yg membuat mereka bangkrut, tetapi Kredit.

Spt dalam penjelasan Farabi sendiri, dalam ekonomi Islam pun mengenal kredit - hanya saja pendekatan pengambilan margin untung memakai metode yang berbeda. Tetapi, dalam praktiknya (dg sampel Bank2 syariah di Indonesia) hampir tidak ada bedanya dg sistem bunga pada umumnya.

Semangat pinjaman dalam dunia Islam mestinya adl profit (and loss) sharing, bukan sekedar profit sharing saja. Pinjaman produktif (kredit usaha) di bank syariah tdk mengenal profit & loss sharing, jadi anda tetap harus mengangsur meskipun anda mengalami kerugian dalam usaha (saya bisa menjamin pernyataan ini, krn pengalaman pribadi sendiri). Dalam sistem kredit konsumtif (KPR) juga demikian, meskipun satu saat anda mengalami kesulitan ekonomi shg tdk bisa mengangsur, anda akan tetap ditagih.

Nah, krisis finansial tahun 2009 merupakan efek domino dari kemacetan kredit dalam skala yang besar (baik sistem konvensional maupun syariah).

Kenapa negara Arab seolah tidak mengalaminya?

Sebenarnya bukan hanya negara Arab saja. Tetapi hampir semua negara2 miskin & berkembang yang:
1. Pertumbuhan ekonomi negaranya bertopang pada Konsumsi (Bukan Investasi) (Dari sudut pandang komponen GDP)
2. Tidak ada industri berat di negaranya dalam skala internasional (mobil, elektronik, dsb)

Silakan dicek, negara2 yg mengandalkan industri berat dan investasi (properti) pasti terpukul oleh krisis finansial kemarin.. :)
Belum lagi negara2 Arab punya ladang minyak sbg motor ekonomi mereka.

DAN..
Kebangkrutan negara2 Eropa bukan sekedar akibat krisis kemarin. Sebagian besar adalah krn salah manajemen pemerintahan: Anggaran subsidi kesehatan yg berlebihan. Kebanyakan negara barat sudah bergeser menjadi welfare state, di mana negara menjamin kesejahteraan warganya (dg asuransi kesehatan). Asuransi ini juga meliputi para tuna wisma (gelandangan).

Meskipun terlihat mulia, tetapi saat ini hampir semua negara yg menerapkan kebijakan ini mulai terlilit utang ke rumah sakit-rumah sakit. Jika anda tertarik, silakan baca artikel tulisan Malcolm Gladwell berjudul Murray Satu Juta Dolar (Million Dollar Murray). Tulisan itu berkisah ttg gelandangan bernama Murray yg membebani anggaran subsidi kesehatan Amerika sebesar 1 juta dolar jika kelakuannya di jalanan berlanjut 10 tahun ke depan.

Bayangkan, negara harus mensubsidi 100 ribu dolar (1 miliar rupiah) per tahun untuk SATU orang tuna wisma!

Kebijakan itulah yg menyeret negara2 barat menuju jurang kebangkrutan.

Dan saat ini pemerintah kita tengah bangga dg kebijakan serupa bernama JAMKESMAS.. ;)

5
Aku baca artikel di atas:

"..Energi nuklir diperkirakan dapat menggantikan kebutuhan energi masa depan, namun teknologinya hanya dikuasai oleh negara maaju saja, kebijakan negara maju membatasi perkembangan PLTN di negara berkembang."

Bagian itu menarik. Aku pernah liat drama Korea berjudul 'Athena'. Di mana ceritanya berkisar pada persaingan antar negara untuk menguasai teknologi nuklir. Dan sepertinya persaingan perebutan sumber energi itu memang nyata adanya - dimana antar negara rela berperang, baik scr tersembunyi melalui intelijen, atau perang terbuka spt Invasi Irak, dg dalih pemberantasan terorisme.

This is a cruel world we live in. :)

6
Ilmu Ekonomi dan Manajemen / Re:Banjir HP Murah
« pada: Mei 04, 2012, 08:56:38 PM »
@Farabi: Jangan buru2 milih menteri perdagangan dan menteri komunikasi, bukan mereka yg berjasa membuat HP murah. HP2 itu asalnya dari Cina. Perusahaan (dan negara) Cina terkenal dg pendekatan cost innovation nya. Walaupun awalnya seperti yg dibilang Pi-One, bahwa kualitas barang dan service jadi korban, tetapi setelah mereka menyerap teknologi asing, menginovasi prosesnya menjadi proses yg low cost, dan kemudian memproduksi masal hingga mampu mencapai economies of scale, perusahaan-perusahaan Cina ini pelahan bisa menggusur perusahaan Jepang, Amerika, dan Eropa dari persaingan.

Saat ini sudah banyak perusahaan teknologi dari Cina yang sudah menyodok ke urutan atas dunia. Ini adl beberapa contoh perusahaan teknologi dari mainland Cina: ZTE, Haier, Lenovo, & Huawei.. Sebagian besar produk mereka memang berada di pasar B2B (menjual ke bisnis, bukan end-consumer). Tapi, jika perusahaan2 dari Taiwan juga dimasukkan, kalian pasti akan terkejut dengan nama2 ini: ASUS, Gigabyte, Acer, & HTC.

@Exile: Yup, setuju dg PiOne, pasti ada baik buruknya. Sisi baiknya, dari sisi konsumen kelas menengah ke bawah, mereka jadi bisa menikmati fitur yang lengkap dengan harga terjangkau. HP murah dan biaya komunikasi murah, tentu menguntungkan bagi bisnis skala kecil dan menengah. Sisi buruknya, beberapa org terkadang blm siap memanfaatkan HP utk kepentingan yg bermanfaat, lihat saja berapa byk org yg akhirnya menghabiskan waktunya utk berSMS ato bertelp ria seharian. Belum lagi jika kamera HP digunakan utk merekam hal yg krg pantas.

7
Ilmu Ekonomi dan Manajemen / Re:Pengangguran?
« pada: Mei 01, 2012, 10:42:08 PM »
Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.

Itu adalah peraturan yg berada di UUD 1945, peraturan paling mendasar di negeri ini. Yang paling bertanggungjawab memelihara mereka adl negara, bukan pengusaha rokok - atau pengusaha2 lainnya. Lebih2 jika ditelusur, Sampoerna sudah punya Sampoerna Foundation, Djarum punya Djarum Foundation, dan saya yakin semua perusahaan rokok punya program donasi atau CSR. Rokok membuat kompetisi sepak bola, basket, bulutangkis, bahkan pembinaan atlet2nya bisa berjalan melalui sponsor. Rokok bahkan membuat acara sepakbola luar negeri jadi tayangan gratis di negeri ini - di luar sana anda harus punya tv berlangganan utk menonton tayangan itu.

Sudah cukuplah jasa industri rokok utk negeri ini. Skrg saatnya kita tanya pemerintah, kemana cukai rokok dibelanjakan?? Sudahkah UUD pasal 34 itu dijalankan sebagaimana mestinya??

Meskipun saya sendiri bukan pengagum pasal tersebut.

8
Astronomi dan Kosmologi / Re:MULTIVERSE, Logika atau jalan buntu?
« pada: April 30, 2012, 09:19:00 PM »
Tentu saja tiap2 teori yg mendasari kemungkinan adanya universe lain akan memiliki konsep yg berbeda mengenai 'the other me'. Ketiga teori di atas merujuk pada kemungkinan adanya banyak universe yg dihasilkan oleh big bang - big bang yg lain.. Di mana setiap 'bang' akan memiliki besaran dark energy atau jumlah dimensi utk string yang berbeda.

Multiverse yg didasari oleh 'percabangan' kejadian adalah konsep yg sama sekali berbeda. Salah satu teori yg memunculkan konsep percabangan adl mekanika kuantum. Teori mekanika kuantum mengundang banyak tentangan, termasuk dari Einstein. Tentangan ini didefinisikan dalam bentuk berbagai macam paradoks termasuk Schrodinger Cat. Akhirnya, teori multiverse pun kembali jadi jawaban mudah (atau jalan buntu) untuk menjelaskan jalan keluar bagi paradoks2 yg ada: bahwa setiap kali terjadi 2 atau lebih kemungkinan dlm peristiwa yg melibatkan mekanika kuantum, maka setiap kemungkinan akan terjadi - di dunia yg terpisah.

9
Astronomi dan Kosmologi / Re:MULTIVERSE, Logika atau jalan buntu?
« pada: April 30, 2012, 12:58:20 AM »
Multiverse adalah hasil interprestasi dari berbagai teori 'aneh' di dunia fisika.

Ada 3 teori baru yang menopang kemungkinan adanya universe lain..
(1) Big Bang theory (Chaotic Inflation)
Big bang hanya menceritakan bahwa semesta terjadi krn sebuah ledakan besar. Tapi teori ini tdk bercerita ttg apa yg meledak, apa yg ada sebelum terjadi ledakan, kenapa meledak? dst..
Andrei Linde membuat satu teori yg dikenal sbg chaotic inflation. Dalam teori ini, semesta kita hanyalah bagian dari suatu ruang yg lebih luas. Dalam ruang ini terjadi banyak big bang akibat dari aktivitas energi berlebih (klo tdk salah ingat). Tidak semua ahli fisika setuju dg teori ini.

(2) Dark energy theory
Pengertian ttg dark energy silakan cari di thread lain, wikipedia, atau web lain. Yg jelas, hal yg menghubungkan teory dark energy dg multiverse adl besarannya. Besaran dark energy yg ada di semesta kita sangat tepat untuk memberi kesempatan partikel2 hasil ledakan big bang utk berkumpul dan membentuk galaksi2 dan planet2 dan kemudian memungkinkan adanya kehidupan.
Pertanyaannya, kenapa dark energy di semesta ini bisa memiliki besaran itu? Pertanyaan ini dijawab dengan 'possibilities'. Jika kita membayangkan dalam ruang di luar semesta kita terjadi banyak big bang, maka ada banyak kemungkinan besaran dark energy utk tiap semesta yg terbentuk. Hanya saja, di semesta kita kebetulan besarannya 'pas'.

(3) String theory
Teori ini berhubungan dg sesuatu yg membentuk quark (bagian terkecil yg diketahui dari suatu partikel). Sesuatu ini berupa gelang yg bergetar ke segala arah, tidak hanya dalam arah 3 dimensi, tetapi 6 atau lebih dimensi. Kemungkinan dari jumlah dimensi yg mungkin ada sebanyak 10 pangkat 200 (atau berapa, lupa jg :D)..
Nah, beberapa fisikawan menyatakan, jumlah kemungkinan itu bisa saja terjadi di setiap universe yg ada dalam multiverse.

Itulah teori2 fisika yg menopang keberadaan multiverse. Semuanya masih dalam tahap hipotesa murni. Atau, seorang sinis akan bilang: jalan buntu - krn multiverse adl cara plg mudah utk menjawab: apa yg ada di semesta sebelum terjadi big bang? kenapa besaran dark energy di semesta kita sebesar itu? dan kenapa ada banyak kemungkinan utk jumlah dimensi arah strain bergetar? (blm lagi pertanyaan dlm quantum mechanic)

Selain itu, saya krg suka dg pendapat adanya 'the other me' dalam universe lain. Penjelasan logis bagi 'the other me' adl, manusia, seperti benda apapun di dunia ini, tersusun atas partikel. Dan jumlah partikel di dunia ini terbatas. Sehingga, dalam universe lain yg jumlahnya tak terbatas, ada kemungkinan (spt permutasi dlm matematika) terulangnya kombinasi partikel yg sama persis dg 'aku' di salah satu dunia yg lain dan terbentuklah the other me.

Pendapatku, kalaupun ada perulangan kombinasi.. tidak ada alasan perulangan itu terjadi di saat yg sama dg 'aku' yg ada di dunia ini hidup. Selain itu, jika terbentuknya manusia adl krn perkawinan dua individu manusia, maka diperlukan dua individu yg identik dg orang tua ku utk melahirkan "the other me" di luar sana. Artinya, tidak hanya 'aku' saja yg akan terulang di dunia lain itu, tetapi juga pertemuan 'the other' orang tuaku. Dan juga pertemuan kedua pasang 'the other' kakek-nenekku, dst. Dan jika tiap2 orang di dunia ini memiliki the other them di dunia lain, bayangkan rentetan peristiwa yg harus terjadi untuk membuat itu jadi mungkin..

10
Astronomi dan Kosmologi / Re:Pemuaian Alam Semesta. Akhir Dunia?
« pada: April 29, 2012, 11:58:43 PM »
Dark energy dan akhir dunia?? Justru adanya dark energy itulah yang membuat planet2 dan kehidupan yg ada di dunia ini menjadi mungkin. Lebih tepatnya.. dalam universe kita, besaran dark energy sangat tepat untuk membuat partikel2 hasil ledakan big bang memiliki kesempatan untuk menggumpal dan mendingin dan membentuk planet2..

Jika saja besarannya lebih kecil, maka setelah big bang, perluasan universe akan segera melambat dan kembali menyusut; jika lebih besar maka partikel2 akan terlempar terlalu cepat tanpa memiliki kesempatan untuk menggumpal dan membentuk galaksi ataupun planet..

11
Ilmu Ekonomi dan Manajemen / Re:Monopoli di Pertamina
« pada: April 24, 2012, 08:56:49 PM »
Bukannya pertamina memang melakukan monopoli??

Untung ataupun rugi tetap saja menjadi hal yg mungkin di sistem pasar apapun, termasuk monopoli. Kesalahan di bidang manajemen dapat berakibat fatal pada operasional perusahaan, dan tentunya profitabilitas. Selain itu, kebanyakan perusahaan di pasar monopoli malas melakukan inovasi karena mereka terlalu nyaman tanpa adanya tantangan dari perusahaan saingan.

Lihat saja bagaimana ketertinggalan Pertamina jika dibandingkan Shell atau Petronas??

12
Ilmu Ekonomi dan Manajemen / Re:the law of diminishing marginal utility
« pada: April 24, 2012, 08:48:51 PM »
Ini adl teori yg 'menantang' teori upah buruh yg mendasari ide sosialisme.

Dalam teori upah buruh, Marx menunjukkan bahwa buruh adl cost terbesar dalam produksi suatu barang, shg seharusnya buruh mendapat porsi besar dari harga jual suatu barang. Namun teori utility menunjukkan bahwa harga barang tidak semata2 ditentukan dari besar kecilnya biaya produksi. Jika suatu barang memiliki utility besar di mata konsumen, tidak peduli apakah biaya produksinya kecil atau besar, produsen bisa menjual mahal barang itu.

Saya cukup setuju dengan teori utility secara keseluruhan. Sementara utk diminishing marginal utility ini, sudah ada teori modern yg menjelaskan dari sudut pandang lain: Psikologi. Ada hal yg dinamakan Hedonic Treadmill. Teori ini menyatakan bahwa kepuasan dalam mengalami segala sesuatu akan memuncak pada pengalaman pertama dan kemudian terus menurun menjadi sesuatu yg disebut 'keterbiasaan'.

13
Ilmu Ekonomi dan Manajemen / Re:Penyebab Inflasi
« pada: April 24, 2012, 08:42:03 PM »
Justru keberadaan bank itu salah satunya adalah utk mengendalikan jumlah uang yg beredar di masyarakat. Dengan menaikkan suku bunga tabungan, orang akan tertarik utk menabung, shg jumlah uang yg beredar berkurang dan laju inflasi bisa ditekan.

Selain itu jangan lupa, uang hanyalah alat pertukaran, nilai riil dari uang bukanlah angka yg tertera pada uang itu. Pemerintah bisa saja melakukan kebijakan, misalnya, menghilangkan tiga angka nol pada rupiah saat ini: 1000 menjadi 1, 10.000 menjadi 10, dst. Dalam kondisi seperti ini, barang2 akan menyesuaikan harganya.. Es teh di warung akan menjadi Rp.2 (bukan Rp.2000), Blackberry akan seharga Rp.1500 (bukan Rp 1,5 juta), dst. Yang berubah hanyalah nilai NOMINAL uang itu, bukan nilai RIIL nya.

14
Fisika / Re:multiverse? Parallel dimension? ada kita di dimensi lain?
« pada: April 24, 2012, 09:57:59 AM »
Awalnya dari mekanika kuantum, di mana partikel kecil (misal elektron) memiliki perilaku aneh.. yaitu melompat2 dari orbit satu ke orbit lain dg kecepatan yg luar biasa. Jika dibandingkan ke skala yg lebih besar, ini sama saja planet Mars melompat ke orbit Jupiter, lalu ke orbit Venus, dan lalu kembali ke orbitnya sendiri, tanpa ada gerak perpindahan yg terlihat. Ini artinya, sebuah partikel kecil (sekecil atom) memiliki keadaan yg berubah-ubah tapi terukur dalam kemungkinan/probabilitas, bukan tetap dan terukur secara pasti. Salah satu akibat filosofis dari hal ini adl bahwa dunia ini adalah serangkaian kemungkinan yg kacau (chaotic possibilities). Einstein adl salah satu tokoh yg tidak menyukai teori ini: God doesn't play the dice, Tuhan tdk melempar dadu.. adl tanggapannya thd mekanika kuantum.

Salah satu paper Einstein utk mengkritik mekanika kuantum berujung pada hipotesa mengenai 'entanglement', yaitu dua partikel yg berpasangan seberapapun jauh terpisah, entah bagaimana caranya, akan memiliki dua gerakan/state yg berlawanan tepat pada saat dilakukan observasi thd salah satu partikel. Artinya jika saya mengamati suatu partikel yg berputar searah jarum jam.. melalui suatu skema yg disebut 'Spooky action at distance' atau 'Aksi aneh di kejauhan', partikel yg saya amati tadi akan 'menyuruh' partikel lain pasangannya untuk bergerak berputar melawan arah jarum jam.

Ide multiverse ini sendiri awalnya utk meng'counter' berbagai paradoks yg dimunculkan utk mengkritik mekanika kuantum. Everett pada tahun 50an berargumen bahwa semua kemungkinan dari partikel (berdasar mekanika kuantum) tdk perlu memunculkan paradoks jika setiap kemungkinan tersebut akan terjadi. Hanya saja, setiap kemungkinan itu terjadi pada dunia yg berbeda. Dan jumlah dunia ini akan terus bertambah menjadi tak terhingga setiap kali 'kemungkinan' muncul dan lalu terjadi pada dunia yg terpisah.

Aneh?

Ya memang ilmu pengetahuan lebih aneh drpd fiksi.

Lucunya, mekanika kuantum telah mengilhami banyak terobosan, teleportasi partikel dan komputer kuantum.

15
Ilmu Ekonomi dan Manajemen / Re:Diskriminasi Harga
« pada: April 20, 2012, 07:19:31 PM »
Hmm... sptnya saya krg bisa menangkap konteks pertanyaannya..

Contoh diskriminasi harga yg sudah berjalan adl pajak listrik PLN. Misal, tarif listrik per kWh utk daya 2200 lebih mahal drpd yg menggunakan daya 900. Ini tujuannya agar subsidi tepat guna. Tentu saja penerapannya menggunakan asumsi, yaitu bangunan yg menggunakan listrik 900 diasumsikan sbg rumah tangga dg ekonomi menengah ke bawah, sementara yg menggunakan 2200 ke atas diasumsikan sbg bisnis atau rumah tangga dg ekonomi menengah ke atas.

Halaman: [1] 2 ... 16
Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia