Forum Sains Indonesia



Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Pesan - Farabi

Halaman: [1] 2 ... 203
1
Kalau Anda berani bilang yakin begitu, apa Anda juga berani bilang yakin bahwa Fariz Abdullah dan MuhammadRyan nanti juga akan menjalani apa yang Anda jalani? Soalnya kalau saya lihat-lihat, jalan pikiran serta pandangan kita berempat mirip-mirip meskipun banyak pula perbedaannya antara satu sama lain.

Saya bilang kan merasa, bukan yakin benar benar. Kalau saya perhatikan sumber informasi kita sama. Kalau ini terus berlanjut pada akhirnya kita akan mengalami hal yang sama, tapi tetap saja, merasa yakin yang saya katakan hanyalah spekulasi.

2
Jujur saja, melihat fakta itu berat. Coba anda perhatikan sejarah manusia sepanjang zaman. Isinya kengerian semua, ini hanyalah salah satu contoh saja yang bisa saya temukan.

http://www.historycentral.com/dates/1300ad.html

Kalau saya perhatikan, setelah saya baca baca, karena yang ditulis disitu kebetulan roma, yang dimasanya menganut ajaran kristen. Jangankan ajaran islam atau yahudi yang memang memuat masalah peperangan, ajaran kristen yang menyuruh orang supaya mengalah saja kalau sudah bergabung dengan politik, menjadi dasar bagi perebutan kekuasaan, bisa berubag menjadi ajaran yang sangat brutal.
Apalagi kalau anda tahu sejarah perebutan wilayah antara islam dan kristen dimasa silam. Anda bayangkan saja, dari tahun 1300, bahkan setelah pecahnya kerajaan otoman diperang dunia satu, ketegangan bisa muncul setiap saat saat sejarah seperti ini saya ungkapkan kembali. Jelas jelas hidup di dunia itu mengerikan. Masih kurang ngeri? Anda lihat bagaimana cara hidup macan. Atau malah anda lihat video bagaimana ulat bisa kemasukan parasit didalam tubuhnya, dan keluar untuk hidup dengan cara memakan dinding tubuh ulat. Memang beginilah hidup di dunia ini.
Tapi anehnya, 15 tahun silam, saya masih bisa berfikir positiv dan mengatakan hidup itu anugrah, dan Tuhan itu baik. Tapi coba kita lihat faktanya. Di keliling kita saja ada orang yang akan menyeragamkan fikiran anda, tingkah laku anda, perkataan anda, dan akan membunuh anda jika anda menolak. Bisa anda lihat? Ini adalah fakta kehidupan dunia yang dibutakan dari penginderaan kita.

Sekarang bayangkan, dengan cara pandang seperti yang saya lihat beberapa tahun silam, saya harus mengimani bahwa Tuhan itu tidak ada. Saya tidak akan sanggup hidup didunia ini. Melihat anda, saya merasa yakin mungkin anda nanti akan menjalani apa yang saya jalani juga. Dulu saya pernah mendapatkan data statistik bahwa negara negara kaya memuat banyak atheist, ya tentu saja, atheism hanya bisa bertahan di negara negara kaya, tapi coba jika negara kaya tersebut kemudian bangkrut dan carut marut oleh kekerasan, apakah atheism bisa bertahan. Jangan salah, china itu dulunya komunis, tapi kalau anda memperhatikan koran koran tempo dulu, kalau tidak salah saat tahun 2005-2007, saat negara china mengalami krisis ekonomi, klenteng tiba tiba ramai, coba anda perhatikan keadaan disana saat sekarang, apakah klenteng masih ramai saat sekarang negara china adalah ekonomi nomer 2 terbesar didunia.

Ditengah banyak masalah dan kesulitan, hanya theism yang akan menjadi obat penenang, yang bisa membuat orang orang berfikir waras.

Post Script:
Ngomongin agama kita lanjut di subforum agama.

3
Agama dan Filosofi / Re:gender tuhan??
« pada: Juli 26, 2015, 08:41:12 PM »
Di Al-Qur'an yang ditulis dengan bahasa Arab pun Tuhan juga dituliskan dengan kata "huwa" yang berarti "dia (laki-laki)".

Yup betul. Dalam alquran Tuhan adalah laki laki.

4
Agama dan Filosofi / Re:gender tuhan??
« pada: Juli 26, 2015, 04:43:00 PM »
Saya pernah baca semua terjemahan agama agama samawi. Awalnya saya kira bahasa arab tidak punya kata subjek untuk gender seperti bahasa inggris, ternyata ada. Di bahasa ibranipun ternyata ada. Dan kalau kita lihat ajaran kristen, sudah jelas Tuhan itu adalah laki laki. Kalau mengacu pada teks tersebut, secara literal, secara tata bahasa, ya Tuhan itu adalah laki laki. Lagipula kayaknya tidak pas kalau menggambarkan Tuhan sebagai wanita, tapi menghukum orang jahat dan murka. Imagenya akan menjadi kacau. Belum lagi kalau kemudian orang orang memberikan gambaran seperti di kasus orang orang roma jaman dulu, atau kalau tahu bagaimana penggambaran malaikat yang oleh anime anime jepang dan game game online sekarang yang adalah wanita, dimana wanita tersebut cantik, tapi sedikit sedikit ditelanjangi, kayaknya konyol juga kalau menggambarkan Tuhan sebagai wanita dan harus hamil ;D

5
Kalau saya justru sebaliknya. Sejak jadi agnostik, saya malah jadi bisa menikmati hidup dan menerima apapun yang terjadi. Dulu waktu saya masih agamis, saya cenderung sering menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi. Tapi saat saya sudah tidak beragama, saya sadar bahwa segala hal yang terjadi adalah akibat dari perbuatan saya sendiri sehingga saya bisa lebih mudah menerimanya.

Saya pernah mengalami itu, bahkan sampai sekarang kalau yang seperti itu kambuh lagi saya sering dongkol sendiri. Hanya saja kalau saya ingat ingat waktu dulu, memang mempercayai Tuhan ada itu ternyata lebih menyenangkan. Kalau yakin ada neraka, saya tidak dongkol kalau orang tidak mendapatkan balasan, dan tidak sesak dada, dan kalau saya ingat ada surga, rasanya beban dihati hilang. Tapi tentu saja, saya masih harus memulai semuanya dari awal lagi. Sekarang pun jujur saja, saya sering merasa kesal kadang kepada Tuhan, tapi itu justru hanya membuat sesak dada semakin bertambah tambah, hanya kalau ingat surga saja tiba tiba perasaan tenang.

Semuanya proses, jadi silahkan dinikmati.

6
Agama dan Filosofi / Is there Supreme Designer
« pada: Juli 25, 2015, 11:21:00 PM »
Ini adalah tulisan saya di salah sebuah forum. Apa yang saya pikirkan selama ini. Memang tendensius, mungkin memang pengaruh didikan dari kecil tentang adanya Tuhan. Tapi mungkin menarik untuk dibahas.

I saw an article made by an atheist, he said, or claimed, that he was talked to God. In one of the dialogue, I get something interesting, that said, God manipulate matter with zero energy, if it was not at all. I saw plant in the way that are not the same as before. Sugar was consist of carbon chain, along with another atoms, mostly hydrogen and oxygen. At first I thought fruits was assembled from the soil it had. But imagine if plants was only used carbon from air to assembling fruits, like an article about hydrophonic or something, how to grow fruit in space. This is pretty amazing for me. How did the carbon separated from its compund? Did you see the soil? It might contain lots of compound in there, even steels and gold bounded together. And if fruits was formed from carbon from the air, how did plants separated it? The most advanced technique I knew about separating atoms to its purest form was using electrolysis. But what about carbon? Carbon was a strong bound, we need a lots of heat to separate it. But plants did it without energy at all. Plants should generate lots of heats, but it did not, plants make the earth cooler. Plants was state of the art assembling machines.

I saw an octopus, it was so amazing, superb capability to blend in with their surrounding. If you know about human behaviour at the old time and the current time, you might notice distinct behaviour about humans. On some part of africa, people in there can drink a water that are mixed up with soil, dumps even parasite. But they had no problem. Compared to people in indonesia who puke when they knew if the water they drank was from the pump. Notice this, knowledge changed your behaviour. When people on the old time saw a natural phenomena like an earthquake, they will make up as speculative story about God's wrath in order to answer their question, but when we saw an earthquake, our brain will associate all of our knowledge to make up a new explanation, and sometime it was so accurate.

Now get back to an octopus. Imagine humans one day knew how to built a cloth like an octopus skin, lets say the researchers, do you think the researchers behaviour will not be affected by his knowledge? I bet his paradigm will changed as an impact of their knowledge. But, what made octopus did not? Octopus are not smarter than 3 Y.O kids, yet octopus and plants possessed a perfect state of the art technology we havent achieved yet. Imagine if birds knew how to build an airplane based on their flight knowledge, they might using an aircraft while we are forced to work finding the oils because their changed behaviour because of their knowledge. But they arent. They had no idea how it works. So do human when inventing a robots, we had no idea how our brains worked.

The conclusion is considered silly by most people I knew on the internet, ahem, I think Im convinced that, there is a supreme designer in this universe.

And also, here is the source of my depressions, that designer had capability to make everything to as good as he get, and can make anything as bad as we perceived, and most of everything on our live was designed to be as bad as he can. Including our instinct. The world was a scary place, but for the whole of my life I was blinded. When I opened my eyes, I pray for self deceive.


Artikel yang saya maksud:
http://www.highexistence.com/mind-blowing-story-talking-to-god/

7
Fisika / Re:waktu di bumi dan luar angkasa
« pada: Juli 25, 2015, 11:14:59 PM »
Saya penasaran dengan pengaruh kecepatan terhadap jam biologis tubuh kita. Apakah regenerasi sel tubuh kita terpengaruh dengan kecepatan yang kita hadapi. Kalau melihat logikanya sih bnar, kalau kita bergerak secara cepat, harusnya apa yang kita rasakan adalah 1 detik menjadi lebih lama dari seharusnya.

Plus mengenai kecepatan cahaya, hal seperti itu tidak akan memungkin ada dibumi kalaupun teknologinya ada, karena bumi itu padat dengan atom atom, hampir tidak ada ruang. Sebagai contoh, jika superman memukul penjahat dengan kecepatan cahaya, dimana tangannya seberat 300 gram, akan tercipta ledakan setara nuklir karena tabrakan antar atom disekeliling tangan superman. Dan sangat mungkin tercipta sebuah kawah selebar 1 km.

Lihat saja petir, pantes suaranya menggelegar kan? Bisa jadi petir itu aslinya cuma selebar 10 cm, tapi karena bergerak lebih cepat dari kecepatan suara, tercipta sinar dan suara.

8
Untuk menghancurkan bumi yang dibutuhkan bukan berapa banyak jumlah nuklir, tapi seberapa berkualitas ledakan nuklirnya. Sebagai contoh bubuku mesiu, biarpun anda menggunakan bubuk mesiu satu kilogram kalau tidak anda masukan ke cangkang yang cukup kuat seperti pada petasa atau peluru, boleh jadi bubuk mesiu tidak akan meledak. Mungkin kalau memang mutu nuklirnya  bagus 1 bom saja cukup. Sebagai pembanding, ternyata reaksi matahari bukan fisi seperti nuklir melainkan fusi, dimana atom atom justru bergabung dan membentuk atom yang lebih berat sambil melepaskan energi, sedangkan dalam prinsip nuklir adalah memecah mecah atom berat menjadi atom atom yang lebih ringan. Kalau memang niatnya menghancurkan bumi, yang dibutuhkan adalah paradigma yang berbeda daripada sekadar nuklir.

9
Ilmu Ekonomi dan Manajemen / Pangan 2015
« pada: Juli 22, 2015, 06:01:59 PM »
http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/645366-bps-prediksi-produksi-padi-naik-jadi-77-55-juta-ton

Saya belum ngecek tabelnya di web BPS. Mungkin ada yang mau mengkoreksi? Sampai saat, karena saya melewati tahun 2014, bisa dikatakan produksi pangan sampai april 2015 lebih tinggi. Tapi saya belum tahu apakah ini sesuai dengan tingkat kelajuan penduduk atau tidak.

Sebagai gambaran besar, yaitu gambaran yang baru saya pahami mengenai produksi barang secara nasional. GDP Indonesia terus meningkat ke tahap yang dalam bayangan saya adalah spektakuler. Tapi ingat secara nominal, bukan secara quantitas. Sedangkan menurut web diatas secara quantitas pun bisa dikatakan cukup baik.

https://id.wikipedia.org/wiki/Produk_domestik_bruto

PDB Indonesia hampir menembus 1 Triliun USD. Atau 13.000 Triliun rupiah. PDB adalah total produksi barang yang dihargai secara nominal uang. Dimana berdasarkan peraturan baru 20% dari PDB adalah Belanja negara dari pajak.

Data BPS Untuk kuantitas padi

Luas Panen (Hektar):
2015: 14 309 364.00   
2014:13 797 307.00   
2013:13 835 252.00   

Produktivitas (Kuintal/Hektar)
2015: 52.80
2014: 51.35   
2013: 51.52   

Total produksi (Ton)
2015: 75 550 895.00   
2014: 70 846 465.00   
2013: 71 279 709.00

Yang perlu disoroti adalah 2014, data yang terlewat berbanding dengan jumlah penduduk.
2015: 255 461.70   
2014: 252 164.80   
2013: 248 818.10

Untuk tahun 2014, perorang perhari akan mendapatkan rata rata 780,4 gram perhari. Jauh diatas batas minimal 600 gram. Tentunya, jika tahun 2014 dianggap sebagai yang terburuk selama 5 tahun terakhir, seharusnya data tahun ini akan menggembirakan.

10
Biologi / Re:Alat pengubah mood
« pada: Juli 22, 2015, 05:24:02 PM »
Ah iya, ini video bagaimana orang bisa mengontrol tangan anda melalui listrik. Berarti mereka langsung mengirim perintah ke otak, tanpa melalui reaksi berantai hormon. Betul istilahnya?

https://www.youtube.com/watch?v=rSQNi5sAwuc

11
Biologi / Re:Alat pengubah mood
« pada: Juli 22, 2015, 05:18:57 PM »
mas, sya paham klo yg pake molekul krn reseptor di otak yg biasanya ngatur emosi spt reseptor endorfin (yg jga nerima molekul morfin) bsa menstimulasi efek senang dan tenang krn pengikatan dgn ligan (molekul tertentu) yg sesuai. Tapi kalo listrik...

wait what...

gak bisa ngiket ke reseptor yg spesifik.
Ya, i know... brain works with electricity but... it's not like this...

byk reseptor yg bsa kta aktifkan di otak, dan byk terapi persignalan dgn molekul yg masih kita terapkan. Tapi klo kita menggunakan listrik, itu bukan menstimulasi hormon spesifik utk aktif... tapi malah, memberi stimulus kpd terminal efektor utk menghantarkan impuls. (Kayak, impuls pergerakan motorik... itu pake listrik gradien natrium-kalium).

Matur nuwun... :D

Saya tidak ngerti dengan detail teknisnya. Apa video ini bisa membantu? https://www.youtube.com/watch?v=Jk0TGTdCXgQ

Saya tertarik saat tubuh kemasukan nikotin. Saat awal tubuh menghisap dari nikotin, perokok pemula mulai mengalami vertigo, mual, dan euphoria. Tapi uniknya, menurut saya tubuh juga menyesuaikan diri sebagai kompensasi atas masuknya zat asing. Anda pasti tahu kalau saat tubuh dibanjiri dophamin (Hormon kan?) secara alamiah tubuh akan menutup bahkan menyembunyikan reseptornya, katanya, untuk mencegah kerusakan jika aktif terus menerus. Tapi yang saya lihat, kompensasi ini sebetulnya untuk tetap menjaga kesadaran supaya tetap diprioritaskan, karena hidup dialam ini, manusia dituntut untuk tetap sadar apapun yang terjadi sehingga mereka bisa bertahan hidup. Itu sebabnya, merokok kali yang kedua, akan terasa lebih kurang euphorianya, apalagi yang ketiga, terus sampai sehari bisa habis sebungkus, bahkan lebih. Hal yang sama juga terjadi pada anti-depresan dan opiat sintetik.
Bagi non pecandu, opiat sintetik ini bisa dikatakan sebagai racun, karena saat opiat masuk kedalam sistem tubuh, bukan hanya tidak ada euphoria, tapi juga membuat tubuh merasa mual dan muntah muntah. Hal yang sama saat molekul morphin masuk kedalam tubuh, bedanya, morphin memiliki "high" yang sangat tinggi, saat opiat sintetik tidak. Opiat sintetik ini yang kemudian dipandang bagus sebagai terapi, karena menempel di reseptor yang sama, tidak mengakibatkan gejala putus zat jika anda adalah pecandu morphin, bisa mengambil keputusan secara wajar, dan terakhir yang dijadikan pertimbangan oleh parlemen australia dijaman tahun 2000an, orang orang masih bisa bekerja.

Sekali lagi, saya tidak begitu paham dengan detilnya, apakah saat otak langsung diakses dengan menggunakan listrik akan ada reaksi berantai tidak, atau bagaimana caranya, bukankah secara alamiah hormon tertentu harus aktif sebelum pusat kesenangan diotak bisa aktif. Saya sama sekali tidak paham. Yang ingin saya katakan dari membuat thread ini adalah, pengetahuan kita masalah zat adiktif dan penanggulangannya masih primitif, sehingga alat alat seperti, biarpun masih jauh, memberikan harapan untuk sembuh, itu saja.

12
Agama dan Filosofi / Re:Awal Alam Semesta dan Awal Kehidupan
« pada: Juni 29, 2015, 01:34:53 PM »
Terus, manusia bakal dihukum kalau memilih gak percaya?
Gak peduli mereka gak percaya karena gak ada bukti dan cukup alasan untuk percaya?

Manusia hanya akan dihukum atas kejahatannya. Pertanyaannya, tanpa Tuhan, bisakah manusia berbuat baik?

Dan, apa yang menghalangi anda untuk tidak membayarkan biaya internet saya? Apa itu bukan perbuatan baik? :D

13
Pemrograman / Re:pembentuk fungsi operator
« pada: Juni 28, 2015, 05:44:36 PM »
Halo,

ada yang tau operator (+-/* dan lain2) asal muasalnya terbentukny gak?

cnthnya. kalimat terdiri dari susunan kata. kata terdiri dari susunan huruf dan huruf habis dalam keseharian tapi kalau di pemograman huruf adalah angka.

kembali ke pertanyaan +,-,/,* terdiri dari apa ya sehingga menpunyai fungsi seperti itu?

sesuai dari kutipan 'semua itu adalah angka'. ada yang bisa memberikan penerjemahan misalnya aku kedinginan dalam matematika? kayaknya ini pertanyaan aneh ya tapi ini saya terfikirkan dari melihat hardware yang menerjemahkan instruksi dengan angka. misalnya. If/kalau gimana itu ya. sejauh ini yang terpikirkan mungkin hanya menjadikan if sebagai variabel If=?.

salam


Dingin ada karena sensor mengukur hilangnya panas dalam tubuh, secara matematik ya tinggal silihat batas minimum sesuatu membutuhkan panas, dan ini beda beda, pada tubuh sendiri beda antara apa yang disebut dingin oleh seseorang dengan orang yang lain. Kalau maksud anda ingin membuat program yang bisa merasakan dingin, maka hal tersebut untuk sekarang tidak memungkinkan. Manusia merasakan dingin karena adanya impuls listrik, atau mungkin perubahan hormon yang mengakitbatkan pusat sensasi menghasilnya output yang dirasakan oleh kesadaran atau jiwa sebagai dingin> Tapi apakah komputer bisa melakukan itu, penelitiannya masih berlangsung dan untuk sekarang bisa dikatakan mustahil. Bahkan mengirimkan sinyal ke otak manusia saja masih sukar dan sedang berlangsung.

Jadi kalau komputer anda ingin mengetahui suhu, pasang sensor suhu, dan bagaimana mengetahui sesuatu dingin, ukur batas tubuh anda merasakan digin dan menggunakan operator "-" yang berfungsi untuk mengurangi.

14
Pemrograman / Re:pembentuk fungsi operator
« pada: Juni 28, 2015, 05:39:56 PM »
If dalam prosesor menggunakan instruksi CMP, yang berarti compare. Instruksi komparasi sendiri sebetulnya adalah instruksi pengurangan.

Kode: [Pilih]

If A=0

endif

Instruksi prosesor
Kode: [Pilih]
CMP A,0
JZ selanjutnya
ret
selanjutnya:

Kenapa instruksi komparasi menggunakan instruksi pengurangan? Karena, angka yang sama jika dikurangi angka yang sama menghasilkan angka 0. Itu sebabnya insruksi selanjutnya adalha JZ yang berarti Jump ZERO, loncat jika hasilnya 0. Dalam instruksi prosesor, JZ sering ditafsirkan sebagai JE, atau Jump EQUAL, lompat jika sama.

Contoh;
Mov A,5
Cmp A,6
Jnz Lanjut
Jz jangan lanjut
ret

lanjut:
ret
jangan lanjut:
ret
[/quote]

Maksudnya, pindahkan 5 ke A, kemudian kurangi dengan 6, jika hasilnya 0 maka A sama, dan jika hasilnya bukan 0 maka hasilnya beda.

Untuk operator +,-,/,* itu dinamakan aritmetik operator, didalam prosesor ada jalur jalur khusus yang jika dialiri listrik yang membentuk jalur khusus yang berupa hasil dari pembagian. Mungkin anda tertarik untuk membaca basis bilangan dan kemudian mencari informasi mengenai half adder.

15
Biologi / Re:homosex hanya terjadi pada manusia
« pada: Juni 26, 2015, 08:29:08 PM »
Pandangan saya pribadi dalam perspektif evolusi.

Tarolah di populasi manusia orang dengan homoseksual maximal 10% dari populasi. Maka saya akan tutup mata dan mengatakan, ini bukan masalah. Tapi bayangkan jika mencapai 50% dari total populasi. Apalagi lebih dari itu, apa yang anda bayangkan jika sampai terjadi? Sedikit demi sedikit populasi manusia akan menyusut. Ini adalah solusi kelajuan pertumbuhan penduduk? Saya rasa tidak.

Saya pribadi bukan seorang homoseks, tapi saya adalah seorang pecandu narkoba, masalah dari saya ikut mendukung pelarangan homoseks bisa saja dikemudian hari saya tiba tiba dihantam dan dilarang menggunakan misalkan, alkohol dan lain lain, dengan tanpa solusi, entah dibawa ke rehab, atau diberikan subtitusi, karean saya sangat yakin kalau saya ikut ikut melarang hal ini akan ada orang yang dendam dan saya ikut dibawa hancur.

Budaya berubah, opini berubah. Sekarang sesuatu dikatakan salah, dimasa depan mungkin benar, juga sebaliknya, sekarang dikatakan benar nanti berubah. Masalah ini saya tidak akan ikut campur, bagaimana jadinya saja. Saya hanya membicarakan masalah pendapat saya pribadi.

Untuk tambahan, dubur adalah saluran pembuangan, didalamnya ada banyak bakteri, apalagi kalau terlalu dalam. Saya agak jijik juga kalau membayangkan setelah seks anal kemudian oral. Beuh mengerikan. Menurut saya, daripada mencoba untuk menambal sulam ketidak wajaran yang terjadi, dengan, misalkan kondom, lebih baik coba cari yang alamiah saja dan efek ke depannya baik. Masalah homoseksual menurut saya hanya eksperimen masyarakat saja yang senang mencoba coba, pada akhirnya juga orang orang akan bosan sendiri dan semua dianggap biasa biasa saja.

Halaman: [1] 2 ... 203
Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia