Forum Sains Indonesia



Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Pesan - Pi-One

Halaman: 1 [2] 3 ... 460
16
Kesehatan / Re:Manfaat Susu Kambing Bagi Kesehatan
« pada: Januari 20, 2015, 08:39:10 PM »
Masalahnya susu kambing punya aroma khas yang gak banyak orang yang suka.
Meski ada juga cara mengatasi/mengurangi aroma ini

17
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Januari 20, 2015, 09:57:59 AM »
anda berdua sepertinya kurang menangkap maksud perkataan mod nʇǝʌ∀.
'kan sudah dia bilang dia tidak mempermasalahkan gaya berdiskusi kita.
jadi diambil enak dan nyaman saja...
I know.
Tetap saja mestinya gak boleh kelewat sinis juga dalam diskusi dan debat.

jadi saya bingung kenapa anda berdua jadi menganggap mod nʇǝʌ∀ sedang memberi warning pada kalian terkait gaya berdiskusi kalian secara umum?
Nope.
Masalah etika semata :)

18
Astronomi dan Kosmologi / Re:Magnitudo Semu Gabungan
« pada: Januari 19, 2015, 07:28:31 PM »
Walah, kalau perhitungan matematis, apalagi yang pakai log atau e log, jujur aja rada lemah.
Intinya, mesti diconvert dulu ke kecemerlangan sebelum dijumlahkan, lalu ubah lagi ke magnitudo.

Kalau mau praktis, rumusnya

Dimana m1 dan m2 adalah magnitudo masing-masing bintang dan mf adalah magnitudo gabungan.

CMIIW.

19
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Januari 19, 2015, 06:57:21 PM »
gaya berdiskusi anda, Goen, dan ytridyrevsielixetuls tidak saya permasalahkan. masih saya anggap wajar meski penuh sindiran dan olokan.
Untuk yang ini, mesti minta maaf.
Secara alami cenderung bersikap sinis pada yang mengajukan pseudo sains, dan memasukkan segala jawaban supranbatural dalam bahasan sains.

20
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Januari 19, 2015, 11:19:28 AM »
Well, mau dilanjutkan juga sebenarnya gak bakal ada ujungan.
yang mau diterima cuma fakta yang sesuai pandangan sendiri.
Fakta yang lebih baru akan dibaaikan karena sudah gak sesuai.
Sama halnya teori dan hukum baru juga gak diterima, karena gak bisa dipakai untuk pandangan dia.

Dan jika ada konsep yang gak masuk akal (macam ether yang mampu nyeret obyek raksasa bergerak melebihi kecepatan cahaya, bahkan entah berapa ribu kali, tapi roket dengan mudah melawan gaya seret tersebut), tinggal lari ke supranatural.

Sains tentu saja gak kenal dogma, bahkan fakta pun bukan sesuatu yang gak mungkin salah. tapi sains gak bakal nerima jawaban suprnatural semta biar cocok dengan pandangan tertentu. Atau quote mining, cuma ngambil bagian yang bisa diambil dan mengabaikan sisanya. Atau yang parah juga, mengkampanyekan seakan pandangna lain itu sama rendah levelnya dengan pandangan dia sendiri.

Entah Goen sebenarnya cuma melawak, atau serius memaksakan klaim supranatural dia.

21
Fisika / Re:Lebih cepat dari cahaya
« pada: Januari 18, 2015, 08:09:36 PM »
yang aku tahu neutrino maasanya mendekati dan lebih kecil dari foton sendiri jadi membatahkan teori einstein sendiri sedangkan film fiksi amerika masih menggunakan standard relativitas lanjutan. pelampuan kecepatan cahaya hanya bisa dilakukan untuk transfer data yang lebih efektif seperti interner intergalaksi
AFAIK, neutrino memiliki massa, dan tak dianggap nol seperti foton.

22
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Januari 18, 2015, 08:04:11 PM »
ciap ciap...
Dan lu bahkan gak sadar apa yang lagi dibicarakan.
Well, tepatnya gak mau tahu.
Toh seaneh apapun, tinggal lari ke supranatural  :P

23
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Januari 18, 2015, 11:15:20 AM »
asumsi universe expansion seperti itu ada beberapa critical flaws. contohnya :

Pertama, kalau galaksi-galaksi (di luar cluster yang sama dengan bimasakti) menjauh dari pengamat di bumi karena mereka tertarik oleh tepian alam semesta, maka itu sama saja menganggap cluster galaksi kita ada di tengah alam semesta. karena distant galaxies dari langit utara, selatan, timur, dan barat menjauh dari pengamat. berarti pengamatnya ada di tengah. copernican principle dilanggar.
Nah, yang flaw justru pemahaman anda.
Tidak ada tepian alam semesta yang menarik.
Dalam pengembangan alam semesta, galaksi-galaksi menjauh satu sama lain, bukan menjauh dari 1 titik pusat pengembangan. Dalam hal ini, di manapun menempatkan titik pengamatan, hasilnya sama. Karena tak ada 1 titik pusat pengembangan tadi.

Kedua, bagaimana melihat objek bermassa diam bergerak melebihi kecepatan cahaya? dan tidak ada yang melebihi kecepatan cahaya. dan bagaimana massa diam bisa menyamai atau melebihi kecepatan cahaya?

melebihi kecepatan cahaya ---> Massanya Imajiner[/quote]
Benda bermassa tak bisa melebihi kecepatan cahaya. Tapi pengembangan ruang tak dibatasi kecepatan cahaya. Cahaya dari galaksi itu bisa dilihat sampai kecepatan mereka menjauh belum melebihi kecepatan cahaya, setelahnya cahayanya sudah tak terlihat lagi.

opsi lain yang bisa diambil adalah alam semesta tidak bertepi. dan galaksi-galaksi di dalam cluster saling mendekat. dan galaksi-galaksi di luar cluster menjauh dari galaksi kita.
'Tepi' alam semesta mungkin takkan ditemukan di ruang-waktu kita. Seperti semut yang berjalan di atas permukaan bola, ia takkan menemukan ujung bola. Bukan berarti bola itu tak terbatas.

jadi, dimanapun lokasi pengamatnya, di bumi atau planet lain, mereka akan tetap melihat "pattern" yang sama. galaksi-galaksi beda cluster menjauh. mayoritas bintang bergerak ke spektrum merah. sisanya bintang terdekat bergerak ke spektrum merah dan biru bergantian. "pattern" yang sama seperti yang kita lihat dari bumi. dan ini tidak melanggar copernican principle. dan ini takkan terjadi kalau tepian alam semestanya yang "menyeret" galaksi.
Sekali lagi, alih-alih bintang, yang hanya bagian dari galaksi, amati galaksinya.

tapi kalau berkenan bantu saya temukan jawabannya, menurut anda apa penyebab distant galaxies dapat teramati oleh teleskop tanpa blur atau gangguan penglihatan lainnya?
Ada berbagai cara untuk mengatasi gangguan tadi. Entah dengan pengaturan optik khusus (Adaptive optics - untuk teleskop di bumi khususnya), atau mengirim teleskopnya kelaur angkasa, atau dengan mengolah informasi yang ditangkap teleskop sebelum diolah jadi citra foto.

24
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Januari 17, 2015, 07:52:50 PM »
O ya, coba minta Goen gambarkan ilustrasi lengkap dari perputaran obyek langit terhadap bumi.
tempo hari dia cuma kasih ilustrasi kecil dari obyek yang bergerak bersama matahari.
Coba minta dia kasih ilustrasi lengkap untuk ketujuh planet, sabuk asteroid dan matahari (dalam bentuk revolusi lengkap 360 derajat), dan kita akan lihat betapa aneh pergerakan obyek langit versi geosentris.

25
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Januari 17, 2015, 01:50:07 PM »
Bicara soal relativitas, relativitas Einstein memang gugur untuk kondisi kuantum.
Dengan kata lain, relativitas Einstein tak bisa diterapkan pada kondisi kuantum, sebagaimana milik Newton tak bisa diterapkan untuk benda yang bergerak mendekati kecepatan cahaya.
Karena itulah ilmuwan terus mencari cara untuk memasukkan gravitasi dalam kondisi kuantum.
Itu jalan untuk keberadaan "Theory of Everything".

26
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Januari 16, 2015, 06:45:21 PM »
itu asumsi yang dibuat oleh para ilmuwan mainstream sendiri. namun hasil observasi universe expansion/expanding universe ini bisa dipandang berbeda.

misal : galaksi-galaksinya saja yang saling menjauh, bukan tepian alam semestanya yang melebar.
Jika galaksi saling menjauh, bagaimana galaksi bisa menjauh melebihi kecepatan cahaya? Dan jika saling menjauh sementara ruang tak mengembang, maka galaksi bukan saling menjauh, tapi sebagian (besar) justru akan mendekat.

dan faktanya memang tidak semua galaksi saling menjauh. sebagian malah saling mendekat. ini menunjukkan, apa yang kita kenal sebagai universe expansion/expanding universe bisa saja karena faktor gravitasi galaksi.
Yang mendekat hanya galaksi dalam kluster yang sama. Karena gravitasi masih mampu menahan mereka agar taterpisah. Sebagaimana gravitasi membuat anggota tata surya gak bubar akibat pengembangan ruang-waktu.

dalam komentar saya waktu itu, merujuk pada bintang-bintang pada distant galaxies yang mengalami redshift.
Pengembangan ditunjukkan oleh saling menjauhnya galaksi, bukan cuma bintang.

memang belum pernah dengar ada ilmuwan yang bilang begitu. ada tulisan yang pernah saya baca yang bilang begitu, dan tulisan tsb adalah argumen pendukung teori Tired Light. selebihnya hanya berdasarkan c (kecepatan cahaya konstan pada ruang vakum). teori Tired Light sendiri sudah diabaikan oleh ilmuwan mainstream.
Nyatanya tidak ada ruang vakum mutlak yang pernah diamati.
Tidak di alam semesta, bahkan tidak di laboratorium sekalipun.

27
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Januari 15, 2015, 12:52:21 PM »
Oh ya bagi yang merasa kurang jelas pada diskusi ini... mari sejenak kita renungkan :D

Teori-teori sains mainstream seperti Big Bang, Expanding Universe Theory, dan Copernican Principle tidak diterima oleh sebagian ilmuwan dan penyuka fisika/astronomi-kosmologi. Ketiga teori itu “satu paket”. Karena digunakan penganutnya dari kalangan ilmuwan untuk saling mendukung satu sama lain.
Penganut...
Macam aliran kepercayaan aja...

"Karena bintang-bintang bergerak ke spektrum merah (mengalami redshift), alias karena Doppler effect".
Alih-alih bintang, lebih cocok dibilang galaksi.

Pengamat meyakini cahaya dari bintang distant galaxies merambat ke penglihatan pengamat dalam ruang angkasa yang vakum absolut. Again, meyakini.
Meyakini apa?
Sedang kondisi absolut vakum itu tak bisa ditemukan di alam semesta. Di luar angkasa sekalipun.
Ahli fisika, astronom dan kosmolog pasti tahu itu.
Jadi, kepercayaan ruang angkasa itu vakum itu milik siapa?

28
Astronomi dan Kosmologi / Re:Kecepatan Cahaya Tidak Bisa di Lampaui?
« pada: Januari 15, 2015, 12:45:07 PM »
Tidak ada satupun partikel di dunia ini yang tidak bermassa namun sulit di ukur contohnya suatu foton di alam semesta tidak dapat bergerak bebas kerena ada hambatan tarikan gravitasi dari setiap objek besar, bahkan bila objek itu black hole sekuat apapun atau sebanyak apapun foton pasti akan terhisap dan tunduk terhadapnya, sampai sekarang hanya neutrino yang mampu terlapas dari pengaruh gravitasi membuatnya menjadi materi tercepat di alam semesta dan di gunakan ilmuan untuk penilitian dan pemetaan alam semesta .
Foton sendiri dalam perjalanannya mengikuti kelengkungan ruang-waktu, dan pada black hole rruang melengkung ke titik dimana arah adalah ke dalam.

Masalahnya adalah anda melihat gravitasi masih sebagai 'gaya tarik' sebagaimana pada konsep klasik Newton.

29
Astronomi dan Kosmologi / Re:Kecepatan Cahaya Tidak Bisa di Lampaui?
« pada: Januari 14, 2015, 08:14:41 PM »
kecepatan itu tergantung batasan imagine matrial objek semakin massanya lebih kecil dari cahaya maka kecepatanya semakin melampoi cahaya ( lagi kita sebagai makhluk hidup sudah terbiasa dengan cahaya sebagai patokan pengelihatan kaena adalah instrumen elektron yang mempengaruhi pembenrukan dan perubahan jenis elemen pantesan ilmuan barat terutma eintein mempertuhankanya )
Massa yang lebih kecil dari cahaya?
Jadinnya massa yang minus dong?
Karena cahaya terdiri dari foton, yang tidak bermassa.

30
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Januari 14, 2015, 08:11:43 PM »
Apakah geocentrism bisa dipatahkan secara science?
Terbalik, pertanyaannya mestinya apakah Geocentrism bisa dijabarkan secara ilmiah.
Kalau modal quote mining, nolak teori yang lebih baru semata karena gak cocok dengan pandangan dia, juga nolak data yang lebih baru dengan dalih yang sama, lalu makai supranatural untuk menjawab hal yang gak masuk akal atau gak diketahui, apa yang mau diharap?

Halaman: 1 [2] 3 ... 460
Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia