Forum Sains Indonesia



Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Pesan - Pi-One

Halaman: 1 [2] 3 ... 462
16
Fisika / Re:Gravitasi : Newton, Einstein, dan Le Sage
« pada: Pebruari 16, 2015, 12:25:22 PM »
tapi belakangan Stephen Hawking pernah bilang bahwa informasi atau materi bisa keluar dari lubang hitam. berarti apakah ini jadi membenarkan bahwa lubang hitam itu benar-benar bermassa dan bukan lengkungan ruang-waktu ?
Lubang hitam kan merujuk ke bintang raksasa yang runtuh oleh gravitasinya pasca supernova. jadi black hole jelas punya massa supermasif. Kelengkungan ruang waktu kan gravitasi.

17
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Pebruari 12, 2015, 01:11:53 PM »
Rotasi semua obyek langit pada dasarnya melambat.
Rotasi planet gas lebih cepat dari rotasi planet batuan.
Untuk bumi, rotasinya sudah jauh lebih lambat dari masa awal pembentukannya, dan akan terus melambat, mungkin nantinya sampai seperti bulan, mengalami tidal lock dengan matahari.

18
bukan ketiadaan mutlak berarti awal big bang adalah titik kecil terkompresi kan? alias limit nol. atau nyaris nol.
dan apakah si titik ini punya energi yang setara dengan energi di seluruh semesta? padahal ukurannya saja jauh beda banget. kenapa jumlah energi yang dimiliki sama?
Singularitas (jika benar ada singularitas) memang mestinya punay energi yagn amat sangat besar, itu pula alasan suhunya amat sangat tinggi.

ini lho yang saya maksud dengan garis lurus. saya belum paham. jadi limit atau limit nol itu artinya apa?  :-\

Limit artinya mendekati, tanpa benar-benar mencapai batasan tersebut.
Analogi tali yang ditarik sampai lurus menunjukkan kalau ada limit sehingga tali gak bisa ditarik sampai benar-benar lurus. begitu pula limit nol merujuk ke kondisi dimana tidak benar-benar nol, hanya mendekati.

19
saya liat2 juga ky gitu. Pi-One debat sama member2 lain tentang Big Bang. jadi big bang itu bukan ledakan. dan berasal dari titik kecil terkompresi. tapi kalau hukum kekekalan energi tidak dilanggar, berarti titik tersebut mengandung energi yang setara dengan energi seluruh massa alam semesta sekarang ??
Big bang tidak pernah bicara soal ketiadaan mutlak.
Tidak bicara soal penciptaan singularitas.
Big bang adalah pengembangan, bukan penciptaan dalam artian tercipta dari ketiadaan.

Jadi big bang gak bisa dipakai untuk menyanggah hukum kekekalan energi.

20
sebenarnya mana sih yang benar:

apakah distant galaxy menjauh karena alam semesta mengembang?
atau,
apakah alam semesta mengembang karena distant galaxy menjauh?
Galaksi-galaksi yang jauh (dari kluster berbeda) saling menjauh karena alam semesta mengembang.

yang ada cuma asumsi. dengan mengamati cahaya-cahaya di distant galaxies bergerak ke redshift, maka diambil kesimpulan alam semesta mengembang. tapi inti pertanyaannya mungkin siapa yang jadi penyebab dan siapa yang jadi akibat. mungkin begitu ya?
Alam semesta mengambang itu fakta.
Penyebab alam semesta mengembang yang merupakan hipotesa.

*Tapi fakta ilmiah juga bukan sesuatu yang tak bisa berubah.

21
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Pebruari 09, 2015, 10:16:10 PM »
Amazing... karena gak ada ether yang nyeret-nyeret...

22
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Pebruari 09, 2015, 10:15:16 AM »
hebat juga planet bumi, bisa menahan gaya tekanan langit sebesar itu dari dari semua arah bahkan dipantulkan balik ke langit.
Jawabannya: supranatural
Ada kekuatan supranatural yang melindungi bumi :P

23
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Pebruari 04, 2015, 08:40:19 PM »
Kutip
The first clue of dark matter’s existence came from the speed with which stars rotated in galaxy clusters. Much more solid evidence for dark matter came from Vera Rubin, an observational astronomer, who in the late 1960s and early 1970s made detailed quantitative measurements of stars rotating in galaxies. The properties of a galaxy, such as the rate at which its stars orbit, depend on how much matter it contains. With only visible matter present, one would expect those stars well beyond the galaxy to be rather insensitive to its gravitational pull. Yet Rubin found that stars far from the luminous central matter rotated with the same velocity as stars one-tenth the distance from the galaxy’s center. This implied that the mass density did not fall off with distance, at least to the distances Rubin observed. Astronomers concluded that galaxies consisted primarily of unseen dark matter. Supplementary evidence comes from studies of gravitational lensing.

http://discovermagazine.com/2011/nov/18-how-see-invisible-3-approaches-dark-matter


Artikel yang dibahas soal dark matter.
Dan kecepatan berbeda, kenapa gak bisa menghasilkan galaksi spiral?
Toh itu kecepatan gerak, bukan kala revolusi terhadap pusat galaksi.

24
Astronomi dan Kosmologi / Re:Apakah lokasi pusat massa Tata-Surya konstan ?
« pada: Pebruari 04, 2015, 01:31:54 PM »
ketika tempo hari saya mengatakan contoh kasus yang fixed, yang saya maksud itu adalah fakta. bukan sudut pandang pengamat. selama kita pakai sudut pandang pengamat, kita bisa mengabaikan fakta yang sudah jelas. misal kita bisa mengatakan Ka'bah berotasi terhadap jemaat haji kalau kita pakai sudut pandang Ka'bah. TAPI faktanya tetap saja Ka'bah diam.
Tidak ada yang salah.
Kita bisa saja bilang ka'bah yang berevolusi terhadap jamaah haji (bukan berotasi, rotasi merujuk ke perputaran pada sumbu sendiri). Tapi kita lebih memilih model umum (bukan model mutlak) bahwa ka'bah yang diam dan jamaah haji yang bergerak.

Makanya tempo hari pernah bilang, sah-sah saja mau pakai model geosentris, kalau mampu menjelaskan model yang memenuhi semua kondisi. Masalah geosentris adalah bahwa penyokongnya tak bisa memberi penjelasan yang akurat dan memuaskan, sampai-sampai mesti memasukkan faktor supranatural.

jadi meskipun kita bisa pakai sudut pandang pelari 1 atau 2 atau pohon, faktanya tetap saja pohon diam. karena kita punya metode ilmiah menentukan siapa yang bergerak dan siapa yang diam. itu yang saya maksud dengan hal-hal yang fixed. bedakan antara 'fakta' dengan 'sudut pandang pengamat'.
Sudut pandang pengamat adalah fakta pula.
Pohon diam, Ka'bah diam, kita bisa mengatakan itu model umum.

kalau tidak ada yang fixed, serba relatif, lantas apa alasan kita jadi heliocentrist ? dan apa alasan kita berpendapat galaksi Milky Way dan Andromeda saling mendekat? siapa tahu aja Andromeda-nya saja yang mendekat atau Milky Way-nya saja yang mendekat. kan gitu. pada akhirnya ya nggak cukup dengan pengamatan oleh mata saja.
Kenapa model itu yang dipilih?
Karena bisa menjelaskan dengan lebih sederhana, baik dan elegan.
Sesimpel itu.

25
saya jadi penasaran kenapa teleskop bisa melihat gambar galaksi ribuan-jutaan-milyaran tahun cahaya dengan jernih tanpa gangguan penglihatan seperti blur atau semacamnya. padahal atmosfer Bumi saja sudah cukup mengganggu sehingga teleskop pun harus diterbangkan ke luar angkasa. bukti bahwa pengaturan lensa dan penyinaran saja tidak cukup. apakah cahaya dari galaksi jauh melewati vakum absolut sehingga bisa teramat jelas oleh pengamat?

saya masih tidak mengerti betul kenapa gelombang elektromagnetik dari cahaya dari galaksi nun-jauh disana tidak tercecer oleh rintangan-rintangan sepanjang perjalanan menuju ke sini. itu nggak main-main jaraknya. ribuan-jutaan-milyaran tahun cahaya! padahal atmosfer bumi aja bisa kok mempendarkan cahaya matahari "deket" sini.

dan apa jadinya kalau kita bisa melampaui kecepatan cahaya dan sampai ke galaksi jauh sana? apakah kita tiba disana dalam keadaan yang sama ketika teramati dari sini? kalo iya berarti kita menuju masa lampau dan bisa ketemu dinosaurus ;D. kalau tidak berarti pas kesana kita malah ketemu ruang hampa nan gelap karena galaksinya sudah kiamat. ;D
Coba cari penjelasan via google, kenapa teleskop hubble bisa mengambil citra jelas dari galaksi dan nebula yagn jauh, sedang citra dari planet pluto yang lebih dekat malah gak jelas.

26
para ilmuwan sendiri masih belum tahu mengapa alam semesta bisa dipercepat pengembangannya tapi keseimbangan orbit tetap terjaga.
Orbit obyek langit?
Itu karena ada gravitasi.
Itu pula alasan galaksi-galaksi dari kluster yagn sama tidak menjauh sedang galaksi dari kluster berbeda menjauh.

bukankah planet, bintang, dan galaksi itu berputar pada porosnya ? jadi awal terbentuknya dan berputarnya sebuah benda langit kan harus ada sumbu putar dulu yang mengumpulkan partikel atau materi di sekitarnya sehingga terbentuk bintang, dsb. atau mungkin saja sumbu putar bisa muncul sendiri di ruang hampa. kalau tidak, bagaimana menjelaskan kenapa benda-benda langit itu berotasi. kalau mau ditelusuri kita akan temukan bintang dan galaksi juga berotasi. artinya harus ada sumbu putar awal untuk menciptakan suatu sistem berputar.
Perputaran terjadi sebagai efek dari proses pembentukan.
Planet dan bintang terbentuk dari kabut debu dan gas yang berkumpul dan berputar, menyatu.\
Bukannya tidak apa-apa yang berputar lalu materi di sektiar terkumpul.

kalau boleh tahu pendapat anda, tepi alam semesta itu eksis atau tidak?
Tepi dalam batasan seperti tepi ruang, tidak.

27
singkatnya, mereka kan lagi mencari tahu, apa sih bentuk atau jenis energi yang selama ini mereka sebut dark energy dan dark matter.

Toh intinya, yang mereka cari adalah apa dan bagaimana dark matter dan dark energy yang muncul secara matematis tadi. Dan tidak banyak yang kita ketahui, bisa dibilang hampir gak ada.

apakah itu berarti semakin jauh kita menyusuri ruang angkasa, kita akan sampai ke planet Bumi kembali ? atau hanya analoginya saja yang susah digambarkan ?

Teknisnya.
Meski dalam kasus ini, karena ekspansi alam semesta yang dipercepat, kita hanya akan menjalani perjalanan tanpa akhir (karena kemustahilan menembus kecepatan cahaya, sedang pengembangan melebihi kecepatan cahaya.

barusan saya cek di wikipedia, ternyata film interstellar rilis perdana baru pada tanggal 26 oktober 2014. padahal di forum sebelah saya sudah menulis tentang tesseract pada tanggal 6 september 2014 pukul 12.59.33 , ini link-nya: http://medialogika.org/komentari-gambar/tesseract/. jadi tidak benar bahwa konsep tesseract diperkenalkan oleh film interstellar, karena konsep tesseract sudah lebih lama ada pada matematika geometri.

Maaf jika sudah bikin salah paham.
Istilah terrasect adalah istilah matematika yang sudah lama ada. Maksudnya istilahnya diperkenalkan kepada masyarakat awam yang sebelumnya mungkin bahkan gak pernah dengar :)

28
saya malah berasumsi bahwa ruang angkasa pada dasarnya adalah kehampaan. dan semakin jauh kita dari benda-benda langit maka semakin mendekati kehampaan. untuk berpindah dari satu benda langit ke benda langit yang lain, diperlukan medium. dan medium tsb muncul dari massa yang berotasi dan berevolusi. jadi tata-surya ini pada dasarnya tidak vakum absolut karena medium tsb ada dimana-mana karena tata-surya adalah tempat massa-massa berputar dalam sistem berputar. tapi cahaya tidak perlu medium itu untuk merambat dari sebuah benda langit ke benda langit lain meski harus melewati vakum (misal menyeberangi galaksi).
Memang, makin jauh dari sistem bintang, makin vakum pula ruang angkasa di sana, meski tidak ada yang benar-benar vakum. Tapi gak ngerti soal medium yang muncul dari massa yang berotasi.

saya berasumsi kalau anda meninggalkan tata-surya bahkan meninggalkan bima-sakti, anda akan makin mendekati vakum. densitas medium tersebut lebih tipis sehingga anda akan lebih kesulitan bergerak. contohnya kasus Pioneer Anomaly. dimana dua wahana Pioneer 10 dan 11 melambat dan memanas setelah keluar dari tata-surya. menurut saya karena densitas medium tsb lebih tipis daripada di dalam tata-surya.
Pioneer anomaly?
Ada banyak penjelasan lain soal itu, misal thermal recoil force.

plus, saya berasumsi alam semesta akan lebih terang. karena semakin renggang jarak antar galaksi-galaksi yang saling menjauh, maka akan lebih banyak ruang untuk sumbu-sumbu putar baru yang akan menghasilkan galaksi, bintang, planet, baru.
Dasar asumsinya apa, kalau sumbu putar baru ini menghasilkan bintang dsb?

....Supernova ---> Lubang Hitam ---> Materi Tersedot ---> Lubang Putih ---> Materi Dimuntahkan ---> Terbentuk Galaksi, Bintang, Planet, dll ---> Supernova ---> Lubang Hitam ---> Materi Tersedot....
White hole masih berstatus hipotesis yang belum punya pembuktian.

29
Astronomi dan Kosmologi / Re:Apakah lokasi pusat massa Tata-Surya konstan ?
« pada: Pebruari 03, 2015, 11:42:38 AM »
maksud saya 2 pelari tadi mengelilingi sebuah pohon secara berlawanan adalah :

yang satu mengelilingi pohon secara counter-clockwise, yang satu lagi clockwise. jadi kalau kita katakan pohonnya yang bergerak terhadap pelari... pelari yang mana ?
pelari tsb akan berpapasan karena arah larinya saja berlawanan. pohonnya berotasi kemana? sama halnya ketika anda datang ke tempat ramai di pinggir jalan. anda akan melihat manusia dan benda yang diam dan bergerak ke berbagai arah dengan kecepatan, percepatan, perlambatan yang bervariasi. ketika waktu itu saya mengatakan ada beberapa kasus yang fixed artinya ketahuan siapa yang bergerak. acuannya mungkin bisa beda, tapi yang pasti kita tahu siapa yang bergerak dan diam. jadi tidak mungkin kan kita katakan langitnya yang bergerak. karena benda-benda langit tidak bergerak ke arah yang sama terhadap pengamat.

soal siapa bergerak terhadap siapa kita punya ilmu dasarnya yaitu hukum Newton. yang massanya paling besar itu yang lebih kuat gravitasinya. namun mereka yang berputar-putar pada porosnya di sebuah sistem berputar bernama tata-surya akan menghasilkan gaya sentripugal juga. sehingga mereka tidak tersedot begitu saja mendekati matahari. jadi makanya mereka bisa terus berevolusi, meskipun total massa planet-planet kalah jauh dari matahari tetap saja mereka punya pengaruh. so it's safe to say matahari juga ikut tertarik tapi cuma sedikiiiit sekali... namun karena massa-massa di tata-surya bukan benda bulat sempurna, dan memiliki komposisi dan reaksi kimia yang tidak sama/serba fluktuatif maka itu mempengaruhi baricenter yang mereka ciptakan. tidak konstan. ukurannya mungkin bisa berubah juga. CMIIW
Makanya, kita punya banyak titik acuan relatif.
Dalam kasus dua pelari, kita bisa pakai acuan pelari pertama, atau pakai acuan pelari kedua, atau bahkan orang yang diam di pinggir jalan. Masing-masing mungkin akan menghasilkan model yang berbeda, tapi semua bisa dipandang benar.

Dan hukum Newton sudah disempurnakan oleh relativitas umum (meski relativitas umum juga belum sempurna, karean tak bisa menjelaskan untuk kondisi kuantum).

30
bentuk alam semesta seperti ini mengharuskan adanya ruang dengan dimensi yang lebih tinggi, seperti juga kulit bola 2 dimensi yang mengharuskan adanya ruang 3 dimensi sehingga dapat melengkung dan membentuk bidang geometri berhingga namun tanpa batas/ujung. saya katakan berhingga karena luas permukaan bola bukan tak hingga walau tanpa ujung.

ketika ruang 3 dimensi ini juga membentuk bidang geometri berhingga tanpa batas, maka pastinya ada ruang dengan dimensi lebih tinggi sebagai konsekuensi kelengkungan ruang 3 dimensi, katakanlah ruang 4 dimensi. tanda tanya berikutnya, apakah ruang 4 dimensi tsb juga membentuk bidang geometri berhingga tanpa batas yang selanjutnya juga mengharuskan adanya dimensi ruang yang lebih tinggi (5, 6, dst)? terus menerus akan ada pertanyaan seperti itu. akhirnya, ada berapa dimensi sebenarnya ruang kita ini? dan pada dimensi tertinggi tsb, apakah berujung? tentunya tidak melengkung lagi kan? karena sudah merupakan dimensi ruang yang tertinggi.

mungkin ini akan sulit dijawab, karena mengenai bentuk dimensi ruang 4, 5, dst sudah berada diluar jangkauan pikir bahkan khayal sekalipun. walaupun secara matematis kita masih dapat menghitung "volume" bangun geometri di dimensi berapapun dia berada.



tentang tingkatan dimensi pada ruang, maka saya juga akan sedikit menyinggung suatu konsep tentang waktu yang juga tak berujung, namun "melengkung" ke "arah" dimensi waktu yang lebih tinggi sampai dengan batas dimensi yang tidak diketahui. kata "melengkung" dan "arah" sengaja diberi tanda kutip karena kata2 tsb berasal dari konteks ruang, sementara dalam konteks waktu saya kesulitan mencari kata yang sesuai. sebuah konsep tentang waktu yang tak terbayangkan, bahkan sulit diucapkan. dan pada dimensi ruang-waktu tertinggi itulah segalanya dikendalikan.
Ruang di dalam ruang?
Itu jika kita menerapkan standar ruang 3 dimensi semata.
Ingat film interstellar, yang memperkenalkan konsep tesseract?
Tesseract bisa dibilang bentuk 4 dimensi dari sebuah kubus.
Tapi sulit menyebutnya kubus di dalam kubus.


Halaman: 1 [2] 3 ... 462
Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia