Forum Sains Indonesia



Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Pesan - Pi-One

Halaman: 1 [2] 3 ... 462
16
Fisika / Re:Gravitasi : Newton, Einstein, dan Le Sage
« pada: Pebruari 21, 2015, 05:02:47 PM »
soal perhitungan matematis yang mengatakan supernova tidak bisa menghasilkan singularitas Black Hole bisa ditemukan disini. saya pernah membawanya di thread soal geocentrism beberapa waktu lalu.
Ah ya.
rasanya memang pernah baca artikel macam ini.
Thanks.

Masalahnya memang ilmuwan belum mampu menyatukan gravitasi dalam teori kuantum, sehingga antara skala kuantum dan skala makro masih bisa sinkron. Itu alasan GUT masih belum bisa terwujud.

17
Fisika / Re:Gravitasi : Newton, Einstein, dan Le Sage
« pada: Pebruari 21, 2015, 04:56:27 PM »
gravitasi Newton tidak bisa menghitung interaksi dengan cahaya. tapi ilmuwan sendiri yang menganggap gravitasi Black Hole itu gravitasi dari massa karena referensi tentang Black Hole umumnya dikatakan punya massa yang besar. jadi sebagaimana layaknya benda-benda langit. massa-massa tsb menciptakan gaya gravitasi. semakin besar massanya semakin besar gravitasinya. itulah hukum gravitasi universal. yang saya tidak paham itu kenapa atau bagaimana hukum gravitasi universal bisa berlaku pada Black Hole. yang saya cuma dengar gravitasi Black Hole itu sangat besar sehingga cahaya saja bisa tertarik. dengan demikian, ditafsirkan massa Black Hole itu sangat besar. yang kita belum tahu apa benar gravitasi Black Hole itu benar-benar gaya tarik dari massa. dan bagaimana mekanismenya gravitasi dari massa bisa membuat ruang waktu melengkung. dan apakah benar Black Hole itu punya massa.

Jika black hole berasal dari massa bintang yang runtuh oleh gravitasinya sendiri, tentu saja black hole punya massa. Semakin besar massanya, semakin besar pula zona yang terpengaruh oleh gravitasinya.

Dan karena black hole sendiri memiliki volume yang amat kecil, ruang-waktu jadi tertarik melengkung sedemikian di pusatnya, sehingga cahaya yang masuk ke event horizon hanya punya satu arah: ke pusat black hole. Cahaya bukan tertarik oleh gravitasi black hole (itu hanya penyederhanaan semantik), cahaya mengkuti jalurnya pada ruang-waktu yang menuju ke pusat black hole.

AFAIK, Hawking dulu tidak percaya informasi bisa keluar dari Black Hole. tetapi beberapa waktu kemudian, dia berubah pikiran.

The trouble is that quantum mechanics doesn't get along with the other grand theory of physics, general relativity, making it difficult to understand situations in which both are relevant, such as black holes. In the case of Hawking radiation, theory suggested that when a black hole dies, it takes everything inside with it. That is a big quantum no-no: information about matter can't be destroyed. Other theorists suggested solving this "information paradox" by allowing information to escape from the black hole as it evaporates. Hawking disagreed – until 30 years later, when he showed how it might be possible.

http://www.newscientist.com/article/mg22129543.000-stephen-hawkings-new-theory-offers-black-hole-escape.html

dalam papernya, Hawking tidak mencantumkan persamaan matematis. jadi sulit untuk diterima.

http://arxiv.org/pdf/1401.5761v1.pdf (kalau tidak salah ini papernya Hawking)

di situs-situs berita sains yang saya baca, dikatakan Hawking membuka kemungkinan informasi dari materi bisa keluar Black Hole. saya sendiri kurang yakin betul apakah informasi/materi bisa keluar dari Black Hole termasuk pelanggaran hukum kekekalan energi dan hukum gravitasi universal. saya sendiri bahkan tidak tahu pasti maksudnya "informasi dari materi" ini apa. apakah dia substansi atau sesuatu yang lain. begitu juga dengan nasib Black Hole di masa depan. apakah dia terus membesar atau bisa lenyap... rasanya saya memang terlalu terburu-buru dalam menganalisa.

Ya, Hawking pernah berpikir bahwa tak ada informasi apapun yang kelaur dari big bang, tapi seiring penelitiannya, ia membuang ide lamanya.

Dan yang ingin ditanyakan:
Apanya yang melanggar hukum kekekalan energi?

18
Fisika / Re:Gravitasi : Newton, Einstein, dan Le Sage
« pada: Pebruari 21, 2015, 11:14:16 AM »
dalam kesempatan apa dan bagaimana Stephen Hawking bilang bahwa informasi atau materi bisa keluar dari lubang hitam Kang? apakah ini hasil pengamatan, atau pernyataan teoritis berdasar argumen tertentu, atau sebuah asumsi awal untuk membangun suatu teori?
saya belum tahu mengenai hal ini.
Mungkin dia merujuk ke hawking radiation, radiasi yang keluar dari black hole karena efek kuantum dekat event horizon.

19
Fisika / Re:Gravitasi : Newton, Einstein, dan Le Sage
« pada: Pebruari 20, 2015, 07:35:27 PM »
setahu saya hukum gravitasi universal tidak ada istilah lengkungan ruang-waktu. atau memang ada kah? lalu bagaimana dengan contoh dalam kehidupan kita sehari-hari seperti ini :
Jika yang dimaksud itu Newton's Law of Universal Gravitation, tentu saja tak ada kelengkungan ruang-waktu.
Newton menganggap gravitasi adalah gaya.

nah itu yang saya juga bingung. kalau apel jatuh dianggap kelengkungan ruang-waktu maka sama saja mengatakan gerakan adalah semu. alias semua yang bergerak karena lengkungan ruang-waktu. artinya statis tidak ada yang bergerak. serba relatif. sedangkan hukum gravitasi universal yang saya tahu itu Newtonian. makanya ketika ilmuwan mainstream membicarakan gravitasi Black Hole, persepsi mereka adalah gravitasi massa.
Saat apel jatuh, atau saat cahaya 'terhisap' black hole, maka apel maupun cahaya sedang mengikuti lintasan mereka, yang terpengaruh kelengkungan ruang-waktu.

Gravitasi sebagai kelengkungan ruang-waktu AFAIK lebih memadai untuk menjelaskan bagaimana cahaya bisa berbelok oleh gravitasi, atau bisa 'terhisap' oleh black hole.

saya pribadi masih belum tahu apakah bisa informasi/materi keluar dari lubang hitam. and yes! hukum gravitasi universal dan hukum kekekalan energi dilanggar kalau itu memang benar. apa sebab ?
Bagaimana menghitung gaya tarik antara black hole (yang massanya amat snagat besar) dengan cahaya (foton - yang massanya dianggap nol)?

20
Fisika / Re:Gravitasi : Newton, Einstein, dan Le Sage
« pada: Pebruari 17, 2015, 11:15:16 AM »
tapi Black Hole sendiri masih belum teramati secara langsung. dan perhitungan matematis juga menunjukkan bahwa lubang hitam tidak bisa dibentuk oleh supernova. dan ketika materi tertarik oleh "gravitasi" super besar di lokasi bekas supernova, tahu darimana kalau gravitasinya itu dari "jelmaan" supernovanya atau dari event horizonnya atau dari materi yang disedotnya?
Perhitungan siapa yang bilang supernova tak bisa menghasilkan black hole?
Bahkan relativitas umum Einstein saja sudah memprediksi black hole.

Tanpa ada cahaya yang sampai ke kita, mustahil mengamati black hole. yang bisa kita amati cuma fenomena yang dihasilkannya. Dan bahkan black hole juga bisa ditemukan pada sistem binari, dimana satu bintang yang telah menjadi black hole mempengaruhi bintang saudaranya.

Dan black hole itu berasal dari massa bintang itu sendiri. Bukan berasal dari materi yagn disedot.
Saat bintang raksasa meledak sebagai supernova, sisa massanya tak mampu mempertahankan strukturnya, dan runtuh oleh gravitasinya sendiri, membentuk black hole. Gravitasinya adalah ruang-waktu yang tertekuk oleh black hole.

Alasan mengapa cahaya tak bisa keluar dari black hole, karena lekukan ruang-waktu yang dihasilkan black hole membuat cahaya yang mengikuti lekukan ruang waktu tersebut hanya punya 1 arah: ke dalam black hole.

21
Fisika / Re:Gravitasi : Newton, Einstein, dan Le Sage
« pada: Pebruari 16, 2015, 12:25:22 PM »
tapi belakangan Stephen Hawking pernah bilang bahwa informasi atau materi bisa keluar dari lubang hitam. berarti apakah ini jadi membenarkan bahwa lubang hitam itu benar-benar bermassa dan bukan lengkungan ruang-waktu ?
Lubang hitam kan merujuk ke bintang raksasa yang runtuh oleh gravitasinya pasca supernova. jadi black hole jelas punya massa supermasif. Kelengkungan ruang waktu kan gravitasi.

22
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Pebruari 12, 2015, 01:11:53 PM »
Rotasi semua obyek langit pada dasarnya melambat.
Rotasi planet gas lebih cepat dari rotasi planet batuan.
Untuk bumi, rotasinya sudah jauh lebih lambat dari masa awal pembentukannya, dan akan terus melambat, mungkin nantinya sampai seperti bulan, mengalami tidal lock dengan matahari.

23
bukan ketiadaan mutlak berarti awal big bang adalah titik kecil terkompresi kan? alias limit nol. atau nyaris nol.
dan apakah si titik ini punya energi yang setara dengan energi di seluruh semesta? padahal ukurannya saja jauh beda banget. kenapa jumlah energi yang dimiliki sama?
Singularitas (jika benar ada singularitas) memang mestinya punay energi yagn amat sangat besar, itu pula alasan suhunya amat sangat tinggi.

ini lho yang saya maksud dengan garis lurus. saya belum paham. jadi limit atau limit nol itu artinya apa?  :-\

Limit artinya mendekati, tanpa benar-benar mencapai batasan tersebut.
Analogi tali yang ditarik sampai lurus menunjukkan kalau ada limit sehingga tali gak bisa ditarik sampai benar-benar lurus. begitu pula limit nol merujuk ke kondisi dimana tidak benar-benar nol, hanya mendekati.

24
saya liat2 juga ky gitu. Pi-One debat sama member2 lain tentang Big Bang. jadi big bang itu bukan ledakan. dan berasal dari titik kecil terkompresi. tapi kalau hukum kekekalan energi tidak dilanggar, berarti titik tersebut mengandung energi yang setara dengan energi seluruh massa alam semesta sekarang ??
Big bang tidak pernah bicara soal ketiadaan mutlak.
Tidak bicara soal penciptaan singularitas.
Big bang adalah pengembangan, bukan penciptaan dalam artian tercipta dari ketiadaan.

Jadi big bang gak bisa dipakai untuk menyanggah hukum kekekalan energi.

25
sebenarnya mana sih yang benar:

apakah distant galaxy menjauh karena alam semesta mengembang?
atau,
apakah alam semesta mengembang karena distant galaxy menjauh?
Galaksi-galaksi yang jauh (dari kluster berbeda) saling menjauh karena alam semesta mengembang.

yang ada cuma asumsi. dengan mengamati cahaya-cahaya di distant galaxies bergerak ke redshift, maka diambil kesimpulan alam semesta mengembang. tapi inti pertanyaannya mungkin siapa yang jadi penyebab dan siapa yang jadi akibat. mungkin begitu ya?
Alam semesta mengambang itu fakta.
Penyebab alam semesta mengembang yang merupakan hipotesa.

*Tapi fakta ilmiah juga bukan sesuatu yang tak bisa berubah.

26
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Pebruari 09, 2015, 10:16:10 PM »
Amazing... karena gak ada ether yang nyeret-nyeret...

27
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Pebruari 09, 2015, 10:15:16 AM »
hebat juga planet bumi, bisa menahan gaya tekanan langit sebesar itu dari dari semua arah bahkan dipantulkan balik ke langit.
Jawabannya: supranatural
Ada kekuatan supranatural yang melindungi bumi :P

28
Pseudo-science dan Science-Fiction / Re:Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
« pada: Pebruari 04, 2015, 08:40:19 PM »
Kutip
The first clue of dark matter’s existence came from the speed with which stars rotated in galaxy clusters. Much more solid evidence for dark matter came from Vera Rubin, an observational astronomer, who in the late 1960s and early 1970s made detailed quantitative measurements of stars rotating in galaxies. The properties of a galaxy, such as the rate at which its stars orbit, depend on how much matter it contains. With only visible matter present, one would expect those stars well beyond the galaxy to be rather insensitive to its gravitational pull. Yet Rubin found that stars far from the luminous central matter rotated with the same velocity as stars one-tenth the distance from the galaxy’s center. This implied that the mass density did not fall off with distance, at least to the distances Rubin observed. Astronomers concluded that galaxies consisted primarily of unseen dark matter. Supplementary evidence comes from studies of gravitational lensing.

http://discovermagazine.com/2011/nov/18-how-see-invisible-3-approaches-dark-matter


Artikel yang dibahas soal dark matter.
Dan kecepatan berbeda, kenapa gak bisa menghasilkan galaksi spiral?
Toh itu kecepatan gerak, bukan kala revolusi terhadap pusat galaksi.

29
Astronomi dan Kosmologi / Re:Apakah lokasi pusat massa Tata-Surya konstan ?
« pada: Pebruari 04, 2015, 01:31:54 PM »
ketika tempo hari saya mengatakan contoh kasus yang fixed, yang saya maksud itu adalah fakta. bukan sudut pandang pengamat. selama kita pakai sudut pandang pengamat, kita bisa mengabaikan fakta yang sudah jelas. misal kita bisa mengatakan Ka'bah berotasi terhadap jemaat haji kalau kita pakai sudut pandang Ka'bah. TAPI faktanya tetap saja Ka'bah diam.
Tidak ada yang salah.
Kita bisa saja bilang ka'bah yang berevolusi terhadap jamaah haji (bukan berotasi, rotasi merujuk ke perputaran pada sumbu sendiri). Tapi kita lebih memilih model umum (bukan model mutlak) bahwa ka'bah yang diam dan jamaah haji yang bergerak.

Makanya tempo hari pernah bilang, sah-sah saja mau pakai model geosentris, kalau mampu menjelaskan model yang memenuhi semua kondisi. Masalah geosentris adalah bahwa penyokongnya tak bisa memberi penjelasan yang akurat dan memuaskan, sampai-sampai mesti memasukkan faktor supranatural.

jadi meskipun kita bisa pakai sudut pandang pelari 1 atau 2 atau pohon, faktanya tetap saja pohon diam. karena kita punya metode ilmiah menentukan siapa yang bergerak dan siapa yang diam. itu yang saya maksud dengan hal-hal yang fixed. bedakan antara 'fakta' dengan 'sudut pandang pengamat'.
Sudut pandang pengamat adalah fakta pula.
Pohon diam, Ka'bah diam, kita bisa mengatakan itu model umum.

kalau tidak ada yang fixed, serba relatif, lantas apa alasan kita jadi heliocentrist ? dan apa alasan kita berpendapat galaksi Milky Way dan Andromeda saling mendekat? siapa tahu aja Andromeda-nya saja yang mendekat atau Milky Way-nya saja yang mendekat. kan gitu. pada akhirnya ya nggak cukup dengan pengamatan oleh mata saja.
Kenapa model itu yang dipilih?
Karena bisa menjelaskan dengan lebih sederhana, baik dan elegan.
Sesimpel itu.

30
saya jadi penasaran kenapa teleskop bisa melihat gambar galaksi ribuan-jutaan-milyaran tahun cahaya dengan jernih tanpa gangguan penglihatan seperti blur atau semacamnya. padahal atmosfer Bumi saja sudah cukup mengganggu sehingga teleskop pun harus diterbangkan ke luar angkasa. bukti bahwa pengaturan lensa dan penyinaran saja tidak cukup. apakah cahaya dari galaksi jauh melewati vakum absolut sehingga bisa teramat jelas oleh pengamat?

saya masih tidak mengerti betul kenapa gelombang elektromagnetik dari cahaya dari galaksi nun-jauh disana tidak tercecer oleh rintangan-rintangan sepanjang perjalanan menuju ke sini. itu nggak main-main jaraknya. ribuan-jutaan-milyaran tahun cahaya! padahal atmosfer bumi aja bisa kok mempendarkan cahaya matahari "deket" sini.

dan apa jadinya kalau kita bisa melampaui kecepatan cahaya dan sampai ke galaksi jauh sana? apakah kita tiba disana dalam keadaan yang sama ketika teramati dari sini? kalo iya berarti kita menuju masa lampau dan bisa ketemu dinosaurus ;D. kalau tidak berarti pas kesana kita malah ketemu ruang hampa nan gelap karena galaksinya sudah kiamat. ;D
Coba cari penjelasan via google, kenapa teleskop hubble bisa mengambil citra jelas dari galaksi dan nebula yagn jauh, sedang citra dari planet pluto yang lebih dekat malah gak jelas.

Halaman: 1 [2] 3 ... 462
Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia