Forum Sains Indonesia



*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

Monox D. I-Fly

Maret 24, 2015, 10:07:31 AM
nandatte,,, -_-

abdillahibnunasrullah

Maret 16, 2015, 11:21:38 AM
お兄ちゃんだけど愛さえあれば関係ないよねっ Onī-chan dakedo Ai sae Areba Kankei Nai yo ne

abdillahibnunasrullah

Maret 16, 2015, 11:19:40 AM
Onii-chan Dakedo...

abdillahibnunasrullah

Maret 16, 2015, 11:19:09 AM
Oni-chan....

abdillahibnunasrullah

Maret 16, 2015, 11:18:52 AM
Disuki onii-chan...

wieldah

Maret 12, 2015, 11:41:22 PM
hai...
 :D

abdillahibnunasrullah

Maret 12, 2015, 01:34:17 PM
To: MuhammadRyan
oni-chan, daisuki ♡♡♡

hani jatmika

Maret 12, 2015, 12:51:11 PM
SALAM KENAL...
 :)
 

MuhammadRyan

Maret 05, 2015, 08:49:32 AM
koveran jaringannya, mas. Indonesia musatinnya di Jawa, klo di luar jawa pke parabola smua; yg di Kalimantan ama Riau byk pke router Malaysia
 

Farabi

Maret 04, 2015, 10:51:44 AM
Kalo alasan kuota karena jaringan kurang kuat? Kenapa tiap akhir bulan dimana semua orang abis kuota jaringan tidak jadi lebih cepat? Sebenarnya Internet Indonesia lambat lebih karena masalah nyari duit kan?

Show 50 latest

Tulisan Terbaru

Halaman: [1] 2 ... 10
1
Matematika / Re:himpunan kosong
« Tulisan terakhir oleh Sandy_dkk pada Hari Ini jam 08:43:00 AM »
anggotanya terdefinisi dengan jelas, misalnya; suatu himpunan beranggotakan jenis2 hewan yang memiliki jumlah kaki ganjil". nah, definisinya jelas, dan itu adalah himpunan kosong.

jika ternyata sudah ditemukan ada jenis hewan yang memiliki jumlah kaki ganjil, berarti contoh saya salah. tapi semoga maksudnya tetap bisa difahami.

read it: Himpunan Kosong
2
Astronomi dan Kosmologi / Re:Gravitasi : Konversi dari jarak menjadi Energi.
« Tulisan terakhir oleh nʇǝʌ∀ pada Hari Ini jam 03:51:17 AM »
TS-nya sudah setuju thread ini dipindahkan ke sub-forum Astronomi dan Kosmologi. lagipula di sub-forum Astronomi dan Kosmologi, biasanya hukum Fisika tetap dibawa-bawa kan?

BTW di thread ini kan dikatakan soal jarak yang merupakan konversi dari energi (dan sebaliknya). ketika saya baca contoh dari TS, sebenarnya hampir mirip Big Bang.

Anggap saja ada sebuah universe (U) yang isinya hanya 1 benda bermasa M, maka volume universe itu adalah volume benda itu sendiri. Lalu benda itu karena proses internal meledak menjadi 4 benda dengan masing2 masa seragam m dan jarak tiap benda seragam x meter (membentuk limas segitiga), maka volume universe itu adalah volume limas itu, dari perubahan volume (adanya jarak tiap m) itu Gravitasi menjadi diperhitungkan. semakin besar volume limas maka makin kecil energi Gravitasi antar masa.

katakanlah 1 benda bermassa M adalah singularitas, dan ketika meledak atau mengembang akan menjadi benda-benda lain yang total massanya lebih kecil daripada 1 benda tersebut. benda-benda tsb adalah analogi untuk benda-benda langit. berarti sisa energi dari 1 benda atau singularitas tsb (yang tidak dikonversi menjadi benda-benda lain) berubah/dikonversi menjadi jarak.

tapi sdr. jasen sendiri sebenarnya penganut Big Bang atau bukan. apakah semesta ini melebar dan benda-benda langit melawan kerangka acuan langit yg melebar? atau semesta ini tidak bertepi atau statis?

BTW, kalau sdr. Emerald_Eyes dan sdr. jasen memutuskan berdiskusi di forum-forum internasional boleh lah dibawa perkembangannya disini. :D
soalnya ForSa kekurangan ahli.

3
Astronomi dan Kosmologi / Re:Gravitasi : Konversi dari jarak menjadi Energi.
« Tulisan terakhir oleh ytridyrevsielixetuls pada Hari Ini jam 02:00:53 AM »
kalau memang jarak sebenarnya adalah konversi dari energi, berarti sebenarnya jarak itu adalah ilusi. artinya menurut TS tidak ada yang kosong. semuanya terisi. dikatakan kosong kalau bisa dilalui saja ya. oh ya. sebenarnya kalau membayangkan universe tercipta dari satu singularitas secara tidak langsung mengatakan alam semesta ini atau ruang-waktu, awalnya adalah sebuah kumpulan energi. berarti membenarkan donk kalau jarak adalah konversi dari energi ?
4
Astronomi dan Kosmologi / Re:Gravitasi : Konversi dari jarak menjadi Energi.
« Tulisan terakhir oleh ytridyrevsielixetuls pada Hari Ini jam 01:54:00 AM »
sudah dipindahkan ke Astronomi dan Kosmologi nih. berarti gak OOT ya kalo dibahas dengan membawa-bawa Big Bang, singularitas, universe expansion, dll. :)

Memang ini menjadi salah satu masalah terbesar sekarang ini, apalagi ditambah adanya dark Mater dan dark Energi, seolah2 energi dapat ditambahkan sesukanya ke dalam universe. Untuk menjawab itu Ada ide baru dari fisikawan spt Nikodem Popwalski dan Serkan Zorba, dalam teorinya menyatakan bahwa Universe berputar. Dengan berputarnya universe menjadi gaya tolak (sentrifugal)

Sebenarnya ide bahwa universe berputar sudah ada sejak Einstein, yang di formulasikan oleh Kurt Godel. Ide itu muncul karena keyakinan Einstein dan Godel bahwa universe itu statis, karena kalau tidak maka akan muncul singgularitas (big crunch), dan harus ada upaya alam agar singgularitas ini tidak terjadi. Einstein memasukan konstanta Kosmologi dalam Relativitas Umum-nya sedangkan Godel memformulasikan spinning Universe. Namun saat itu  ide spinning universe ini ditolak karena dari perhitungannya memungkinkan time travel. Dan time travel melanggar hukum causalitas, dimana seseorang dapat pergi ke masa lalu lalu membunuh orang tua yang melahirkannya. Setelah diketahui universe tidak statis maka Einstein menyebut cosmological Constant itu sebagai his biggest blunder.

Sekarang dengan ditemukannya Dark Energy (accelerating universe) dan Dark Matter maka ide spinning universe dan cosmological constant muncul kembali.


Dark Energy sendiri sebenarnya bukan penemuan melainkan istilah untuk menyebut energi misterius yang mempercepat pemuaian alam semesta, yang menurut ilmuwan seharusnya pemuaian itu melambat. saya sampai saat ini sebenarnya meragukan kalau bumi dan benda-benda langit melawan kerangka acuan langit yang melebar. jadi kalau pemuaian alam semesta saya merasa tidak bisa dijelaskan dengan Hukum gravitasi universal Newton. menurut saya malah alam semesta tidak bertepi. dan soal Dark Energi, kalo gak salah eksperimen Casimir bisa dijadikan petunjuk.

soal alam semesta berputar, ada artikel menarik disini :

http://news.discovery.com/space/do-we-live-in-a-spinning-universe-110708.htm
http://physicsworld.com/cws/article/news/2011/jul/25/was-the-universe-born-spinning

menurut saya semesta itu lahir dari satu sumbu putar universal dan akan musnah dengan cara yang sama, yaitu sumbu putar universal yang menyusutkan alam semesta. jadi seperti sebuah Black Hole yg mencakup seluruh alam semesta. setelah menyusut akan memuai lagi. seperti bunga yang mekar-kuncup-mekar-kuncup dst CMIIW.
sorry kalo kedengaran tidak ilmiah. hehe maklum masih belajar..
5
Astronomi dan Kosmologi / Re:Gravitasi : Konversi dari jarak menjadi Energi.
« Tulisan terakhir oleh Emerald_Eyes pada Kemarin jam 06:18:02 PM »
Koreksi Ek = p^2/2m.
6
Astronomi dan Kosmologi / Re:Gravitasi : Konversi dari jarak menjadi Energi.
« Tulisan terakhir oleh Emerald_Eyes pada Kemarin jam 06:17:00 PM »
Saya juga bisa gunakan rumus Energi kinetik : Ek = F.R sebagai bentuk kesetaraan.
Waduh tambah ngacau, ini rumus dari langit ya. Rumus formal energi kinetik adalah Ek = p^2/m.
Contoh katakan ada benda bergerak dg kecepatan konstan, maka energi kinetiknya adalah EK= 0.5mv^2. Sementara karena kecepatannya konstan maka dapat dipastikan gaya yang bekerja padanya sm dg nol. Tapi kalau dihitung dg rumus anda di atas Ek = 0.R = 0. Kontradiksi. Selain itu kenapa anda skg menggunakan argumen energi kinetik, bukankah anda sudah bilang bahwa teori anda hanya spesial utk potensial gravitasi. Sekedar saran saja, saya mengapresiasi anda sebagai lulusan T. Informatika yg juga punya minat di bidang fisika, tetapi bukan berarti karena anda suka anda bisa seenaknya saja membuat rumus, kalau begitu caranya bakal ada banyak rumus2 aneh yg berseliweran di dunia fisika yg dibuat oleh hobbyist2 fisika seperti anda yg lain. Kalau ingin membuat sebuah temuan fundamental di dalam sains, tidak cukup hanya sekedar menyukai melainkan juga harus menyelam sangat dalam dalam bidang yg bersangkutan. Einstein, Newton, dan fisikawan2 terkenal lainnya bukanlah orang2 yg sekedar suka fisika dan baru saja terjun di dalamnya.

Utk forum internasional, coba gabung di link ini: https://www.physicsforums.com/
Saya tunggu sepak terjang anda.
7
Astronomi dan Kosmologi / Re:Gravitasi : Konversi dari jarak menjadi Energi.
« Tulisan terakhir oleh jasen pada Kemarin jam 05:23:02 PM »
Wah blunder besar ini sodara. C adalah konstan berdasarkan postulat Einstein. Shg C bukan fungsi jarak dan waktu, meskipun c = x/t tapi kita berbicara ttg kecepatan cahaya. Dalam c = x/t, yang menyesuaikan adalah x dan t sementara c konstan. Jangan katakan bahwa kecepatan cahaya bisa berubah tergantung seberapa jauh dia sudah merambat.

Bukan blunder, memang seperti itulah cara membangun suatu rumus fisika.

Masa sebuah neutrino tetap, Konstanta gravitasi juga tetap.
maka nilai G x m x m akan selalu tetap. dan ini valid dinyatakan sebagai konstanta.



Sekali lagi, rumus E = konstanta x R ini diturunkan darimana, anda sudah menurunkannya sendiri atau masih berupa tebakan.

saya menggunakan cara yang valid untuk membangun suatu rumus fisika.

Rumus E = konstanta x R dapat diperoleh dengan 2 cara :

cara 1 : Pengamatan langsung dari Alam, seperti cara Doppler / Mersene membangun hukumnya, yaitu awalnya menggunakan kesetaraan, lalu semua kesetaraan digabungkan menjadi satu rumus fisika yang lengkap.
cara 2 : Dari hasil perhitungan rumus fisika yang sudah ada. ini cara yang ku pilih.

Saya gunakan rumus gravitasi : E = GmM/R sebagai bentuk konversi.

artinya : Jika jarak 2x lipat, maka EpG tinggal 1/2 

Saya juga bisa gunakan rumus Energi kinetik : Ek = F.R sebagai bentuk kesetaraan.

artinya : Jika jarak 2x lipat, maka Energi kinetik jadi 2x lipat 

karena itu pastilah E setara dengan R
maka dapat dibenarkan jika saya katakan E = konstanta x R.


Baiklah kalau anda meyakini sains sebagai filosofi. Yang ingin saya sampaikan di atas adalah tidak semua teori sains bisa diterima begitu saja,

ya memang benar, saya sadari itu.

teori baru mulai diterima kalau ada hasil eksperimen yg mendukung atau sebagian besar dari komunitas sains menyetujuinya. Berhubungan dg ini, kenapa anda tidak mencoba melakukan apa yg saya sarankan di awal yaitu mencoba bergabung dg forum fisika internasional dan mencoba mengutarakan teori anda ttg konversi energi-jarak ini?

Terima kasih atas dukungan semangatnya. Saya minta rekomendasi forum fisika internasional yang anda / anggota forum lain tau.
8
Astronomi dan Kosmologi / Re:Gravitasi : Konversi dari jarak menjadi Energi.
« Tulisan terakhir oleh Emerald_Eyes pada Kemarin jam 03:06:13 PM »
C adalah kecepatan dan kecepatan adalah fungsi jarak dan waktu
Wah blunder besar ini sodara. C adalah konstan berdasarkan postulat Einstein. Shg C bukan fungsi jarak dan waktu, meskipun c = x/t tapi kita berbicara ttg kecepatan cahaya. Dalam c = x/t, yang menyesuaikan adalah x dan t sementara c konstan. Jangan katakan bahwa kecepatan cahaya bisa berubah tergantung seberapa jauh dia sudah merambat.

Sekali lagi, rumus E = konstanta x R ini diturunkan darimana, anda sudah menurunkannya sendiri atau masih berupa tebakan.

Baiklah kalau anda meyakini sains sebagai filosofi. Yang ingin saya sampaikan di atas adalah tidak semua teori sains bisa diterima begitu saja, teori baru mulai diterima kalau ada hasil eksperimen yg mendukung atau sebagian besar dari komunitas sains menyetujuinya. Berhubungan dg ini, kenapa anda tidak mencoba melakukan apa yg saya sarankan di awal yaitu mencoba bergabung dg forum fisika internasional dan mencoba mengutarakan teori anda ttg konversi energi-jarak ini?
9
Matematika / Re:himpunan kosong
« Tulisan terakhir oleh liransa88 pada Kemarin jam 03:02:49 PM »
Bisa perjelas lagi maksudnya???
10
Astronomi dan Kosmologi / Re:Gravitasi : Konversi dari jarak menjadi Energi.
« Tulisan terakhir oleh jasen pada Kemarin jam 10:25:34 AM »
Sebagai gambaran, anggap saja persamaan yg anda tulis itu benar (sekali lagi ini anggapan, tidak ada jaminan rumus anda itu benar), maka xx pasti fungsi massa bukan? Besaran yg seperti itu susah dikatakan sebagai konstanta kesetaraan.Kalau bisa kalimat semacam ini dihindari pada kesempatan2 yg akan datang jika berdialog dalam sebuah forum sains.

E = MC^2 juga fungsi masa dan kecepatan, dan kecepatan adalah fungsi jarak dan waktu.

Saya perlu tekankan sekali lagi, sains berbeda dg filosofi, pembenaran sebuah teori harus benar2 diproses melalui hukum2 yg berlaku dan sudah established dalam bidang sains yg bersangkutan. Sementara anda sudah mengakui sendiri belum melakukan analisa matematis atas teori anda.

Anda salah, sains adalah bagian dari filosofi, namun filosofi ini dibangun atas dasar yang kuat yaitu pengamatan yang terukur dari alam namun dalam sains juga ada keyakinan dan keyakinan ini tidak dapat dibuktikan.

Contoh :
konstanta kosmologi yang dibangun oleh Einstein didasarkan atas keyakinannya bahwa universe itu statis.
lalu setelah diketahui universe itu tidak statis maka konstanta kosmologi  diabaikan, dan dianggap blunder.
Namun pengamatan terbaru didapatkan Accelerating universe, maka konstanta kosmologi kembali diperhintungkan.

Contoh lain :
Model universe Godel juga sains walaupun sulit diterima karena memungkinkan time travel, dan time travel tidak diakui karena melanggar hukum causalitas, bayangkan anda dapat kembali ke-masa lalu lalu membunuh orang tua anda sebelum dia melahirkan anda, sulit diterima bukan? Namun sebenarnya causalitas hanyalah intuisi manusia agar tidak universe tetap teratur.

Contoh lain lagi yang saya harap dapat meyakinkan anda :
Kita percaya bahwa dalam sistem tertutup berlaku hukum konsevasi energi dan masa. Namun harusnya konservasi energi dan masa melanggar hukum nya sendiri, karena jika energi dan masa tidak dapat diciptakan maka seharusnya energi dan masa tidak ada, anda tidak ada, saya tidak ada, universe tidak ada. hukum konsevasi ini pada dasarnya melanggar hukum causalitas juga, namun karena secara pengamatan benar, maka harus diterima.
Halaman: [1] 2 ... 10
Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia