Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

Farabi

Hari Ini jam 10:48:06 AM
Bener loh, kopi melepaskan dophamin, soalnya waktu minum kopi kerasa enak di kepala, tapi ya itu ga bisa berenti berenti. Dan kalo diberentiin mulai gusar.

yoga3105

Oktober 22, 2014, 11:23:42 PM
tolong buatin program bahasa c++ nya gan, yang bisa tak ksih pulsa

Kutip
X(pangkat)5-y(pangkat)4+a=d

 

Sandy_dkk

Oktober 21, 2014, 12:31:18 PM
coba periksa ke ahli syaraf kang farabi.
 

Farabi

Oktober 21, 2014, 11:29:44 AM
Tiap menjelang musim hujan sakit gigi, padahal giginya udah ga ada. Apa ini memang menimpa semua orang? Dan kenapa?
 

Sandy_dkk

Oktober 20, 2014, 05:16:25 AM
hujan turun untuk pertamakalinya dalam beberapa bulan ini, disambut bahagia oleh lusinan burung gereja yang berterbangan di halaman rumah. sungguh indah pagi ini.

senifacitra

Oktober 14, 2014, 08:24:03 PM
malam, mw tx proses fisika apa yang menyebabkan sehingga bumi memiliki sifat magnet.??

mohon bntuanx sgera
 

Sandy_dkk

Oktober 13, 2014, 08:08:28 PM
boleh deh...

sherenhfns

Oktober 13, 2014, 06:59:24 PM
ada yang on ga ? bisa bantuin soal matematika kelas 9? besok mau mid

sherenhfns

Oktober 13, 2014, 06:58:49 PM
Hallo

 

Monox D. I-Fly

Oktober 09, 2014, 09:34:41 PM
musim pemilu juga sudah habis, liat aja, pemilu tahun ini nggak ada yang bahas pemilu sama sekali... forsaintis dah bosen sama politik...

Show 50 latest

Penulis Topik: Asal Usul Nama Indonesia  (Dibaca 24973 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline peregrin

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 538
  • IQ: 100
  • Gender: Wanita
  • 'truth' is a lonely thing (J.Gaarder)
    • Lihat Profil
Asal Usul Nama Indonesia
« pada: Agustus 17, 2008, 12:42:18 AM »
Asal Usul Nama Indonesia
Oleh IRFAN ANSHORY

PADA zaman purba, kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang
diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.

Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "Jawa" oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. "Samathrah, Sholibis, Sundah, kulluh Jawi (Sumatra, Sulawesi,
Sunda, semuanya Jawa)" kata seorang pedagang di Pasar Seng, Mekah.

Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia. Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Cina. Bagi mereka, daerah yang
terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah "Hindia". Semenanjung Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang". Sedangkan tanah air kita memperoleh nama "Kepulauan Hindia" (Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien) atau "Hindia Timur" (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l'Archipel Malais).

Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air
kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga "Kepulauan Hindia" (bahasa Latin insula berarti pulau). Tetapi
rupanya nama Insulinde ini kurang populer. Bagi orang Bandung, Insulinde mungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista.

Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang kita kenal sebagai Dr. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli), memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata "India". Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.

Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian, nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari Gajah Mada, "Lamun huwus kalah nusantara, isun amuktipalapa" (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat). Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu "nusa di antara dua benua dan dua samudra", sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.

Sampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke. Tetapi nama resmi bangsa dan negara kita adalah Indonesia. Kini akan kita telusuri dari mana gerangan nama yang sukar bagi lidah Melayu ini muncul.


Nama Indonesia


Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.

Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan
Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: ... the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians.

Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia(Kepulauan
Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.

Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya
dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.

Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama bangsa dan negara yang
jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi!

Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai
1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga
sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian
mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.

Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.


Makna politis

Pada dasawarsa 1920-an, nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi
itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama "Indonesia"
akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.

Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi
Indonesia Merdeka.

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya, "Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut "Hindia Belanda". Juga tidak "Hindia" saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya."

Sementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Lalu pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama "Indonesia". Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda.

Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsch-Indie". Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah.

Maka kehendak Allah pun berlaku. Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama "Hindia Belanda" untuk selama-lamanya. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, lahirlah Republik Indonesia.

Dirgahayu Indonesiaku!

***

Penulis, Direktur Pendidikan "Ganesha Operation"

Pikiran Rakyat Cyber Media, 16 Agustus 2004
« Edit Terakhir: Agustus 17, 2008, 01:21:12 AM oleh peregrin »


Free software [knowledge] is a matter of liberty, not price. To understand the concept, you should think of 'free' as in 'free speech', not as in 'free beer'. (fsf)

Offline Melnick

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 381
  • IQ: 37
  • Gender: Wanita
  • Melnick
    • Lihat Profil
Re: Asal Usul Nama Indonesia
« Jawab #1 pada: Agustus 17, 2008, 02:43:26 PM »
Merdeka ! Dirgahayu Indonesia !  :D
“Crystals are like people, it is the defects in them which tend to make them interesting!” -Colin Humphreys.

@melissaniken ;D

Offline ahmad fauzan

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 193
  • IQ: 9
  • Gender: Pria
  • jangan menghinaku lagi yak??
    • Lihat Profil
Re: Asal Usul Nama Indonesia
« Jawab #2 pada: Agustus 25, 2008, 09:43:33 PM »
Merdeka ! Dirgahayu Indonesia !  :D
udah jawabannya gitu ajah mel?

wah ternyata negara kita ini mempunyai asal usul yang sangat unik.
semua itu bisa asalkan kita terbiasa

Offline Melnick

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 381
  • IQ: 37
  • Gender: Wanita
  • Melnick
    • Lihat Profil
Re: Asal Usul Nama Indonesia
« Jawab #3 pada: Agustus 28, 2008, 06:59:32 PM »
Merdeka ! Dirgahayu Indonesia !  :D
udah jawabannya gitu ajah mel?

abis apa lagi dong?  ;D

Offline ahmad fauzan

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 193
  • IQ: 9
  • Gender: Pria
  • jangan menghinaku lagi yak??
    • Lihat Profil
Re: Asal Usul Nama Indonesia
« Jawab #4 pada: Agustus 28, 2008, 07:38:08 PM »
Merdeka ! Dirgahayu Indonesia !  :D
udah jawabannya gitu ajah mel?

abis apa lagi dong?  ;D
hahah sama gak bs berkata2 lagi :D

Offline Melnick

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 381
  • IQ: 37
  • Gender: Wanita
  • Melnick
    • Lihat Profil
Re: Asal Usul Nama Indonesia
« Jawab #5 pada: Agustus 28, 2008, 07:45:22 PM »
Merdeka ! Dirgahayu Indonesia !  :D
udah jawabannya gitu ajah mel?

abis apa lagi dong?  ;D
hahah sama gak bs berkata2 lagi :D

tuh kan.. pokoknya maju terus Indonesia..  :D

Offline Chemist Shen

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 8
  • IQ: 3
  • Chemistry lover, we are the future!
    • Lihat Profil
Re: Asal Usul Nama Indonesia
« Jawab #6 pada: September 19, 2008, 07:29:43 PM »
hmm... gw cinta Indonesiaku...  :)

Offline senjamemerah

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 1
  • IQ: -1
    • Lihat Profil
Re: Asal Usul Nama Indonesia
« Jawab #7 pada: Desember 10, 2008, 09:18:29 PM »
Hidup Indonesia, Indonesia Hidup..

Offline eky

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 441
  • IQ: 20
  • Gender: Pria
  • growing up
    • Lihat Profil
Re: Asal Usul Nama Indonesia
« Jawab #8 pada: Desember 11, 2008, 10:11:54 AM »
hidup indo juga deh .. hehee

DEaNa

  • Pengunjung
Re: Asal Usul Nama Indonesia
« Jawab #9 pada: Desember 11, 2008, 11:08:23 PM »
Panjang ya sejarahna???

HduP mahasiswa!!!
eh slh,,
HiduP Indonesia!!!

Offline thinknotregular

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 11
  • IQ: -3
    • Lihat Profil
Re: Asal Usul Nama Indonesia
« Jawab #10 pada: Desember 12, 2008, 12:11:45 AM »
tapi pantes yah negara kita baru dibilang negara berkembang,lah wong nama negaranya aja dapet dari orang bule sana. ;D
tapi saya punya simplenya INDO ASIA artinya orangnya ga putih ga item kulitnya yah campuran gtudeh.namanya jg INDO

Offline b0cah

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 38
  • IQ: 3
  • Gender: Pria
  • Kreatif Edukatif Interaktif
    • Lihat Profil
Re: Asal Usul Nama Indonesia
« Jawab #11 pada: Desember 19, 2008, 03:54:11 PM »
Kutip
..  tanah air kita dari Sabang sampai Merauke. Tetapi nama resmi bangsa dan negara  ...

kenapa koq dari sabang sampai merauke ya? bukannya dari merauke sampai sabang?
faktanya saat di jakarta atau sabang masih lelap, di merauke matahari sudah bersinar.

merauke lah pertamakali matahari menampakkan di Indonesia, sudah selayaknya sebutan dari sabang sampai merauke diubah menjadi DARI MERAUKE SAMPAI KE SABANG
« Edit Terakhir: Januari 20, 2011, 11:33:29 PM oleh reborn »
Kreatif Edukatif Interaktif
http://bocah.info [nofollow]

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
    • Lihat Profil
Re: Asal Usul Nama Indonesia
« Jawab #12 pada: Desember 19, 2008, 04:01:05 PM »
kenapa koq dari sabang sampai merauke ya? bukannya dari merauke sampai sabang?
faktanya saat di jakarta atau sabang masih lelap, di merauke matahari sudah bersinar.
merauke lah pertamakali matahari menampakkan di Indonesia, sudah selayaknya sebutan dari sabang sampai merauke diubah menjadi DARI MERAUKE SAMPAI KE SABANG
Ehm,bukannya memang pulau sumatra yg terang2an lbh dulu mau gabung dgn Indonesia daripada Papua? Ato mungkin jg sumatra selisih wktunya dgn GMT lbh dikit daripada papua dgn GMT? Halaah.,mnurutku di peta tuh, orang kebiasaan mbaca latin dari kanan ke kiri kan?
« Edit Terakhir: Januari 20, 2011, 11:33:45 PM oleh reborn »
"The pen is mightier than the sword"
Research Center for Advanced Science and Technology (RCAST)
The University of Tokyo. 7-3-1 Hongo, Bunkyo-ku, Tokyo, Japan

Offline kuncungs

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 100
  • IQ: 3
    • Lihat Profil
Re: Asal Usul Nama Indonesia
« Jawab #13 pada: Desember 21, 2008, 02:37:11 AM »
Indunesia, Nederlandsch Indie, Indonesia, India Portugis, semua ciptaan bule, kalo nama tanah air kita sejak defactonya ini negara apa ya? Ato malah kita semua ini dipersatukan menjadi 1 buah negara karena datangnya para imperialis itu ?  ???

Offline rere

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 26
  • IQ: 1
    • Lihat Profil
Re: Asal Usul Nama Indonesia
« Jawab #14 pada: Pebruari 19, 2009, 11:52:40 AM »
ternyata seperti itu..... :o :o

 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
7 Jawaban
13593 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 14, 2014, 10:51:27 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
2419 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 18, 2008, 09:56:04 AM
oleh molin
19 Jawaban
2109 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 23, 2011, 08:04:57 PM
oleh Pi-One
12 Jawaban
9529 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 26, 2012, 09:55:06 AM
oleh Farabi
8 Jawaban
3281 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 19, 2013, 06:19:26 PM
oleh topazo

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia